
Sore harinya, ruh Yejung kembali ke desa, dengan maksud ingin memasuki tubuh Young.
Sesampainya di pasar, ia tidak menemukan Young duduk di bangku,yang biasa ia duduki.
"KEMANA PERGINYA KK ?" pikir Yejung.
Ia pun masuk ke dalam pasar untuk mencari Young. Tapi tiba tiba, di sebelah kanan pasar, ia melihat gerombolan Asmet sedang menagi uang, hasil kerja para kuli yang lain. Yejung pun segera menghampiri mereka.
"Cepat berikan uang hasil kerja kalian, sebelum kami menghajarmu" ucap salah satu di antara 3 gerombolan.
"Maaf, hari ini saya cuma mendapat hasil yang sedikit. Anak saya sedang sakit, saya harus membelikan obat untuk anakku"
"Bapak dari tadi banyak alasan yah. Cepat serahin uang bapak" bentak Liin.
"KURANG AJAR, AKU KIRA MEREKA SUDAH BEKERJA, TAPI MEREKA MALAH MENAGIH HASIL KERJA ORANG LAIN"
Dengan cepat, Yejung segera berlari, dan mencari Young.
"KK YOUNG, KAMU DIMANA ?" gumamnya.
Setelah 5 menit mencari Young, akhirnya Yejung pun menemukannya, di tempat cukur rambut.
"TERNYATA KAMU DISINI KAK" ucapnya tersenyum.
Ruh Yejung dengan cepat memasuki tubuh Young, yang rambutnya tengah di cukur.
"Mas, maaf yah. Cukur rambutnya nanti saja. Saya harus pergi segera. Ini uang untuk mas" ucapnya, lalu bergegas keluar menghampiri gerombolan Asmet.
Mas tukan cukur hanya menggelengkan kepalanya saja.
Sampai disana, wajah para gerombolan itu, berubah menjadi pias.
"Hei kalian. Bukankah saya telah menyuruhmu untuk bekerja. Lalu mengapa kalian masih menagi, asil kerja orang lain" ucap Yejung marah.
"Young, itu bukan urusan kamu. Dan mengapa kau selalu mencampuri urusan kami. Hanya karena kau jago silat sekarang, kau sekarang mengatur mengatur kami"
"Kalau kalian mau saya berhenti mencampuri urusan kalian, maka berhentilah melakukan hal ini. Lakukanlah hal yang lebih baik"
"Nggak usah banyak ngomong kamu, ayo kita serang Dia"
__ADS_1
"Tapi bagaimana jika ia membuat kita babak belur lagi" bisik Liin ketakutan.
"Makanya, kita serang bertiga" bisik wakil ketua.
Lalu ketiga gerombolan itu pun menyerang Yejung yang bertubuh Young.
Yejung pun melawan mereka dengan gerakan mengkunci tubuh. Para gerombolan itu pun tak bisa bergerak, saat Yejung telah berhasil mengkunci tubuh mereka. Bapak separuh baya yang sedari tadi berdiri, sangat takjub melihat keahlian beladiri Yejung.
"Bagaimana ? apa kalian masih ingin melawan saya. Dan bagaimana jika saya memasukkan kalian, di dalam penjara" Ucap Yejung.
"Jangan lakukan itu. Ampuni kami Young" ucap wakil bos gerombolan.
"Baiklah. Sekarang juga, kau(sambil menunjuk Liin) panggil bosmu sekarang. Saya akan menunggu kamu dan bosmu, dalam waktu 10 menit. Jika lewat dari itu, atau sampai kau dan bosmu tidak datang, maka saya akan memenjarakan kedua temanmu ini. Dan pastinya, saya akan mencari kau dan bos mu, sampai ketemu. Kecuali jika kalian pergi ke luar negeri, maka saya tak akan mencarimu lagi.
"Waktumu di mulai dari sekarang" lanjut Yejung sambil melihat stopwatch ponselnya.
"Liin, ayo cepat berangkat, Jangan sampai kau membuat kami di penjara, hanya karena waktu"
"Baiklah"
Leen pun segera berlari menemui bosnya. Sampai disana, ia pun segera menarik lengan bosnya, dengan berbicara dengan 1 kalimat saja.
"Bos gawat, kita harus segera ke pasar" katanya sambil menarik lengan bosnya itu.
