
Setelah beberapa menit kemudian, dokter pribadi ayah Ara segera keluar dari ruangan. Ara dan Leon yang melihatnya, segera menghampiri dokter Jiun.
"Dok, bagaimana keadaan Yejung" ucap Leon.
"Saat ini, tuan Yejung belum sadar atau tidak sadar. Karena benturan keras di kepala tuan Yejung, mengakibatkan kerusakan pada salah satu bagian otaknya. Sehingga ia nggak sadar, dan sekarang mengalami koma"
"Apa.., koma dokter" ucap Ara dengan mata yang berkaca kaca.
"Dokter, apa komanya hanya bersikap sementara" ucap Leon.
"Saya juga tidak tahu pasti, apakah komanya bersifat sementara atau permanent. Kalaw permanent, yah bisa jadi ia akan koma selama bertahun tahun" ucap dokter Jiun.
"Ya ampun, dokter apakah saya boleh masuk ?" ucap Ara yang sudah mengeluarkan air matanya.
"Silahkan nona. Kalaw begitu, saya permisi dulu" ucap dokter Jiun, lalu bergegas pergi.
Ara dan Leon segera masuk ke dalam ruangan.
Dilihatnya, Yejung yang terbaring tak sadarkan diri. Ara kemudian menghampiri kekasihnya itu, sambil duduk di kursi.
"Sayang, mana janji kamu, kamu bilang kamu akan slalu menjagaku. Dan kamu juga bilang, bahwa kau akan slalu membuatku senang.
"Sayang, kamu ingatkan besok adalah hari pernikahan kita. Hari bahagia kita. Ku mohon sayang, bangunlah. Jangan membuatku sedih" ucap Ara sambil menangis.
"Sayang. Ternyata benar yang di katakan oleh peramal itu. Bahwa aku akan slalu mengalami kesedihan. Buktinya, ayahku telah tiada, dan sekarang kamu malah ikut ikutan mau meninggalkanku. Mana janji kamu sayang"
"Ara. Janganlah berkata begitu. Yejung sekarang sedang mempertahankan hidupnya. Ia tengah mengalami sesuatu yang kita tidak alami. Tetap lah tenang, dan berdoalah. Semoga Yejung segera dan cepat sadar dari komanya" ujar Leon.
"Gue harus gimana lagi Leon, gue takut banget kehilangan dia. Karena hanya Yejunglah separuh hidupku. Gue nggak bisa hidup tanpanya"
"Gue sangat mengerti Ara. Tapi ku mohon, kuatkanlah hatimu. Doakan yang terbaik untuk kesembuhan Yejung"
Sesaat kemudian, pamam Yejung datang dan disusul oleh 2 orang polisi.
"Maaf tuan, bolehkah kita bicara di luar" ucap polisi itu.
Ara dan Leon hanya mengangguk, kemudian mereka pun segera keluar dari ruangan.
"Begini tuan, nona. Kami dari pihak kepolisian ingin memberikan info, tentang kecelakaaan yang terjadi dengan tuan Yejung. Sepertinya, ada yang sengaja memutuskan rem mobil tuan Yejung" ucap salah satu pak polisi.
__ADS_1
"Apa pak. Rem mobil Yejung putus" ucap Zhun Zan berpura pura kaget.
"Iya tuan. Selain itu, dilihat dari rekaman cctv yang ada di jalan itu, ada sebuah mobil melaju dengan sangat cepat. Mendahului mobil yang ada di depannya. Harusnya, tuan Yejung tinggal memelangkan mobilnya, atau menghentikannya. Tapi kami lihat, ia membanting mobilnya, saat mobil cepat itu hampir menabrak mobilnya. Mungkin karena rem pada mobilnya nggak berfungsi, sehingga ia melakukan itu, agar ia tak tertabrak dengan mobil cepat itu. Kami mengira ini bukan murni kecelakaan. Tapi, ada orang yang sengaja melakukan ini kepada tuan Yejung" tutur polisi itu.
"Pak, tolong cari tahu orang yang sengaja melakukan ini semua" ucap Ara.
"Baik nona. Kami akan berusaha menyelidikinya lebih lanjut lagi. Kalaw begitu, kami permisi dulu"
"Silahkan pak" ucap Zhun Zan paman dari Yejung.
Setelah polisi tersebut pergi, ZhunZan lalu menanyai keadaan Yejung.
"Leon, bagaimana keadaan Yejung"
"Dia sekarang sedang koma paman" jawab Leon.
