KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
RASA PENASARAN YOUNG


__ADS_3

SISA WAKTU 13 HARI, 7 JAM, 25 MENIT.


Yejung duduk di teras rumah Leon, sambil ngelamun.


Leon yang berada di belakangnya, tampak sedih melihatnya.


"Yejung, kamu pasti sedih karena kamu belum sadar juga. Dan sisa waktumu tinggal besok. Sementara kau masih disini dengan memakai tubuh Young" gumamnya di dalam hati.


Leon pun menghampiri Yejung, dan duduk di sampingnya.


"Kamu terlihat sangat menyedihkan, apa yang kau pikirkan ?"


"BAGAIMANA AKU BISA CERITA KE KAMU LEON ?"


"Nggak kok. Btw, tadi aku bertemu dengan ibu Wiwi. Dia ngebahas tentang masalah rumah tangganya. Aku sangat kasian melihat mereka. Bisakah kau membantu mereka ?"


"KAU INI, SUDAH SEKARAT MASIH SAJA MEMIKIRKAN ORANG LAIN"


"Ibu Wiwi itu siapa ?"


"Ibu Siwi tinggal di jln Ampera. Ku mohon, bantulah mereka. Aku sangat kasihan melihat mereka"


"Kalau kamu kasian, ya kamu aja yang bantu mereka" ucap Leon sengaja berkata begitu.


Yejung terkejut mendengar ucapan sahabatnya itu. Ia pun mencoba tersenyum kepada Leon.


"Leon, aku pamit dulu"


Leon hanya mengangguk dan merasa bersalah dengan ucapannya tadi.


Setelah Yejung pergi, ia segera ke kediaman ibu Siwi di jln.Ampera.


Sampai disana, ia lalu mengetuk ngetuk pintu rumah ibu Wiwi.


CLOK..


Pintu terbuka, seorang gadis berumur 19 tahun berdiri di depan Leon.


"Apa ini benar rumah ibu Wiwi ?"


"Iya kak. Saya anaknya"


"Apa saya boleh bertemu dengan ibu kamu ?"


"Iya kak, silahkan masuk"


Leon pun masuk dan duduk di ruang tamu. Sementara anak bu Wiwi masuk ke kamar, untuk memanggil ibunya.


Semenit kemudian, bu Wiwi pun datang dengan senyum yang tulus.


"Eh, nak Leon. Sahabat tuan Yejung kan ?"

__ADS_1


"ITUKAN IBU YANG PERNAH DATANG KE RUMAH SAKIT" pikir Leon


"Iya bu. Kedatangan saya kemari, untuk memberi bantuan kepada ibu. Coba ceritakan kepada saya, apa yang mesti saya bantu"


Ibu Wiwi pun menceritakan semuanya kepada Leon.


"Dan saat itu, tuan Yejung pun berjanji akan memberikan saya modal usaha, dan membayar uang kuliah anak saya" ucap bu Wiwi.


"OH JADI ITU MASALAHNYA, SEHINGGA KAMU SAMPAI SEGITUNYA MENYURUHKU"


"Dan disaat saya ingin meminta bantuan kepada tuan Yejung. Eh ternyata ia mengalami kecelakaan. Saya benar benar nggak tahu soal itu. Dan pada saat saya menjenguknya di rumah sakit, saya sangat syok melihat keadaannya. Setiap malam saya mendoakan tuan Yejung, agar dia cepat sembuh"


"Baiklah bu. Saya akan membantu ibu, anggap saja ini adalah rezeki ibu dan anak ibu. Ini uang untuk ibu, mudah mudahan ini bermanfaat untuk ibu"


"Ya ampun nak, terimahkasih banyak" ucapnya terharu dan menangis"


"Sama sama bu. Kalau begitu, saya pamit dulu"


SISA WAKTU 12 HARI, 4 JAM, 15 MENIT.


Sore harinya, Yejung mengantar Leon ke rumah sakit. Sampai disana, Ara pun segera menghampiri Leon dengan wajah cemas, sambil berdiri di hadapan Leon.


"Leon, bagaimana ini. Apa yang mesti gue lakukan. Yejung belum sadar juga, sementara ini sudah memasuki 4 hari. Apakah gue harus pasrah menikah dengan Woong ?" gue sama sekali tidak mencintainya. Tapi gue nggak mau juga melihat Yejung mati hari ini. Gue sangat sayang dengannya, gue mencintainya"


Yejung yang mendengar itu, reflex berdiri dan memeluk Ara. Ara sangat terkejut ketika melihat Young memeluknya. Tapi ia merasakan kenyamanan yang ia rasakan sewaktu bersama dengan Yejung. Ya tentunya, karena ruh Yejung ada di dalam diri Young.


Sementara Leon hanya terdiam melihat mereka.


