KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
YEJUNG MENYUDUTKAN LEON.


__ADS_3

Yejung dan Hana masih di kedai sambil mengobrol bersama.


"Jadi Yejung, apa yang harus gue lakukan untuk membantumu" ucap Hana.


"Kita nggak usah bicara disini, kita bicara di jalan saja"


"Baiklah"


Kemudian, mereka pun keluar dari kedai itu.


"Begini Hana, kau hanya perlu membantu gue, jika nantinya Gue sudah sadar dari koma. Lo harus datang ke gue, dan mengatakan apa yang terjadi selama gue koma"


"Bagaimana caranya"


"Gue telah menulis semua nama yang bersifat baik di hadapanku. Orang orang licik dan jahat. Nanti malam kita bertemu saja, gue harus ke kota sekarang, untuk bekerja"


"Baiklah" ucap Hana.


Yejung pun segera pergi.


Sampai di kantornya, ia segera menemui Leon.


"Maaf tuan, saya telat"


"Kamu itu bagaimana sih. Saya sudah berbuat baik kepadamu, dengan mengizinkan kamu bekerja paruh waktu. Tapi mengapa kau tidak disiplin begini. Saya itu nggak suka orang yang tidak disiplin" ujar Leon.


"Maaf tuan, maafkan saya"


Tett..tett..tett..


Bunyi panggilan masuk. Leon segera mengambil ponsel di sakunya.


"ITUKAN PONSEL TANDA DARURATKU" kata Yejung di dalam hatinya.


"Halo pak, ada apa" ucap Leon


"Begini tuan, di sebuah bank Sentral, terjadi perampokan. Saya harap, tuan bisa menolong mereka" Ucap seseorang dari dalam telefon.


"ADUH BAGAIMANA INI. MANA MUNGKIN AKU BISA MELAWAN GEROMBOLAN ITU. AKU KAN NGGAK BISA MELAKUKAN ITU SENDIRIAN" gumam Leon bingun.


"Saya bisa menemani tuan" ucap Yejung.


"Apa ? menemani. Saya nggak butuh orang yang menemani saya. Yang saya butuhkan adalah orang yang mampu menemani saya, melawan gerombolan perampok itu"


"Saya bisa kok tuan"


"Apa keahlianmu hingga kau menawarkan dirimu"


"Saya bisa beladiri, taekondo dan karate tuan"


Leon tampak berfikir


"Percayalah kepada saya tuan" lanjut Yejung


"Baiklah, lebih baik kita segera kesana"


Sampai di dalam mobil, Yejung segera menyuruh Leon untuk memakai sabuk pengamannya. Setelah itu, ia pun melajukan mobil dengan sangat cepat. Membuat Leon sangat terkejut.

__ADS_1


Sesaat Leon mengingat cara Yejung melajukan mobilnya, persis dengan yang di lakukan oleh supir yang ada di depannya itu.


Sampai di bank Sentral, Yejung segera turun, dan masuk ke dalam.


"Hei, hentikan ini semua" teriak Yejung dengan lantang.


Sejenak Leon berfikir,


"KOK, AKU SEPERTI BERSAMA DENGAN YEJUNG YAH"


Para perampok itu pun segera menghampiri Yejung dan Leon, dan menyerangnnya.


Dengan ketangkasan yang Yejung miliki. Ia segera menendang ketiga perampok itu, hingga tersungkur di lantai.


Leon yang belum melawan, sangat terkejut melihat aksi supirnya.


Namun perampok itu pun belum jera, mereka kembali melawan Yejung dan Leon.


Leon yang melawan satu perampok, tak kuasa menahan sakit, saat perampok itu mengiris lengan leon, sampai berdarah. Yejung yang melihat itu, segera menghajar perampok itu, hingga membuat perampok itu babak belur. Alhasil, ketiga perampok itupun segera melarikan diri, dan tidak membawa uang sepeser pun.


Yejung yang melihat Leon terluka, segera merobek bajunya dan membalut luka Leon, agar darahnya berhenti.


"Tuan, terimah kasih banyak atas pertolongan tuan" ucap kepala bank sentral.


"Sama sama pak. Kalau begitu, kami pamit dulu. Saya harus membawa teman saya ke rumah sakit.


Sesaat, Leon melihat Yejung, saat mendengar ucapannnya. Yejung yang kecoplosan, segera mengulang pembicaraannya.


"Maksud saya, saya harus membawa tuan saya ke rumah sakit" Ucapnya dengan cepat.


