KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
ZHUN ZAN YANG JAHAT


__ADS_3

SISA WAKTU 22 HARI, 5 JAM, 25 MENIT.


Ruh Yejung berdiam diri di taman rumah sakit, sambil memikirkan sesuatu.


"MENGAPA AKU BELUM SADAR SADAR JUGA SIH. AKUKAN SUDAH MENEMUKAN ORANG ORANG JAHAT YANG BERADA DI SEKELILINGKU"


"Hei bodoh, kamu belum sadar karena masih ada sesuatu yang belum terpecahkan. Kamu harus tahu segalanya sebelum kamu sadar" sahut Cantik yang tiba tiba datang.


"Sesuatu apalagi cantik, saya rasa saya sudah mengetahui segalanya"


"Ya ampunn... Manusia itu keras kepala banget yah dibilangin" Gerutu si Cantik sambil memegang jidatnya.


"Maafkan saya cantik, saya akan berusaha mencari hal yang belum saya ketahui" ucapnya, tapi Cantik sudah menghilang.


Sesaat kemudian, Yejung melihat Woong dan pamannya.


"MEREKA. MAU APA MEREKA..?" tanyanya di dalam hati.


Ia pun segera mengikuti Woong dan pamannya sampai di ruangannya.


"Paman, Woong. Ada apa ?" tanya Ara.


"Ara, kami rasa Yejung tidak ada harapan lagi. Yejung sudah 12 hari koma, dan itupun tidak ada reaksi darinya"


"Maksud paman apaa?" tanya Ara terkejut dengan ucapan Zhun Zan.


Yejung yang mendengarnya juga tampak terkejut.


"Maksud paman, lebih baik kamu mengikhlaskan Yejung untuk pergi"


"Paman. Kekasihku itu belum mati. Belum mati paman. Jadi jangan pernah paman mengucapkan itu lagi" kata Ara dengan sangat marah.


"Ara, kamu akan sia sia jika menunggunya sadar setiap hari. Lihat tak ada perubahan dari dirinya, saya rasa lebih baik kita menyuruh dokter untuk mencabut semua bantuan alat di tubuhnya itu" sahut Woong.


Yejung sangat terkejut mendengar ucapan Woong.


"Tidak Woong. Saya tidak akan sia sia menunggunya, walau sampai 10 tahun lamanya. Karena saya yakin, kekasihku pasti akan sadar. Jangan berani beraninya kalian menyuruh dokter untuk mencabut semua alat bantuan di tubuhnya. Kalau sampai kalian melakukan itu, maka saya tidak akan mau menikah denganmu, walaupun harus menentang surat wasiat itu. Dan saya juga akan membuat kamu Woong,di pecat dari perusahaanmu" ucap Ara mengancam.


"Ara, kau pernah dengarkan kata dokter. Bahwa seluruh bagian otaknya sudah tidak berfungsi. Jadi, paman memberikan waktu selama 10 hari. Jika Yejung tak kunjung sadar, maka mohon maaf saya akan melakukan itu, dan ikhlaskanlah kepergiannya. Karena hanya pamanlah yang berhak memutuskan itu, dan paman adalah keluarganya"


"APA ? KALIAN BENAR BENAR JAHAT" ucap Yejung namun tak bisa di dengar oleh siapa siapa.


Ara hanya terdiam di tempatnya, dan tidak bisa berkata apa apa.


"Woong, ayo kita pergi" ucapnya sambil berlalu meninggalkan ruangan.

__ADS_1


Sehabis mereka pergi, Ara lalu menangis sambil memegang tangan Yejung. Ruh Yejung yang melihat kekasihnya, tampak bersedih.


"Sayang...bangunlah. Aku tak mau kehilangan kamu. Dan aku tak mau menikah dengan Woong. Bangunlah sayang.." Ucapnya sambil meneteskan air matanya, mengenai tangan Yejung. Dan tiba tiba saja, alat monitor bunyi dan garisnya naik menjadi 70 dan 60. Ara yang melihatnya, tampak terkejut bercampur senang melihat alat itu.


Yejung yang melihat itu juga sangat senang.


"Sayang, aku percaya kamu akan bertahan demi cinta kita" ucap Ara sambil menghapus air matanya.


SORE HARINYA


Yejung yang telah masuk ke tubuh Young, segera ke kota dan menjalankan pekerjaannya. Sampai di kantor, ia pun segera menemui Leon.


