KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
ROH YEJUNG KELUAR


__ADS_3

"Apa yang terjadi denganku. Apakah aku sudah mati" ucap Yejung karena tak bisa menyentuh Ara.


Lalu, ia pun menengok ke belakang. Ia kaget melihat dirinya sedang berbaring.


"Ini nggak mungkin, apa aku benar benar sudah mati" Ucapnya bersedih


Lalu dilihatnya Ara yang masih tertidur pulas sambil duduk di kursi.


"Sayang, kamu denger aku kan ?" ucap Yejung lagi. Namun tidak ada respon dari kekasihnya.


Berkali kali ia ingin menyentuh kekasihnya, tapi slalu nggak bisa.


Sesaat kemudian, asisten Ara datang dan membangunkan nona mudanya.


"Hei, kamu lihat saya kan" ucap Yejung sambil turung dari ranjangnya.


"Hei, hello" teriak Yejung, namun asisten Ara tidak mendengarnya.


Asisten itu kemudian membangunkan nona mudanya.


"Nona, saya sudah datang"


Ara segera terbangun mendengar suara asistennya.


"Hei, apa yang kau lakukan. Aku disini dari tadi membangunkanmu" ucapnya nggak tenang.


"Makasih ya Mayang, kamu boleh pulang kembali" ucap Ara kepada Mayang.


"Apakah nona nggak mau makan. Biar saya memesankan nona makanan online"


"Nggak usah. Aku nggak mau makan. Karena aku nggak bisa makan, melihat kekasihku yang sedang berbaring koma disini" ucapnya sedih.


"Apaa, aku koma. Dan aku belum mati. Terus kenapa aku bisa keluar dari tubuhku"


"Nona, jika nona nggak makan, bisa bisa nona jadi sakit"


"Nggak. Pulanglah, aku disini saja"


"Baik nona muda. Saya permisi dulu" ucap Mayang lalu berjalan keluar ruangan.


"Ya ampun sayang, kamu itu harus makan. Kamu harus menjaga kesehatanmu" ujar Yejung kepada Ara yang sedang termenung.


"Sayang, kamu jangan termenung gitu dong. Bisa bisa badanmu menjadi kurus" lanjutnya. Namun sia sia saja, karena kekasihnya tidak dapat mendengarnya.


"Sayang, bagaimana aku bisa makan, kalaw yang ada di pikiranku itu cuma kamu. Sayang, segeralah sadar, janganlah membuatku tersiksa begini" Ucap Ara Kepada Yejung yang terbaring Koma.


Mendengar hal tersebut, Yejung pun menangis.


"Sayang, aku sangat beruntung punya kekasih sepertimu. Baik, pengertian dan setia" ucap Yejung.


Sesaat kemudian, Ara kembali tertidur di samping Kekasihnya. Mungkin dia lelah karena terus terusan menangis.


Melihat hal tersebut, ia pun sedih. Kemudian, ia berjalan menuju keluar. Semua orang yang ia lewati, tak ada satu pun yang melihatnya. Bahkan, dokter Jiung pun tidak melihatnya saat berpapasan dengannya.


Ia kemudian duduk di sebuah taman rumah sakit.

__ADS_1


"Kenapa aku ini. Kenapa aku bisa keluar dari tubuhku"


"Karena kamu memiliki kemampuan yang luar biasa, sehingga kamu bisa keluar dari tubuhmu" ucap seorang wanita, yang tiba tiba duduk di samping Yejung.


Yejung tersentak kaget, melihat wanita yang ada di sampingnya itu.


"Siapa kau. Kenapa kau bisa melihatku dan bisa mendengarku. Apakah kau juga mengalami koma sepertiku" ucapnya terkejut.


"Nggak. Aku adalah malaikat cantik. Aku di tugaskan untuk membimbing dirimu selama 12 hari.


"Maksud kamu"


"Kamu di berikan waktu 34 hari, untuk mengetahui orang jahat yang ada di sekelilingmu. Masukilah pria yang menurutmu lemah, yang mampu bersatu bersama roh mu. Dengan begitu, kau akan mengetahui segalanya"


"Apaa ?" Dimana aku harus mencari pria lemah ?"


"Kamu harus berusaha mencarinya. Lagian kamu bisa berkeliling dunia mencari pria itu. Setelah engkau menemuinya, maka waktumu pun akan di mulai"


"Apaa.. aku bisa mengelilingi dunia" ucapnya takjub.


"Yah, carilah pria itu secepat mungkin. Karena hanya dia yang bisa menolongmu" ucap wanita itu, lalu menghilang.


