
"Tuan. Kok tuan melihat saya sampai segitunya. Tuan naksir yah dengan saya" ucap Yejung meledek Leon.
"Hei, kamu jangan ngaco yah. Saya cuma bising mendengar siulan kamu. Lain kali, berhenti bersiul. Telinga saya sakit mendengarnya" ucap Leon ketus.
"Baik tuan"
Sesampainya di rumah Leon, Leon segera masuk ke dalam, sambil membawa selimut itu. Lalu, 10 menit kemudian, ia kembali datang dan menyuruh Yejung mengantarnya ke rumah sakit.
"LEON, KAMU SUNGGUH SAHABAT TERBAIKKU" gumanya terkesima
"Hei, kenapa melongo. Ayo segera antar saya ke rumah sakit"
"Baik tuan"
Sesampainya di rumah sakit, Yejung lalu mengikuti Leon dari belakang.
"Young, kamu nggak usah ikutin saya, sampai ke dalam. Lebih baik, kamu menunggu saya di mobil saja. Atau kalau perlu, kamu pergi makan sana. Ini uangnya (sambil memberikan uang kepada Yejung)
"LEON MENGERTI BANGET, KALAU SEKARANG AKU SEDANG LAPAR"
"Baik tuan. Makasih banyak"
Yejung pun berbalik, dan segera ke restaurant depan.
Sementara Leon bergegas ke ruangan Yejung.
Sampai disana, langkah kakinya terhenti ketika mendengar percakapan paman Zhun Zan dan Woong. Ia pun tidak jadi, membuka pintu ruangan, dan memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka.
"Kenapa kamu belum mengambil sertifikat rumah Yejung. Kita harus segera menguasai hartanya dia"
"APAA, MEREKA INGIN MENGUASAI HARTA YEJUNG" gumam Leon terkejut.
"Maaf ayah. Aku sangat sibuk tadi. Nanti deh, habis dari sini, aku akan langsung ke rumah Yejung" ucap Woong.
"NGGAK.AKU NGGAK BOLEH MEMBIARKAN INI TERJADI. AKU HARUS MENYELAMATKAN HARTA SAHABATKU" gumamnya, lalu bergegas pergi.
Sampai di halaman rumah sakit, Leon tidak menemui Young.
"KEMANA SIH, PERGINYA DIA" ucap Leon
"AH, LEBIH BAIK GUE TINGGALIN DIA SAJA. TAPI, BAGAIMANA JIKA PINTU MOBILNYA TERKUNCI YAH. COBA AJA DULU" pikirnya.
Tekk..pintu mobilnya pun terbuka. Dan kunci mobil juga melekat disana.
"INI YOUNG SANGAT CEROBOH, BAGAI MANA JIKA ADA MALING MASUK DAN MEMBAWA PERGI MOBILKU" Gumamnya lalu masuk ke dalam mobil, dan melajukannya dengan kecepatan cepat.
Sementara Yejung, masih asyik makan di Restaurant itu. Selesai makan, ia pun bergegas ke halaman rumah sakit. Alangkah terkejutnya ia, ketika melihat mobil Leon sudah tidak ada.
__ADS_1
"YA AMPUN, MOBIL LEON KEMANA. JANGAN SAMPAI ADA MALING YANG MEMBAWANYA KABUR. LAGIAN AKU KENAPA BISA SECEROBOH INI SIH. BAGAIMANA KALAU LEON TAHU. PASTI AKU SUDAH DI MARAHIN HABIS HABISAN DAN DI PECAT.
"ATAU APA MUNGKIN IA YANG MEMBAWA MOBILNYA.cLEBIH BAIK AKU MEMERIKSA LEON KE DALAM. SIAPA TAHU, IA YANG BENAR BENAR MEMBAWA MOBILNYA" gumamnya.
Saat ingin melangkah, tiba tiba ponselnya berbunyi. Ia segera mengangkat telefon dari Leon.
"Halo Young, sekarang aku sedang di jalan. Lebih baik kamu pulang"
"Apa tuan memecat saya"
"Tidak. Besok kamu boleh datang lagi. Dan ingat, lain kali jangan melakukan kesalahan lagi"
"Baik tuan. Maafkan saya. Terimahkasih" ucap Yejung.
Leon pun menutup panggilan tersebut.
"MENDING, AKU PULANG SEKARANG. KK INI MUNGKIN SANGAT KECAPEAN"
RUMAH YEJUNG
Sesampainya di rumah Yejung, Leon lalu masuk ke rumah Yejung. Di dalam rumah, ia bertemu dengan bibi Ina.
