KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
YEJUNG SADAR


__ADS_3

Leon duduk di kursi koridor sambil membuka layar ponsel Yejung. Tanpa sengaja, ia melihat rekaman video Zhun Zan dan Woong di ponsel Yejung. Ia sangat marah sekaligus terkejut, ketika melihat dan mendengar pembicaraan mereka.


"KURANG AJAR, TERNYATA DIA YANG MEMBUNUH AYAH ARA" ucapanya lalu bergegas pergi dengan sangat marah.


Leon pun ke hotel Woong, dan menemui mereka berdua disana. Siapa lagi kalau bukan Zhun Zan dan anaknya.


"Hei, kamu ngapain datang datang kemari, marah marah dan tidak sopan lagi" ucap Zhun Zan marah.


"Saya sudah tau semuanya. Saya tidak sangka, ternyata orang paman adalah seorang pembunuh"


Mendengar itu, Zun Zan tampak terkejut.


"Apa maksud mu Leon. Jangan sembarang menuduh jika kau tak punya buktinya. Dan siapa yang ayahku bunuh ?" Ayahku tak pernah membunuh siapapun" sahut Woong mengelak.


"Jangan pura pura bodoh kalian. Saya sudah tahu semuanya, dan saya akan melaporkan paman ke polisi. Kalau kalian perlu bukti, ini buktinya (sambil memperlihatkan rekaman mereka)


Melihat itu, wajah mereka terlihat pias.


"Paman tega banget yah membunuh ayah Ara. Padahal mereka sangat baik kepada paman"


Tanpa pikir panjang, Woong lalu menghajar Leon membuat wajahnya memerah. Leon sempat melawan mereka balik. Namun karena mereka berdua, akhirnya Leon kalah dan tangannya di ikat. Woong lalu mengambil ponsel itu dan menghapus rekaman itu.


"Tidak ada bukti lagi, karena buktinya sudah ku hapus" ucap Woong tertawa.


"Dan besok, Woong akan menikah dengan Ara. Dan tidak ada yang bisa menghalangi rencana kami"


"Ayah, aku mau dia disekap disini, sampai pernikahanku dan Ara selesai"


PUKUL 12.00


Hana duduk di rumah Young sambil menunggu Yejung datang.


"KENAPA YEJUNG BELUM DATANG JUGA YA. TERUS KENAPA FIRASATKU NGGAK ENAK BEGINI ?"


"INIKAN SUDAH LEWAT DARI JAM 12, MENGAPA YEJUNG BELUM DATANG JUGA. APA YANG TERJADI SEBENARNYA ?"


Karena kecapean menunggu, akhirnya Hana tertidur pulas.


1 jam kemudian, Hana terbangun karena gigitan nyamuk pada lengannya.


"INI SUDAH JAM 2, TAPI YEJUNG BELUM BALIK JUGA. APA TERJADI SESUATU DENGANNYA ?" pikirnya.


"YA AMPUN, SISA WAKTU YEJUNG KAN TINGGAL 2 HARI. APA JANGAN JANGAN IA KEMBALI KE TUBUHNYA ?"


Tanpa pikir panjang, ia pun segera mengambil buku catatan Yejung, dan menaruhnya di dalam tasnya.


"AKU HARUS KESANA. TAPI SAMPAI DISANA, AKU HARUS KEMANA ?"


Ia pun kembali mengambil buku catatan itu, dan membukanya.


"RUMAH LEON. YAH, AKU HARUS KE RUMAH LEON"


Ia pun segera bergegas kesana dengan menggunakan bis malam.

__ADS_1


PUKUL 03. 00 PAGI


Hana sampai di depan pagar rumah Leon. Tak ada siapa siapa disana, hanya ada security yang sedang tertidur di pos rumah Leon. Semuanya tampak sepi.


"Permisi.." ucap Hana setengah berteriak.


Berkali kali Hana berteriak.Namun security rumah Leon tetap saja tertidur.


"AKU HARUS BERTERIAK LEBIH KENCANG LAGI. AGAR SECURITY ITU TERBANGUN"


"Permi...si..." ucapnya lebih kencang lagi.


Security yang mendengar suara itu segera terbangun dan mencari sumber suara itu.


"Pak. Saya disini"


Security itupun segera menghampiri Hana.


"Ada apa mbak, malam malam datang kemari"


"Apa benar ini rumah tuan Leon ?"


"Ya, benar"


"Apa tuan Leon ada di rumah ?"