"Apaa. Bolehkah Saya masuk"
"Silahkan" ucap Leon mempersilahkan Zhun Zan untuk masuk.
Zhun Zan pun menghampiri tubuh Yejung yang lagi berbaring.
"HARUSNYA KAMU ITU MATI SAJA LANGSUNG. NGAPAIN PAKE KOMA KOMA SEGALA" gumam Zhun Zan.
"Nona Ara, bersabarlah. Saya juga ikut sedih, melihat kondisi keponakan saya. Dan saya sedih, karena besok pernikahan kalian menjadi gagal"
"Iya paman. Pernikahan kami gagal, disebabkan oleh orang yang jahat itu. Saya pastikan setelah orang itu ketemu, saya akan memberikan dia hukuman mati" ucap Ara dengan tegas.
Zhun Zan nenelam air liurnya saat mendengar ucapan Ara. Tapi, ia tetap berusaha memperlihatkan wajah sedihnya.
"Paman, lebih baik paman pulang. Biar saya yang jagain Yejung" ucap Ara lagi.
"BAGUSLAH, SAYA JUGA NGGAK BISA TINGGAL BERLAMA LAMA DISINI"
"Baiklah nona, kalaw begitu saya permisi dulu" ujarnya lalu bergegas pergi.
"Leon, kamu dengerkan apa yang dikatakan polisi tadi. Ada orang yang sengaja memutuskan rem mobil Yejung. Ternyata, ucapan peramal itu benar"
"Emangnya, apa yang dikatakan oleh peramal itu Ara ?"
__ADS_1
"Dia bilang kepada Yejung, Kamu akan mendapat nasib buruk. Tetapi nasib buruk itu akan membuatmu tahu segalanya. Dan berhati hatilah kepada orang yang berada di sekelilingmu" begitu kata si peramal.
"Jadi, orang yang melakukan ini semua adalah orang yang berada di sekeliling Yejung sendiri"
"Iya betul. Tapi siapakah orang yang tega melakukan itu, Leon"
"Entahlah. Gue juga nggak tahu" ucap Leon menundukkan kepalanya.
"Leon, lebih baik kamu kembali ke kantormu. Biar gue yang jagain kekasihku disini"
"Baiklah Ara. Kamu yang sabar yah. Gue pergi dulu" ucap Leon sambil beranjak meninggalkan Ara.
Setelah Ara tinggal sendiri, ia kemudian masuk ke dalam ruangan kembali. Ia duduk di samping kekasihnya, sambil memegang dan menciumi tangan kekasihnya itu.
"Sayang bangunlah. Besok adalah hari bahagia kita. Apakah kau ingin melewatkannya ? ucap Ara kepada kekasihnya.
"Sayang, kau pernah bilang. Bahwa kau akan hidup bersamaku lebih lama lagi, dan kita adalah orang yang paling bahagia. Tapi kenapa, kau malah seperti ini" ucapnya menangis lagi.
"Maafkan aku sayang. Bertahanlah demi cinta kita. Aku akan menunggumu berapa hari, bahkan berapa tahun kau bangun. Ku mohon, jangan tinggalkan aku"
Sesaat kemudian, ponsel Ara berbunyi. Ia segera mengangkat telefon dari asistennya tersebut.
"Halo nona, Apakah nona tidak pulang untuk mengganti pakaian nona" ucap asistennya.
"Nggak. Aku akan menunggu kekasihku, hingga ia sadar. Kamu bawakan saja pakaianku kemari"
"Baik nona"
Setelah bertelfon, Ara kembali memegang tangan Yejung.
"Sayang, ternyata ucapan peramal itu benar yah. Bahwa aku akan slalu sedih, dan kamu akan bernasib buruk. Tapi, kamu nggak percaya dengan semua itu"
"Sayang kuatlah. Aku akan terus mendoakanmu hingga kau bisa sadar"
Karena merasa letih, akhirnya Ara tertidur pulas di samping ranjang kekasihnya.
Sesaat kemudian, tiba tiba saja roh Yejung keluar dan duduk di atas ranjang. Ia sangat bahagia karena melihat Ara berada di sampingnya.
"Sayang, ini aku kekasihmu" Roh Yejung berbicara, tapi tak di dengar oleh Ara.
__ADS_1
Kemudian, Yejung memegang kepala Ara. Namun, betapa kagetnya dia, saat melihat tangannya nggak bisa tembus, dan tidak bisa memegang kekasihnya itu.
BERSAMBUNG..🌹🌹