Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 11: Membunuh Dua Pembunuh Bayaran


__ADS_3

Di sisi lain.


Beberapa menit lalu, Heng Guo berhasil mengalahkan seluruh anggota perampok dan kini hanya tersisa Guong Bo.Pertarungan sengit terjadi, Heng Guo fokus bertarung dengan Guong Bo yang memiliki kekuatan yang hampir setara dengannya.


Namun tanpa diduga, muncul seorang pembunuh bayaran yang menjadi orang ketiga dalam pertarungan satu lawan satu tersebut.


"Siapa kau?!" teriak Heng Guo, ia memecah fokusnya menjadi dua.Satu untuk menyerang Guong Bo dengan pedangnya dan satu lagi untuk memperhatikan pergerakan dari pembunuh bayaran itu.


"Aku akan mengakhiri ini," batin Heng Guo.


Heng Guo menarik pedangnya, ia menggoreskan jari telunjuknya pada pedang itu sehingga keluarlah darah segar yang berhasil menodai pedang tajam nan panjang milik Heng Guo.


"Sayatan Bulan!" teriaknya.


Pedang yang awalnya hanya terlihat seperti seonggok besi tajam biasa tiba-tiba saja mengeluarkan aura ungu tua yang terlihat mencekam bagi Guong Bo.


Dengan satu gerakan dari Heng Guo, muncul sebuah energi besar berwarna ungu yang berbentuk bulan sabit tengah mengarah ke Guong Bo dengan kecepatan yang tak terbilang.


"Akh!" teriak Guong Bo kala serangan dari Heng Guo berhasil mendarat ditubuhnya.


Serangan itu menimbulkan luka sayatan yang sangat dalam di bagian dada hingga perut Guong Bo.Dengan kekuatan yang tersisa ia mengatakan, "..sek..te ka--"


Sebelum Guong Bo dapat menyelesaikan perkataannya, kepalanya sudah terlebih dahulu meledak dan hanya menyisakan tubuhnya yang berlumuran darah.


"Apa yang dia coba katakan?" batin Heng Guo dengan dahi berkerut.


"Kau tidak perlu merisaukannya."


Heng Guo menoleh ke belakang, ia melihat pembunuh bayaran itu berjalan mendekati dirinya dengan napas teratur, "pengkhianat sepertinya sudah sepantasnya mati.Sekarang yang perlu kau lakukan adalah membiarkan ku membawa Putri Zuo Ling pergi.Sebagai gantinya, aku akan membuatmu mati tanpa rasa sakit."


Heng Guo menggenggam pedangnya dengan keras, "Mimpi kau! Takkan ku biarkan itu terjadi meski nyawaku taruhannya!" teriak Heng Guo tanpa sedikitpun rasa takut dalam dirinya.


"Dia berniat menculik Yang Mulia Putri, tapi mengapa ia datang seorang diri? Apa dia merupakan Kultivator dengan tingkat kultivasi yang tinggi? Jika itu benar, maka aku berada dalam situasi sulit karena aku sudah menggunakan sebagian besar energi spiritual ku pada jurus Sayatan Bulan," batin Heng Guo berusaha mencari akal untuk keluar dari situasi yang sangat merugikan baginya.


Selang beberapa detik, terjadi keheningan diantara mereka.Namun keheningan itu pecah saat terdengar tawa menggelar dari atas kereta.Heng Guo melirik ke arah suara dan melihat apa yang terjadi disana.


"Hahaha! Apa kau berusaha menyerang ku sekarang? Ku beritahu kau, kau tidak bisa menyerang ku sekarang karena aku dapat melihat pergerakan darimu sekecil apapun! Hahaha!" ucap lelaki dengan pakaian serba hitam yang sepertinya juga merupakan pembunuh bayaran.


"Ternyata dia tidak datang sendirian.Salah satu dari mereka pasti bertugas untuk langsung menculik Yang Mulia Putri, tapi sepertinya hal itu berhasil dicegah oleh nona Zhishu.Dengan kemampuannya, aku yakin Nona Zhishu bisa menahan pembunuh itu selama..."