Yejung kembali terkejut, melihat wanita yang berada di sebelahnya tiba tiba menghilang.


"Dia itu seperti hantu saja. Datang tak di undang, pulang diam diam" gerutu Yejung.


Sesaat kemudian ia termenung.


"Bagaimana ini. Dimana aku dapat mencari pria lemah itu" ucapnya sambil berfikir keras.


"Leon. Bagaimana kalaw aku memasuki dia saja" pikirnya lalu berlari menghampiri Leon yang sedang berjalan.


"Semoga saja roh ku bisa menyatu dengan tubuh Leon" ucapnya lagi, lalu berusaha masuk ke tubuh Leon.


Namun, usahanya gagal. Roh dan tubuhnya Leon tidak bisa menyatu.


"Aduhh.. kenapa nggak bisasi ?" pikirnya.


"Itu bukan orang lemah bodoh" ucap wanita itu lagi, mengagetkan Yejung.


Sementara Leon tetap berjalan ke ruangan Yejung.


"Hei, kamu bisa nggak sih, tidak membuatku kaget. Kalaw aku jantungan, terus mati bagaimana ?" ujarnya marah.


"Hei kamu itu sekarang sedang koma. Masa terkena penyakit jantung sih"


"Iya juga yah" pikirnya.


"Ingat, cari pria itu" ucapnya lalu kembali menghilang.


"Tapp..


Yejung menghentikan bicaranya, ketika melihat wanita itu hilang lagi.


"Yah, dasar"

__ADS_1


Kemudian, ia pun berjalan ke ruangannya. Di lihatnya kekasihnya telah bangun. Kini, Ara duduk di sofa bersama dengan Leon. Lalu Yejung duduk di tepi ranjang, sambil melihat kekasih dan sahabatnya itu.


"Ara, makanlah. Ini saya bawakan lo makanan" ucap Leon


"Nggak. Lo makan saja makanan itu. Gue nggak lapar"


"Kalaw lo nggak makan, bisa bisa kamu juga ikut sakit. Pasti Yejung sangat sedih melihat kekasihnya yang nggak mau makan"


"Dia kan nggak melihat gue. Lihat, dia sekarang sedang terbaring koma disana"


"Hei sayang, aku itu melihatmu. Jadi, ayolah makan" ucap Yejung mengerutkan dahinya..


"Bagaimana kalaw roh Yejung melihat kita" ucap Leon.


"Hei, lo nyumpahin kekasihku mati" ucap Ara ketus.


"Bukan. Maksud gue itu, biasanya nih ya. Kalaw seseorang sedang koma. Ia bisa keluar dari tubuhnya. Dan bisa melihat orang orang yang ada di sekitarnya. Nah, bagaimana jika benar begitu. Pasti dia sudah berkata kepada lo, Sayang kamu makan yah. Nanti kamu sakit loh" ucap Leon memperaktekkan cara bicara sahabatnya.


Yejung yang melihatnya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.


"Emangnya benar" ucap Ara merasa nggak percaya.


"Yah, benarlah sayang. Buktinya, aku sedang berada di depanmu sekarang" sahut Yejung yang menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Kalaw rohnya benar benar keluar. Gue mau bilang kepada dia. Cepatlah sadar, besok adalah hari pernikahan kita. Hari bahagia kita. Kita akan hidup berdua selamanya" ucapnya sambil menangis.


"Maafkan aku sayang, maafkan aku" ucap Yejung yang menangis juga.


"Ara sabarlah dan tenangkanlah dirimu. Lebih baik kamu makan yah" ucap Leon membujuk Ara.


"Gue nggak mau makan"


"Kalaw kamu nggak makan, kamu mau tubuhmu menjadi tikus"


"Ah, tikus. Apaan tuh ?" ucapnya heran.


"Tinggi kurus" kata Leon sambil tertawa


"Ah, lo bisa saja"


"Ya sudah. Ini(sambil memberikan bungkusan makanan) makanlah, agar kamu semakin kuat"


"Kuat untuk apa"


"Kuat untuk menangis lagi. He..he..he..


Ara pun kesal mendengar ucapan Leon.


"Gue cuma becanda kok. Gue itu juga sedih tau melihat sahabatku sedang terbaring koma. Dan sekarang, Lo makan yah" ucapnya.


"Baiklah"


Yejung pun senang melihat kekasihnya yang mau makan.


"Lo benar benar sahabat is the bestku Leon"

__ADS_1


BERSAMBUNG..🌹🌹


__ADS_2