KONSULTAN CINTA

KONSULTAN CINTA
Dua Keluarga.


__ADS_3

~Kini usai sudah s'gala penantian panjangku.~


Paijo Pov.


Lirik lagu Ari Lasso itu di nyanyikan oleh saudara iparku, Alka. Dimana ia tak mau ketinggalan turut menyumbangkan lagu untuk kami, seolah kami ini saling mencintai.


Padahal, jika mereka tahu yang sebenarnya, mungkin keluarga ini akan terpecah belah. Lebih-lebih lagi, mungkin pria yang saat ini sedang mendendangkan lagu cinta, akan membunuhku saat ini juga.


Sejujurnya ada rasa bersalah yang bersarang dalam hati dan benakku, menipu dua keluarga besar sekaligus.


Dan rasa itu semakin besar, manakala Abah menyimpan harapan agar ku beri ia cucu secepatnya.


Andai saja mereka tahu yang sebenarnya, bahwa aku dan Putri tak saling cinta, mungkin permintaan itu tak akan pernah ada.


Lagu yang di nyanyikan Abang Alka tak mewakili hubungan kami.


Hubungan ini terlalu dingin dan kaku. Dimana aku yang tak mencintai Putri, dan dia yang terlampau menganggapku culun dan cupu.


Kini lagu Abang Alka usai juga. Dan di akhiri dengan sesi foto keluarga.


Sungguh mereka sangat bahagia, melihat kami mempelai yang menikah.


**


Pesta pernikahan itu berlangsung hingga pukul sembilan malam. Dan tepat pukul 22.00 kami sudah kembali ke rumah mertua.


Disana ada ibu dan Abah yang turut menginap.


Lelah rasanya menjadi raja sehari. Walau tak lari kesana-kemari, tapi tetap saja ku merasa letih.


Kini usai sudah ku ganti baju, dan mengenakan kaos oblong. Sementara istriku masih di dalam kamar mandi.


Lalu ku keluar menuju dapur, merasa kerongkongan kering dan haus. Namun, di tengah perjalanan menuju dapur, ku lihat Abah dan Ibu tengah bergosip.


Merasa penasaran, akhirnya ku putuskan untuk menghentikan langkah dan menguping pembicaraan mereka.


"Bu Cece, bagaimana menurutmu acara pernikahan tadi?" tanya ibu pada ibunya Putri.


Hais... emak-emak kalau sudah bergosip, pasti akan lupa waktu. Apa lagi suami, pasti lewat deh.


"Aduh bu Siti, Alhamdulillah ya, tadi itu pestanya rame," balas ibu mertuaku sembari tersenyum cengengesan.


Ku lihat gaya cakap mereka seperti Syahrini pada zamannya.


Gemulai cantik manja.


Bahkan rambutnya pun di buat seperti gorong-gorong Kasablanka.


Lalu kemudian ku lihat Abah menghampiri mereka, seakan ingin melengkapi bahan gosip ala emak-emak.


"Kalian sedang ngomongin apa? pasti pesta tadi ya?" Ini pertanyaan dari Abah. Ia duduk di antara dua wanita.

__ADS_1


"Iya Pak Cokro. Tadi tuh ya, banyak pejabat yang datang. Duh, hatiku senang." Ini merupakan jawaban dari ibu mertua.


Entah mengapa ku merasa dua orang sana terlalu lebai ya? merasa berhasil atas pernikahan anak-anaknya. Padahal jika mereka tahu yang sebenarnya, mungkin mereka akan gigit jari.


"Kamu lagi ngapain sih?" Kalau yang ini pertanyaan dari istriku Putri.


"Lagi ngintip!" jawabku tanpa melihat wajah Putri. Sebab ku seriuskan diri melihat tiga orang di ruang keluarga.


Sedari tadi ku berdiri dari balik tembok sembari menguping pembicaraan tiga orang rempong.


"Ngintip apaan?" Putri pun akhirnya turut mengintip sepertiku.


"Kamu mengintip Abah dan Ibu?" tanya Putri.


"Udah tahu nanya!" balasku ketus masih tak melihat wajah Putri.


