
Setelah Hana pergi, Yejung melihat seluruh isi rumah Young. Ia juga membuka lemari pakaian Young.
"Semua bajunya tampak lusuh" gumamnya
Lalu, ia melihat dirinya di dalam cermin.
"Apakah ini beneran aku" ucapnya sambil tersenyum.
"Ah, aku sebaiknya mandi, lalu bergegas ke rumah sakit"
Yejung pun mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. Sampai disana, ia melihat peralatan mandi.
"Kk ini cuma punya sabun mandi dan sikat gigi saja. Sementara di kamar mandiku, semuanya lengkap disana. Kk ini benar benar sangat sederhana"
Selepas mandi, ia segera berpakaian, dan kembali melihat dirinya di dalam cermin.
"Semua pakaian yang ku pakai tampak lusu" katanya sambil memandangi pakaiannya.
Setelah itu, ia kemudian keluar dan mencari bis untuk ke rumah sakit.
Sampai di rumah sakit, ia kemudian menuju ke ruangannya. Sampai disana, ia hanya bisa berdiri dan melihat melalui cermin pintu.
Di lihatnya Ara yang sedang tertidur di samping ranjangnnya.
"Hei, apa yang kau lakukan disini" ucap Woong yang tiba tiba datang.
Melihat sepupunya Woong, ia tampak tersenyum.
"Maaf, saya cuma ingin melihat keadaan tuan Yejung" ucapnya.
"Kau siapa" tanyanya lagi.
"Saya orang yang pernah di tolong, oleh tuan Yejung"
"Lalu apa kau datang karena ingin membalas budi kepada Yejung. Dan dengan cara apa, hingga kau bisa membangunkan dia dari komanya" ucap Woong setengah berteriak, membuat Ara terbangun, dan menghampiri mereka.
Melihat kekasihnya Ara, Yejung pun tersenyum.
"Selamat malam nona Ara" ucap Yejung sambil menunduk hormat
"Selamat malam. Ada apa ini, kenapa kalian membuat ribut disini" ucap Ara.
"Begini sayang, aku melihat orang asing ini sedang berdiri di depan pintu. Jadi, aku menghampirinya dan menegurnya" ucap Woong.
Yejung sangat terkejut, Mendengar ucapan Woong yang memanggil Ara dengan sebutan sayang.
"SAYANG, APA MAKSUD WOONG MEMANGGILMU DENGAN SEBUTAN SAYANG. APA KAMU SELINGKUH DI BELAKANGKU" gumamnya di dalam hati.
"Maaf nona, saya hanya ingin melihat keadaan tuan Yejung saja. Kalaw begitu, saya permisi dulu" ucapnya lalu bergegas pergi.
__ADS_1
Sementara Woong dam Ara, segera masuk ke ruangan Yejung.
"Woong, apa maksudmu memanggilku dengan sebutan sayang. Bukankah dalam surat wasiat Yejung, tertulis bahwa kau akan menggantikan Yejung sebagai suamiku, setelah Yejung meninggal" Ucap Ara kesal.
"Maafkan aku. Itu karena aku sangat mencintaimu. Tapi, aku mencoba menahan perasaanku demi sepupuku. Asalkan kau dan dia bahagia" ucapnya berpura pura sedih.
FLASHBACK
Malam harinya, Woong dan ayahnya datang dan memberikan surat wasiat itu kepada Ara. Sebenarnya, Yejung belum pernah membuat surat wasiat. Justru Woong dan ayahnyalah yang membuat surat wasiat itu secara boongan.
Ara segera mengambil surat wasiat itu, dan membacanya.
"Sayang, jika suatu saat aku mati, tolong jadikanlah Woong sebagai penggantiku. Ia adalah spupuku yang paling baik"
Dari Yejung Kekasihmu😙
Demikianlah surat wasiat dari Yejung.
"Nggak. Aku nggak percaya. Yejung pernah bilang ke aku, bahwa kita akan hidup bersama slamanya. Jadi, mana mungkin ia menulis surat wasiat seperti ini" ucap Ara setelah membaca surat itu.
"Aku juga nggak tahu Ara, mengapa Yejung bisa menulis surat wasiat seperti itu. Asisten Yejung yang menemukan surat wasiat itu, di dalam sarung bantalnya, ketika ia mau mencucinya. Lalu, ia memberikannya kepadaku. Kalau kamu nggak percaya, silahkan kamu menelfon dia"
"Halo, apa benar kamu menemukan surat di sarung bantal Yejung"
"Iya nona. Sepertinya itu adalah surat wasiat"
Mendengar hal tersebut, ia pun mematikan ponselnya.
