KONSULTAN CINTA

KONSULTAN CINTA
Pertemuan Pertama.


__ADS_3

Putri Pov.


Ku diam terpaku memandang pria cupu di depanku. Tak menyangka, jika yang ku cari sebenarnya adalah dia.


Harus kah aku melarikan diri dari rasa malu ini?


Ya, aku merasa malu atas sikapku yang terkesan arogan di depannya. Tapi tak apalah, sudah terlanjur juga. Lagi pula setelah ini kita tak akan pernah bertemu lagi. Aku hanya butuh jasanya untuk mendesain rumah sakit milikku. Selebihnya karyawannya lah yang akan bergerak di lapangan.


Paling kalau aku harus berurusan dengan pria ini, tinggal ku suruh saja Marni, asistenku. Apa susahnya?


Tapi apa benar dia pemilik perusahaan konstruksi yang ku cari? yang benar saja?


Kalau di lihat dari segi penampilannya, sungguh mustahil dia adalah bosnya. Tapi jika di lihat dari caranya berbicara dan bersikap, seperti menunjukkan seorang pemimpin.


Sebenarnya dia cukup tampan sih jika membuka kacamata besarnya itu. Terutama caranya berpakaian. Oww... sungguh kampungan.


Kalau di pikir-pikir, andai saja aku membawanya ke salon dan mengubah stylenya, dia akan tampak seperti Brad Pitt.


He? mengapa aku jadi membayangkan yang tidak-tidak? jadi ngaco aku ini.


Bagaimana bisa aku mengatakan, bahwa dia tampan? aku pasti sudah gila.


"Ehem. Jadi Anda pemilik perusahaan Paijo konstruksi?" ku berdehem terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk bertanya. Padahal sebenarnya jawaban dari pertanyaanku ini sudah sangat jelas.


"Apakah aku harus mengulangi kata-kata tadi?"


"Ataukah sebenarnya Anda tuli?"


Oh my God! gayanya ni cowok, belagu banget sih jadi orang? dasar pria cupu!


"Baiklah kalau begitu."


"Aku langsung saja ke intinya," kataku tak mau basa-basi.


"Jadi begini, aku mendapat informasi dari salah satu temanku. Katanya anda adalah seorang konsultan hebat yang jasanya sering di gunakan oleh banyak pejabat dan pengusaha." lanjutku.


"Lalu?" tanyanya datar, namun menusuk ke ulu hatiku.


Sesombong inikah pria yang katanya Marni sangat humble? tapi kenapa dia arogan seperti ini? dasar pria kampungan!


"Begini, saya ingin memakai jasa anda untuk mendesain rumah sakit milikku. Kebetulan saya ingin membangun sebuah rumah sakit di kota B. Tadi saya ke kantor anda, tapi kata petugas disana, anda sedang tidak berada di tempat. Jadi dia memberiku alamat disini. Apakah anda bersedia?" pertanyaan tak berbobot. Mana ada orang yang menolak rejeki? terlebih lagi masalah pembangunan rumah sakit yang membutuhkan badget tak sedikit. Dasar payah aku ini! mengapa aku jadi seperti wanita kekurangan kosakata sekarang? di depan pria cupu ini pula?


Hedew... Putri... Putri... ini pasti gara-gara kayu tadi.


Ku lihat dia membuka kacamatanya sejenak. Lalu ku pandang dengan seksama wajah yang tadi ku sebut culun itu.


Oh astaga... rupanya dia cukup tampan juga jika tak mengenakan kacamata.


He? mengapa aku jadi memujinya lagi? Putri, kembali pada kesadaranmu nak. Jangan terpukau pada pria arogan itu.


Tapi dalam sekejap kacamata besar itu ia kenakan lagi. Dia hanya membersihkan benda mati berbentuk bulat itu dari debu-debu tak terdeteksi oleh mata.


"Biasanya, kalau orang datang ke tempatku untuk memakai jasaku, mereka akan memperkenalkan diri dulu. Minimal menyebutkan nama."

__ADS_1


Astaga. Apakah pria ini sedang menyindirku? aku benar-benar tersinggung kali ini.


Malu iya, grogi apa lagi. Hedew... Paijo.. Paijo... tampangmu tampan seperti kolor ijo. Gerutuku dalam hati.


