KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
SANG PERAMAL


__ADS_3

Ara yang melihat peramal itu, segera menyuruh Yejung agar berjalan kesana.


"Ngapain sayang, aku mah nggak percaya dengan gitu gituan" ucap Yejung menolak.


"Ayolah sayang. Kita cukup mendengar,apa yang peramal itu katakan kepada kita. Kalaw nggak percaya, yah nggak apa apa" ucapnya bersemangat.


Karena bujukan dari kekasihnya.Akhirnya Yejung pasrah. Kemudian, mereka pun berjalan kesana.


"Pria yang berada di sampingmu akan menghadapi nasib keburukan.


Ara dan Yejung langsung berhenti di depan peramal itu. Kemudian, peramal itu melanjutkan pembicaraannya.


"Tapi, dengan nasib itu, dia bisa mengetahui orang orang jahat, yang berada di sekitarnya. Saya sarangkan, berhati hatilah dengan orang di sekitarmu. Dan kamu, (sambil menunjuk ke arah Ara) kamu akan mengalami kesedihan, beberapa hari ke depan" ucap peramal itu, sambil memejamkan matanya.


Mendengar perkataan dari si peramal, Ara menjadi takut. Melihat ekspresi wajah kekasihnya itu, Yejung lalu memalingkan wajah Ara ke depannya.


"Sudah, abaikan saja. Tidak ada yang tahu tentang takdir. Kamu nggak usah takut" ucap Yejung menenangkan Ara.


"Ya sudah mari kita pulang. Terimahkasih bu.." ucap Yejung kepada si peramal, lalu bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


Sesampainya di rumahnya, Ara selalu memikirkan perkataan peramal itu tadi.


"Kamu nggak perlu khawatir. Aku yang akan slalu membuatmu senang" ucap Yejung mengetahui isi dari pikiran kekasihnya.


"Tapi sayang, aku takut jika kata kata dari peramal itu benar. Aku sih nggak apa apa kalaw ke depannya selalu sedih, tapi kamu. Keburukan apa yang akan menimpamu.


"Dan peramal itu juga berkata bahwa kau perlu hati hati. Apa maksud dari perkataan peramal itu" ucapnya gelisah.


"Kamu percaya sama peramal itu ?" tanya Yejung.


Ara hanya terdiam.


"Kamu nggak usah percaya. Aku dan kamu akan hidup bahagia slama lamanya. Dan ingat, 2 hari lagi kita akan menikah. Besok dan besoknya lagi. Itu berarti,kita akan segera 1 kamar slama lamanya ?" ucap Yejung bahagia.


Ara pun tersenyum mendengar ucapan kekasihnya.


"Sayang,apa kau mau bermalam disini. Tolonglah sayang, temenin aku" ucap Ara memohong.


"Baiklah sayang, aku akan menginap disini bersamamu"


"Baik. kalaw begitu, aku suruh bibi dulu yah untuk menyiapkan kamar tamu" ucap Ara lalu meninggalkan Yejung.


JAM 10.00 MALAM

__ADS_1


Yejung telah berada di kamarnya. Sebelum tidur, Ia sikat gigi dulu dan mencuci wajahnya. Setelahnya, ia lalu membaringkan tubuhnya ke kasur.


Sesaat kemudian, ponsel Yejung berbunyi. Itu adalah panggilan VC dari si Leon.


"Hei Yejung, belum tidur lo" ucap Leon dari dalam telefon.


"Ya belum lah. Kalaw sudah tidur, ngapain gue ngangkat telfon lo. By the way, lo ngapain nelfon malam malam begini"


"Begini, Gue tadi kan pergi ke taman danau nih. Nggak sengaja lewat di depan seorang peramal. Gue nggak lihat, ada peramal di situ yang lagi duduk. Lah, Sewaktu gue lewat, peramal itu lalu berkata :Kamu kedepannya akan mendapat nasib baik. Hubungan asmara mu sangat susah untuk kau dapatkan. Tapi kau tenang saja, kelak kamu akan bertemu dengan cintamu kembali"


"Nah begitulah ucapan dari peramal itu. Benar nggak sih Jung" ucapnya menjelaskan.


"Sama. Gue dan Ara juga habis kesana"


"Oh ya, lalu lo melihat peramal itu" ucapnya penasaran.


