KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
SERTIFIKAT PALSU


__ADS_3

SISA 27 HARI, 7 JAM, 10 MENIT.


Pagi harinya, Yejung ke rumah sakit untuk melihat kekasihnya, yang masih setia menunggunya, hingga ia terbangun.


Sesaat kemudian, Leon datang sambil membawa selimut itu. Kemudian, ia pun menaruhnya di bawah ranjang Yejung.


"Ara, pulanglah. Gue yang akan jagain Yejung disini. Sudah berhari hari kau menjaganya"


"Untuk apa gue pulang. Gue hanya akan kesepian jika berada di rumah. Gue akan tetap setia menunggu kekasihku disini"


"Baiklah, gue mengerti. Tapi ingat, tetaplah makan, agar diri lo selalu sehat. Karena Yejung pernah bilang kepadaku, bahwa ia nggak suka mempunyai kekasih yang kurus" ucap Leon.


"HEI LEON, SEJAK KAPAN AKU BILANG BEGITU" kata Yejung datar.


"Benarkah"


"Ya. Makanya, kamu itu harus banyak makan. Jangan sampai Yejung sadar, dan melihat kekasihnya kurus begini. Bisa bisa, ia kembali koma lagi"


"ADA ADA AJA LO LEON, KALAU AKU DI BERI KESEMPATAN UNTUK HIDUP LAGI, AKU NGGAK MAU KOMA LAGI" gerutu Yejung.


"Jangan sembarang bicara kamu" ucap Ara marah.


"Maaf Ra' , gue cuma becanda kok"


"Baiklah. Kalau memang Yejung berkata begitu, maka gue nggak mau kurus. Cepat, pesan kan gue makanan online"


"Baiklah Nyonya"


"LO BENAR BENAR PANDAI LEON, BERKAT LO, ARA JADI PENGEN MAKAN. AKU SANGAT BERTERIMAHKASIH PADAMU"


Sore harinya, Dengan menggunakan tubuh Young, Yejung segera berangkat menuju ke kantor nya.


Setelah Yejung pergi, Hana kemudian datang dan bermaksud menemui kekasihnya. Tapi, ia tidak menemui kekasihnya lagi di pasar.


"PASTI YEJUNG TELAH MERASUKI TUBUHNYA LAGI. NGGAK TAHU APA, KALAU AKU ITU KANGEN DENGAN KEKASIHKU. IA BENAR BENAR TIDAK BISA, MEMBUATKU BERTEMU DENGAN KEKASIHKU" ujar Hana kesal.


Sedang asyiknya Yejung berjalan, tiba tiba ia


di hadang oleh pamannya Zhun Zan dan Woong, di tengah jalan.


"Hei, anak muda. Dimana selimut yang kau ambil, dari rumah Yejung. Bukankah kau datang ke rumah itu, dan mengambil sebuah selimut. Dengan maksud akan membawanya ke rumah sakit" kata Zhun Zan.


"Apa hubungan anda dengan selimut itu tuan. Mengapa kau mengatakan hal yang tidak penting. Atau jangan jangan, di selimut itu terdapat harta warisan" ucap Yejung meledek.


Zhun Zan dan Woong tampak kaget mendengar ucapan Young.


"Tidak, kami hanya ingin tahu, dimana engkau menyembunyikan selimut itu. Mengapa selimut itu tidak ada di rumah sakit" Ucap Woong.


"Saya tidak menyembunyikan selimut itu tuan, Periksalah baik baik mata anda, selimut itu jelas jelas ada di bawah ranjang tuan Yejung"

__ADS_1


"Apa..?"


"Ya sudah tuan, saya permisi dulu" kata Yejung lalu beranjak pergi.


"Ayah harus segera ke rumah sakit. Periksalah selimut itu" ucap Woong kepada ayahnya.


"Kenapa bukan kamu saja"


"Aku sibuk ayah. Aku harus pergi ke kantor, sudah banyak berkas yang menumpuk di meja kerjaku. Aku pergi dulu"


Akhirnya, Zhun Zan pun segera pergi ke rumah sakit. Sampai disana, ia segera masuk ke dalam ruangan Yejung.


"Paman Zhun zan, apa yang paman lakukan disini ?" Mengapa paman tidak bekerja ?" ucap Ara.


"Paman kesini, dengan maksud untuk mengganti kamu menjagahin Yejung disini. Karena biar bagaimana pun, dia adalah keponakanku. Paman nggak enak, jika setiap hari kau slalu yang menjaganya. Maka hari ini, biar paman saja yang menjaganya. Nak Ara pulang saja. Lagian, besok ada meeting penting bersama dengan klayen. Kamu harus menyiapkan proposalnya" tuturZhun Zan.


