
Malam harinya, Zhun Zan dan anaknya tampak senang.
"Ayah hebat banget yah, bisa membunuh Yeong Jing tanpa sepengetahuan semua orang" ucap Woong tertawa.
"Tentu. Dan ayah jadikan Zam sebagai kambing hitamnya. Dan akhirnya, dia pun di tangkap oleh pak polisi" katanya sambil tertawa
"Terus rencana ayah selanjutnya apa ?"
"Yah, menyingkirkan Yejung"
"Caranya ?"
"Besok saja kita pikirin, ini sudah malam. Ayah mau tidur" ucap Zhun Zan sambil membaringkan tubuhnya ke atas kasur.
Keesokan paginya, Yejung menjemput Ara di rumahnya. Mereka akan pergi bersama sama ke kantor Ara. Yah. Ara lah yang sekarang menggantikan posisi ayahnya, menjadi pemimpin perusahaan. Soal pekerjaan, dia orangnya cerdas dan cekatan. Ia juga pandai mengurus perusahaan, karena ia sudah pernah memimpin perusahaan kecil, yang di berikan oleh ayahnya.
Sampai di kantor, Yejung dan Ara di sambut hormat kepada semua karyawan. Terutama dengan paman Yejung.
Sesampainya di ruangannya, Yejung lalu mengelus elus rambut kekasihnya itu.
"Sayang,t olong temenin aku disini" ucap Ara.
"Tapi aku juga ada kerjaan sayang, di kantor"
"Ku mohon.."
"Baiklah, aku akan menemanimu disini"
Ara pun tersenyum mendengar ucapan kekasihnya.
Kemudian, Yejung menelfon Leong agar ia mengerjakan proposal, yang ada di atas meja kerjanya.
AH..DIA INI SLALU MEMBUATKU SUSAH. gumam Leon
1 jam kemudian, perut Ara terasa lapar. Ia pun meminta kepada Yejung agar memesan makanan.
"Baiklah sayang" ucap Yejung lalu memesan beberapa makanan dan minuman.
30 menit kemudian, pesanan mereka sudah datang. Mereka berdua pun makan dan suap suapan bersama.
Tutt..tutt..tutt... suara ponsel Yejung berbunyi. Ia segera mengangkatnya dan berbicara kepada orang yang menelfonnya. Setelah menutup panggilan itu, Yejung meminta permisi dulu kepada Ara.
"Kau mau apa kesana" ucap Ara setelah mendengar ucapan Yejung.
"Sayang, di salah satu toko ada segerombolan penjahat yang sedang merampok emas dan berlian. Aku harus segera kesana dan menolongnya"
"Sayang, ku mohon jangan pergi (sambil memeluk erat pinggang Yejung) aku takut kamu kenapa napa. Bagaimana jika penjahat itu melukaimu dengan pisau. Aku sangat takut kehilanganmu" ucap Ara mengecilkan suaranya.
__ADS_1
"Sayang, aku janji. Aku akan pulang dengan selamat. Lagian, kasian kan mereka jika mereka nggak di tolong"
"Baiklah sayang. Tapi kamu harus pegang janjimu yah" (sambil melepaskan pelukannya).
"Oke sayang. Ummma..I love you"
"I love you too"
Sesampainya disana, Yejung agak terlambat. Karena perampoknya baru saja pergi dan telah berhasil membawa semua emas dan berlian. Namun, Yejung segera mencari perampok itu.
Sesaat kemudian, ia pun menemukan perampok itu, sedang duduk di sebuah gudang. Yejung pun segera menghampiri mereka bertiga.
"Hei, serahkan perhiasan itu" ucap Yejung mengagetkan ketiga perampok itu.
Para perampok itu segera berdiri sambil memasam wajah seramnya.
"Hajar dia"
Mereka pun menyerang Yejung menggunakan pisau yang mereka pegang. Namun Yejung dengan cepat menendang tangan mereka, sehingga pisaunya terjatuh. Kemudian Yejung pun menyerang mereka bertiga dengan ahli bela dirinya.
Beberapa menit kemudian, mereka bertiga k'o dan pinsang di tempatnya. Yejung pun membiarkan mereka, dan kembali ke toko emas itu, dengan membawa perhiasan yang telah di curi.
"Ini perhiasannya" ucap Yejung sambil memberikan perhiasan itu kepada kepala toko.
