
Setelah 15 menit mencari sertifikat itu, Woong pun akhirnya menyerah, dan langsung memenui bi Ina.
"Bi, apa ada orang sebelumnya yang masuk ke dalam kamar Yejung"
"Tidak ada tuan" ucap bi Ina.
"Baiklah. Saya permisi dulu" ucap Woong lalu bergegas pergi.
RUMAH LEON
Leon merebahkan diri di kasurnya, sambil menatap langit langit rumahnya.
"YEJUNG SIMPAN DIMANA YA, SERTIFIKAT RUMAHNYA. INI SANGAT GAWAT, JIKA WOONG SAMPAI MENEMUKAN SERTIFIKAT ITU. TAPI PERASAAN, AKU SUDAH MENCARINYA DI SEMUA ISI KAMARNYA. JADI MANA MUNGKIN WOONG BISA MENEMUKANNYA JUGA" pikirnya.
Sesaat kemudian, ia melihat selimut Yejung berada di sampingnya.
"KEBETULAN MALAM INI, UDARANYA SANGAT DINGIN. AKU PAKAI AJA SELIMUT INI"
Ia pun membuka selimut itu, dan menyilimuti tubuhnya. Tapi..
TEKK.. terdengar suatu benda berbunyi di lantai. Leon pun segera bangun, dan melihat benda apa yang terjatuh itu.
"ITUKAN-
Ia segera mengmbil sertifikat itu, dan melihatnya.
"ASTAGA..INIKAN SERTIFIKAT RUMAH YEJUNG. BERARTI, DIA MENYIMPANNYA DI DALAM SELIMUT INI. COBA DARI TADI AKU MEMBUKA SELIMUT INI, AKU NGGAK REPOT REPOT LAGI MENCARINYA" katanya namun hatinya sangat senang.
"AKU HARUS MENYIMPAN SERTIFIKAT INI BAIK BAIK" Gumamnya
Ia pun kemudian membuka lemari arsip, yang tersedia di kamarnya. Kemudian memasukkan sertifikat itu, dan memberikan tombol pin,agar tak ada yang bisa membukanya.
"AKU HARUS BERIKAN PIN, NOMOR BERAPA YA" pikrnya.
Sesaat kemudian, ia pun menemukan ide. Ia memberi kode pin di lemari itu, dengan angka ulang tahun Yejung.
HOTEL WOONG
"Ayah, bagaimana ini. Aku sama sekali tidak menemukan sertifikat rumah Yejung. Padahal, aku sudah mencarinya di setiap tempat. Bahkan, di bawa lemari juga. Tapi sama sekali nggak ada" ucap Woong kepada ayahnya.
"Mungkin Yejung menaruhnya di ruangan kerjanya kali"
"Oh iya ya. Kok aku nggak kepikirin sampai di situ yah. Tapi, bagaimana cara agar aku bisa masuk ke dalam rumahnya lagi"
"Kamu tinggal cari alasan lain. Kamu kan paling jago mencari alasan"
"Tidak ayah. Besok aku ada meeting. Jadi lebih baik, ayah yang kesana saja"
"Baiklah" ucap Zhun Zan pasrah.
RUMAH YOUNG
Keesokan paginya, Young bangun dan segera membuka pintu rumahnya. Setelahnya, ia pun bergegas mandi. Sementara ruh Yejung, duduk sambil menyandarkan tubuhnya di sebuah tembok.
Sesaat kemudian, Hana datang dan melihat pintu rumah kekasihnya, telah terbuka.
__ADS_1
"DIA SUDAH BANGUN, AKU NGGAK SABAR UNTUK MENEMUINYA" Gumamnya sambil tersenyum.
Wajah ceria dan senyumannya menghilang, ketika melihat seorang pria sedang duduk bersandar di tembok, di rumah kekasihnya. Kini wajahnya menjadi terkejut.
"Hei, anda siapa" ucap Hana
"APAKAH IA BERBICARA DENGANKU" guman Yejung.
"Iya. Gue bicara dengan lo" katanya mendengar gumanan Yejung.
"APA DIA BISA MELIHATKU" ucap nya terkejut sekaligus senang.
"Ya iyalah, gue bisa melihatmu. Emangnya lo hantu"
Yejung hanya mengangguk. Membuat Hana ketakutan.
"Hei, lo jangan takut. Sebenarnya gue bukan hantu, tapi ruh yang sedang berkeliaran"
"Apa.."
"Ya. Hanya lo yang bisa melihat gue. Hanya orang orang tertentu, yang bisa melihat ruh seseorang"
"Hana, pliss bantulah gue menyelesaikan masalah gue. Tubuh gue sekarang sedang terbaring di rumah sakit. Gue mengalami koma, sehingga ruh gue, bisa keluar"
"Tunggu dulu. Kok lo tahu nama gue si" kata Hana penasaran.