"Tuan Leon belum pulang mbak. Mungkin ia menginap di rumah sakit"


"Ooh gitu ya. Makasih ya pak. Saya permisi dulu"


Sementara di rumah sakit, ruh Yejung masih berdiri di samping Ara di dalam ruangannya.


"APA YANG HARUS KULAKUKAN ?" tanyanya pada diri sendiri.


Tiba tiba saja, ruhnya tertarik dan membawanya masuk ke dalam tubuhnya. Ruhnya tak bisa lagi keluar, dan bersatu dengan jiwanya. Sementara garis garis di monitor naik menjadi 86 dan 90. Apa arti dari semua ini ?" Apakah Yejung akan secepatnya sadar ?"


Sementara Hana sudah sampai di halaman rumah sakit. Namun ia di larang masuk, sebelum jam 06 pagi.


JAM 05.00


Ponsel Ara berbunyi berulang ulang kali, membuat Ara terbangun dari tidurnya. Ia pun segera mengangkat panggilan dari Woong.


"Ara, ayo buruan ke gedung pencekar langit. Wajahmu akan di rias. Hari ini kan hari pernikahan kita. Aku akan menunggumu 20 menit. Jika dalam waktu 20 menit kau datang, maka aku akan segera menleyapkan Yejung" katanya lalu mematikan panggilan itu, tanpa membiarkan Ara berbicara.


Ara pun segera bangun dan bergegas mencuci wajahnya. Selesai itu, ia melihat garis di monitor yang sudah sangat berbeda.


"Sayang, akankah kau sebentar lagi sadar ?" tapi maaf, aku harus menikah dengan Woong, demi kesembuhanmu. Maafkan aku sayang. Aku telah menghianati cinta kita" ucapnya menangis lalu keluar dari ruangan.


Sesaat kepergian Ara, jari telunjuk Yejung tampak bergerak.


PUKUL 06.00 PAGI


Hana masuk ke dalam rumah sakit dan ingin ke ruangan Yejung. Tapi langkahnya terhenti ketika melihat Young kekasihnya, sedang berada di ruang UGD. Ia pun segera menghampiri kekasihnya.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa ? apa yang terjadi denganmu ?"


"Aku juga tak tahu Hana"


"Tapi, bagaimana keadaanmu sekarang"


"Aku sudah membaikko. Kata dokter, untung pisau itu tidak terlalu dalam. Makanya cuma di jahit doang. Dan kata dokter, aku boleh pulang ko hari ini"


"Baiklah. Oh ya, tunggu disini dulu. Aku harus keruangan tuan Yejung" ucapnya lalu bergegas pergi.


Sampai disana, ia lalu masuk dan menghampiri Yejung yang sudah sadar.


"Kau siapa ?" dimana kekasihku dan apa yang terjadi padaku ?" tanya Yejung.


"Saya sangat senang kau sudah sadar. Kau mengalami koma selama 32 hari. Tapi kau berhasil mengetahui semuanya lewat koma mu itu"


"Apa maksudnya ?"


"Kamu tenang saja. Saya akan menceritakan semuanya. Yang lebih penting adalah nona Ara"


"Ada apa dengannya ?" ucapnya cemas.


"Hari ini dia akan menikah dengan Woong spupupmu.


"Apa..., menikah ? Ara tega menghianatiku ?"


"Nggak. Kau tidak tahu apa apa. Kita harus segera kesana untuk membatalkan pernikahan mereka, sebelum terlambat. tuan Leon mana ?"


"Leon. Saya dari tadi tidak melihatnya"


"Apaa ? Mungkin ada sesuatu yang terjadi dengannya"


"Apa yang kau omongin. Saya tidak mengerti dengan semua ini"


Tekk..


Tiba tiba saja Leon datang bersama dengan Anita.


Leon sangat senang sekaligus terkejut melihat sahabatnya itu telah sadar. Ia pun segera memeluk Yejung sambil menangis terharu.


"Tuan Leon, kau kemana saja. Saya habis mencarimu di rumahmu" ucap Hana


Leon lalu melihat wanita yang bertanya kepadanya itu.


"Saya habis di sekap oleh paman ZhunZan dan Woong. Untung saja Anita menelfonku dan aku segera mengangkatnya menggunakan kakiku. Ia pun segera menyelamatkanku di kamar hotel Woong"


"Apa.."


"Oh ya, kita harus segera menolong Ara. Ayo segera kesana"


"Kalian duluan saja. Saya akan pergi bersama Young" ucap Hana


Ketiganya pun mengangguk lalu bergegas pergi. Dokter Jih Yun yang baru datang tampak terkejut melihat Yejung.

__ADS_1


BERSAMBUNG..🌹🌹


__ADS_2