
"Tepat sekali," balas Wu Ge yang membuat Zhishu dan Wu Huan bungkam seketika.
"Memangnya apa yang dilihat Jing Yi dari gadis kurus itu?" batin Zhishu penuh tanda tanya.
"Jing Yi adalah salah satu dari lima tetua perempuan di Akademi Jixuan.Dia terkenal dengan keahliannya dalam menggunakan Gerakan bunga pedang yang dibuat oleh Leluhur Akademi Jixuan, Guozhi Enlai yang tak lain juga merupakan gurunya.Konon katanya Jing Yi sudah berusia ribuan tahun.. Ya tidak begitu mengherankan.." batin Zhishu mengingat informasi yang ia ketahui tentang Jing Yi.
"PERTANDINGAN KETIGA! ZHISHU PERWAKILAN DARI KELUARGA WU DAN JI HONGKI DARI KELUARGA JI! KEPADA PESERTA YANG TELAH DISEBUTKAN, DIPERSILAKAN UNTUK NAIK KE ARENA PERTARUNGAN!"
"Wah! Aku tiba-tiba merasa gugup!" ujar Zhishu sembari menunjukkan keringat yang membasahi telapak tangannya.
"Kau berlebihan, pergi sana! Xu Qian saja bisa kau hadapi, ya meski akhirnya bukan kau yang membuatnya mati.Tapi kemampuanmu sudah cukup jika hanya untuk melawan Ji Hongki," tutur Wu Huan dengan wajah cuek.
Zhishu menatap kesal ke arah Wu Huan, "serius? Mengapa jadi dia yang terlihat begitu percaya diri? Akulah yang akan bertarung tapi dia sudah yakin aku akan menang?"
"Percaya dirilah pada kemampuanmu, Zhishu.Kami yakin kau pasti bisa.Ingatlah untuk tidak meremehkan lawanmu," ujar Wu Jungwo memberi semangat.
Senyum kecil yang manis tercetak jelas di wajah putih mulus Zhishu, "terima kasih Paman!"
Zhishu melompat dari balkon setinggi gedung tingkat tiga itu menuju arena pertarungan.
Bruk!
Zhishu mendaratkan tubuhnya dengan sempurna di salah satu sisi arena pertarungan.Kini ia berhadapan dengan seorang lelaki dengan wajah tirus dan senyum yang arogan.
"Aku bertaruh pada Ji Hongki!"
"Aku dan temanku juga bertaruh padanya!"
"Ya, aku juga.Memangnya siapa yang akan bertaruh pada gadis kecil lemah yang baru ku lihat itu?"
Sorak sorai penonton menyambut mereka dengan meriah dan bersemangat.
Sedangkan di seberang balkon keluarga Wu, yang tak lain merupakan tempat bagi Keluarga Ziong menyaksikan pertandingan kini sedang terjadi sedikit keributan.
"Anak itu--?!" kata Jia Yu spontan, ia tidak melanjutkan perkataannya karena akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
__ADS_1
Jia Yu dan Ziong Ying saling bertatapan dengan mata mereka yang sama-sama terbelalak, dalam pikiran mereka tercetak lima kata yang sama, "bagaiman bisa dia masih hidup?!"
"Han Wei, bukankah itu Zhishu? Bagaimana dia bisa mewakili keluarga Wu dalam kompetisi ini?" tanya Ziong Meng yang tak lain adalah Ayah Zhishu.
Tanpa melepas tatapan intimidasi nya dari Han Wei, ia melanjutkan perkataannya, "apa anakmu itu lebih memilih keluarga Wu daripada keluarganya sendiri? Apakah dia kabur dari kediaman hanya untuk ini? Padahal seluruh orang di Kediaman sedang mencari-cari dia.Tapi inilah yang dia lakukan?!"
Han Wei diam tak merespon perkataan dari suaminya itu, ia menatap Zhishu dengan intens sama seperti sebelumnya.
Melihat kesempatan yang begitu bagus, Jia Yu mengeluarkan ucapan pedas untuk menambah api yang terjadi diantara Han Wei dan Ziong Meng.
"Suamiku, mengapa kau begitu repot? Mau bagaimanapun, Zhishu itu hanyalah sampah.Mengapa begitu mempedulikannya? Dia hidup atau mati juga tidak ada yang berbeda dari keluarga Ziong," ujar Jia Yu sembari merangkul dada bidang Ziong Meng.
Ziong Meng tanpa basa-basi langsung menepis kedua tangan Jia Yu yang berada ditubuhnya, "sebaiknya kau diam, aku sedang berbicara dengan Han Wei!" tegas Ziong Meng yang berhasil membuat Jia Yu tak berkutik.
"Sudahlah ibu, ini bukan saat yang tepat untuk menghasut Ayah.Tak perlu repot menambah percikan api, karena api yang besar juga sudah menyala diantara mereka."
"Ayah pasti marah karena Zhishu bodoh itu berani-beraninya menampakkan dirinya yang seorang sampah itu dihadapan orang-orang.Dan belum lagi, dia bahkan menjadi perwakilan dari keluarga lain? Aih.. betapa bodoh nya dia," sambung Ziong Ying berbisik pada ibunya.