"Selamat sore tuan" ucapnya sambil tersenyum kepada Leon.


"Kamu sudah datang, ayo segera antar saya untuk pulang"


"Baik tuan"


Sampai di rumahnya, Leon pun segera masuk ke dalam rumah. Sementara Yejung, mencuci mobil Leon terlebih dahulu.


Setelah mencuci mobil, ia pun kemudian duduk sambil menyandarkan tubuhnya.


"CAPEKNYA" Gumam Yejung..


Leon yang mendengar itu, segera keluar dari rumah dan ingin memanggil abang tukan somay nya. Namun sebelum ia memanggilnya, Yejung lebih dahulu memanggil abang itu. Leon pun segera menghampiri Yejung dan penjual siomay itu.


"Tuan, apa tuan mau beli siomay juga ?" tanya Yejung.


Leon hanya mengangguk.


"Bang, seperti biasa bang Siomainya" ucap Leon sambil melihat ponselnya.


"Baik den"


"Bang, saya pesan siomainya 1 porsi, nggak pake kol, sambelnya sedikit, kecap dan saus kacangnya di banyakin. 1 lagi, tambahin sedikit jeruk nipis" ucap Yejung.


Leon yang mendengar itu tampak terkejut.


"Kok pesanannya sama seperti pesanan Yejung yah" pikirnya sambil mengingat waktu Yejung memesan siomay.


"Ini dik, pesanannya" ucapnya sambil memberikan 1 porsi kepada Yejung.


"Loh, kok saya duluan sih bang yang di layani"


"Nggak apa apa kok, young" sahut Leon.

__ADS_1


"Baiklah. Nih bang uangnya" (sambil memberikan uang 10 ribu kepada abang itu) lalu masuk ke halaman rumah.


(KOK YOUNG BISA TAHU YAH,HARGA SIOMAY ?")


"Den, itu siapa ? kok pesanannya sama dengan pesanan den Yejung. Gerak geriknya juga hampir sama" tanya abang penjual itu kepo.


"Dia adalah supir yang baru-baru ini bekerja dengan saya. Namanya Young. Dia hanya bekerja separuh waktu dengan saya. Saya juga menyadari, bahwa dia memang sama seperti sahabatku itu. Mulai dari gerak geriknya, makanan favoritnya hingga tingkah lakunya, semuanya sama persis. Tapi saya rasa itu hanya kebetulan saja. Mana mungkin juga ia bisa menjadi sahabatku. Diakan sedang koma"


"Hei jangan salah.., orang koma itu ruhnya bisa keluar loh. Dan bisa saja masuk ke dalam tubuh orang lain"


"Apa itu memang benar bang ?" tanyanya penasaran.


"Saya juga nggak tahu pasti sih, cuma biasa nontong di tv-tv doang"


"Ya ampung bang.., kalau di tv saya juga pernah lihat kali" ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tapi dia benar benar seperti den Yejung"


"Sudahlah bang, ini uangnya. Sisanya ambil saja"


"Makasih den" ucap abang itu tersenyum.


DI RUMAH SAKIT.


Malam ini, Yejung mengantar Leon ke rumah sakit. Sampai disana, mereka segera masuk ke ruangan Yejung.


"Leon, gue ingin bicara dengan lo" ucap Ara ketika melihat Leon.


"Ada apa Ara?


"Paman Zhun Zan memutuskan untuk membuka alat bantu di tubuh Yejung-


"Apa" Ucap Leon terkejut.


"Iya. Paman memberikan waktu selama 10 hari, jika Yejung nggak kunjung sadar, maka terpaksa alat bantu itu harus dilepaskan"


"Gue tak akan membiarkan itu terjadi. Lo tenang saja Ara. Lebih baik lo pulang saja, agar kamu bisa menenangkan dirimu. Saya yang akan menjaga Yejung disini. Supir gue akan mengantar lo pulang"


Yejung hanya mengangguk mendengar itu.


"Baiklah" ucap Ara sambil mengambil tasnya. Namun dia tak menyadari, sebuah surat terjatuh dari atas meja, saat akan mengambil tasnya.


Ara pun segera keluar, diikuti oleh Yejung yang bertubuh Young, yang berada di belakangnya


BERSAMBUNG..🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2