10 detik kemudian, ia pun melepaskan pelukannya.


"Maaf, saya nggak sengaja" ucapnya salah tingkah.


Ara hanya mengangguk mendengar ucapan Yejung yang bertubuh Young.


15 menit kemudian, Zhun Zan dan Woong datang menghampiri Ara dan Leon.


"Bagaimana Ara, apa Yejung sudah terbangun" ucap Woong meledek Ara dan Leon.


"Ayah sudah mengira Woong, kalau Yejung tak akan pernah sadar. Sia sia saja mempertahankannya di rumah sakit ini. Mungkin ia juga akan menyusul ayah dan ibunya"


"Jaga ucapan anda paman" Ucap Yejung yang sangat geram mendengar ucapan pamannya.


"Kau siapa. Berani beraninya ikut campur dalam urusan kami" sahut Woong


Yejung terdiam mendengar pertanyaan Woong. Ia tak bisa mengatakan, kalau dirinya adalah Yejung.


"Ara, pernikahan kalian paman hitung 10 hari lagi. Paman akan mulai menyebarkan undangan, dan mempersiapkan acara pernikahan kalian.


Ayo Woong, kita pergi dari sini"


Ara dan Leon hanya terdiam melihat mereka pergi.

__ADS_1


"APA YANG HARUS AKU LAKUKAN. AKU NGGAK RELA JIKA WOONG HARUS MENIKAH DENGAN ARA" batin Yejung.


SISA WAKTU 11 HARI, 5 JAM 10 MENIT.


Ruh Yejung berada di rumah Young sambil duduk menyandarkan tubuhnya di tembok.


Young yang merasakan ada hal aneh yang terjadi pada dirinya, tampak sangat penasaran.


"APA YANG TERJADI PADA DIRIKU. MENGAPA SETIAP HARI, AKU SLALU MERASA LELAH DAN LETIH. GEROMBOLAN ASMET JUGA BAIK KEPADAKU. AKU MERASA HIDUPKU TANPA MALAM. DAN AKHIR AKHIR INI, HANA SERINGKALI BERBICARA SENDIRI. APA YANG TERJADI SEBENARNYA ?" batin Young.


Sesaat kemudian, Hana datang dengan wajah yang slalu ceria. Young pun melihat wajah kekasihnya itu sambil tersenyum.


"AKU HARUS TAHU SEBENARNYA"


Young pun segera bertindak, dan berpura pura untuk bergegas mandi. Sementara Hana memutuskan untuk duduk di pondasi jalan.


Disaat Hana sudah keluar, Young pun menguntitnya dan mendengar ucapan Hana dari belakang.


"Apa yang mesti gue lakukan Hana. Kalau gue nggak sadar juga, maka kekasihku Ara akan menikah dengan Woong. Dan paman akan mempersiapkan semua resepsi pernikahan itu" ucap ruh Yejung sedih.


Hana lalu mengelus elus pundak Yejung.


"Lo yang sabar Yejung. Semua pasti ada jalannya. Dan gue doain semoga kamu segera sadar dari komamu"


"YEJUNG, KOMA . APA YANG TERJADI. MENGAPA HANA BERBICARA SENDIRI ?" DAN BUKANKAH YEJUNG ADALAH KEKASIH ARA. GADIS YANG MENYELENGGARAKAN UNDIAN ITU" gumam Young.


"Hana. Kalau gue nggak berhasil menyelesaikan misiku, atau jika gue mati, gue mohon berikan buku catatan itu kepada Leon"


"Lo jangan berkata begitu, gue yakin lo pasti sembuh"


Karena rasa penasarannya, akhirnya Young menghampiri Hana. Hana tampak terkejut melihat kedatangan kekasihnya.


"Sayang, sudah cukup kau membohongi aku. Ayo cepat katakan, kau berbicara dengan siapa ?" Aku tadi mendengar kau menyebut nyebut nama Yejung. Bukankah Yejung itu adalah kekasih Nona Ara yang sedang mengalami koma di rumah sakit ?"


"Sayang, kamu pasti salah dengar ta-


"Sudah jangan membohongi aku lagi. Kau pasti tahu tentang apa yang terjadi pada diriku akhir akhir ini" ucap Young memotong pembicaraan Hana.


Tiba tiba, Cantik muncul dan berbisik di telinga Yejung.


"ITU TIDAK MASALAH. DIA YANG MAU,KAU JUGA TIDAK BERSALAH" ucap si Cantik lalu menghilang.


Yejung pun tersenyum mendengar itu "KATAKAN SAJA PADANYA" ucap ruh Yejung


Hana lalu mengangguk.


"Ba-iklah. Aku akan mengatakannya. Tapi kamu tenang dulu yah sayang"


Young lalu mengangguk mendengar ucapan kekasihnya.


BERSAMBUNG..🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2