KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
PENGORBANAN WAKTU


__ADS_3

Sisa waktu 26 hari, 7 jam, 25 menit.


Young terbangun dari tidurnya. Ia merasa, ada hal aneh yang terjadi pada dirinya. Ruh Yejung yang melihatnya, hanya bisa diam di tempatnya, tanpa berbicara.


"MENGAPA DENGAN DIRIKU.bMENGAPA AKU TERLIHAT TAMPAK LELAH" gumamnya, sambil memikirkan apa yang terjadi padanya sehabis bekerja"


"KK. MAAFKAN AKU.bAKU TELAH MEMBUATMU LELAH, KARENA DIRIKU. MAAFKAN AKU" ucap Yejung


Sesaat kemudian, Hana datang dan mengetuk ngetuk pintu rumahnya.


Young pun beranjak bangun, dan melihat pintu rumahnya, tidak terkunci.


"MENGAPA PINTU INI NGGAK TERKUNCI" gumamnya semakin heran.


Ia pun segera membuka pintu rumahnya, dan mempersilahkan kekasihnya masuk. Hana segera masuk, dan melihat ruh Yejung sedang menatapnya sambil tersenyum.


"Sayang, apa kemarin kita bertemu ?" tanya Young kepada Hana.


"KATAKAN JIKA IA TERTIDUR PULAS, SEHABIS BEKERJA" sahut Ruh Yejung.


Hana lalu mengangguk.


"Tidak sayang. Kemarin aku datang ke pasar. Tapi, ternyata kamu sudah pulang. Lalu, aku datang kesini dan melihatmu tertidur pulas. Karena tak ingin mengganggumu, makanya aku memutuskan untuk pulang" jawab Hana berbohong.


"Ooh. Tapi, aku seperti tak pernah merasakan Itu-


"Mungkin kamu kecapean sayang. Sudah, sekarang kamu mandi gih. Aku akan menunggumu disini"


"Baiklah"


Young pun segera mengambil handuknya, lalu masuk ke dalam kamar mandi.


"Makasih ya Hana" ucap ruh Yejung.


"Sama sama"


"Hana, aku telah menemukan,orang yang membuat gue seperti ini. Ternyata dia adalah pamanku sendiri. Ia menyuruh supirku, untuk memutuskan rem mobilku. Itulah sebabnya, rem mobilku nggak berfungsi, saat aku ingin menghindar dari mobil yang melaju sangat cepat. Dan karena remnya mati rasa, akhirnya, gue membanting mobilku ke arah kanan dan bantinganku itu terlalu keras, hingga aku menabrak pohon besar itu, dan terjadilah kecelakaan pada diriku.


"Dan mereka berdua sangat gila, paman dan spupuku menginginkan gue cepat mati. Agar, spupuku bisa menikah dengan kekasihku. Dan lebih gilanya lagi, mereka membuat surat wasiat palsu, dengan mengatas namakan gue, bahwa jika gue mati, kekasihku harus menikah dengan Woong spupuku. Gilakan ? Tapi, Woong tidak mencintai kekasihku, ia hanya ingin menguasai harta warisannya saja. Itulah sebabnya, gue sangat berharap untuk segera sadar dari komaku. Gue tak mau melihat, kekasih gue terus terusan sedih" tutur ruh Yejung.


"Gue turut simpatik dengan lo. Semoga saja, lo cepat sadar dari komamu" ucap Hana memegang pundak Yejung.

__ADS_1


"Hana, gue telah menulis kejahatan mereka di buku gue.;Yang gue simpan di bawah lemari itu. Nanti jika waktu gue sudah habis, datanglah ke kota.;Hidup ataupun gue mati"


"Iya.;Gue akan membantu lo. Lo tenang saja"


"Makasih ya. Kalau begitu, gue pergi dulu"


Hana hanya mengangguk, kemudian ruh Yejung pun keluar dari rumah Young.


Selesai mandi, Young segera memakai pakaiannya.


"Sayang, tadi dari dalam kamar mandi, sepertinya aku mendengermu berbicara"


"Berbicara ? (katanya dengan berpura pura heran) aku tak pernah berbicara. Disinikan, hanya ada kau dan aku. Jadi mana mungkin aku berbicara. Tadi, saat kau mandi, aku hanya bermain game doang" ucapnya berbohong.


"Oooh.., oh ya sayang, akhir akhir ini, para gerombolan Asmet tidak lagi meminta uang dariku. Dan jika salah satu dari mereka berpapasan denganku, ia hanya tersenyum, lalu menunduk.;Seakan akan aku pernah menghajarnya, hingga mereka kapok. Kenapa yah ?"


"INI SEMUA PASTI KARENA YEJUNG" pikir Hana.