Pupil mata Heng Guo tiba-tiba menyusut, matanya terbelalak dan mulutnya mendadak terbuka lebar, "apa yang terjadi di atas sana? Mengapa Nona Zhishu menghilang?"

__ADS_1


Pembunuh bayaran yang berada di hadapan Heng Guo menjadi bingung dengan ekspresi yang tercetak dari wajahnya.Kepala pembunuh itu miring ke samping, "kau sedang berhadapan denganku, tapi kau malah menghindari kontak mata denganku.Saat ini, aku bahkan bisa membunuhmu,"


Heng Guo tidak merespon perkataan itu sama sekali. Bahkan sepertinya ia tidak mendengarnya, saat ini Heng Guo sepenuhnya terfokus pada kejadian yang baru saja disaksikannya.


"Menghilang tiba-tiba? Apa yang dikatakan Yang Mulia Putri itu benar? Tidak, tidak mungkin, seorang Kultivator Rendah sepertinya tidak mungkin.." batin Heng Guo berusaha mencerna sistuasi.


Pembunuh bayaran dihadapan Heng Guo menjadi semakin bingung dengan reaksi yang ditunjukkan Heng Guo.Heng Guo bahkan tidak menunjukkan sedikitpun respon dari perkataannya, ia benar-benar seperti patung yang tidak bisa bergerak.


"Apa yang terjadi dibelakang sana, sebenarnya? Ku rasa aku harus melihatnya," batin pembunuh bayaran itu sembari menoleh ke arah belakang.


Tapi saat ia menoleh, tidak ada satupun hal yang membuatnya merasa tercengang namun lebih terasa seperti aneh.


Terlihat rekan satu timnya yang sedang menoleh ke kanan dan ke kiri dengan wajah bingung dan panik, ia bahkan berteriak, "Jangan bermain trik rendahan, muncullah dihadapan ku!"


Pembunuh bayaran itu terlihat memijat pelipisnya saat melihat kebodohan dari rekan satu timnya itu, "Huh, dia bodoh seka.."


Kali ini bukan hanya Heng Guo yang tercengang, tapi juga pembunuh bayaran yang dihadapannya.Mereka dibuat takjub saat melihat Zhishu yang secara tiba-tiba muncul dibelakang rekan satu timnya entah dari mana.


Dan tanpa aba-aba, Zhishu berhasil memenggal kepala pria itu dalam satu tarikan nafas.


Keadaan sekitar menjadi hening.


Ucapan Zhishu yang bahkan lebih mirip seperti gumaman itu terdengar nyaring dengan suasana yang sunyi.


Seorang pembunuh bayaran yang tersisa seketika membeku saat melihat peristiwa itu tepat didepan matanya, begitu pula dengan Heng Guo ia tak bisa berkutik dari tempatnya dan hanya bisa termenung.


"Oh, ada satu lagi."


Zhishu dengan cepat melompat ke arah pembunuh bayaran yang ada di dekat Heng Guo.Dengan seluruh energi spiritual yang tersisa dalam tubuhnya, Zhishu melakukan satu serangan pada musuhnya itu.


Sraak...


Kepala pria itu sudah terpisah dari tubuhnya, bahkan sebelum dirinya menyadari peristiwa yang terjadi.


Ding!


[Misi Utama: mengalahkan dua orang pembunuh bayaran yang berusaha menculik Zuo Ling telah selesai.Anda mendapatkan 150 Poin Kontribusi]


[Anda mendapatkan 2 item tingkat menengah secara acak, apa anda ingin mengambilnya sekarang?]


"Saat ini aku masih dalam perjalanan, ku rasa aku akan membukanya nanti."

__ADS_1


[Baik, sebagai bonus dari sistem.Sistem akan memulihkan stamina dan energi spiritual dalam tubuh Anda]


Seketika tubuh Zhishu yang terasa lemas dan tidak berdaya berganti menjadi tubuh yang bugar dan penuh energi.Zhishu seakan berubah menjadi seseorang yang seakan tidak bertarung 2 menit lalu.


