KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
JAHAT DAN PENGKHIANAT


__ADS_3

Sampai di rumah Young, Yejung segera masuk ke dalam rumah. Di sana, Hana telah menunggunya dari tadi.


"Maafkan gue telah membuat lo menunggu"


"Nggak apa apa kok"


Yejung segera mengambil buku yang ia sembunyikan. Dan kemudian duduk di samping Hana.


"Lihat ini. Ini adalah nama nama orang yang bersifat nggak baik, yang ada di sekelilingku.


-Paman Zhun Zan, ia bersekongkol dengan anaknya Woong, untuk mengambil semua harta warisanku.


-Security kantor, tidak menghormati tamu yang datang.


-Friska, sekretarisku yang ternyata sombong dan tidak menghargai orang lain.


Nah, saya juga akan menulis orang baik di buku ini.


1.Young, orang lemah yang tubuhnya dapat saya masuki.


2.Hana


"Loh, kok nama gue juga di tulis sih" ucap Hana.


"Ya, karena kau kan membantu gue. Jadi, gue akan menulis disini nama dan syarat yang engkau ajukan padaku"


Selesai menulis, Yejung pun menyimpang buku itu lagi.


"Lihat, ini adalah tempat ku sembunyikan buku ini. Gue pastinya akan lupa dengan semua ini. Makanya, gue menulis catatan di buku ini, lengkap dengan alamatku. Dan tugasmu, apabila waktu 34 hariku berakhir, kau harus datang ke rumah sahabatku Leon bersama dengan kekasihmu. Bawalah buku itu, dan berikan kepada sahabatku Leon"


"Apakah dalam waktu 34 hari kau akan hidup ?" tanya Hana


"Gue juga nggak tahu. Tapi, hidup tidak hidup, kau harus memberikan buku itu kepada Leon"


"Baiklah, gue mengerti Ya sudah, lebih baik kau keluar dari tubuh kekasihku. Gue sangat rindu kepadanya"


"Baiklah"


Yejung pun membaringkan tubuh Young. Kemudian, Ia keluar dari tubuh Young.


"Makasih ya kak, untuk hari ini" ucap Yejung.


"Hana, gue harus pergi ke kota, untuk menemani kekasihku di rumah sakit"


"Baiklah" ucap Hana.


Sampai di rumah sakit, ruh Yejung pun segera masuk, saat seorang perawat membuka pintu ruangannya.


Disana, ia melihat kekasihnya sedang menangis sambil memegang tangannya.


"Yejung kekasih ku, cepatlah sadar. Aku sangat merindukan mu. Bawalah aku ke tempat terakhir kita bersama. Di taman danau" ucap Ara lirih.


"AKU JUGA MERINDUKANMU SAYANG" Ucap Yejung sambil menangis.

__ADS_1


"Sayang, Kau jangan tinggalkan aku. Aku tak ingin menikah dengan Woong. Mengapa kau sampai tega menulis surat wasiat seperti itu. Ingat sayang, aku tetap untukmu.


Yejung sangat terkejut mendengar ucapan kekasihnya.


"SURAT WASIAT, AKU NGGAK PERNAH MENULIS SURAT WASIAT SAYANG. DAN APA ISI SURAT WASIAT ITU ?" ucap Yejung heran.


"Yejung kekasihku, jangan biarakan aku menikah dengan spupumu Woong. Hanya karena kau menulis surat wasiat itu. Aku nggak mau sayang, aku sangat mencintaimu"


"AKU TAK MENGERTI UCAPAN MU SAYANG. AKU HARUS MENYELIDIKI INI SEMUA"


Sesaat, Ara membuka tas yang ada di sampingnya. Kemudian, ia pun mengambil selembar surat dari dalam tas-nya.


"ITU APA SAYANG" kata Yejung penasaran.


"Sayang, apakah benar, kau yang membuat surat wasiat ini ?" Ucap Ara sambil menangis


Melihat surat yang di pegang oleh kekasihnya, ia segera ingin mengambilnya. Tapi, ia sama sekali tidak bisa memegang surat itu.


"APA YANG HARUS KU LAKUKAN"


Sesaat kemudian, Woong datang, dan membawakan makanan untuk Ara.


"Ara, makanlah. Aku membelikan makanan vaforitmu" ucap Woong.


"Nggak. Aku nggak mau makan"


"Jangan membuat dirimu sakit, demi orang yang sedang koma di depanmu"


Woong pun segera keluar, diikuti ruh Yejung dari belakang.


