
Yejung dan Ara kini berduaan di atas mobil.
"Sa-. (Sejenak ucapan Yejung terhenti, saat akan memanggil Ara dengan sebutan sayang) Nona, jalanan di depan sangat macet, lebih baik kita melalui jalan yang lain saja" Ucap Yejung.
"Terserah kamu saja" jawab Ara.
Yejung pun segera memutar balikkan mobil, dan berjalan melewati jalan yang lain.
Di tengah jalan saat lampu merah, seorang anak kecil datang dan menghampiri Yejung.
"Kak, korangnya kak. Harganya cuma 2 ribu saja" ucapnya, sambil mengulurkan koran tersebut.
Yejung yang melihat koran tersebut, nggak sengaja membaca judul berita dalam koran.
"Ini dik, uangnya" (katanya sambil memberikan uang 20 ribu)
"Tapi ini kebanyakan kak"
"Nggak apa apa, ini adalah rezeki untukmu"
Sejenak, Ara mengingat ucapan Yejung yang sama persis dengan Young.
Setelah itu, Yejung pun segera melajukan mobil, saat lampu merahnya sudah bergeser menjadi lampu hijau.
Ara pun memperhatikan cara Yejung menyetir mobil.
"LEON BENAR, YOUNG SAMA PERSIS DENGAN YEJUNG" batinnya.
Di tengah jalan, Ara melihat taman danau yang dulu pernah ia datangi bersama Yejung. Ia pun sejenak mengingat perkataan kekasihnya dulu, bahwa ia akan slalu berada di sampingnnya.
Yejung yang melihat taman itu, juga mengingat kenangannya bersama dengan Ara. Lalu tiba tiba, ia menghentikan mobil.
"Nona, apa nona mau kesana ?" (katanya sambil menunjuk taman danau tersebut)
Sebenarnya batin Ara mau kesana, namun ia teringat dengan kata kata kekasihnya lagi.
"Nggak, saya nggak mau kesana"
"Mengapa nona ?"
"Kalau saya kesana, saya pasti akan teringat dengan kekasih saya dan ucapannya itu. Dia berkata bahwa "jika kita datang pada malam hari, pasti kita akan mengingat kenangan bersama seseorang yang kita bawa kemari" gitu katanya.
"Dan saya belum kesana, tapi saya sudah mengingatnya disini" ucapnya sedih.
"Tapi orang bilang, jika kita lagi sedih maka kesedihan kita akan menghilang, dengan melihat cahaya bulan yang redup, di atas danau itu. Dan jika nona berkenang kesana, maka saya akan menemani nona"
"Baiklah"
Mereka pun kemudian turun dari mobil lalu bergegas kesana. Sampai disana, Ara lalu duduk di sebuah bangku yang dulu pernah ia duduki bersama Yejung.
"Nona tunggulah sebentar, saya akan membeli manisan itu"
__ADS_1
Ara hanya mengangguk sambil tersenyum.
3 menit kemudian, Yejung pun datang dan membawa 1 manisan.
"Ini untuk nona" ucap Yejung sambil memberikan manisan itu kepada Ara.
"Makasih. Tapi dimana manisan untukmu ?"
"Saya nggak suka manisan nona. Cukup untuk melihat nona saja, saya sudah merasakan manisnya manisan itu"
Lagi lagi, Ara mengingat perkataan Yejung, yang sama persis dengan ucapan lelaki yang ada di depannya ini.
Setelah beberapa menit kemudian, Ara pun memutuskan untuk pulang. Sampai di rumahnya, ia pun berterimah kasih kepada Yejung.
"Young makasih ya, kamu telah menemani saya malam ini. Dan saya seperti merasa, bahwa Yejung ada disampingku" ucap Ara.
"AKU MEMANG YEJUNG SAYANG, KEKASIHMU"
"Sama sama nona. Kalau nona butuh saya atau nona meminta ditemanin oleh saya, maka saya akan siap menemani nona"
Ara tersenyum mendengar ucapan Yejung.
"Ya sudah, saya pamit dulu nona. Good night" katanya lalu bergegas pergi.
DI RUMAH SAKIT.
Leon duduk di atas sofa yang tersedia di ruangan itu, sambil memainkan ponselnya. Sejenak aktifitasnya terhentikan, ketika melihat sekeranjang buah buahan yang tersedia di atas meja.
