
Malam harinya, Yejung kembali ke rumah Young. Sampai disana, ia kemudian membaringkan tubuh Young, dan keluar dari tubuhnya.
Keesokan paginya, Young bangun dan merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia segera berdiri, dan melihat dirinya di depan cermin.
"Tidak ada apa apa" gumamnya.
Ruh Yejung yang memperhatikan tingkah Young, hanya duduk di samping lemari.
Lalu, Young pun bergegas mandi dan berangkat ke pasar. Tak lupa, Yejung mengikutinya dari belakang.
"Kak, nanti kalau penjahat itu datang lagi,kk harus hajar mereka. Jangan biarkan mereka mengambil uang kk" ujar Yejung, namun Young tidak mendengarnya.
Sampai di pasar, Young lalu duduk sambil menunggu seseorang yang akan di angkatkan barangnya.
"Permisi nak, saya mempunyai barang di dalam sana. Tolong kamu ambilkan yah" ucap seorang bibi,yang menghampiri Young.
"OH, JADI KERJA KK SEBAGAI KULI ANGKAT. KASIAN BANGET KAMU KAK"
"Baik bu. Saya akan segera kesana" ucapnya lalu beranjak berjalan.
Yejung pun mengikutinya dari belakang. Di lihatnya, Young berjalan masuk ke dalam pasar. Kemudian mengangkat barang bibi itu, keluar dari pasar.
"Bi, barangnya mau di taruh kemana"
"Di sini saja nak"
Young segera meletakkan barang bibi itu ke tanah.
"Ini upah untukmu"
"Makasih bibi" ucap Young sambil menunduk.
"DARI PADA AKU DISINI TERUS, MENDING AKU MENCARI TAHU TENTANG ARA DAN WOONG" pikir Yejung.
"KAK.AKU PERGI DULU YAH KAK.TAPI TENANG SAJA, AKU AKAN SLALU MELINDUNGI KK" katanya lalu bergegas pergi.
Di jalan, Yejung menunggu bis yang akan ke kota. Setelah bisnya datang, ia segera masuk, sebelum pintu bis tertutup. Yah, kalau ruh itukan, tak bisa memegang benda.
"INI ASYIK JUGA. AKU BISA NAIK BUS, TANPA MEMBAYAR" pikirnya sambil tersenyum senyum.
Sampai di rumah sakit, ia melihat kekasihnya Ara, sedang duduk di samping tubuhnya. Sesaat kemudian, Leon datang dan membuka pintu ruangan. Yejung dengan cepat mendahului Leon untuk masuk.
"Ara, kau telah 3 hari berada disini. Pulanglah dan urus perusahaan ayah lo" ucap Leon kepada Ara.
"Kalau gue pulang, siapa yang akan jagain Yejung"
"Gue. Gue yang akan menemaninya disini" ujar Leong.
__ADS_1
"Tapi-
"Pulanglah. Gue tahu lo itu sangat perhatian dengan dia. Tapi nggak gini juga caranya. Lo membiarkan perusahaan ayah lo terbengkalai. Jangan lakukan ini, dengan berlarut larut dalam kesedihan. Kalau Yejung tahu, ia pasti kecewa denganmu" ucap Leon.
"LO MEMANG SAHABAT TERBAIK GUE, LEON"
"Baiklah. Tolong jaga dia baik baik. Gue pergi dulu" Ucap Ara lalu bergegas pergi.
Yejung pun dengan cepat mengikuti kekasihnya.
"Sayang, kamu itu sangat perhatian kepadaku. Tapi kenapa, Woong bisa memanggilmu dengan sebutan sayang. Apa yang sebenarnya terjadi" ucap Yejung sambil berjalan mengikuti kekasihnya.
"Oh Woong. Aku harus menemui dia" ujarnya lagi.
Yejung pun berhenti mengikuti Ara, dan segera ke kantor Woong. Sampai disana, Yejung pun masuk ke ruangan Woong.
"Kita harus pandai pandai menjaga rahasia ini" ucap Woong kepada seseorang di balik telfon.
"APA MAKSUDNYA DIA BERKATA SEPERTI ITU. DAN DENGAN SIAPA IA MENELFON" gumam Yejung penasaran.
"Ya. Kita harus merebut semua harta warisan dari Yejung.
Dek. Yejung terkejut ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulut spupunya itu.