"Ah, sebelumnya maafkan saya atas kejadian tak mengenakan tadi. Nama saya adalah Putri Valeria Prayoga. Saya adalah seorang dokter kandungan sekaligus manager yang bertugas di rumah sakit pusat kota." Ku mulai perkenalkan diri pada pria culun ini seperti seorang pelamar kerja. Caraku ini sungguh membuatku geli. Ingin rasanya ku memaki diriku untuk hari ini saja. Sebab aku seperti keluar dari zona amanku.


"Apakah anda sedang melamar pekerjaan atau ingin memakai jasaku?"


Toeng!


Tuh kan? apa aku bilang? dia menganggapku sebagai pelamar pekerjaan di perusahaannya. Apes... Apes...


"Cara anda berbicara seperti seseorang yang sedang melamar pekerjaan padaku. Haha."


He? apakah dia baru saja menertawakanku? dasar pria jelek!


Awas saja. Akan ku balas nanti. Sekarang bukan saatnya untuk bergurau, aku sedang terburu-buru.


"Lupakan masalah lamaran pekerjaan. Saya sedang terburu-buru sekarang. Saya juga tidak tertarik untuk melamar pekerjaan di perusahaan anda. Saya cukup nyaman dengan profesi saya sebagai seorang dokter. Jadi, katakan saja, apakah anda bersedia untuk membantu saya dalam mendesain rumah sakitku? atau tidak, saya akan menggunakan jasa konsultan lain untuk membantu saya!" Sengaja ku tekankan kalimatku dengan nada tak terbantahkan, agar dia tahu, bahwa aku ini bukan wanita yang tak memiliki kesibukan. Apa lagi untuk meladeni lelucon tak bermutu seperti itu.


"Bersabarlah nona. Silahkan datang ke perusahaan saya besok pagi pukul 09.00. Saya akan menunjukkan semua desain saya disana besok."


Apakah pria ini sedang becanda sekarang? aku jauh-jauh datang kemari hanya untuk mendengar kalimatnya yang tak masuk akal.


Besok pagi? mengapa tidak bilang sejak tadi? mengapa kita harus berdebat dulu hingga menyebabkan tensiku naik turun?


Dasar pria keterlaluan!


"Terserah anda saja. Kalau mau memakai jasaku, ya silahkan datang ke kantor besok pagi sesuai dengan jadwal yang saya tentukan tadi. Sebab saya juga sibuk sama seperti anda. Jika Anda tidak mau, maka silahkan cari Konsultan lain," balasnya seperti tak mau kalah.


Oh, sungguh pria angkuh! haruskah dia membalasku seperti itu? tidakkah dia sudah keterlaluan pada seorang wanita? lalu aku harus menjawab apa sekarang? pertemuan pertama yang sungguh menyebalkan!


"Baiklah. Saya akan melihatnya nanti besok. Terimakasih. Permisi." Dan akhirnya ku kembali dengan perasaan dongkol sekaligus malu, tanpa menunggu jawaban dari pria itu terlebih dahulu.


Betapa tidak, lama berdebat, pada akhirnya aku di tolak.


Bukan di tolak sih sebenarnya, hanya saja sepertinya sekarang dia benar-benar sibuk. Terlihat dari kegiatan yang saat ini sedang berlangsung di lapangan. Hanya saja aku terlalu menjunjung harga diriku, hingga ku merasa tertolak.


**


Paijo Pov.


Ku lihat ada seorang gadis sedang melirik kiri dan kanan seperti seseorang yang sedang mencari sesuatu.


Jika di lihat dari penampilannya, dia seperti bukan orang sembarangan.


Siapa gerangan dirinya? yang pasti bukan istri dari salah satu karyawanku.


Aku tahu betul style para istri-istri karyawanku. Tak ada yang semodis wanita itu.


Lalu ku lihat sebuah papan yang sepertinya akan terjatuh dari atas bangunan dan menimpa wanita itu. Kemudian ku tada diriku untuk melindungi wanita yang masih belum ku tahu namanya itu dari reruntuhan kayu tadi.


Dia pun seperti tampak sangat terkejut ketika tiba-tiba saja ku peluk tubuhnya.

__ADS_1


Sejenak ku hirup aroma parfumnya yang begitu wangi. Tapi kok aroma itu bercampur bau obat ya? apakah dia baru saja menjalani pengobatan di rumah sakit? ataukah dia seorang dokter? entahlah. Yang pasti, aroma ini sungguh unik, seperti perpaduan antara parfum bermerk dan obat keras.


Lalu kemudian wanita itu mendorong tubuhku seakan menyadari sikapku yang berani. Tapi bukannya berterimakasih, dia malah memarahiku seperti seorang wanita akuh.