"DASAR GADIS BODOH. DI BELIIN MAKANAN, MALAH NGGAK MAU MAKAN" gumam Woong.


Yejung marah mendengar ucapan spupunya itu.


Ia sangat ingin meninju wajah Woong, tapi ia sama sekali tak bisa berbuat apa apa.


Yejung pun mengikuti Woong.


Ketika di dalam mobil, ponsel Woong berbunyi. Woong segera mengangkat panggilan vc itu.


"Ya sayang, ada apa" ucap Woong.


"ITUKAN AERY"gumam Yejung


"Sayang, aku sangat rindu kepada mu"


"Sama, aku juga sangat rindu kepada mu. Kamu cepat pulang yah"


"Iya sayang. Aku janji setelah kontrakku selesai, aku akan pulang menemuimu"


"Aku tunggu sayang. By by.."


Woong pun mematikan ponselnya. Dan kemudian, ia menelfon seseorang.

__ADS_1


"Halo sayang. Aku akan menunggumu di kamar hotelku"


Yejung sangat terkejut mendengar ucapan Woong.


"DIA PUNYA KEKASIH BERAPA SIH ?" ujar Yejung.


Sampai di hotel, Woong pun segera masuk ke dalam kamarnya. Alangkah terkejutnya ia, melihat ayahnya sedang duduk di sofa.


"Ayah, bukan kah ayah bermalam di rumah teman ayah ?"


"Memang rencananya begitu. Tapi, nggak jadi"


"Ya sudah, aku ke kamar mandi dulu"


Yejung pun mengikuti Woong ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, Ia mengirim pesan WA, kepada wanita yang ia telfon tadi di atas mobil.


"Malam ini nggak jadi ya sayang. Lain kali aja"


Yejung yang membaca pesan itu, sangat penasaran.


Kemudian, Woong kembali keluar dan menemui ayahnya.


"Ayah, bagaimana ini. Mengapa Yejung belum mati juga sih. Padahal, sudah seminggu ia terbaring koma di rumah sakit"


"APA...? KALIAN MENGINGINKAN AKU MATI"


"Kamu tenang saja. Kamu akan tetap menikahi Ara. Lagian kan, Ara percaya dengan surat wasiat bohongan itu. Jika sampai Yejung belum juga sadar dari komanya, ayah akan menyuruh dokter, untuk mencabut semua alat bantu, di tubuh Yejung" ucap Zhun Zan.


"INI NGGAK BOLEH TERJADI, KALIAN SUNGGUH ORANG YANG TAK BISA DI AMPUNI" kata Yejung marah


"Tapi ayah, kita belum juga berhasil mendapatkan sertifikat rumahnya. Bahkan, aku juga sudah mencarinya di ruang kerjanya"


"Ayah juga pusing mencari sertifikat itu"


"Apa ayah mencari sertifikat itu juga(katanya sambil tertawa) mana mungkin. Perasaan hanya aku yang mencarinya"


"Eh, Ayah itu menyuruh pak Shin untuk mencari sertifikat itu tahu"


"Pak Shin..(kata Woong sambil berfikir)


"Iya. Pak Shin supir mobil Yejung. Yang kemarin ayah suruh, untuk memutuskan Rem mobil Yejung, hingga Yejung mengalami kecelakaan"


"APA ? PAK SHIN. JADI, SUPIR YANG AKU PERCAYAI SELAMA INI, TERNYATA JUGA BERKHIANAT PADAKU. DAN PAMAN ZHUN ZAN, KAU TAK AKAN KU AMPUNI, JIKA AKU TELAH SADAR NANTINYA" ujar Yejung marah.


"Tapi, kata pak Shin. Supir Leon, pernah ke rumah Yejung. Dan ia membawa selimut, dengan alasan akan membawa selimut itu ke rumah sakit. Tapi, ayah lihat. Selimut itu nggak ada di rumah sakit. Bisa jadi, Yejung menyimpan sertifikatnya, di dalam selimut itu" ucap Zhun Zan.


"Ayah benar, kalau begitu, aku akan menemui supir itu besok"


"Kita berdua akan menemuinya"


"TEMUI SAJA, DAN BESOK AKU AKAN MENGHAJAR KALIAN BERDUA. BERSIAP SIAPLAH, WAJAH KALIAN AKAN BABAK BELUR" gumam Yejung sambil tertawa


BERSAMBUNG..🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2