"Bos, nanti bos juga akan tahu. Lebih baik, kita harus segera kesana. Jangan sampai kita terlambat" ucap Liin sambil terus berlari,menarik lengan bosnya.
"Baiklah, tapi lepaskan lengan saya. Saya akan berlari sendiri"
"Maaf bos"
Liin pun segera melepaskan lengan bosnya, dan mereka lalu berlari bersama menuju pasar.
Sampai di pasar, Asmet sangat terkejut melihat kedua anak buahnya, sudah diikat dengan tali.
"Kalian datang tepat waktu" ucap Yejung tersenyum sinis.
Asmet hanya terdiam mendengar ucapan Yejung.
"Kamu tahukan, apa salahmu dan salah anak buahmu ?" lanjut Yejung
__ADS_1
Asmet hanya mengangguk.
"Karena kau melakukan kesalahan, maka kau beserta anak buahmu, ku berikan 2 pilihan. Di masukkan ke dalam penjara, atau bekerja dengan upah di bagi 2. Ya, seperti yang kau lakukan kepada saya dahulu, dan orang orang yang lain. Bagaimana ? apa pilihan yang kalian ambil"
Mendengar itu, Asmet dan anak buahnya saling bertatapan.
"Kalau kalian setuju, dengan upah di bagi 2. maka kalian akan selamat dari jeruji besi yang mengurungmu. Bahkan, kalian masih bisa melihat keluarga kalian. Tapi jika kalian lebih memilih terkurung di dalam penjara, maka saya akan menelfon polisi segera. Dan kalian akan berpisah dengan keluarga yang kalian sayangi" lanjut Yejung.
"Maaf Young, kalau kita memilih di penjara, maka kira kira berapa lama kita akan berada disana" ucap Liin dengan pertanyaan yang lucu.
"Ya, menurut pasal yang di tentukan, tentang merampas hak orang lain. Mungkin 2 atau 3 tahun. Dan kalian sudah melakukannnya, selama.....setahun ini kan" ucap Yejung mengira ngira.
"Bukan.., kami kan sudah melakukannya selama 2 tahun" ucap Liin jujur, membuat Asmet menatapnya dengan tajam.
"APA ? 2 TAHUN ? KASIAN SEKALI KK INI" pikir Yejung.
"Oh iya. Saya lupa 2 tahun, sekarang juga kalian pilih yang mana, saya akan memberikan waktu kalian dalam 5 menit"
Sejenak, mereka berempat pun mulai berbisik, sambil membalikkan punggung mereka membelakangi Yejung.
"Aduh, gimana ini bos. Saya tidak mau berpisah dengan anak dan istri saya. Dan saya juga nggak mau, anak dan istri saya tahu, kalau saya di penjara, hanya karena merampas hak milik orang lain. Bisa bisa, saya di ceraikan bos" ucap wakil ketua sambil berbisik.
"Saya juga nggak mau di penjara ******. Tapi, masa kita harus bekerja dengan upah di bagi 2" bisik balik Asmet.
"Bos, saya pilihnya bekerja aja deh, Dari pada saya di penjara. Soalnya, saya tuh nggak bisa jika tidak melakukan itu setiap malam, dengan istriku. Maklumlah, jeniorku slalu meronta ronta mau itu" ucap Kiing
"Apa ? kau setiap malam melakukan itu kepada istrimu" ucap Liin terkejut, sekaligus tertawa.
"Hei Liin, biasa aja dong. Makanya, buruan nikah gi, supaya kau tahu bagaimana rasanya" ujar Kiing.
"Emangnya rasanya bagaimana ?" tanya Liin lagi.
"Wenak tenang" jawab Kiing dengan mantap.
Yejung yang mendengar bisikan mereka tampak tersenyum. Saat waktu mereka sudah habis, Yejung pun segera menghentikan bisikan mereka.
(Hemm...hemm..) "Waktu kalian sudah habis. Ayo cepat katakan, kalian pilih yang mana" sahut Yejung.
"Bekerja dengan hasil upah di bagi 2" Jawab mereka serentak kecuali Liin.
__ADS_1
Semuanya pun tampak terkejut, karena hanya Liin yang tidak menjawab.
BERSAMBUNG..🌹🌹