"Benarkan. Aku itu nggak berbohong Ara" ucap Woong tersenyum licik.
"Jika benar Yejung yang membuat surat wasiat itu, maka aku akan mengikuti permintaan terakhirnya" ucapnya sambil meneteskan air matanya.
"UNTUNG AKU BERHASIL MASUK SECARA DIAM DIAM KE KAMAR YEJUNG. JADINYA, AKU BISA MENYIMPANG SURAT WASIAT PALSU ITU, KE DALAM SARUNG BANTAL" kata Woong di dalam hati.
DI TAMAN RUMAH SAKIT
Yejung duduk di bangku taman rumah sakit, sambil mencerna ucapan Woong tadi.
"APA YANG SEBENARNYA TERJADI, MENGAPA IA MEMANGGIL KEKASIHKU DENGAN SEBUTAN SAYANG" ucapnya sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"POKOKNYA, AKU HARUS MENCARI TAHU, ARTI DARI INI SEMUA. TAPI YANG LEBIH PENTING SEKARANG, AKU HARUS MENCARI PEKERJAAN. TAPI, DIMANA AKU HARUS MENCARI PEKERJAAN" ucapnya bingung.
Sesaat kemudian, ia menemukan ide.
"HAA, LEON. AKU HARUS MENEMUI DIA" katanya lalu bergegas ke rumah Leon.
__ADS_1
Sampai di depan pintu rumah Leon, ia memencet tombol bunyi yang ada disana.
"Siapa" ucap pelayan Leon
"Saya Young, ingin bertemu dengan tuan anda"
"Baiklah. Silahkan masuk"
Yejung segera masuk ke dalam rumah Leon, dan duduk di kursi sebagai mana gayanya seperti biasa.
Ketika Leong datang, ia terkejut melihat orang asing yang sedang duduk, dengan gaya seperti Yejung. Yah, duduk dengan kaki di silangkan sambil menggoyangkan jari telunjuknya di atas paha. Sekejab, ia mengingat gaya duduk Yejung.
Setelah itu, ia lalu menghampiri Yejung, yang bertubuh Young.
"Selamat malam, apa keperluan anda datang malam malam kemari" ucap Leon mengagetkan Yejung.
Yejung pun segera berdiri, dan memberi hormat kepada Leon
"Maaf, saya kesini untuk mencari pekerjaan. Apakah anda mempunyai lowongan pekerjaan buat saya"
"Maaf. Saya tidak membutuhkan pekerja. Mungkin anda salah alamat" ucap Leon sambil memakan kue yang ada di atas meja.
"INI ANAK KEBIASAAN BANGET SIH, MAKAN SAMBIL BERBICARA" ketus Yejung di dalam hatinya.
"Tuan. Tolong terimahlah saya. Saya hanya sementara kok bekerja disini. Gajinya sedikit juga nggak apa apa. Yang penting saya bisa makan" ujar Yejung memohon.
"Baiklah. Apakah kau pintar menyetir" tanya Leon.
"Pintar tuan. Tapi, saya hanya akan bekerja pada sore hari dan malam hari"
"Loh, kenapa bisa begitu. Saya kan ke kantor pada pagi hari. Sia sia kan kamu menjadi supirku, jika kau hanya ingin bekerja pada sore dan malam hari" ujar Leon.
"Maafkan saya tuan, saya bisa menjadi supir tuan, sehabis pulang dari kantor. Dan pulang dari kantor, saya akan mencuci mobil tuan setiap harinya. Tolong bantu saya tuan. Seandainya tuan Yejung tidak kenapa napa, saya pasti akan meminta bantuan kepadanya. Tapi dalam kondisi seperti itu, saya hanya bisa meminta bantuan kepada tuan. Karena tuan adalah sahabat terbaik tuan Yejung"
"Baiklah"
"AKU TAHU LEON, KAMU ITU ORANGNYA NGGAK TEGAAN"
"Terimahkasih Tuan. Trimahkasih" ucap Yejung sambil tersenyum.
"Ya. lebih baik kamu pulang sekarang"
"Iya tuan. Tapi, apakah saya boleh mencoba kue tuan"
"Silahkan"
Yejung segera mengambil kue itu dan memakannya dengan sedikit sedikit. Leon pun heran melihat tingkah makan dia, sama seperti Yejung sahabatnya.
BERSAMBUNG..🌹🌹
__ADS_1