
Tidak terasa, hampir 1 bulan sudah kepergian kedua orang tuaYejung. Dan Yejung sudah mengikhlaskan kepergian keduanya.
DI PERUSAHAAN
Yejung yang berada di ruang kerjanya, sedang mengerjakan bahan proposal, untuk keperluan meeting nanti. Sesekali, ia melihat fhoto yang berada di atas meja kerjanya. Yah, itu adalah Fhoto kekasihnya Ara. Senyum yang menawan, dan mempunyai lesung pipi di sebelah kiri.
Tok..tok..tok.. bunyi pintu di ketuk oleh seorang OB.
"Permisi tuan" ucap OB tersebut.
"Silahkan masuk" kata Yejung
OB itu pun masuk, dan membawa nampan berisi teh hangat. Ia meletakkannya di meja kerja tuannya. Setelah itu, ia lalu keluar dari ruangan.
Sesaat kemudian ponselnya berbunyi
Tett..tett..
Yejung segera mengangkat panggilan telefon, dari bapak wali kota.
"Ya. Ada apa pak" ucap Yejung
"Tuan. Sekelompok anak buah dari Slamet, memberontak di central city. Mereka merampas uang para penjual, dan menghambur hamburkan barang jualan"
"Baiklah, saya segera ke sana" ucap Yejung yang kemudian bergegas pergi.
Sesampainya di sana, ia melihat 6 gerombolan yang berbadan besar. Sebelum masuk, ia terlebih dahulu menelfon Leon salah satu sahabatnya. Leon adalah sahabatnya yang jago juga dalam hal bela diri.
"Halo Leon" kata Yejung
"Iya. Ada apa" ucap Leong dari dalam handphone
"Segera datang ke central city" kata Yejung lalu mematikan ponselnya. Dan kemudian bergegas masuk ke dalam.
Leong yang terlihat heran, segera bergegas ke central city.
"Hei, hentikan ini semua" kata Yejung dengan suara lantangnnya.
Gerombolan yang mendengar Yejung, segera menghentikan aktifitasnya.
"Wow, ada pahlawan sok jagoan nih" ucap salah satu gerombolan itu.
"Hajar..." ujar salah satunya lagi.
Mereka pun menyerang Yejung. Yejung dengan ahli bela dirinya, berusaha mengalahkan 6 gerombolan itu. Setiap satu penjahat yang menyerang Yejung, dapat ia kalahkan. Ketika Yejung merasa lengah, munculluh Leon dari belakang, yang menendang semua punggung dari gerombolan tersebut. Melihat Leong yang sudah datang, Yejung tersenyum. Mereka pun bersama sama menyerang segerombolan itu. Sekarang mereka bertarung dengan 3 lawan 1. Leon dengan kelucuannya, mengambil botol cabe dan menyemprotkannya ke mata gerombolan yang melawannya. Sehingga mata mereka menjadi perih. Kemudian, Leong pun mulai menghajar 3 gerombolan yang dia lawan.
Sementara Yejung dengan ketangkasannya, menghajar 3 gerombolan yang ia lawan. Yejung dan Leong menghajar mereka sampai K'O. Dengan kerja sama yang mereka miliki. Alhasil, Yejung dan Leong bisa mengalahkan gerombolan itu. Yah, walaupun wajah mereka babak belur juga sih. Para gerombolan kemudian di kumpulkan dan di ikat dengan tali.
Yejung pun mengambil semua uang yang di rampas oleh gerombolan tersebut. Kemudian ia memberikan uang itu kepada kepala Central city.
"Makasih tuan" ucap Kepala pelayan tersebut.
__ADS_1
"Ya. (kata Yejung sambil tersenyum), Leon telefon polisi sekarang"
"Ampun tuan" ucap salah satu gerombolan itu.
Leong hanya mengacungkan jempolnya dan kemudian menelfon aparat kepolisian. Setelah itu, mereka lalu menunggu polisi datang.
Sesaat kemudian, aparat kepolisian sudah datang. Mereka segera memborgol tangan gerombolan itu, dan membawanya ke kantor polisi.
"Makasih atas kerja sama anda tuan" ucap kepala polisi sambil bersalaman dengan Yejung dan Leon.
"Sama sama pak" ucap Yejung sambil tersenyum.
Semua penjual tampak senang. Mereka mengucapkan terimah kasih kepada Yejung dan juga Leon.
"Makasih tuan" ucap mereka bersamaan.
