KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
YEONG JING MENINGGAL


__ADS_3

Di sudut kamar, Zhun Zan sedang duduk sambil menikmati semangkok mie di depannya. Tiba tiba Woong datang dan langsung mengambil mangkuk mie di depan ayahnya.


"Hei Woong, kamu apa apaansih. Kalaw kamu lapar, pesan sana semangkok mie juga" ujar ayahnya kesal.


"Apa ayah lupa, bahwa aku yang memberikan ayah uang" jawab Woong sambil terus memakan sisa ayahnya itu.


"Iya. Tapi kamu jangan seenaknya gitu sama ayah"


"Maaf. Soalnya aku itu lapar banget. Oh ya, apa ayah berhasil membujuk ayah Ara"


"Tidak. Ayah tidak berhasil. Tapi kamu tenang saja, besok kau pasti akan mendengar Yeong jing mati. Setelah dia mati, kita tinggal menyingkirkan Yejung. Dan setelah mereka tiada, kamu akan bisa mendekati Ara" ucap Zhun Zan.


"Iya betul. Kalaw Yejung juga mati berarti aku lebih muda mendekati Ara. Tapi bagaimana cara ayah untuk melenyapkan Yejung. Bukan kah Yejung sangat ahli. Bahkan, ayah pernah di buat babak belur oleh dia" ucap Woong sambil tertawa.


"Jangan menertawakan ayah. Kau juga lupa yah, kau pernah di buat babak belur juga oleh Yejung di kantor Yeong Jing. Dan kau pulang dengan mengatakan kepada ayah, kalaw kau menabrak sudut meja" ujar ayahnya.


"Jadi, ayah tahu tentang itu ?"


"Yah. Oleh karena itu, ayah akan mengirim seorang jagoan pencat silat untuk melenyapkan Yejung" ucap Zhun Zan sambil tersenyum licik.


"Ujung ujungnya pasti uang lagi" ketus Woong yang sudah mengakhiri makannya.


Zhun Zan hanya tersenyum mendengar ucapan anaknya itu.


DI RUMAH YEJUNG


Yejung tiba di rumahnya dengan wajah yang sedikit babak belur. Yah, sore ini ia melawan segerombolan penjahat di sebuah hotel ternama.


"Ya ampun tuan, wajah tuan babak belur lagi" ucap pelayan yang bernama bibi Ina.


Bibi Ina adalah seorang pelayang yang sudah tua berumur 60 tahun. Ia mengabdikan diri kepada keluarga Yejung, semenjak Yejung berumur 3 tahun. Sebenarnya Yejung telah melarang Ina untuk bekerja lagi, walaupun dia tetap tinggal di rumah Yejung. Namun karena bibi Ina nggak enak hati, makanya ia tetap bekerja. Yejung pun menyuruhnya untuk melakukan pekerjaan yang ringan ringan saja. Seperti menyiapkan makanan dan menyetrika pakaian. Sisanya, pelayan lain yang melakukan.


"Ini kan sudah biasa bi. Bi Ina nggak perlu cemas yah. Ya sudah ,saya masuk dulu ke kamar" kata Yejung sambil tersenyum lalu masuk ke kamarnya.

__ADS_1


DI KANTOR YEONG JING


Pagi pagi buta sekali, Zhun Zan sudah berada di kantor Yeong Jing. Ia pun menjalankan rencananya, untuk melenyapkan Yeong Jing.


Dengan kepintarannya, ia masuk ke ruang dapur kantor, sambil memakai jubah hitam. Ia juga membungkus wajahnya menggunakan kain hitam, agar tidak terlihat dari cctv yang ada di dapur. Setelah masuk, ia lalu mengambil cctv itu menggunakan alat dan setelah ia berhasil mengambilnya, ia segera pulang ke hotelnya membawa cctv itu. Tidak ada yang melihatnya sama sekali, karena ia melakukannya di pagi buta.


Sesampainya di hotel, ia lalu membuka pakaian hitamnya dan menyimpannya di dalam lemari. Sedangkan kain pembungkus wajahnya, ia masukkan ke dalam tas kerjanya. Setelah itu, ia pun bergegas untuk segera mandi pagi.


Jam 6.20


Woong bangun dan melihat ayahnya sudah rapi sambil duduk di sofa.


"Tumben ayah pagi pagi ini sudah rapi" ucap Woong sambil tersenyum.


