
Karena malam ini Zhun Zan lagi pergi ke rumah temannya. Maka dari itu, Woong membawa seorang wanita cantik ke kamarnya. Tentu saja ini tanpa sepengetahuan ayahnya. Karena jika ayahnya tahu, ia pasti akan di gapok oleh ayahnya.
Woong pun menghabiskan waktu dengan wanita itu.
Tutt...tutt.. suara ponsel Woong berbunyi.I tu adalah panggilan dari ayahnya.
"Halo Woong, ayah hari ini menginap di rumah teman ayah"
"Baiklah ayah" ucap Woong
Mendengar itu, Woong tampak senang. Kemudian ia menutup panggilan itu.
"Sayang, bermalamlah disini. Buatlah saya bersenang senang malam ini" ucap Woong kepada wanita itu.
Wanita itu hanya tersenyum mendengar ucapan Woong. Kemudian, Woong melanjutkan aksinya dengan wanita itu.
Keesokan paginya, Woong masih tertidur sambil memeluk erat wanita malamnya. Sesaat kemudian, jam alaramnya berbunyi. Woong segera bangun, dan memakai pakaiannya. Setelah itu, ia pun membangunkan wanitanya itu.
"Hei, ayo bangun"
Wanita itu lalu bangun dan memakai semua pakaiannya kembali.
"Sayang, saya masih mau berduaan denganmu" rengek gadis itu, sambil merangkul pundak Woong.
"Tidak. Pulanglah, saya ingin berangkat kerja. Ini upah buatmu" (sambil memberikan seikat uang kepada wanita itu)
"Baiklah. Makasih ya, sayang. Saya pamit dulu"
Wanita itu pun mencium bibir Woong, kemudian keluar dari kamar.
Untung saja tidak ketahuan oleh Zhun Zan. Karena 5 menit kepergian wanita itu, ayah Woong lalu datang.
YOUNG
Di sudut pasar, Woong duduk di bangku sambil memakan gorengan yang sudah dia beli. Tiba- tiba, datang seorang kakek yang duduk di samping Young.
"Nak, maukah kau membagi sedikit makananmu" ucap kakek itu, setengah parau.
Young dengan kebaikan hatinya, langsung tersenyum dan memberikan gorengan itu semua kepada kakek itu. Padahal, sisa gorengan itu, untuk makan siangnya nanti.
"Makasih ya nak. Kamu sangat baik. Ini untukmu (sambil memberikan nomor lotre dari dalam sakunya)
"Kenapa kakek memberikan nomor lotre kakek, siapa tahu, kakek beruntung" ucap Young.
"Nggak nak, ambillah. Ini adalah angka keberuntungan"
"Baiklah Kek, makasih. Kalaw gitu, saya bekerja dulu" ucapnya tersenyum, lalu meninggalkan sang kakek.
Malam harinya, Young lalu duduk di rumahnya, sambil memperhatikan tulisan yang ada di lotre itu.
"71 72 27 17 77 77. pemenangnya akan di umumkan pada tanggal 13 september" kata Young membaca nomor lotrenya. Kemudian, ia pun melanjutkan bacaannya.
"Pemenang akan di berikan uang senilai 500 juta"
__ADS_1
"Wow,banyak banget. Kalau aku yang menang, aku bisa memenuhi syarat mahar ayah Hana" gumam Young.
Sesaat kemudian, Hana datang dan mengagetkan Young.
"Sayang. Apa itu ?" tanya Hana sambil melihat selembar kertas di tangan Young.
"Ini lotre sayang. Tadi ada kakek kakek yang memberiku ini"
"Coba aku lihat"
Young pun memberikan lotre itu kepada Hana. Hana segera membaca isi dari lotre itu.
"Wow sayang, hadiahnya gede banget" ucap Hana girang.
"Iya sih gede. Tapi sangat kecil kemungkinan, aku bisa memenangkannya"
"Jangan berkata begitu. Lebih baik kita berdoa, agar nomor kamu bisa naik.Dan kamu bisa menikahiku secepatnya"
Lalu keduanya pun berdoa. Setelah itu, mereka kembali berbincang bincang.
"Sayang, kalaw nomor lotre kamu naik, kamu mau belikan aku apa"
"Aku mau membelikanmu perhiasan dan akan menikahimu" ucap Young sambil tersenyum.
"Makasih ya sayang".
Lalu, keduanya pun saling berpelukan.