"Tapi-


"Menurutlah nak, ini juga demi perusahaanmu. Dan jika besok, kamu ingin menjaga Yejung lagi, terserah. Paman nggak akan melarangmu. Paman hanya menyuruhmu pulang, untuk beristirahat. Supaya, kamu nggak akan ngantuk dan lelah, saat sedang meeting besok"


"Baiklah paman. Kalau gitu, saya permisi dulu" ucap Ara, lalu keluar dari ruangan.


Zhun Zan pun sangat senang, karena akhirnya, ia bisa memeriksa selimut itu, tanpa ada Ara di dalam ruangan.


Ia pun segera membuka selimut itu, dan melihat sebuah serifikat rumah jatuh ke lantai. Cepat cepat ia mengambil sertifikat itu, dan memasukkannya ke dalam kemejanya.


Nampak Leon yang tengah berada di luar pintu, melihat Zhun Zan sambil tersenyum.


Leon pun segera masuk ke dalam ruangan itu. Dan memergoki Zhun Zan yang sedang melipat selimut itu.


"Apa yang kau lakukan paman ?" ucap Leon mengagetkan Zhun Zan.


"PASTI SUPIR SIALAN ITU YANG MEMBERITAHU LEON, KALAU AKU MENCARI SELIMUT INI"


"Oh, tidak. Paman hanya ingin memeriksa selimut ini, jika selimutnya kotor, paman akan membawanya pulang untuk menlondrinya. Tapi, paman lihat, selimutnya bersih dan nggak kotor. Jadi, paman melipatnya kembali"


Jawab Zhun Zan.


"Baiklah."


"Ngapain kamu ada disini ?" tanya Zhun Zan.


"Saya kesini karena Ara yang menelfonku tadi. Dia bilang, pergilah ke rumah sakit dan jagain Yejung. Makanya saya ke sini"


"Baiklah. Kalau begitu, paman pulang saja. Permisi" katanya, sambil menaruh selimut itu kembali ke tempatnya dan segera keluar.


"UNTUNGLAH, LEON DATANG SETELAH AKU MENGAMBIL SERTIFIKAT ITU" gumam nya tersenyum licik.


Di tengah jalan koridor rumah sakit, Zhun Zan berpapasan dengan Yejung.

__ADS_1


"Apa anda telah menemukan selimut itu" tanya Yejung.


"Ya" jawabnya singkat.


"Terus ada apa dengan selimut itu. Mengapa anda tak sekalian membawanya"


"Kamu itu siapa sih. Mengapa kamu ingin tahu segala hal"


"Maaf" ucap Yejung sambil menunduk.


Zhun Zan pun beranjak pergi, dengan mata tajamnya.


Sementara Yejung,b eranjak ke ruangannya.


"Permisi tuan" ucap Yejung sembari masuk ke dalam ruangan.


"Ada apa Young ?"


"Maaf tuan, saya harus segera pulang"


"Baiklah. Ini jatah buat kamu" sambil memberikan uang 300 ribu kepada Yejung.


"Ini banyak sekali tuan"


"Ambillah, ini tanda terimahkasihku, karena kau telah membantuku melawan gerombolan itu. Btw, kamu ternyata pintar yah, dalam hal bela diri. Siapa yang mengajarimu ?"


"Ayahku, maksudnya, bapak"


"Oh ya, kamu itu sangat ahli dalam beladiri dan saya lihat, kamu juga sangat lincah melawan lawan. Kamu itu,s eperti sahabatku ini"


"Maaf tuan, saya harus segera pulang. Terimahkasih banyak"


"Hei tunggu, bisakah kamu membelikan saya makanan di luar"


"Bisa tuan, makanan apa"


"bakso 2 mangkok. Kamu pasti juga laparkan"


"Iya tuan. Tapi saya tidak suka dengan bakso"


"Baiklah. Pesan makanan yang kamu sukai. Saya akan menunggumu disini"


Yejung hanya menunduk, kemudian segera keluar dari ruangan.


10 menit kemudian, ia pun telah datang .Ia segera memberikan semangkok bakso kepada Leon.


"Apa yang kau beli, Young ?"


"Saya membeli nasi goreng tuan. Nasi goreng adalah makanan vaforit saya"

__ADS_1


"DIA BENAR BENAR SEPERTI YEJUNG, MEMPUNYAI TINGKAH LAKU YANG SAMA, JAGO BELADIRI, NGGAK SUKA BAKSO, DAN MAKANAN FAVORIT JUGA SAMA. APAKAH DIA BENERAN YEJUNG SAHABATKU ?" katanya di dalam hati.


BERSAMBUNG..🌹🌹


__ADS_2