
Malam ini, Ara sedang berada di rumah Yejung kekasihnya. Mereka makan malam disana, sekaligus membahas tentang persiapan pernikahan mereka.
"Sayang, nanti saat acara pernikahan kita, aku ingin memakai gaun putih ini" kata Ara sambil menunjukkan gambar gaun penganting di layar ponselnya.
"Terserah kamu saja sayang. Karena biar memakai gaun apapun, kau akan tetap terlihat cantik" ucap Yejung sambil tersenyum.
"Makasih ya sayang. Oh ya, nanti dekorasi pestanya harus megah dan meriah. Seperti ini"
Yejung melihat gambar dekorasi pesta yang ada di ponsel Ara "Nggak ah sayang,ini terlihat berlebihan" ucap Yejung.
"Kalaw yang ini" tunjuk Ara lagi.
"Wow, pesta ini lebih terlihat cantik dan elegan. Lebih baik ini saja" usul Yejung.
"Yah. Aku setuju" balas Ara.
"Sayang, sudah malam nih. Aku balik dulu yah" lanjut Ara.
"Aku antar kamu balik ya"
"Nggak usah, aku bisa balik sendiri ko. Percayalah kepadaku"
"Baiklah. Kamu hati-hati di jalan yah. Ummma" sambil mencium kening Ara.
"Iya. By-by sayang"
Setelah Ara pergi, Yejung tampak gelisah memikirkan kekasihnya itu.
"BAGAIMANA JIKA TERJADI APA APA DENGANNYA" gumam Yejung.
Karena merasa cemas, ia pun segera mengikuti kekasihnya itu.
Benar saja.di tengah jalan, Ara di hadang oleh 2 penjahat brandalan.
"Hei nona, keluarlah dari mobilmu" ucap salah satu penjahat itu.
Ara terdiam ketakutan.
"ANDAI SAJA AKU MENURUTI PERKATAAN YEJUNG, UNTUK MENGANTARKU PULANG" gumam Ara.
"Hei, cepat keluar. Atau nggak saya akan memecahkan kaca mobilmu" ucap penjahat itu lagi.
Ara yang ketakutan, mencoba mengeluarkan suaranya.
"Kalian mau apa dariku" ucap Ara setengah berteriak.
"Kami tidak mau apa apa darimu. Kami hanya ingin kamu bersenang senang dengan kami, dan melayani kami" ucap penjahat satunya lagi sambil tertawa.
"Aku tidak akan keluar" tolak Ara.
"Baiklah, kalaw begitu kami akan memaksamu untuk turun"
Penjahat itu segera mengambil batu dan ingin memecahkan kaca mobil Ara. Namun,sebelum batu itu menempel di kaca mobil, Yejung lebih dulu datang, dan menendang kepala penjahat itu. Hingga batu yang ada di tangannya terlepas.
__ADS_1
"Siapa kau" ucap salah satu penjahat itu.
"Tidak usah banyak bicara, ayo lawan saya jika kalian berani" ujar Yejung.
Mendengar hal tersebut, kedua penjahat itu langsung menyerang Yejung. Yejung pun melawan mereka dengan ahli bela dirinya. Yejung menggunakan jurus jujitsunya, yang telah di ajarkan kepada ayahnya. Dimana bela diri ini, Yejung menerapkan gerakan memanfaatkan penjahat itu. Sehingga kedua penjahat itu merasa kesakitan. Di saat itulah, Yejung melakukan kuncian terhadap dua penjahat itu.
"Ampun tuan" ucap salah satu penjahat itu sambil meringis.
"Kalian pilih mana, masuk penjara atau berhenti menjadi penjahat" ucap Yejung.
"Berhenti menjadi penjahat tuan" katanya bersamaan.
"Baiklah. Jika saya mendapati kalian lagi dengan kesalahan yang sama, maka saya tak akan segan segan membawa kalian ke kantor polisi" ujar Yejung.
"Kami janji tuan. Tolong lepaskan kami"
"Baiklah" sambil melepaskan kunciannya kepada kedua penjahat itu.
Kedua penjahat itu berterimah kasih, dan segera mengambil sepeda motornya.
Ara keluar dari mobil, sambil berlari memeluk Yejung.
"Makasih sayang" kata Ara lalu melepaskan pelukannya.
"Ya sudah. Mari, aku akan mengantarmu pulang" ucap Yejung.
YOUNG DAN HANA
Young dan Hana lagi duduk bersama di rumah Young.
"Kamu mengusirku" kata Hana ketus.