"Iya tahu, tapi untuk apa kau mengintip mereka?"


"Sebab aku tidak boleh mengintipmu!" jawabku seketika. Lalu kemudian,


Plak!


Putri memukul lenganku.


Kenapa para wanita suka sekali memukul ya? selalu saja seperti ini. Rasanya sakit tahu.


"Enak saja mau mengintipku!"


"Atau... kau mau ku intip juga?" godaku kemudian.


Plak!


Sekali lagi Putri memukul lenganku.


"Enak saja! dasar pria mesum!" cetus Putri.


"Biarain! dasar wanita pelit!" Ku tak mau kalah kali ini. Biarkan kami berdebat.


Jika biasanya pasangan pengantin baru akan menikmati malam pertamanya yang indah, tapi kami berbeda.


Kami mengintip dan berdebat.


"Apa kau bilang? aku pelit?!"


"Iya kamu pelit! pelit tuk di intip!" Kali ini ku benar-benar mengetuskan suara, agar ia tahu, bahwa ku sedang memprotesnya.


"Biarain! dari pada di intip pria mesum sepertimu? we..." Putri memanyunkan bibirnya, seakan mengejekku.


"Awas kamu ya?" Kali ini ku benar-benar kesal dengan jawaban Putri. Akhirnya ku gelitik saja pinggangnya, hingga ia tertawa ngakak.


"Rasakan ini!" kataku sembari menggelitik pinggang Putri.

__ADS_1


"Hahahaha. Paijo lepaskan aku. Hahaha. Geli Paijo!" pekik Putri sembari tertawa lepas.


Author Pov.


Mendengar tawa itu, akhirnya kedua orang tua Paijo dan Putri menoleh kepada mereka yang tengah asik menggelitik.


Lalu kemudian Abah pun berteriak, "Woi! kalau mau bermesraan di dalam kamar! bukan disitu. Ganggu penglihatan saja!"


Seketika Paijo dan Putri berhenti tertawa. Mereka pun malu tiada tara.


Betapa tidak, aksi mereka rupanya terekam mata dua keluarga.


"Kami tidak sedang bermesraan kok, bah," jawab Paijo canggung.


"Tidak Abah, tadi dia mau mengintipku!" sela Putri seakan tak mau kalah dari Paijo.


Wanita itu seolah ingin mencari pembelaan dari kedua mertuanya.


"Hala... alasan saja kamu! bilang saja kalau kamu yang menggoda dia tadi. Benarkan Paijo?" Kali ini Ibu Putri yang membela Paijo.


"Benar sekali, bu. Tadi dia yang mengajakku anu-anu," tutur Paijo, membuat Putri mati kutu.


Akhirnya wanita itu mencubit pinggang suaminya itu.


"Aww--, sakit tahu!" pekik Paijo.


"Biarin! siapa suruh berbohong," balas Putri kesal.


"Kamu yang lebih dulu berbohong!"


Sepasang suami istri itu akhirnya kembali berdebat. Dan kali ini di depan orang tua mereka.


"Woi! kalau kalian sama-sama ingin anu-anu, jangan disini! di dalam kamar sana! apa kalian tidak bisa menghormati orang tua?" teriak Abah sembari memutar-mutar ujung kumisnya yang tebal.


"Maaf Abah," sesal Putri dan Paijo secara bersamaan.


Dan akhirnya mereka pun pergi memasuki kamar seakan lupa rasa haus yang mereka rasa sebelumnya.


"Kamu sih berbohong! akhirnya kita di kira mau anu-anu beneran!" cetus Putri.


"Itu karena kau yang duluan. Aku kan hanya melengkapi saja," balas Paijo tak mau kalah.


Dan akhirnya, malam pengantin itu di lewati dengan perdebatan, hingga mereka kelelahan.


Mereka pun tidur di tempat yang sama. Namun, tak melakukan apa-apa. Sebab sama sekali tak ada rasa. Walau kini hidup bersama.


To be continued.


Like, komen, vote, dan hadiahnya ya readers.


Happy reading.

__ADS_1


__ADS_2