"Lega sekali rasanya!" ucap Zhishu dengan senang, ia menatap ke arah Heng Guo yang masih dalam keadaan sebelumnya, ia masih mematung dan merenung, tidak mengatakan apapun.


Ah, dia pasti melamun lagi, pikir Zhishu.


"Heng Guo!" panggil Zhishu keras, "sudah ku duga ini tidak akan berhasil."


Zhishu menghampiri tubuh Heng Guo yang sudah seperti robot itu, Zhishu memukul tubuh Heng Guo dengan keras, "Heng Guo! Sadarkan dirimu!"


Heng Guo tercekat, "Ma-maafkan saya nona.Tadi itu luar biasa, tidak itu sangat sangat luar biasa.Atau lebih tepatnya itu lebih seperti hal tidak nyata bagiku.Ba-bagaimana nona melakukannya? Apa yang ku lihat tadi hanya mimpi?!"


Zhishu mengabaikan Heng Guo yang masih terus berbicara hal-hal tidak penting, saat memperhatikan dua pembunuh itu, ia melihat sebuah lencana berbentuk tengkorak di bagian saku mereka.Tanpa pikir panjang, Zhishu langsung mengambilnya dan memasukkannya ke dalam cincin dimensi, "ini adalah tanda yang sama seperti yang ku temukan di pakaian pembunuh bayaran yang waktu itu hampir membunuhku.Aku rasa mereka berasal dari organisasi yang sama.Aku akan menyimpan lencana ini, aku pasti akan membutuhkannya nanti."


"Nona, mengapa kau melamun? Apakah ada yang salah? Anda sudah sangat membantu saya hari ini.Jika bukan karena bantuan Anda, saya pasti sudah mati kelelahan hari--"


"Cukup Heng Guo, mari lanjutkan perjalanan," tuturnya dengan wajah datar sembari berjalan menuju kereta kuda.


Tiba-tiba Zhishu menghentikan langkahnya, ia menyadari suatu hal, "kemana kusir kita pergi, Heng Guo?"


"Kusir!" teriak Heng Guo.


"Ya tuan!" balas sang kusir dari bawah kereta kuda, ia dengan cepat berlari ke tempat dimana seharusnya ia berada.


"Lanjutkan perjalanan! Kau membuat Nona Zhishu menunggu!" tegas Heng Guo dengan raut wajah marah.


Zhishu menjadi sedikit geli dengan adegan itu, ia merasa Heng Guo berlebihan.Dan apa yang membuat sikapnya berubah seperti itu?


"Masa bodo, lah.Yang terpenting sekarang adalah merayakan keberhasilanku dalam menjalankan misi, 150 poin dan dua item tingkat menengah.Seberapa berharga nya itu? Ah, tidak ada barang buruk dari sistem.Aku sungguh tidak sabar menggunakan poinku untuk membeli item-item yang bagus.Aku juga sangat penasaran dengan dua item tingkat menengah yang dijanjikan sistem."


"Oh ya, aku hampir lupa, aku juga mendapatkan buku jurus membelah angin karena berhasil naik level waktu itu.Aku tidak sabar mempelajari jurus yang sudah sangat langka itu.Berapa lama lagi kami tiba di Kerajaan?" batin Zhishu mulai tidak sabar, ia dipenuhi dengan rasa semangat membara karena dikelilingi oleh item bagus dari sistem


Zhishu masuk kembali ke dalam kereta dan diikuti oleh Heng Guo.Tak lama, kereta pun kembali berjalan dengan sedia kala.Setelah berjalan selama beberapa menit, Zhishu membuka obrolan dan menanyakan hal yang ingin ia ketahui.


"Heng Guo."


"Ya nona? Apa ada yang bisa saya bantu? Apa Anda lelah memangku Yang Mulia Putri? Apa tempat duduk anda kurang empuk?"


Heng Guo langsung membanjiri Zhishu dengan segudang pertanyaan yang sangat tidak penting bagi Zhishu, Zhishu menjadi sedikit canggung, "apa yang terjadi dengannya? Dia mirip seperti penjilat."

__ADS_1


__ADS_2