"Bukan. Maksud aku, ini sudah tengah malam loh. nanti, ayahmu mencarimu"
"Tenang saja. Ayah ku pulangnya jam 1 malam kok"
"Ha..memangnya apa yang di perbuat oleh ayahmu, hingga pulangnya selarut gitu" ucap Young heran.
"Biasa, main dengan wanita bayaran. Yah,aku merasa kesepian lah di rumah. Untung aku mempunyai pacar yang baik sepertimu. Jadinya, kesepianku itu terasa terobati karenamu" ucap Hana.
Young hanya terdiam mendengar ucapan kekasihnya itu.
"Sayang, kamu janji yah. Kamu nggak akan ninggalin aku slama-lamanya" lanjut Hana, sambil menyandarkan kepalanya di dada Young.
"Aku janji sayang. Lagi pula, aku sekarang hidup sebatang kara. Cuma kamu satu satunya orang, yang slalu menemani malam malamku" jawab Young.
Sesaat kemudian mereka tampak terdiam. Lalu, terdengar suara penjual jagung bakar ,lewat di depan rumah Young. Hana yang mendengar itu, segera keluar dan menghentikan penjualnya.
"Dik, jagung bakarnya berapa" tanya Hana kepada adik penjual itu.
"10 ribu dapat 1 kak. Ini jagungnya besar loh, terus juga manis" jawab penjual itu.
Hana segera merabah saku bajunya. Di lihatnya uangnya yang hanya 17 ribu.
"Dik, kk ambilnya 1 saja yah" ucap Hana
"Baiklah kak. Ini ambil"
__ADS_1
Hana pun segera mengambil Jagung bakar itu, dan memberikan uang 10 ribu, kepada adik itu.
"Makasih ya kak" ucap penjual itu,lalu bergegas pergi.
"Sayang, nih aku membeli jagung bakar untukmu. Ambillah" ucap Hana kepada kekasihnya.
Young mengambil jagung bakar itu, dan kemudian memotongnya menjadi 2 bagian.
"Nih untukmu" kata Young sambil memberikan potongan jagung itu kepada Hana.
Hana segera mengambilnya dan mereka berdua memakannya bersama sama.
Pukul 11.00
"Sayang, aku pulang dulu yah" ucap Hana sambil ngelihatin jam dinding.
"Sayang, ini sudah larut malam. Nggak baik jika kamu pulang selarut malam begini" ujar Young.
"Nggak apa apa kok. Lagian kan, aku sudah terlalu sering pulang malam"
"Baiklah. Aku akan mengantarmu pulang" ucap Young.
"Baiklah"
DI HOTEL WOONG
Keesokan paginya, Woong dan ayahnya bersiap siap untuk ke kantornya.
"Nak, bisa berikan ayah uang. Soalnya, rokok ayah sudah habis"
"Ini" (sambil memberikan uang 1 juta kepada ayahnya)
"Makasih"
"Ayah jangan lupa yah, membujuk ayah Ara untuk menikahkan anaknya dengan ku" ucap Woong.
"Pasti. Kalaw begitu ayah berangkat dulu"
Sesampainya di kantor, Zhun zan segera ke ruang Yeong jing.
"Permisi tuan" ucap Zhun zan sambil bergegas masuk.
"Ada apa Zhun zan" tanya Yeong jing. Ayah dari Ara.
"Begini, maksud kedatangan saya menemui tuan, karena saya ingin bilang, bahwa putri tuan dan Yejung tidaklah pantas untuk menikah. Yang pantas menikahi putri bapak itu, adalah anak saya woong" ucap Zhun zan tanpa basa basi.
"Apa maksud anda berbicara begitu. Mereka berdua sedari kecil, sudah di jodohkan. Dan mereka juga saling mencintai"
"Maaf tuan, Yejung hanya menyukai putri tuan, karena menginginkan harta tuan. Jika ia sudah mendapatkan harta tuan, maka ia akan meninggalkan putri tuan" ucap Zhun zan memfitnah Yejung.
"Saya telah mengenal sifat Yejung sedari kecil. Jadi, anda nggak usah memfitnah Yejung. Bukankah kamu dan anak mu yang mengiginkan hartaku" balas Yeong jing.
"DASAR, TAHU SAJA SIH DIA" kata Zhun Zan di dalam hatinya.
"Maafkan saya tuan, kalaw begitu saya permisi dulu" ucap Zhun Zan lalu bergegas pergi.
BERSAMBUNG..🌹🌹
__ADS_1