"Makasih tuan. Ini untuk tuan(sambil memberikan sebuah kalung emas kepada Yejung)
"Ambillah tuan. Ini tanda terimah kasih kami kepada tuan, karena telah menolong kami"
"Baiklah" kata Yejung sambil tersenyum.
Jam 11.00
Yejung telah berada di perusahan Ara, dan segera menemui kekasihnya itu.
"Sayang" ucap Ara senang ketika melihat kekasihnya kembali.
"Kamu nggak apa apa kan sayang" lanjutnya lagi.
"Aku nggak apa apa kok. Oh ya, aku ingin memberikan sesuatu kepadamu" kata Yejung sambil mengambil sesuatu di saku bajunya.
"Woww, ini sangatlah indah" katanya takjub
Yejung pun memasang kalung itu di leher Ara.
"Makasih ya sayang"
"Sama sama"
__ADS_1
Sepulang dari kantor, Yejung dan Ara pergi ke kantor polisi. Yah, mereka ingin bertanya lebih detail lagi, kepada pak Zam.
"Tuan, nona" ucap pak Zam tersenyum, lalu duduk di depan Yejung dan Ara.
"Alasan kami kemari, karena ingin mengetahui cerita bapak tentang, sebelum ayah ara meninggal" ucap Yejung.
"Seperti biasa, kami menyambut kedatangan beliau. Setelah itu, kami kembali melakukan pekerjaan kita masing masing. Nah, saya di situ lagi buatin teh untuk beliau. Tapi sumpah, saya nggak pernah menaruh apa apa ke dalam minuman beliau. Di saat tehnya sudah jadi, saya di suruh oleh pak Zhun Zan untuk membuang sampah. Karena tumpukan di tong sampah sudah penuh. Tapi, saya bilang kepada dia bahwa saya akan membuangnya, sesudah memberikan teh ini kepada tuan. Tapi, dia terus memaksa saya. Ya sudah, saya menuruti apa katanya. Sehabis membuang sampah, barulah saya mengantarkan teh itu, kepada tuan" ucapnya panjang lebar.
"Saya benar benar tidak menaruh racun dalam teh tuan. Untuk apa saya melakukan itu, sedangkan tuan sangat baik kepada saya, dan keluarga saya. Dan soal bukti yang ada di tas saya, itu saya nggak tahu. Istri saya juga sudah bilang kepada pak polisi tentang barang itu. Karena dialah yang setiap hari memasukkan botol air ke dalam tas saya. Dan kami tidak mempunyai kain hitam penutup wajah seperti itu.
"Memang di kain itu, ada tanda inisial Z di bagian bawah. Tapi bukan berarti itu adalah milik saya" lanjutt pak Zam.
"Baiklah pak, saya percaya kepada anda. Bapak bukan pelakunya, tapi bapak hanya di jadikan kambing hitam oleh si pelaku" ucap Yejung.
"Saya rasa juga begitu. Tapi, siapa sebenarnya pembunuh ayahku" sahut Ara heran.
"Kamu tenang saja, aku akan mencari tahu siapa pembunuh itu
"Dan pak Zam, bersabarlah. Bapak akan keluar setelah pembunuh itu di temukan" lanjut Yejung.
"Makasih tuan" ucap pak Zam memberikan hormat sambil membungkuk.
YOUNG
Seperti biasa, Young bekerja di pasar, sebagai kuli angkat. Setelah bekerja, hasilnya lalu di bagi dua oleh Asmet.
Malam harinya, Young pulang dengan membawa selembar uang 100 ribu. Yah, hari ini dia mendapatkan upah yang cukup banyak. Sampai di rumahnya, ia segera melepaskan bajunya dan bergegas untuk mandi.
"Sayang..." panggil Hana dari luar
Young yang mendengarnya segera menyelesaikan mandinya, dan segera keluar.
"Sayang, aku berpakaian dulu yah"
"Baiklah"
Setelah berpakaian, Young segera menghampiri kekasihnya Hana.
"Nih untuk mu" kata Hana sambil memberikan sebungkus makanan.
"Makasih yah"
Sesaat kemudian, anak penjual jagung bakar lewat lagi di depan rumah Young. Young segera menghentikan anak itu, dan membeli 2 buah jagung bakarnya
"Makasih ya kak" ucap penjual itu lalu kembali berjualan.
Young pun memberikan 1 jagung bakar kepada Hana. Kemudian, mereka makan bersama sama, sambil menyaksikan kesenjaan malam.
__ADS_1
BERSAMBUNG..🌹🌹