Sampai di rumah sakit, Leon pun di bawa ke IGD dan langsung di tangani oleh dokter.


"Ini irisan pisaunya sangatlah dalam. Saya akan menjahit lengan tuan Leon, agar darahnya terhenti" ucap Dokter itu.


"Lakukan segera dokter" ucap Yejung khawatir


Setelah 15 menit, luka Leon pun sudah di jahit oleh tim medis.


"Tuan, anda nggak apa apa kan" ucap Yejung kepada Leon.


"Nggak kok. Makasih ya"


Yejung pun segera membantu Leon untuk berdiri.


"Young, lebih baik kau mengantar saya ke rumah. Saya ingin beristirahat di rumah saja"


"Baiklah tuan"


Yejung pun segera membawa Leon ke rumahnya. Sampai di dalam kamarnya, ia segera membaringkan Leon di kasurnya.


"Tuan, apa tuan mau minum. Biar saya ambilin"


"Tidak usah" ucap Leon.


Sesaat, Yejung melihat fhoto dirinya bersama Leon, terpajang di dinding. Ia pun segera mendekati fhoto itu.


"Tuan, seberapa dekat sih tuan dengan tuan Yejung"

__ADS_1


"Sangat dekat. Tapi kami kadang seperti tom dan Jerry. Dikit dikit marahan, dikit dikit baikan"


"Saya ingat dulu, waktu saya dan kekasihnya memprank dia. Dia sangat marah kepadaku dan kecewa kepada Ara. Karena dia kira, kami itu selingkuh di belakangnya. Padahal, kami hanya berpura pura untuk menyambut ulang tahunnya"


"Saya sangat senang melihat espresi kecewanya saat itu" ucapnya sambil tertawa.


"OH. JADI KAMU SENANG MELIHAT ESPRESIKU"


"Berarti, tuan Yejung benar benar mencintai kekasihnya"


"Ya. Tapi, nasibnya begitu malan. Ia mengalami kecelakaan satu hari sebelum pernikahannya. Saya juga sangat sedih melihat Ara, yang kerjanya cuma melamun setiap harinya"


"Kalau begitu, cobalah tuan menghiburnya. Jangan tuan biarkan ia berlarut larut dalam kesedihannya"


"Saya juga ingin melakukan itu, tetapi Ara slalu saja menolaknya. Ia lebih memilih menemani kekasihnya di rumah sakit"


"Saya sangat bersyukur, karena sahabatku punya seorang kekasih yang sangat setia kepadanya"


"SETIA. TAPI MENGAPA WOONG MEMANGGILNYA SAYANG. COBALAH CARI TAHU MASALAH ITU LEON"


"Mengapa kamu bengong"


"Maaf tuan, saya cuma berfikir kalau sahabat tuan bisa mendapat gadis setia. Tapi, tuan sama sekali tidak mempunyai pacar" ucap Yejung.


"Dari mana kau tahu, kalau saya belum mempunyai pacar"


"Tuan setiap hari cuma berada di kantor, sepulang dari kantor, tuan hanya ke rumah sakit atau pulang ke rumah. Itu artinya, tuan tidak mempunyai kekasih, Iyakan" kata Yejung menyudutkan Leon.


"Kamu itu sangat sotoy"


"Oh, berarti tuan sudah punya kekasih ?"


"I-ya"


"BICARAMU SAJA TERGAGAP, PASTI KAMU GENGSI KAN SAMA KK INI. PAKE NGAKU NGAKU SEGALA LAGI, KALAU SUDAH PUNYA PACAR"


"Kalau gitu, saya boleh nggak melihat kekasih tuan"


"Keka-sih saya ada di Amrik, saya akan memperkenalkanmu jika ia sudah balik ke sini"


"AMRIK DARI HONGKONG"


"Kapan kekasih tuan itu balik"


"Kamu itu kepo juga ya, orangnya. Lebih baik kamu pulang sekarang. Saya mau beristirahat dulu.


"Maaf tuan. Selamat malam"


Yejung pun segera keluar dari kamar, dan bergegas ke restaurant, untuk makan malam.


Di dalam kamar, Leon mengingat aksi Yejung saat melawan perampok tadi.


"MENGAPA YA, AKU MERASA BAHWA TADI AKU SEDANG BERSAMA DENGAN YEJUNG" pikir Leon.


"AH SUDAHLAH. MANA MUNGKIN DIA YEJUNG. YEJUNG TETAPLAH YEJUNG, DAN YOUNG TETAPLAH YOUNG, SUPIRKU"


BERSAMBUNG..🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2