"Ya. Karena yang kemarin makan mie bersamamu, adalah gue. Itulah sebabnya gue pling plang begitu. Ya seperti ucapan lo"
"Maksudnya, lo bisa masuk ke dalam tubuh kekasih gue"
"Ya. Tapi, jika gue masuk ke tubuh Young. Maka kamu nggak akan bisa melihat gue"
"Maaf, Gue nggak bisa. Karena kekasih lo adalah orang yang sangat lemah. Itulah sebabnya, gue bisa masuk ke dalam tubuhnya. Gue di berikan waktu 34 hari, untuk menyelesaikan masalahku. Setelah itu, gue nggak tahu, apakah gue akan mati, atau kembali hidup. Jadi ku mohon, bantu Gue. Karena lo satu satunya orang yang bisa melihat gue.
"Dan tolong, jangan bilang bilang rahasia ini, kepada semua orang, kekasihmu, termasuk keluarga gue. Karena jika mereka tahu, maka hidup gue akan berakhir" lanjut Yejung dengan sedih.
"Nama lo siapa" tanya Hana.
"Yejung"
"Apa, Yejung. Lo bukan orang yang terkenal itu kan. Yang disebut warga dengan dewa penolong. Pria yang mahir beladiri, dan slalu menolong rakyatnya.
"Ya, guelah orang itu. Tapi sayangnya, gue nggak bisa menolong mereka lagi"
"Masasi, gue nggak percaya"
"Terserah kalau lo nggak percaya. Tapi ku mohon tolong bantu gue" ucap Yejung kepada Hana.
Tekkk.. pintu kamar mandi Young terbuka. Young segera keluar, karena mendengar suara kekasihnya.
"Sayang, kamu lagi berbicara dengan siapa" ucap Young membuat Hana dan Yejung kaget.
"Oh..ini. Aku lagi nontong drama korea. Biasalah, aku kan nggak tahu bahasa korea. Jadi, aku membaca artinya, supaya aku tahu, bahasanya"
katanya dengan berbohong.
__ADS_1
"Oh, baiklah kalau begitu. Aku memakai pakaian dulu"
"Baiklah sayang, aku akan menunggumu di luar"
Hana pun keluar di ikuti Yejung dari belakang.
"Makasih ya Hana" ucap Yejung.
"Ya sama sama"
"Btw, kalau kau sudah membantu gue, itu tandanya kau akan membantu gue seterusnya"
"Ya. Tapi ada syaratnya"
"Apa"
Belum sempat Hana berbicara, Young datang dan segera menghampirinya.
"Sayang, kamu berbicara dengan siapa sih. Kan kamu sudah berhenti menontong film drakor" ujar Young heran
"Oh nggak. Aku lagi praktekin, apa yang di katakan film tadi" katanya berbohong lagi.
"Baiklah. Kalau begitu, aku berangkat kerja dulu"
"Ya sama. Aku juga akan ke restaurant"
"Oh iya sayang. Apakah tadi malam kita bertemu, atau kau datang menghampiriku di pasar"
"KATAKAN SAJA NGGAK" sahut Yejung.
Hana lalu mengangguk.
"Nggak sayang. Aku kemarin sangat letih, makanya aku nggak sempat menghampirimu. Emangnya ada apa"
"Aku merasa akhir akhir ini ada yang beda dalam diriku. Aku merasa bahwa sepulang kerja, aku hanya tertidur terus, hingga pagi datang"
"Oh, mungkin kamu kelelahan kali. Makanya sampai tidur dengan segituhnya.
"Iya juga sih. Ya sudah, aku berangkat kerja dulu ya. Kamu hati hati ya di jalan. By..
"By too.."
Yejung pun mengikuti Hana ke restaurantnya.
"Hana, apa syarat yang kau ajukan itu" ucap Yejung.
"Gue ingin, lo memberikan gue seperdua dari kekayaanmu"
"GILA, NI CEWEK MATRE JUGA"
"Mengapa bengong. Gue sudah mengira, bahwa lo bukan Yejung yang kaya raya itu" lanjut Hana.
"Nggak. Siapa yang bengong. Dan memang benar kok, gue adalah Yejung. Apa lo nggak pernah melihat fhoto gue, tertera di koran koran dan internet"
"Nggak pernah. Gue itu super duper sibuk. Jadi nggak ada waktu membaca koran"
__ADS_1
"Up to you. Yang penting, lo percaya dengan gue" ucap Yejung.
BERSAMBUNG..🌹🌹