KOMA 34 HARI

KOMA 34 HARI
PERNIKAHAN (TAMAT)


__ADS_3

"Apa yang membuatmu datang kemari ?" ucap Yejung ketika melihat Woong.


"Gue minta kepada lo, agar segera angkat kaki dari rumah ini. Karena gue akan menjual rumah ini"


"Apaa ? lo tidak punya hak atas rumah ku. Ini adalah warisan orang tuaku"


"Tapi sayang, gue telah memegang sertifikat rumahmu dan telah mengalihkannya menjadi milikku. Ini bukti surat kuasanya"


"Itu tidak mungkin terjadi" ucap Yejung.


"Ya, itu memang tidak terjadi. Karena apa ? gue yang memegang sertifikat rumah asli Yejung. Ini dia.." Sahut Leon yang tiba tiba datang.


Melihat itu, Woong lalu tertawa.


"Itu hanyalah sertifikat palsu. Yang gue pegang adalah sertifikat aslinya" kata Woong


Mendengar itu, Leon kembali menertawakan Woong.


"Lo salah. Gue sengaja menaruh sertifikat palsu itu di lipatan selimut. Dan ayah lo yang kejam itu, malah mengira bahwa itu adalah sertifikat aslinya. Lo dan ayah lo sebelas duabelas, sama sama bodoh"


"Apa ? "


"Tunggu apa lagi. Lo sudah dengarkan. Sekarang juga, lo pergi dari sini. Atau lo pengen di kirim ke penjara bersama dengan ayah lo" ucap Ara


Karena merasa malu, akhirnya Woong meninggalkan rumah Yejung.


"Makasih ya Leon, lo sangat membantu gue"


"Sama sama brother" ucapnya sambil tersenyum.


"Oh iya. Karena semuanya sudah berakhir dan Yejung juga sudah sadar, bagaimana kalau kita makan makan malam ini" ucap Ara


"Ya. Lo benar Ra' ,kalau makan makan gue duluan deh yang maju" kata Leon, lalu semuanya pun ikut tertawa.


DI JALAN


Woong melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"APA YANG MESTI KULAKUKAN ? GUE HARUS MINJAM UANG DIMANA ? OH IYA, AERY. AKU HARUS MEMINTA BANTUAN KEPADANYA. AKU KAN KEKASIHNYA DAN AKU YANG SLALU BAYARIN UANG KULIAHNYA. PASTI IA MAU MEMBANTUKU"


Dengan serta merta, ia pun melajukan mobilnya menuju ke rumah Aery. Sampai disana, ia pun segera masuk ke dalam rumah kekasihnya itu.


"AERY DIMANA YAH ? OH, MUNGKIN IA DI KAMARNYA KALI YAH" gumamnya lalu bergegas ke kamar Aery.


Sampai di depan kamar, Woong mendengar suara laki laki dari dalam kamar. Dengan perlahan lahan, Woong pun membuka pintu kamar Aery. Dannn.., alangkah terkejutnya ia, ketika melihat Aery sedang bermain kuda lumping dengan Han, yang disebut Aery sebagai spupunya itu.

__ADS_1


"Apa yang kalian berdua lakukan ?" ucap Woong, lalu bergegas menarik lengan Han turun dari atas ranjang dan menonjoknya.


Aery yang melihat itu bergegas memakai pakaiannya dan menghentikan aksi Woong.


"Woong hentikan !" ucap Aery kepada Woong.


Woong pun menghentikan aktifitasnya itu.


"Aery, kamu bilang bahwa Han adalah spupumu. Tapi kenapa kau bermain kuda lumping bersamanya" ucapnya sambil ngos ngosan.


"Dia bukan spupuku. Dia adalah suamiku. Sebelum pulang dari sini, aku dan dia sudah menikah" jawab Aery.


"Apa ? terus kenapa kamu tidak bilang kepadaku, dan slalu menyebutku sayang"


"Aku sengaja. Karena setiap keinginanku, slalu kamu penuhi. Dan Han fine fine aja dengan semua itu. Jadi karena kamu sudah tahu semuanya, tunggu apa lagi ? silahkan kamu pergi dari rumahku"


"Aery, kamu ingat. Aku yang slalu bayarin uang kuliahmu. Aku memberikan semua yang kau mau. Bahkan aku mengirimkan kamu uang jika kamu memerlukannya. Dan hasilnya, kamu malah menghianati aku"


"Jadi kau datang kemari hanya untuk menuntut pemberian uang kepadaku ? Sayang, berikan uang yang ada di dalam lemari"


Han pun segera mengambil uang itu, dan memberikannya kepada Woong.


"Sekarang juga, kau keluar dari rumahku" ucap Aery setengah berteriak.


"Terimahkasih karena kamu telah mencintaiku. Tapi kamu harus menerimah semua kenyataan ini"


"Ambil uang mu kembali. Aku tidak membutuhkannya" ucap Woong lalu meninggalkan rumah Aery dengat sangat emosi.