Lama saling menatap, rupanya dia mencariku yang semula tak tahu adalah bos dari perusahaan konstruksi yang ia cari.


Dia ingin memakai jasaku untuk membangun rumah sakit miliknya.


Sebenarnya aku berminat. Siapa sih yang mau menolak uang? hanya orang stupid saja yang tak mau menerima dolar. Tapi melihat gayanya yang angkuh, ku putuskan untuk sedikit jual mahal, agar dia lebih memperhatikan sikapnya.


Dari caranya memandangku, dia seperti sedang menghinaku dalam hati. Tapi ya sudahlah. Aku tak pernah mau menyalahkan cara pandang seseorang terhadapku. Sebab aku cukup sadar diri akan style yang gak banget dan ketinggalan zaman. Mungkin itulah alasan mengapa kebanyakan wanita lebih dulu lari sebelum memulai perkenalan denganku.


Tak pernah sedikitpun terlintas di benakku untuk mengubah gayaku yang sejak lahir seperti ini. Jika memang ada seorang wanita yang benar-benar tulus padaku, maka dia pasti akan menerimaku apa adanya.


Styleku tak perlu di pertimbangkan lagi. Cukup tahu saja, bahwa aku adalah pria bertanggung jawab dan elegan. Walau gaya urak-urakan atau seperti Jojon sekalipun, tapi bagiku akhlak dan imanlah yang paling utama.


Ceile... Hahahaide... Memuji diri ni ye... Haha.


Balik lagi pada wanita angkuh ini. Dia terus menatapku seksama, seperti seseorang yang sedang di interogasi.


Aku paling tidak suka di tatap seperti seorang tersangka seperti ini. Aku tahu itu, ia sedang menatapku heran sekaligus geli. Apa lagi caranya berbicara, sungguh angkuh sekali.


Beginikah cara seseorang yang berpendidikan bertanya dan hendak mamakai jasa orang lain? bahkan namanya saja tak di sebutkan.


Seketika aku merasa, dia seperti hendak ingin membeli kucing dalam karung.


Karena tak suka dengan caranya memintaku untuk memakai jasaku, akhirnya ku suruh saja dia untuk ke kantorku besok pagi pukul 09.00. Tapi katanya dia ada jadwal operasi Caesar.


Ya sudah, kalau tidak mau, tidak apa-apa juga. Lagi pula saat ini hingga beberapa bulan ke depan aku sangat sibuk. Banyak proyek yang harus aku selesaikan tepat waktu. Jika tidak, maka aku harus mengganti rugi semua proyek yang sudah setengah jalan itu.


Tapi jika ku lihat dari mimiknya, dia seperti benar-benar membutuhkan jasaku. Terlebih lagi dia sepertinya tak mengenal siapa diriku. Terbukti dari katanya yang hanya sekedar mendengar informasi tentangku dari temannya. Tapi mau bagaimana lagi? habis dia angkuh sih? jadi ku biarkan saja dia makan hati. Haha.


Sebenarnya sebagai seorang pria, aku cukup keterlaluan karena membalasnya seperti itu. Mungkin dia sedang merasa malu sekarang. Tapi dia harus di beri pelajaran, agar tak mengulangi sikapnya yang arogan.


Seharusnya seorang wanita memiliki sifat anggun, apa lagi katanya dia seorang dokter, manager rumah sakit pula.


Cantik sih cantik, tapi sifatnya itu loh. Bikin aku ilfil.


Jangan mentang-mentang penampilanku yang culun dan cupu, lalu aku tak memiliki kriteria pada seorang wanita. Begini-begini aku juga punya tipe wanita kesukaanku loh.


Mau tahu apa? biar ku beritahu.


Pertama, aku suka wanita humble. Kedua, aku suka wanita dermawan. Ketiga, aku suka wanita keibuan. Dan yang keempat adalah aku suka wanita mandiri dan pekerja keras. Tak peduli latar belakangnya yang terpandang.


Ada di antara kalian yang seperti itu? silahkan mendaftar ya gays. Haha.


To be continued.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya readers.


Oh iya. Aku ingin tahu komentar kalian tentang awal kisah novel ini dong. Menurut kalian bagaimana? menarik atau tidak? Tolong komentar ya? sebagai bahan edukasi diri sendiri. Supaya saya tahu kekurangannya dimana. Terimakasih.


Happy reading.

__ADS_1


__ADS_2