"Gue si melihatnya. Tapi gue nggak percaya dengan hal begituan. Karena Ara yang memaksa, akhirnya kami berjalan di depan peramal itu. Dan terus peramal itu meramal kita deh"


"Apa kata peramal itu"


"Lo nggak perlu tahu. Gara gara peramal itu, Ara jadi kepikiran dengan kata kata dari si peramal"


"Bro, sudah dulu yah. Soalnya kk ku nelfon nih. By"


Belum sempat Yejung berkata apa apa, Leon sudah mematikan panggilannya.


"Se-lamat pagi tuan" ucap pak Shan sambil tersenyum.


"Pak. Kok muka bapak seperti pucat begitu si. Ada apa" tanya Yejung.


"Nggak apa apa tuan"


"Baiklah"


Yejung lalu masuk, dan memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah. Di saat sudah sepi, pak Shin lalu berjalan ke mobil. Dan melaksanakan perintah dari tuan Zhun Zan.


"Maafkan aku tuan, tuss"


Ia pun memutus rem yang ada di bagian bawah mobil. Setelah itu, ia segera keluar dari bawah mobil.


Sesaat kemudian, Yejung telah datang dan menghampiri pak Shin.


"Pak Shin, ayo berangkat"

__ADS_1


Mendengar itu, pak Shin semakin pucat.


"Pak, anda kenapa ?" ayo segera kita berangkat. Soalnya saya ada meeting di kantor" ucap Yejung lagi.


"APA YANG MESTI SAYA PERBUAT, KALAW AKU IKUT AKU JUGA PASTI AKAN IKUT MATI. TERUS KALAW AKU MATI, SIAPA YANG AKAN MEMBERI MAKAN ANAK DAN ISTRIKU" katanya di dalam hati.


"Aduh tuan, saya lagi sakit perut. Maaf, saya nggak bisa mengantar tuan" ucapnya berbohong, sambil memegang perutnya.


"Ya sudah. Kalaw bapak tidak bisa. Saya bawa mobilnya sendiri saja. Kalaw begitu, saya berangkat dulu" Katanya sambil tersenyum.


Dengan serta merta, pak Shin lalu memeluk Yejung dari arah belakang.


"Lo, pak Shin apa yang bapak lakukan" ucap Yejung heran.


(Sambil melepas pelukannya) "Maaf tuan, saya sangat sayang kepada tuan. Dan saya sudah menganggap tuan seperti anakku sendiri. Maafkan saya tuan, karena telah memeluk tuan. Saya cuma kangen dengan anak pertama saya, yang seumuran dengan tuan"


"Ya. Nggak apa apa kok. Kalaw begitu saya permisi dulu" ucap Yejung lalu naik ke atas mobil dan melajukan mobilnya.


Sesaat kemudian, ponsel pak Shin berbunyi. Ia segera mengangkat telfon dari Zhun Zan.


"Halo Shin, apa kau sudah melaksanakan tugasmu ?" tanya Zhun Zan dari dalam telefon.


"Su-dah tuan. Saya merasa tak enak hati tuan. Apalagi jika tuan Yejung benar benar mati"


"Anda nggak perlu memikirkan ha itu. Apakah Yejung sudah berangkat ?"


"Sudah tuan"


"Bagus" ucapnya lalu mematikan telefonnya.


Di dalam mobil, Yejung belum merasakan ada apa dengan mobilnya. Ia terus saja melajukan mobilnya. Sesaat kemudian, ponselnya berbunyi. Ia segera mengangkat telefon vc itu, dari Ara. Lalu, menyandarkan ponselnya ke kaca mobil.


"Sayang, kamu lagi di atas mobil" ucap Ara.


"Iya. Sekarang aku lagi nyetir nih. Sayang maaf yah, aku nggak bisa menjemput mu. Soalnya aku buru buru, sedang ada meeting di kantor"


"Iya. Nggak apa apa kok. Btw, pak Shin dimana, kok kamu sih yang nyetir mobil"


"Oh, pak Shin lagi sakit perut katanya"


"Ya sudah. Kamu nyetirnya hati hati yah, pelan pelan saja"


"Baik tuan putri" ucap Yejung.

__ADS_1


Lalu telefon itu pun di matikan oleh Ara.


BERSAMBUNG..🌹🌹


__ADS_2