"TIDAK ADA GUNANYA LAGI AKU HIDUP. LEBIH BAIK AKU MATI SAJA" ucapnya lalu membanting stirnya ke arah jurang.


Dan Brakk..Mobil itupun meledak dari bagian bawah jurang. Warga sekitar yang mendengarnya segera mencari sumber ledakan tersebut. Dan salah satu warga melaporkan kejadian itu kepada pihak polisi dan tim sar. Tim sar yang datang segera turun ke bawah, untuk melihat korban yang ada di dalam mobil tersebut.


Setengah jam kemudian, tim sar berhasil membawa jenazah yang sudah gosong naik ke atas.


Tiada tanda tanda diri darinya, semua kartu kartunya hangus di dalam mobil. Dan tidak ada satupun orang yang mengenali korban.


Dengan terpaksa, korban langsung di kuburkan tanpa di bawah ke rumah sakit. Karena semua tubuhnya hangus terbakar. Begitulah nasib Woong dalam akhir hidupnya.


2 HARI KEMUDIAN


Yejung, Ara, dan Leon berkunjung ke desa Daemun. Sampai disana, mereka menemui Young dan Hana di pasar.


"Young, tolong panggilkan Asmet dan anak buahnya kemari. Hana, lo bawakan uang itu ?" ucap Yejung


"Ya"

__ADS_1


Setelah beberapa menit, akhirnya Asmet dan anak buahnya pun datang.


Mereka sangat heran ketika Yejung membagikan uang kepada mereka.


"Ambillah, itu adalah uang kalian" ucap Yejung membuat mereka semakin heran.


"Itu adalah uang setoran setiap harinya dari kalian. Kami sengaja melakukan ini kepada kalian, agar kalian tahu bagaimana susahnya bekerja" ucap Hana


"Jangan pernah melakukan itu lagi. Hidup rukunlah bersama, dan jadilah pahlawan di desa kalian, jangan jadi orang yang sok jagoan. Mengertii"


"Mengertii" ucapnya serempak


"Dan ini, ada sedikit uang dari saya dan Leon. Mohon di terima" ucap Ara dan membagikan uang itu kepada gerombolan Asmet.


"Terimahkasih nona. Terimahkasih tuan"


"Baiklah. Kalau begitu kami permisi dulu. Kami mengundang kalian untuk datang ke pernikahan kami 4 hari lagi. Saya harap, kalian bisa datang"


"Pasti. Kami pasti datang" ucap mereka tersenyum.


Selepas dari desa Yejung, Ara dan Leon bergegas ke kantor Yejung. Sampai disana, Leon lalu mengumpulkan semua karyawan dan security yang bekerja di perusahaannya.


Semuanya tampak senang menyambut kedatangan bosnya. Yejung menyampaikan sepatah dua kata kepada karyawannya. Dan di akhir kata, Yejung menukar posisi Yiyin dan Friska. Yiyin di angkat menjadi sekretarisnya dan Friska sebagai karyawan biasa. Friska sangat syok dengan keputusan itu. Tapi bagaimana lagi, semua ini karena ulahnya sendiri. Syukur syukur dia tidak di pecat.


1 MINGGU BERLALU.


Hari ini adalah hari pernikahan Yejung dan Ara, Leon dan Anita. Semua para tamu undangan berbondong bondong datang, tak terkecuali Young dan Hana. Gerombolan Asmet juga datang dengan wajah yang berseri seri. Mereka semua tampak bahagia, menyaksikan pernikahan itu.


Di saat pelemparan bunga, Younglah yang berhasil mendapatkan bunga tersebut. Hana sangat senang dengan semua itu.


"Segeralah menyusul, kami menunggu kalian" ucap Yejung kepada Young dan Hana.


Mereka hanya tersenyum mendengar ucapan Yejung. Mereka pun hidup bahagia slama lamanya.


TAMAT 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


PENGUMUMAN.


TRIMAHKASIH KEPADA SEMUA PEMBACA YANG SLALU SETIA NUNGGUIN BAB EPISODE SELANJUTNYA. SEMOGA SAJA KALIAN SUKA DENGAN KARYA NOVELKU DI ATAS. MOHON MAAF JIKA TERJADI KESAMAAN NAMA DAN TEMPAT. ITU HANYALAH FIKTIF BELAKA. ( CERITA BOHONG) TIDAK BENAR BENAR TERJADI. SAYA MENULIS HANYA SEKEDAR MENGEMBANGKAN KREATIFITAS SAYA MELALUI NOVEL INI. SYUKUR SYUKUR BISA JADI SUTRADARA😂😂(jangan mimpi)


MOHON MAAF JIKA TERJADI KESALAHAN DALAM MENULIS🙏🙏


SALAM DARIKU : MUSTIKA ISKANDAR🌼🌼


WASSALAMU ALAIKUM WR.WB

__ADS_1


__ADS_2