Jia Yu mengangguk dengan semangat, "kau benar, putriku.Kita hanya perlu menyaksikan sebuah pertunjukan besar."
Mendengar bentakan dari Ziong Meng, Han Wei menoleh ke arah lelaki paruh baya yang memiliki luka sayatan di bagian matanya itu dengan datar, "aku juga tidak tahu mengenai hal ini."
Dahi Ziong Meng mengernyit dalam, "kau adalah ibunya, mengapa kau bisa tidak tahu menahu mengenai anakmu sendiri?!"
Tatapan Han Wei yang semula lurus ke depan kini tertunduk menatap ke bawah, "mengapa kau begitu marah? Apa karena putriku itu seorang sampah? Jadi kau tidak memperbolehkan dia keluar dari kediaman?"
Ziong Meng menyunggingkan senyum meremehkan, ia menatap Zhishu yang sedang berdiri di arena pertarungan dengan sinis, "dia adalah aib.Bukankah sudah sepatutnya kita menutupi aib di keluarga kita? Yang ku katakan benar 'kan, Han Wei?"
Lagi-lagi Han Wei tidak merespon perkataan pria yang sedang duduk disampingnya itu.
"Aku masih tidak habis pikir mengapa anak itu bisa lahir dari rahimmu.Kau adalah ahli beladiri tingkat tinggi, tidak sepatutnya dia menjadi sampah tak berguna seperti ini.. aish..."
"Mungkin suatu saat, kau akan tau," balas Han Wei singkat.
Kembali ke arena pertarungan, kini Zhishu dan Ji Hongki saling berhadapan satu sama lain.Lelaki yang berusia dua tahun lebih tua dari Zhishu itu tampak sangat bersemangat.
__ADS_1
"Aku akan menang dengan mudah! Hanya melawan gadis 15 tahun sepertimu, hahaha!" teriak Ji Hongki kala melihat Zhishu yang ada dihadapannya.
"Begitukah?" balas Zhishu cuek dengan tambahan aura mencekam yang ia keluarkan.
"Memangnya apa yang akan ku dapatkan dari melawan gadis lemah sepertimu selain kemenangan?" ujar Ji Hongki sembari memusatkan energi spiritual nya di kepalan tangan kanannya.
Dengan cepat, Ji Hongki melesat ke arah Zhishu dan mengarahkan kepalan tangannya itu ke arah perut Zhishu.
Wuush~
Zhishu berhasil menghindar dari serangan itu dengan sangat mudah.Gerakannya sangat halus seperti hembusan angin yang bertiup.
"Mungkin aku akan menghadiahimu satu pukulan," ujar Zhishu sembari mengarahkan telapak tangannya ke dada kiri Ji Hongki.
Bruaak!!
"Ughh!!" Ji Hongki seketika terpental jauh ke belakang, ia mencengkram dada kirinya dengan keras.
"Pendekar dari keluarga Wu itu sangat hebat!"
"Siapa tadi namanya? Hmm... Zhishu ya?"
"Hanya satu kali pukulan darinya sudah mampu membuat Ji Hongki terlempar hingga ke ujung arena!"
"Mudah sekali mereka mengatakan hanya dalam sekali pukulan?! Ya, benar, dengan sekali pukulan, tetapi pukulan yang mengandung sepertiga energi spiritual milikku! Tapi tak apa, sepertinya itu berhasil membuat mereka terkesan, hehehe!" batin Zhishu bangga.Namun, meski ia dilanda kesenangan dalam pikirannya, Zhishu saat ini tetap memasang ekspresi datar tak berbelas kasihan bak pembunuh bayaran berdarah dingin.
Dari atas balkon, Ziong Meng yang sedari tadi menyaksikan pertandingan antara Ji Hongki dan putrinya itu sedang mengalami syok.
Dahinya mengernyit dalam dengan mulutnya yang terbuka lebar, "bagaimana bisa?! Apa dalam tiga bulan ini dia berlatih dengan sangat keras? Ataukah dia bisa sampai sekuat ini karena dilatih oleh Wu Jungwo itu?! Dia.. dia jelas jauh lebih kuat dari Ziong Ying...!" batin Ziong Meng ditengah-tengah keterkejutannya.
"Ibu! Bagaimana dia bisa menjadi kuat seperti itu, apa ra--" sebelum Ziong Ying dapat menyelesaikan perkataannya, Jia Yu sudah lebih dulu membungkam mulut putrinya itu dengan salah satu tangannya.
"Kau bodoh! Diamlah!" ujar Jia Yu dengan ekspresi wajah panik karena ia menyadari mata tajam bak elang milik Han Wei sedang tertuju pada mereka.
"Dua orang bodoh," batin Han Wei sembari mengalihkan penglihatan nya dari Jia Yu dan Ziong Ying.
__ADS_1
Senyum tipis penuh misterius terbentuk di wajah Han Wei yang dingin itu, "kalian kira aku tidak tahu? Huh, dasar idiot."