"Eh nak Leon, ada perlu apa nak" ucap bibi Ina dengan ramah.
"Gini bi, saya harus mengambil flasdisk saya di dalam kamar Yejung. Soalnya, sebelum kecelakaan ia pernah meminjamnya. Nah, hari ini saya ingin memakai flashdisk itu. Soalnya, disitu ada file file penting" ucap Leon berbohong.
Leon pun menuju ke kamar Young. Sampai disana, ia segera mencari sertifikat rumah itu. Di laci, di bawa kasur, hingga di dalam lemari.
"ADUH YEJUNG, LO TARO SERTIFIKATNYA DI MANA SIH. KAN AKU JADI PUSING MENCARINYA"
Sudah 10 menit ia mencarinya, namun tidak menemukannya juga.
"Nak, Apa kamu sudah menemukan flashdisk kamu" ucap bi Ina mengagetkan Leon.
"Oh, sudah bi. Ini (sambil menunjukkan flasdisknya) saya tadi mencarinya kesana kemari. Tak tahunya, flasdisk ini ada di tas kerja Yejung. Ya sudah bi, saya pulang dulu yah. Kalau ada yang datang kemari, termasuk Woong, bibi jangan bilang yah. Kalau saya barusan kemari. Bibi bilang saja, tidak ada siapa siapa"
"Emangnya kenapa nak" katanya heran
"Nanti bibi juga tahu kok. Yang penting bibi percaya dengan saya"
"Baiklah"
"Eits, jangan lupa. Tanya semua orang yang ada disini juga. Termasuk dengan pak Shin"
"Baik nak. Bibi akan sampaikan ke mereka"
"Makasih ya bi. Kalau begitu, saya permisi dulu"
__ADS_1
RUMAH YOUNG.
Sesampainya Yejung di rumah Young, ia lalu melihat jam ponselnya.
"YA AMPUN INI BARU JAM SETENGAH 9. APA YANG MESTI AKU LAKUKAN SEKARANG"
"Pakailah otakmu untuk berfikir" ucap Si cantik yang tiba tiba datang.
"Kebetulan kamu datang cantik. Aku lagi pusing nih. Aku tahu sekarang sifat paman dan spupuku, sifat satpam dan sekretarisku. Ternyata mereka hanya pura pura baik kepadaku. Tapi, bagaimana jika nantinya aku sadar. Aku pasti akan melupakan semua itu"
"Aku kan sudah bilang, gunakan 1 orang untuk membantumu. Tapi, hanya orang yang bisa melihat ruhmulah, yang bisa membantumu. Kalau kau berada di tubuh Young, maka orang itu tidak dapat melihatmu. Tapi jika kau keluar dari tubuhnya, orang itu dapat melihatmu. Ingat, gunakan otakmu untuk berfikir"
CLENGG. Gadis pengatur jadwal pun menghilang.
"GUNAKAN OTAKMU UNTUK BERFIKIR"
Sesaat kemudian, Yejung menemukan ide. Ia segera mencari buku dan polpen. Namun tidak menemukan apa yang ia cari.
"KK INI SAMA SEKALI TIDAK MEMPUNYAI ALAT TULIS" gumamnya.
Ia pun bergegas keluar, dan membeli alat tulis. Setelah membeli, ia pun pulang ke rumah.
Sampai di rumah, ia pun menulis dalam buku tersebut tentang dirinya yang koma. Dia juga menulis nama nama orang yang bermuka baik di sekelilingnya.
"SELESAI. AKU HARUS SIMPANG DIMANA YAH, BUKU INI" katanya sambil mencari tempat yang tidak di ketahui oleh Young.
Setelah ia menemukan tempat itu, ia pun membaringkan tubuh Young,di kasurnya.
RUMAH YEJUNG
Sebuah mobil Mercedes Bandz parkir di halaman rumah Yejung. Ya, itu adalah mobil milik Woong. Woong pun segera masuk dan menemui bibi Ina disana.
"Permisi bi"
"Ya, ada apa tuan Woong datang kemari" tanya bi Ina
"Kemarin saat saya mengantar pakaian kotor Yejung, ada barang saya yang ketinggalan. Saya harus mengambil barang saya, di kamar Yejung"
"Baiklah, silahkan"
Woong pun segera naik dan masuk ke dalam kamar Yejung. Ia pun mulai mencari, sertifikat rumah Yejung.
Sementara bi Ina, menguntitnya secara diam diam.
"MEREKA SEMUA CARI APA SIH, DI KAMAR TUAN YEJUNG" pikirnya
Bi Ina pun memperhatikan Woong di balik pintu.
__ADS_1
BERSAMBUNG..🌹🌹