
SISA WAKTU 17 HARI, 7 JAM, 15 MENIT
Keesokan paginya, Leon berangkat ke desa Young, dan kembali berdiri di tempat yang agak jauh, dari rumah Young.
Sesaat kemudian, ia melihat Hana mengetuk ngetuk pintu rumah Young. Young pun segera membuka pintu rumahnya, dan mempersilahkan kekasihnya masuk.
"Aku disini saja sayang" ucap Hana sambil duduk di sebuah pendasi.
Young pun mengeluarkan motornya dari dalam rumah. Ruh Yejung pun ikut keluar rumah.
"Sayang, aku mandi dulu yah"
Hana hanya mengangguk, lalu Young kembali masuk ke dalam rumahnya.
"ITUKAN WANITA YANG NAIK KE ATAS PANGGUNG DULU BERSAMA DENGAN YOUNG. APA MUNGKIN IA KEKASIH YOUNG ? "pikir Leon.
"Yejung bagaimana ? apakah dalam 17 hari ini kau telah berhasil mengetahui segala sesuatu ?" kata Hana sambil berdiri.
"Masih ada lagi. Dan gue sangat bingung apa itu?"
"Lo tenang saja, kamu pasti bisa kok memecahkannya" katanya sambil memegang pundak Yejung yang berdiri di depannya.
Leon yang melihat Hana berbicara sendiri, sangat terkejut melihatnya.
"DENGAN SIAPA IA BERBICARA ? APAKAH IA BERBICARA DENGAN RUH YEJUNG ?"
"Hana, gue boleh nggak membawa motor kk Young, untuk pergi ke kota"
Hana tertawa mendengar ucapan Yejung.
"Nggak bisalah, lo kan ruh. Mana mungkin bisa memegang benda"
"Maksud gue, jika gue memakai tubuh kk Young"
"Hmmm, boleh kok"
"Terus bagaimana dengan gerombolan Asmet ?"
"Lancar. Setiap hari stor upah ke gue"
"Baguslah. Ya sudah, gue cabut dulu. By by.."
"By by too"
Ruh Yejung pun ke kota, tanpa melihat adanya Leon di desa Young.
Tak berapa lama, Young pun datang dan langsung mengantar Hana ke restaurant. Sedangkan Leon mengikuti mereka dari belakang.
Setelah mengantar Hana ke restaurant, kini Young berangkat ke pasar Daemun.
"OH JADI YOUNG BEKERJA DISINI ? gumam Leon.
Leon pun segera turun dari mobil, dan mengikuti Young.
"YOUNG MASUK KE DALAM KEDAI"
__ADS_1
Karena Leon juga merasa lapar, akhirnya ia masuk ke kedai itu juga. Sampai di dalam kedai, ia memesan nasi goreng lengkap dengan porsinya. Setelah itu, duduk di samping Young. Young yang melihatnya, merasa mengingat sesuatu.
"Anda, anda itu orang yang menyelenggarakan undian lotre itukan ?" tanya Young.
"YA AMPUN. TERNYATA..TERNYATA.." katanya terkejut dan kaget.
"Hei tuan, kok tuan ngelamun sih" ujar Young.
"Oh ya" ucap Leon.
Sesaat kemudian, seorang asisten kedai membawakan 2 piring nasgor dengan nampan di bawahnya.
"Young, ini nasgor pesananmu. Dan tuan, ini untuk tuan" kata asisten itu sembari meletakkan 2 piring nasgor ke atas meja.
Sejenak Leon melihat nasgor Young.
"Saya setiap hari memesan ini tuan. Yah, untuk mencukupi kebutuhan hidup. Walaupun porsinya nggak lengkap, ya nggak apa apa. Yang penting saya bisa makan. Itu lebih dari cukup. Mari kita makan tuan"
Leon lalu mengangguk. Keduanya pun makan bersama.
"Young, apa wanita yang bersamamu kemarin adalah kekasihmu ?"
"Iya tuan. Dia adalah satu satunya orang yang ku punya di dunia ini"
"Terus pekerjaan kamu apa disini ?"
"Saya bekerja menjadi kuli angkat di pasar" jawabnya.
"Young, saya mau tanya ke kamu. Boleh tidak ?"
"Mengapa kau tertawa ?"
"Tuan kan dari tadi bertanya kepada saya" ucap Young tertawa
Sejenak Leon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Young, apa akhir akhir ini kamu merasakan hal yang berbeda ?" tanya Leon.