Ia pun segera berjalan ke arah buah buahan itu, lalu mengambil 1 buah anggur. Tapi tiba tiba, 1 buah jeruk terjatuh, ketika menarik 1 buah anggur itu. Ia pun segera menunduk dan tanpa sengaja melihat surat yang tergeletak di atas lantai.
"SURAT APA ITU ?" Batinnya.
Karena penasaran, ia pun segera mengambil surat itu dan membaca isi dari surat-nya.
Alangkah terkejutnya ia, ketika membaca surat wasiat itu.
"INI NGGAK MUNGKIN YEJUNG YANG MEMBUAT SURAT INI. SEINGAT SAYA, YEJUNG HANYA AKAN MENULIS SURAT WASIAT, JIKA SAYA YANG MENJADI SAKSINYA. ADA YANG TIDAK BERES DENGAN SURAT INI, MASA ISINYA BEGINI SIH ?" gumamnya.
Tok..tok..tok..suara pintu di ketuk oleh Yejung. Leon yang mendengar itu,segera menyembunyikan surat itu di saku celananya.
"Permisi tuan",ucap Yejung masuk dan menghampiri Leon.
"Tuan,saya sudah mengantar nona Ara pulang. Dan sekarang,sudah waktunya saya pulang. Saya permisi dulu"
"Young,apa kau memakai motormu kesini"
"Tidak tuan,saya tidak memakainya"
"Loh kenapa?",tanyanya heran
"Mmmm..di pinjam tetangga tuan",ucapnya berbohong.
__ADS_1
"Ya sudah,kalau kamu mau pake mobil saya pulang,pake saja.Kebetulan besok adalah hari libur.Jadi saya akan seharian disini"
"Nggak usah tuan,nggak usah.Saya pulangnya naik bis saja tuan"
"Loh mengapa"?
"NANTI KK YOUNG HERAN TUAN",gerutu Yejung di dalam hati.
"Saya takut tuan,nanti mobil tuan dicuri orang lagi.Saya kan nggak bisa ganti rugi"
"Baiklah.Ini uang untukmu.Kamu pulangnya naik taksi saja"
"Makasih tuan,makasih"ucapnya senang.
SISA WAKTU 21 HARI,6 JAM,20 MENIT.
Pagi harinya,Hana dan ruh Yejung bertemu di rumah Young.
"Hana bagaimana,apa gerombolan itu sudah memberikan upah kepada lo?"
"Ya,gue telah menerimah upah dari mereka, tanpa sepengetahuan kekasihku"
"Baguslah.Oh ya,gue cabut dulu yah"
"Ya"
Sesaat setelah ruh Yejung pergi,Young pun menghampiri kekasihnya,sehabis berpakaian.
"Sayang,kamu mau lihat nggak tabungan aku sekarang"
"Mau,mau",ucapnya bersemangat.
Young pun segera mengambil sebuah kotak dari dalam lemari,lalu kembali menghampiri Hana.
"Ini,coba hitung"
Hana pun segera mengambil kotak itu,lalu menghitung tabungan kekasihnya.
10 menit kemudian,uang itupun selesai di hitung.Lumayan lama sih,karena uangnya kebanyakan uang seribuan dan 5 ratusan..
"Sayang,tabungan kamu sudah sebanyak 5 juta 500.Kamu sangat hebat sayang",ucap Hana girang.
"Iya,tapi itu belum cukup sayang,untuk memenuhi syarat mahar ayah kamu.Sedangkan waktu aku tinggal sebulan,untuk mengumpulkan uang.Dan 1 bulan saja,aku hanya bisa mengumpulkan uang 5 juta.Sepertinya,aku nggak bisa mengumpulkan uang mahar kita. Maafkan aku"
"Sayang,aku kan pernah bilang;walaupun kamu nggak berhasil mengumpulkan uang mahar itu, aku akan tetap memilih dan menikah denganmu saja.Tidak ataupun tanpa restu dari ayah.Ya,walaupun kita harus keluar dari negeri ini sekalipun,aku rela",ucap Hana
Lalu keduanya pun saling berpelukan.
Disisi lain,ternyata ruh Yejung masih ada disana,dan mendengar percakapan mereka.
"AKU HARUS MEMBANTU KK YOUNG DAN KK HANA.POKOKNYA,AKU HARUS MENCATAT DOAL INI NANTINYA,DI BUKU CATATANKU",gumam Yejung
__ADS_1
BERSAMBUNG..🌹🌹