
Yejung masih tertekan dengan pertanyaan Ara yang tiba tiba.
"Nona Ara ada ada saja .Mana mungkin saya menjadi tuan Yejung (sambil tertawa). Saya kan lahir di desa, dan di besarkan di desa. Saya juga terlahir dari keluarga yang kurang mampu. Sedangkan tuan Yejung, terlahir dari keluarga yang fasilitasnya tertunjang. Jadi mana mungkin saya menjadi tuan Yejung" Jawab Yejung
"Tidak, kamu adalah Yejung kekasihku" ucap Ara tak mau kalah.
Yejung panik ingin memberikan penjelasan apa kepada kekasihnya itu. Sedangkan ia tak boleh memberitahu ke siapapun tentang dirinya.
Leon yang melihat ekspresi Yejung yang terpojok, segera menghampiri mereka dengan Anita yang berada di sampingnya.
"Ara, lo sudah gila ya. Mana mungkin supir gue bisa jadi Yejung. Memang makanan favorite mereka sama, tetapi itu cuma kebetulan doang. Jangan kau berfikir hanya karena sifat dan tingkah lakunya yang sama, kau bisa menganggapnya sebagai Yejung. Itu sangat mustahil" ucap Leon membela Yejung.
"Tapi kan-
"Nggak ada tapi tapian. Jika Woong juga mempunyai makanan vaforit yang sama, tingkah laku yang sama, apakah kau akan menganggapnya juga kalau dia itu Yejung. Dan apa yang akan kau lakukan ?"
Anita memperhatikan ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut Leon.
"KAU SANGAT DEWASA, LEON" gumamnya di dalam hati.
"Baiklah. Young maafkan saya,s aya mungkin sudah gila dengan berkata begitu kepadamu. Saya permisi dulu" ucap Ara sambil meninggalkan mereka bertiga.
"Young, kejar Ara dan antar dia pulang !" ucap Leon dengan cepat.
Yejung hanya mengangguk kemudian bergegas pergi.
"Nona Ara..tunggu.." ucap Yejung setengah berteriak.
Ara pun menghentikan langkahnya mendengar suara Yejung.
"Nona Ara, biarkan saya mengantarmu untuk pulang"
"Nggak usah. Kau nggak usah mengantarku" jawab Ara.
"Ayolah nona. Saya takut kamu kenapa napa"
"Nggak usah (ucapnya dengan nada berteriak) saya sudah bilang, kamu nggak usah antarin saya. Lagian, kau juga bukan Yejung kekasihku. Kau bukan siapa siapa saya, dan kau hanya seorang supir yang dipekerja oleh Leon, karena merasa kasihan padamu. Saya dan kamu itu sangat beda. Dan seperti yang kamu bilang, kamu terlahir dalam keluarga yang kurang mampu, dan saya terlahir dari keluarga yang luar biasa. Jadi, kau jangan pernah menemuiku lagi" ucap Ara lalu bergegas pergi.
Yejung sangat terkejut mendengar ucapan Ara. Seumur hidup ia tak pernah mendengar Ara berkata begitu. Bahkan ia slalu ramah dengan semua orang, dan tak pernah sombong dengan siapapun terutama pengemis. Tapi baru kali ini, ia mendengar ucapan Ara, yang sangat pedih di dengarnya. Dan kata kata itu ia lontarkan kepada dirinya.
__ADS_1
Ara berjalan sambil memikirkan perkataan perkataan yang barusan ia keluarkan dari mulutnya.
"MENGAPA AKU BISA BERKATA BEGITU KEPADA YOUNG. SEUMUR HIDUP ,AKU NGGAK PERNAH MERENDAHKAN ORANG LAIN. DAN SLALU MENGUCAPKAN KALIMAT KALIMAT HALUS KEPADA RAKYAT KECIL. TAPI SEKARANG..
APA YANG AKU LAKUKAN. AKU SEPERTI MERASA BERSALAH DENGAN YOUNG. DAN KALAU YEJUNG MENGETAHUI INI, IA PASTI AKAN TERKEJUT MENDENGAR UCAPANKU TADI" gumamnya.
Sementara di restaurant, Leon dan Anita duduk berdua di ruangan yang sudah disediakan. Hidangan Kue dan minuman sudah tersedia di hadapan mereka masing masing.