DI HOTEL
"Ya. Aku sudah mempunyai rencana, untuk melenyapkannya"
"Rencananya jangan sampai gagal yah ayah, karena pernikahan mereka sisa 2 hari lagi"
"Percayalah kepada ayah. Ayah tak pernah gagal dalam melakukan sesuatu. Ya sudah, ayah pergi dulu" katanya sambil beranjak.
Zhun Zan melajukan mobil anaknya, dan pergi ke rumah pak Shin. Pak Shin adalah supir pribadi Yejung, yang sangat di percaya oleh Yejung.
"Permisi Shin" ucap Zhun Zan setibanya di rumah zhin.
"Tuan. Silahkan masuk"
Zhun Zan pun segera masuk dan duduk di kursi ruang tamu.
"Saya kemari, karena ada perlu dengan anda" ucap Zhun Zan.
"Ada apa yah pak" tanya pak Shin heran.
"Begini. Saya ingin melenyapkan Yejung. Bisa kah anda membantu saya untuk melenyapkannya"
"A-pa" ucapnya gemetaran.
"Saya tidak bisa tuan. Tuan Yejung sangatlah baik kepada saya. Saya tidak bisa melakukan itu" lanjutnya ketakutan
__ADS_1
"Kalaw anda nggak mau membantu saya, maka saya akan membunuh anda, dan 2 orang kesayanganmu itu" sambil melihat ibu dan anak yang sedang bermain bersama sama.
"Ku mohon tuan jangan lakukan itu"
"Kalaw begitu, lakukan apa yang aku minta. Kau cuma perlu melakukan sedikit saja"
"Mela-kuka-kan apa tuan" ucapnya terbata bata.
"Begini..
Zhun Zan pun membisikkan sesuatu kepada pak Shin.
"Apa" ucap pak Shin kaget, ketika mendengar bisikan itu.
"Kalaw anda nggak mau, gampang. Saya tinggal membunuh keluarga kamu. Tapi anda sebaiknya nggak usah menolak. Karena saya akan membayarmu dengan upah" ucap Zhun Zan tersenyum licik.
"Ba-iklah tuan"
"Bagus. Kalaw begitu, saya permisi dulu"
DI RUMAH ARA
Di rumah Ara, Yejung dan Ara makan malam bersama. Berbagai jenis makanan tersedia di meja makan.
"Sayang, kamu mau nambah nggak" ucap Ara kepada Yejung.
"Tidak. Sudah cukup. Lagian, aku sudah kenyang"
"Baiklah"
Sesudah makan, Yejung mengajak Ara untuk keluar malam. Rencananya, ia akan membawa kekasihnya ke suatu tempat yang indah.
"Sayang, kita keluar yuk. Aku ingin membawamu ke tempat yang sangat indah"
"Kemana ?"
"Udah. Nggak usah banyak tanya. Ayo, sekarang kita pergi.
Yejung pun membawa Ara ke tempat yang menurutnya indah. Sampai disana, Ara terkagum kagum dengan keindahan tempat itu.
Tempat itu adalah sebuah taman danau yang di penuhi oleh bunga bunga. Air danau itu berwarna hijau kristal.
"Ayo, kita duduk disana" sambil menunjuk bangku yang ada di taman danau.
Mereka berdua lalu duduk, sambil Ara menyandarkan tubuhnya ke tubuh Yejung.
"Sayang, taman ini sangan indah. Apa lagi di tambah cahaya rembulan di atas danau. Itu menurutku, sangat cantik. Aku baru pertama kalinya melihat tempat ini. Makasih ya sayang"
"Ya. Aku juga baru melihatnya tadi. Kata orang, jika kita datang pada malam hari, pasti kita akan mengingat kenangan bersama seseorang yang kita bawa kemari. Makanya, aku membawamu kesini, agar kau slalu mengingat kenangan kita bersama"
Cukup lama mereka menghabiskan waktu di taman danau. Setelah cukup puas, ia segera memutuskan untuk berjalan jalan.
Di pinggir jalan, ada seorang peramal yang sedang duduk dengan alas karpet dan bola kristal di depannya. Peramal itu meramal semua orang orang yang berlalu lalang. Jika ada orang yang berjalan di depannya, maka ia akan mengatakan menurut apa yang dia lihat.
__ADS_1
Kurang kerjaan amat sih😂😂😂
BERSAMBUNG..🌹🌹