"Ayah itu, baru saja menjalankan misi pertama ayah"


"Oh ya. Semoga misinya sukses yah ayah. Ya sudah, aku mandi dulu" ujar Woong lalu masuk ke kamar mandi.


Tokk..tokkk..tokk..


"Permisi" ucap pelayan pengantar makanan.


Pelayan itu pun masuk dan memberikan sarapan pagi untuk Woong dan ayahnya. Setelah itu, ia lalu bergegas keluar.


DI PERUSAHAAN


Pukul 8.30


YEONG JING Baru datang dan bergegas ke ruangannya. Zhun Zan yang melihat Yeong jing, segera melaksanakan misinya lagi.


Seperti biasa, kalaw Yeong Jing datang, pasti ia akan di buatkan teh hangat oleh salah satu OB kepercayaannya. Cepat cepat Zhun Zan kembali ke dapur, dan menemui pak Zam yang sedang memanaskan air. Untung mereka cuma berdua disana. Tanpa di lihat oleh pak Zam, Zhun Zan diam diam memasukkan penutup wajahnya tadi, ke dalam tas pak Zam. Setelah itu, mencari alasan untuk menyuruh pak Zam untuk pergi sebentar.


"Pak Zam, anda sebaiknya membuang sampah itu. Tempatnya sudah penuh dengan tumpukan sampah" ujar Zhun Zan menunjuk tempat sampah itu.

__ADS_1


"Nanti ya pak. Sekarang saya mau bawain teh hangat ini dulu kepada tuan" ucap pak Zam.


"Hei, sebaiknya anda membuang sampah itu terlebih dahulu. Jika tuan masuk ke dapur ini, pasti tuan nggak mau meminum teh anda itu"


"Baiklah pak"


Pak Zam pun menuruti perkataan Zhun Zan. Setelah pak Zam telah pergi, maka Zhun Zan cepat cepat mengeluarkan bubuk racun rumput di dalam saku bajunya, lalu memasukkannya ke teh hangat itu. Setelahnya, ia pun memasukkan pembungkus racun itu, ke dalam tas Pak Zam lagi. Setelahnya, ia lalu bergegas mencuci tangannya dengan sabun.


Sesaat kemudian, pak Zam datang sehabis membuang sampah. Ia lalu mencuci tangannya di wastafel, dan kemudian ke ruangan Yeong Jing sambil membawakan teh hangat.


"Permisi tuan, ini teh hangatnya. Silahkan di minum" ucap pak Zam setelah sampai.


"Makasih Zam"


Setelah itu, pak Zam pun keluar dan segera menuju ke dapur.


Di ruangan Yeong jing, Yeong meminum teh hangat itu. Tak lama kemudian, ia merasa ada yang aneh dari mulutnya. Ia merasakan mulut dan tenggorokannya bengkak. Detak jantungnya juga berdetak sangat kencang.


Ia lalu memegang jantungnya yang terasa sakit. Sedangkan keringatnya sudah bercucuran keluar. Karena tidak tahan, akhirnya Yeong jing meninggal di tempatnya, sambil mengeluarkan darah dari mulutnya.


Beberapa menit kemudian, sekretaris Yeong Jing datang ke ruangannya. Dengan pintu yang tidak terkunci, ia lalu masuk sambil membawa berkas untuk di tanda tangani.


"Permi..


Belum sempat ia menyambung perkataannya, ia kaget melihat bos nya yang kaku sambil mengeluarkan darah dari mulutnya. Ia pun segera memanggil beberapa karyawan, sebelum menghampiri bos nya itu.


Setelah semua karyawan berkumpul, mereka semua tampak terkejut. Melihat bos nya yang telah tiada. Lalu, salah satu karyawan segera menelfon polisi dan dokter pribadi tuannya, untuk mengetahui kasus kematian tuannya. Sementara Zhun Zan menelfon Ara dan Yejung untuk mengabarkan, bahwa Yeong jing telah meninggal dunia.


Beberapa menit kemudian, dokter dan 3 polisi sudah datang. Semua karyawan segera keluar dari ruangan itu, kecuali Zhun Zan dan sekretaris Yeong Jing.


Setelah Dokter pribadi Yeong Jing sudah datang, Ia segera memeriksa Yeong jing.


BERSAMBUNG..🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2