"Anita, aku sengaja mengajak kamu kemari, dengan maksud ingin memintamu balikan. Jujur, waktu ayahku tak merestui hubungan kita, hatiku merasa sakit. Terlebih ketika ayahku mengirimku ke Amrik, sungguh hatiku bagai tercabik cabik. Dan setelah 2 tahun lamanya, kita di pertemukan kembali, hatiku seakan ingin berbicara kepadamu bahwa aku sangat merindukanmu"
"Aku juga, pertama kali melihatmu setelah sekian lamanya, aku sangat senang sekaligus bahagia. Akhirnya kita di pertemukan kembali, walau sudah menjadi mantan"
"Walaupun mantan, tapi kau adalah mantan terindahku, pacar pertamaku, cinta pertamaku dan cinta sejatiku. Oleh karena itu, maukah kamu menjadi pacarku lagi ?"
Anita terdiam mendengar ucapan Leon.
"Anita pliss, ayahku sudah tiada dan tiada penghalang lagi bagi kita. Dan aku janji, aku akan menikahimu secepatnya"
"Aku takut Leon, aku takut jika pak Torno masih mengejarku dan ingin menikahiku.
"Kamu tenang saja, aku akan mengurusnya. Yang paling penting adalah apakah kau mau CLBK denganku"
Ketika Leon dan Anita keluar dari restaurant, Leon melihat Yejung sedang duduk di pinggir jalan.
"Sayang, kamu masuk duluan ke dalam mobil yah. Aku ingin kesana dulu"
"Baiklah" ucap Anita.
"Hei bro, kamu sudah ngantarin Ara pulang" ucap Leon yang sudah berada di samping Yejung.
"Nggak" ucapnya begitu saja dengan wajah yang terlihat sedih sekaligus kecewa.
Lalu tiba tiba security datang dengan membawa motor berwarna hitam merah.
"Permisi, apakah ini motor yang tuan cari. Tadi motor ini diamankan, karena tuan lupa mengambil kuncinya. Sekaligus peringatan untuk tuan, untuk tidak ceroboh dalam melakukan sesuatu"
"Iya pak, makasih" ucapnya dengan wajah yang masih sedih dan kecewa.
"ADA APA DENGANNYA ? MENGAPA WAJAHNYA TERLIHAT BEGITU KECEWA ?"
__ADS_1
"Young, kamu kenapa ?" ucap Leon memberanikan diri.
"Nggak kok. Oh ya, bagaimana tadi di dalam ? Kamu di terimakan sama Anita"
"Ya. Dan aku sangat senang"
"Syukurlah. Aku juga sangat senang mendengarnya. Evant yah. Btw, kamu mau di antarin kemana ?"
"Nggak usah. Kamu pulang saja. Soalnya kalau kamu ngantarin kita, bisa bisa kamu jadi nyamuk disana ?"
"Ih apaansih"
Setelah Leon pergi, Yejung pun memutuskan untuk pulang ke rumah Young. Di tengah perjalanan yang sepi, Sekelompok begal menghadang di tengah jalan. Yejung yang melihat itu segera menghentikan motornya.
"Hei mau apa kalian ?" ucap Yejung
"Lo tenang saja. Kami hanya memerlukan motor lo itu. Jadi jika kamu memberikannya kepada kami, maka kau akan hidup dengan selamat"
"KEBETULAN SEKALI AKU MERASA PANAS HARI INI, AKU AKAN MENUMPAHKAN KEKESALANKU KEPADA MEREKA.
"Enak saja kalian. Mari maju kalau berani" ucap Yejung.
Para kelompok begal yang berjumlah 4 orang itupun menyerang Yejung. Yejung yang sangat bersemangat pun menghajar mereka dengan ilmu beladiri yang ia miliki.
Sesaat kemudian, seorang reporter yang tak sengaja lewat, melihat Yejung yang disangka Young sedang menghajar sekelompok begal itu.
Kebetulan Reporter itu 1 desa dengan Young.
"ITU KAN YOUNG, KOK BISASI DIA SEHEBAT ITU" pikirnya.
Alih alih membantu, ia malah memotret Yejung dan sekelompok begal itu.
"INI AKAN MENJADI BERITA YANG MENARIK" ucapnya tersenyum bangga.
Setelah itu, Reporter itu lalu menelfon polisi untuk datang ke lokasi. Dan 15 menit kemudian, pihak dari kepolisian pun datang, di saat kelompok begal itu telah babak belur. Reporter itupun mengambil 1 potret lagi, sebelum kelompok begal itu di bawah ke kantor polisi.
"Terimah kasih atad kerja sama anda tuan" ucap ketua polisi kepada Yejung.
"Ya,sama sama"
__ADS_1
BERSAMBUNG..🌹🌹