KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
PERTUNANGAN YEJUNG DAN ARA


__ADS_3

Di sudut kamarnya, Yejung berbaring sambil mengamati langit-langit rumahnya. Sesaat kemudian, pelayannya datang dan membawa makanan pesanan Yejung.


"Permisi tuan, ini makanannya" ucap pelayan itu, yang kemudian berlalu pergi.


Yejung pun segera duduk dan memakan steak daging kesukaannya.


Tut..tut..tut.. Bunyi suara ponsel Yejung. Itu adalah panggilan vc dari kekasihnya Ara.


"Hai sayang" ucap Yejung sambil tersenyum.


"Kau sedang apa sayang" ucap Ara.


"Biasa. Lagi makan steak kesukaanku. Sayang, kalaw nanti kita menikah, kamu maukan buatin steak daging buatku"


"Mau sih. Tapi, aku nggak pandai membuatnya" ujar Ara dari dalam telfon.


"Tenang saja. Nanti biar pelayan disini yang ngajarin kamu, cara membuat steak"


"Baiklah. Btw ,berbicara tentang pernikahan, ada yang ingin aku sampaikan ke kamu" ucap Ara


"Apaan"


"Ayahku menyuruh kita untuk cepat cepat tunangan"


"Oh ya. Kapan ?" kata Yejung semangat


"besok lusa" jawab Ara singkat.


"Baiklah. Aku sangat senang dan tak sabar ingin memperistrimu"


"Sama, aku juga nggak sabar nih. Ingin bersamamu setiap saat" balas Ara.


"Sayang sudah dulu yah. Soalnya telefon yang satu ku, berbunyi" ucap Yejung.


"Kamu selingkuh yah" kata Ara sambil berpura pura memanyungkan bibirnya.


"Nggak. Di ponsel ku ini cuma untuk panggilan darurat" (sambil memperlihatkan ponselnya yang berbunyi itu).


"Aku cuma becanda kok yang. Aku juga percaya sama kamu. Bahwa kamu nggak akan melirik wanita lain selain diriku" kata Ara sambil tersenyum.


"Thangk you ya sayang. Ummma, good night"


"Ummma, good night too" balas Ara.


Selesai menelfon, Yejung segera mengangkat ponsel yang satunya lagi.


"Halo tuan Yejung. Tolong keluargaku. Segerombolan prampok telah masuk ke dalam rumahku. Aku sekarang bersembunyi di dalam lemari" ucap anak kecil itu, lalu mematikan ponselnya.


"YA AMPUNG, BAGAIMANA AKU BISA MENEMUKAN RUMAHNYA, KALAW DIA TIDAK MEMBERIKAN AKU ALAMATNYA" gumam Yejung.

__ADS_1


Sesaat kemudian, ia menemukan ide. Ia segera melacak ponsel anak kecil itu.


"UNTUNG LOKASINYA AKTIF" batin Yejung.


Ia pun segera bergegas kesana. Dengan cepat ia bisa menemukan rumah anak kecil itu. Ia segera masuk ke dalam rumah itu. Di lihatnya darah yang berceceran, dan pria paru baya yang sudah tergeletak tak berdaya.


"Jangan bunuh kami tuan" ucap ibu paru baya itu sambil memeluk anak perempuannya yang sama sama ketakutan.


"Cepat serahkan semua uang dan perhiasan kalian" gertak bos perampok.


"Hentikan semua ini" kata Yejung sambil berteriak.


"Kau siapa" kata salah satu dari 3 perampok itu.


"Habisi dia" ujar bos dari si perampok


Dua anak buahnya pun, menyerang Yejung menggunakan pisau tajam. Yejung dengan ketangkasannya menepis pisau itu, hingga pisaunya terjatuh. Kemudian ia menghajar dua perampok itu dengan bela dirinya. Dengan aliran dan perguruannya, ia membuat anak buah dari perampok tersebut pinsang.


Melihat anak buahnya yang kalah, ia segera melarikan diri.


Yejung membiarkan bos dari perampok itu kabur. Dan kemudian ia menelfon polisi.


Lalu, kedua ibu dan anaknya berlari memeluk ayah mereka yang telah tiada.


"Ayah.." kata mereka sambil menangis


Sementara Yejung, mencari anak kecil yang menelfonnya tadi. Setelah ia menemukan anak itu di dalam lemari, ia segera menggendongnya dan membawanya ke ruang tengah. Alangkah terkejutnya anak itu, ketika melihat ayahnya tergeletak sudah tak bernyawa.