"Ya. Akhir akhir ini, saya seperti tak merasakan adanya malam hari. Mungkin saya terlalu kecapean tuan, hingga saya tertidur lelap. Hingga saya terbangun, eh ternyata sudah pagi"
"INI SEMUA KARENA YEJUNG. AKU TAHU SEKARANG. YEJUNG MEMINJAM TUBUH YOUNG, UNTUK BEKERJA PADA MALAM HARINYA" gumam Leon di dalam hatinya.
Beberapa menit kemudian, nasgor mereka pun sudah habis.
"Young, saya pergi dulu yah. Kapan kapan kita bertemu. Saya ingin mengajakmu makan di restaurant, bila ada waktu"
"Ya tuan. Terimah kasih"
"Sama sama"
Leon pun pulang ke kota dan langsung menuju ke rumahnya.
"AKU SANGAT NGANTUK" ucap Leon merebahkan dirinya di kasur dan tidur dengan terlelap.
Sesaat kemudian ponsel Leon berdering. Leon yang masih mengantuk, tidak memperdulikan ponselnya berbunyi.
__ADS_1
Namun tak kalah, ponsel itu slalu saja berbunyi, dan berhasil membuat Leon kesal. Ia pun segera mengangkat ponselnya itu.
"Ya, ada apa ?" ucap Leon dengan wajah yang masih mengantuk
"Halo pak, setengah jam lagi ada meeting di kantor"
Mata Leon terbelalak mendengar ucapan itu.Ia segera menutup ponselnya, dan bergegas mandi.
"AKU SAMPAI LUPA, BAHWA HARI INI ADA MEETING DI KANTOR. TAPI NGGAK APA APA, KARENA SEKARANG AKU SUDAH TAHU, BAHWA RUH YEJUNG MASUK KE DALAM TUBUH YOUNG, UNTUK HIDUP " gumamnya.
WOONG
Woong duduk di ruangan kerjanya, sambil memikirkan pemandangan yang tidak jadi ia lihat. Sementara joniornya masih meronta ronta, bahkan tadi malam ia susah tidur karena joniornya slalu membangunkannya.
Karena nggak tahan, akhirnya ia meminta Izin kepada bosnya, dengan berpura pura sakit. Dan alhasil, usahanya pun berhasil.
Ia pun segera ke kost kosan Linda. Sampai disana, ia mengetuk ngetuk pintu rumah Linda.
Saat Linda membuka pintu rumahnya, ia sangat terkejut melihat Woong tengah berdiri di depannya.
"Woong" ucapnya.
tanpa pikir panjang, Woong segera masuk dan menutup serta mengkunci pintu rumah Linda.
Ia pun mendorong tubuh Linda ke atas kasur.
"Apa yang ingin kau lakukan Woong ?"
"Saya ingin bermain cinta denganmu sayang. Kau tahu, dari semalam joniorku meronta ronta, gara gara kamu" ucap Woong sambil membuka jas bajunya.
"Itu salah kamu sendiri. Kan kamu yang mematikan panggilan itu"
"Iya aku tahu"
Woong pun segera naik ke atas kasur, dan perlahan lahan melumati bibir seksi Linda.
"Woong, bentar lagi aku akan ke hotel untuk bekerja. Jangan sampai penampilanku berantakan, hanya karena nafsumu itu" ujar Linda.
"Cuma sebentar kok sayang" ucap Woong.
"Kalau kamu ingin setiap hari, maka nikahilah aku secepatnya" ucap Linda membuat Woong berhenti melakukannya, dan segera duduk di kursi
"Jangan harap kamu. Aku itu sudah punya kekasih"
"Terus untuk apa kau melakukan itu padaku ?"
"Linda, aku melakukan itu hanya ingin saja. Lagian kau nggak rugi melakukan itu denganku. Aku kan slalu memberikan kamu uang"
"Apaa ? ,lalu kenapa kamu slalu memanggilku sayang ?"
"Itu biasa Linda. Itu hanyalah kata kata manis yang di keluarkan oleh mulut seorang lelaki, dalam merayu cewek. Apa kau sangka aku akan menikahimu ?, cuuehh (sambil membuang ludahnya) kau tidak ada apa apanya di banding kekasihku Aery"
"Dasar lelaki brengsek. Keluar kau dari rumahku",? ucap Linda marah mendengar ucapan Woong.
"Mengapa ? Apa kau marah. Kau nggak usah marah sampai segitunya. Kamu itu sama saja dengan cewek cewek yang ada di luar sana. Mata duitan" ucap Woong berbisik, membuat Linda semakin kesal.
__ADS_1
BERSAMBUNG..🌹🌹