"Sama sama" kata Yejung dan Leon.
"Btw, gue boleh nggak, mengambil ice cream yang ada di situ" kata Leon sambil menunjuk ke arah freezer.
"Boleh kok. Silahkan" ucap kepala central city.
"Leon, lo ada ada saja deh" kata Yejung sambil tertawa.
PASAR DAEMUNG
Sementara Young, mengerjakan aktivitas sehari harinya dengan menjadi kuli angkat di pasar Daemung.
"Nak, tolong angkating barang ibu ke mobil yah" ucap wanita paru baya kepada Young.
Young pun mengangkat barang ibu itu, dan menaruhnya ke mobil. Setelah itu, ibu itu lalu memberikan uang kepada Young.
"Nih, uang untuk kamu"
"Makasih ya bu" ucap Young senang.
Belum sempat Young beranjak, datang lagi seorang wanita paru baya menghampirinya.
"Nak, tolong bawain barang belanjaan ibu. Belanjaannya ada di dalam. Kamu tinggal lurus saja, dan kemudian belok kiri. Di sana ada barang belanjaan ibu"
"Baiklah bu" ucap Young sambil bergegas masuk ke dalam pasar.
5 menit kemudian, Young sudah datang sambil menjingjing belanjaan milik ibu itu. Ia segera menaikkannya ke atas mobil.
"Makasih ya nak. Ini upah kamu" ucap ibu itu.
"Tapi bu, ini upahnya banyak banget" ujar Young
"Nggak apa apa. Tolong di terimah yah. Ibu pergi dulu"
"Makasih ya bu" ucapnya sambil menunduk memberi hormat.
__ADS_1
Sepertinya, penghasilan yang di dapat Young hari ini cukup banyak. Ia kemudian duduk di kursi, dan menyandarkan punggungnya untuk menghilangkan keletihannya.
Di saat Young sedang beristirahat. Tiba tiba, muncul sekelompok penjahat di depan Young. Yah, itu adalah anak buah dari Asmet. Young yang melihat mereka, sedikit ketakutan.
"Hei Young, mana hasil kerjamu hari ini" ucap Salah satu anggota penjahat.
"Maaf, uangnya belum ada" kata Young berbohong.
Namun tiba tiba, satu tonjokan mendarat di hidung Young. Membuat hidung Young mengeluarkan darah.
"Hei, kau kira saya tidak mengawasimu" ucap penjahat yang menonjok Young tadi.
Lalu, penjahat yang satunya memeriksa semua kantong di celana Young. Ia pun menemukan uang di kantong tersebut.
"penghasilanmu banyak juga hari ini" ucap penjahat yang bertubuh besar.
Young hanya menunduk.
"Nih. Ambil sebagian uang ini(sambil melemparkan uang 20 ribu, ke wajah Young) sisanya untuk di serahkan kepada tuan kita" lanjutnya sambil tertawa.
Setelah itu, mereka lalu meninggalkan Young.
Sesaat kemudian, Hana datang dan menghampiri kekasihnya.
"Ya ampung. Hidung kamu berdarah. Tunggu aku belikan obat untukmu dulu" ucap Hana dengan cemas.
"Nggak usah Hana. Aku masih punya kok, obat di rumah. Mendingan kamu membawaku untuk pulang" kata Young kepada kekasihnya.
"Baiklah"
Sesampainya di rumah, Young kemudian duduk sambil menyandar di dinding rumahnya.
"Young, apa kamu sudah makan" ucap Hana.
"Belum" ucapnya dengan nada sedih.
"Ini, aku bawain kamu makanan restaurant. Ambillah" (sambil memberikan bungkusan makanan itu)
"Apa kamu juga sudah makan" tanya balik Young.
Hana pun menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah, yuk kita makan bersama" ajak Young kepada Kekasihnya.
Mendengar hal tersebut, Hana pun tersenyum. Kemudian mereka makan bersama, dan saling suap suapan.
"Young, kamu besok mau kerja lagi" ucap Hana
sambil tersenyum "Ya iyalah, mau dapat uang darimana jika aku tidak bekerja" kata Young.
"Tapi, setiap kamu bekerja, pasti wajahmu slalu babak belur"
__ADS_1
"Nggak usah khawatir. Aku janji, besok nggak akan babak belur lagi" ucap Young sambil mengelus rambut Hana.
BERSAMBUNG..🌹🌹🌹