"Aku juga ngga tahu. Tapi, aku sangat senang mendengar hal itu. Karena kamu bisa mengumpulin uang, untukku" jawab Hana.


"Aku juga senang. Baiklah. Mari kita berangkat"


Hana hanya mengangguk, kemudian mereka pun berangkat, dan berpisah saat di persimpangan jalan.


Ia pun segera ke kedai itu, dan memesan nasi goreng biasa, dengan minuman air putih saja.


"Nasi goreng biasa lagi" ujar Bibi Yumna.


"Iya bibi. Kan biasanya aku slalu memesan nasi goreng biasa",? ucap Young.


"Baiklah nak"


Setelah makan, ia pun kembali bekerja sebagai kuli angkat di pasar.


DI RUMAH SAKIT


Ruh Yejung berdiri di balik pintu, sambil melihat orang orang yang berada di ruangannya.


"MENGAPA TAK SATUPUN ORANG BERADA DI RUANGANKU. KEKASIHKU ARA DIMANA YAH ? APA MUNGKIN IA KE KANTORNYA"


Tanpa pikir panjang, Yejung pun meninggalkan rumah sakit dan segera pergi ke kantor Ara. Sampai di sana, ia tidak menemukan ara berada di ruangannya.

__ADS_1


"Maaf pak direktur, ruang rapatnya berada di lantai 2. Mari saya antar bapak" ucap salah satu pegawai, kepada seorang bapak direktur.


"JADI, HARI INI ARA ADA MEETING. AKU HARUS SEGERA MENGHAMPIRINYA"


Yejung pun segera berjalan ke ruang meeting. Sampai di sana, ia melihat kekasihnya Ara, lagi duduk sambil melamun.


Yejung pun segera menghampirinya.


"APA YANG KAU LAMUNKAN SAYANG. APA KAU NGELAMUNIN AKU ? AKU SEKARANG BERADA DI SAMPINGMU. JADI KU MOHON, SEMANGATLAH. KAU TIDAK BISA BEGINI TERUS"


Sesaat kemudian, semua pengisi meeting telah datang. Ara memulai meetingnya, tanpa ada konsetrasi yang penuh. Beberapa direktur pun menegurnya.


"Nona, berkonsentrasilah. Jangan sampai hal yang tidak di inginkan, terjadi" ucap sekretarisnya, yang berada di sampingnya.


Yejung yang melihat itu, segera menelfon si cantik (pengatur jadwal)


"Ada perlu apa, hingga kau menelfonku" ucap si cantik, yang tiba tiba datang.


"Cantik, tolong saya. Lihat kekasihku, ia sama sekali nggak konseng, dalam melakukan meeting" ujar Yejung.


"Sudah ku katakan, saya tidak bisa mencampuri urusan manusia" ucap si Cantik datar.


"Terus, apa yang mesti saya lakukan cantik. Saya nggak mau, perusahaan kekasih saya menjadi bangkrut"


"Ada caranya, tapi kau harus mengorbangkan waktumu, selama 2 hari. Kata lainnya, waktumu akan saya kurangi selama 2 hari.


"Apa itu ?"


"Kau bisa masuk ke dalam tubuh kekasihmu, dan membantunya. Dan kau hanya bisa masuk, dalam sehari saja"


"Apa..? mengapa saya hanya di perbolehkan masuk ke tubuhnya sehari saja. Padahal kan, waktu saya berkurang selama 2 hari"


"Itu sudah resikonya. Kalau nggak mau, nggak usah. Saya pergi dulu, ingat jangan menelfon jika itu nggak penting" ucapnya, lalu menghilang.


Yejung pun menjadi bingun sekarang. 2 hari itu, sangat berharga baginya. Tapi, jika ia membiarkan kekasihnya begitu saja, maka tak ada perusahaan, yang mau bekerja sama dengannya lagi.


Tanpa pikir panjang, ruh Yejung pun ingin masuk ke tubuh kekasihnya. Namun tiba tiba, Ara pun berbicara.


"Baiklah semua. Maafkan saya, karena tadi saya melamun dan tidak konsen. Itu semua, karena saya memikirkan kekasihku Yejung, yang masih terbaring koma di rumah sakit. Untuk itu, marilah kita sejenak mendoakannya, agar Yejung bisa sadar dari komanya"


Serentak, semuanya pun berdoa. Setelah berdoa, Ara pun melanjutkan meetingnya dengan konsentrasi yang sudah penuh.

__ADS_1


Ruh Yejung sangat senang melihat itu. Akhirnya, ia nggak jadi mengorbangkan waktunya selama 2 hari.


BERSAMBUNG..🌹🌹


__ADS_2