"APA..SAMPAI TEGANYA MEREKA MAU MELAKUKAN ITU"
"Iya ayah. Aku akan berusaha mencari sertifikat rumah Yejung di kamarnya. dan soal tanda tangan, ayah nggak usah khawatir, karena aku telah memegang stempel Yejung"
"Oh ya. Aku akan ke rumah Yejung seusai bekerja"
"TIDAK. AKU HARUS BERGERAK DENGAN CEPAT. SEBELUM WOONG MENDAPATKAN SERTIFIKAT RUMAHKU" ucap Yejung sambil melihat jam dinding.
"PUKUL 01.15. WOONG AKAN PULANG KANTOR JAM 5 SORE.JADI, AKU HARUS SAMPAI KE RUMAHKU JAM 4 SORE. AKU HARUS MENEMUI KK SEGERA" Lanjutnya lalu keluar dari ruangan.
PASAR DAEMUN
Sesampainya Yejung di pasar, ia pun menemui Young.
"AH, TERNYATA KK MASIH BEKERJA" gumamnya
Ia pun menunggu Young, hingga berhenti bekerja.
"YA AMPUN. INI SUDAH HAMPIR JAM 3" gumamnya gelisah.
Sesaat kemudian, ia melihat Young menghampirinya. Ia pun tersenyum, karena itu artinya, pekerjaan Young sudah selesai.
"KK, APAKAH PEKERJAANMU SUDAH SELESAI" tanyanya, namun tak ada respon dari Young.
__ADS_1
Ia pun melihat Young sedang menghitung uang hasil kerjanya.
"SEPERTINYA PENGHASILAN KK, NGGAK SEBERAPA"
Sesaat kemudian, gerombolan Asmet datang lagi bersama dengan bosnya, si Asmet. Mereka kemudian menghampiri Young.
"Ah, MEREKA INI TIDAK ADA KAPOK KAPOKNYA YAH" ujar Yejung
Young yang melihat mereka, tampak ketakutan. Yejung pun dengan cepat, memasuki tubuh Young. Wajah yang semula ketakutan, menjadi wajah yang sangat pemberani.
"Mau apa kalian datang kemari" ucap Yejung dengan mata yang tajam.
Ke empat gerombolan itupun, membalasnya dengan sorotan mata yang tajam pula.
"Lo mulai berani yah, sama kami" Ucap Asmet menggertak.
"Ayo maju" ucap Yejum dengan geram.
Ke 4 orang itupun menyerbu Yejung. Yejung dengan ahli bela dirinya, melawan gerombolan itu, hingga babak belur.
Ctookk..Satu tendangan mendarat ke wajah Asmet. Membuatnya jatuh tersungkur ke tanah.
"Bagaimana, apa kalian masih mau melawan saya" katanya dengan mantap.
"Tidak Young. Ampunilah kami" ucap Asmet selaku bosnya.
"Mulai sekarang, kalian jangan mengganggu saya lagi. Kalau perlu, kalian mending bekerja. Supaya kalian tidak merampas hasil kerja orang lain. Dan agar kalian tahu, bahwa mencari uang itu sangatlah susah"
"Baik Young. Kami akan bekerja" ucap Asmet.
"Bagus. Lebih baik kalian pergi dari sini"
"Baiklah",l ucap mereka bergegas pergi,dengan wajah yang heran.
"Apa kata kita bos. Young sekarang pandai dalam hal bela diri" ucap si Liin.
"Iya bos. Dia itu sekarang sudah jago sekali. Bahkan, ia bisa mengalahkan kita" timpal yang lain.
"Padahal, 2 hari yang lalu, Young tidak bisa melawan kita. Dan dia takut kepada kita. Masa cuma 2 hari, Young bisa belajar silat dengan sangat mahir dan mampu mengalahkan kita. Bukankah menurut kalian itu hal yang aneh" sahut Liin lagi.
"Saya juga heran dengan kehebatan Young sekarang. Bahkan dia tidak takut lagi kepada kita. Malah sekarang, kita seperti anak buahnya dia" ucap Asmet.
"Terus, apa yang mesti kita perbuat bos"
"Ya. Kita harus mengikuti maunya dia. Kalau nggak, bisa bisa kita di hajar" sahut Liin.
"Nggak bisa. Tapi, Kita bisa merampas hasil kerja anak yang lain. Kan selain Young, kita masih punya orang bodoh, yang uangnya bisa kita rampas" ucap Luun sebagai wakil bos.
__ADS_1
"Yah, benar kata Lunn. Kita nggak perlu bekerja" ucap Asmet setuju.
BERSAMBUNG..🌹🌹