"Ayah telah tiada nak" ucap ibunya lalu melihat ke arah Yejung.


"Tuan terimah kasih" kata ibu itu kepada Yejung


"Sama sama bu.


"Ibu.. siapa yang akan membayarkan uang kuliahku. Ayah telah tiada bu.." ucap putrinya sambil menangis.


Yejung Merasa kasihan melihat mereka. Untuk itu ia berniat membantu mereka.


"Saya yang akan membayarkan uang kuliahmu. Kamu tenang saja, semua pembayaran kuliahmu, saya yang tanggung. Dan saya akan memberikan modal kepada ibu, untuk berjualan. Ini kartu nama saya" ucap Yejung.


"Makasih tuan" ucap ibu dan anaknya bersamaan.


"Ya. Kalaw begitu saya permisi dulu. Sebentar lagi polisi akan datang membawa 2 perampok ini"


"Iya tuan. Sekali lagi makasih" kata ibu itu sambil membungkuk hormat.


DI RUMAH ARA


Hari ini adalah hari pesta pertunangan Yejung dan Ara. Pesta pertunangan mereka di gelar pada malam hari. Semua teman teman Yejung dan Ara, tampak hadir di pesta pertunangan mereka. Tak terkecuali paman dan sepupunya Yejung.

__ADS_1


"Mengapa ayah membiarkan pesta pertunangan ini berlangsung" ketus Woong


"Kamu tenang saja. Inikan cuma pesta pertunangan. Bukan pesta pernikahan" ujar ayahnya.


Acara pun berlangsung. Yejung dan Ara saling memasangkan cincing ke jari masing masing.


"Makasih yah sayang" ucap Ara ketika cincin di jari manisnya sudah melekat.


Yejung pun mencium kening Ara. Membuat semua tamu yang datang makin bapeer.


"Mereka berdua adalah pasangan yang paling romantis dan serasi" ucap salah satu teman Ara.


"Yah betul. Yang satu ganteng dan satunya lagi cantik" ujar teman yang dibisikin.


Sementara ada juga teman Ara yang merasa iri dengannya.


"Coba saja aku yang berdiri di samping Yejung. Mungkin hatiku tak berhenti berdetak kencang" pikir teman Ara itu.


Sesaat setelah pemasangan cincin selesai. Ayah Ara mengumumkan tanggal pernikahan mereka.


"Hadirin semua, saya sebagai Yeong Jing, Ayah dari Ara, akan mengumumkan tanggal pernikahan Yejung dan putriku. Pernikahan mereka akan di gelar 1 minggu lagi"


Semua yang mendengarnya tampak bertepuk tangan. Sedangkan Woong terlihat kesal.


"Bagaimana ini ayah. Pernikahan mereka tinggal seminggu lagi. Kalaw mereka menikah, kita tidak akan mendapat sepeser harta dari keluarga Ara" Ucap Woong sambil berbisik kepada ayahnya.


"Tenang nak. Saya akan mencoba membujuk Yeong jing. Dan jika ia tetap ingin menikahkan anaknya dengan Yejung. Maka ayah akan membunuh dia" Sahut ayahnya.


Setelah acara pesta selesai. Semua tamu pun pulang ke rumahnya masing masing.


"Sayang, aku permisi pulang dulu yah" ucap Yejung sambil mencium pipi Ara.


"Iya sayang. Kamu hati hati yah" kata Ara dengan memperlihatkan lesung pipinya.


DI HOTEL


Sesampainya Woong dan ayahnya di hotel, Woong lalu melepas jas nya dan merebahkan diri di kasur. Sedangkan ayahnya duduk di sofa, sambil menyandarkan tubuhnya.


Sesaat kemudian, Woong bangun dan berbicara kepada ayahnya.


"Ayah, bagaimana cara ayah ingin membunuh ayah Ara"


"Kamu tenang saja. Dan lihat permainan ayah" jawab ayahnya.


"Tapi bagaimana jika ayah ketahuan, dan ayah di laporkan ke kantor polisi" tanya Woong lagi.


"Ayah akan bermain rapi" sambil tersenyum licik.


DI RUMAH YEJUNG

__ADS_1


Yejung melepaskan jas nya dan hanya memakai Singlet di badannya. Terlihat sekali dadanya yang bidang, dan otot otot di lengannya. Ia lalu merebahkan dirinya dan tertidur di atas kasurnya.


BERSAMBUNG..🌹🌹🌹


__ADS_2