
Wu Huan tersenyum lebar, "terima kasih nona! Setelah ini aku akan menghubungi ayahku, dia juga pasti akan sangat senang memiliki seorang putri lagi!"
"Apa? Apa dia benar-benar ingin mengangkat ku menjadi adiknya?!"
"Tidak perlu Yang Mulia.Aku masih punya keluarga, apa ada cara lain agar aku bisa mengikuti kompetisi itu tanpa menjadi anggota keluarga?" tanya Zhishu.
Wu Huan menyentuh dagunya, "hmm.. sepertinya tidak ada peraturan yang mengharuskan anggota keluarga yang mengikuti kompetisi.Asalkan pendekar itu bersedia bertarung dengan nama keluarga, seperti nya tidak jadi masalah.Tapi, apakah nona tidak ingin menjadi anggota keluarga Wu karena kami sedang dalam masa terpuruk?"
"Bukan, bukan begitu.Aku masih anggota dari sebuah keluarga.Aku juga masih memiliki ayah dan ibu," ujar Zhishu dengan senyum, "ya, meski mereka tidak peduli denganku."
"Oh begitu, berasal dari keluarga mana nona?"
"Em... aku tidak ingin membicarakannya sekarang."
Wu Huan mengangguk tanda mengerti.Ia meraih cangkir tehnya dan kembali menyeruput teh yang sudah dingin itu.
"Ngomong-ngomong Yang Mulia, mengapa para pelayan begitu menghormati Xu Qian?" tanya Zhishu memecah keheningan yang sudah terjadi selama beberapa saat itu.
Wu Huan melirik ke arah Zhishu, "sebenarnya aku tidak ingin membicarakan ini pada siapapun karena sepertinya hanya aku yang mengetahui hal ini.Tapi karena nona Zhishu sudah berada di pihak keluarga Wu, tentu saja aku akan memberitahukannya."
"Wah, apa hal ini begitu rahasia?" tanya Zhishu antusias.
"Sepertinya begitu.Hal ini pasti akan membuat Anda tercengang.Apa anda percaya bahwa Xu Qian yang merupakan pelayan pribadi permaisuri itu merupakan kekasih gelap kaisar?"
"Apa?! Aku tidak percaya, benarkah itu?"
Tanpa sadar dahi Zhishu sudah mengerut dalam, Zhishu menatap mata Wu Huan yang masih berada dalam raut wajah seriusnya.
"Tentu nona.Xu Qian itu orang yang serakah dan juga licik.Semenjak ia berhasil menggoda Kaisar dan tidur dengannya, Xu Qian menjadi merasa paling berkuasa, ia suka memerintah para pelayan Istana.Dia mengancam para pelayan itu agar tidak membuka mulut tentang hal ini sebelum ia menikah secara resmi dengan Kaisar," jelas Wu Huan yang membuat Zhishu semakin dilanda rasa bingung.
"Mengapa Xu Qian berani melakukan itu? Apa ada kekuatan besar yang melindunginya?" tanya Zhishu masih dengan alis yang saling bertaut.
Wu Huan mengangguk, "benar, sekte tengkorak berdiri dibelakangnya."
Ding!
[Anda telah menyelesaikan misi utama: Mencari tahu penyebab rasa takut para pelayan di Istana]
[Selamat! Anda mendapatkan 180 poin kontribusi]
__ADS_1
Pupil mata Zhishu mengecil seketika, "aku berhasil menyelesaikan misi dari sistem, itu artinya informasi dari Wu Huan bukan sebuah kebohongan.Sekte tengkorak..."
Sekte tengkorak adalah organisasi yang berdiri atas kehendak iblis.Mereka berjalan dialiran kejahatan dan merupakan salah satu kekuatan gelap yang terbesar di seluruh kekaisaran.
"Mengapa sekte tengkorak mendukung Xu Qian? Bukannya Xu Qian ini hanyalah orang biasa?" tanya Zhishu lagi.
"Nona mungkin tidak tau, Xu Qian ini adalah salah satu orang yang menggunakan teknik terlarang.Tentu saja sekte tengkorak mau bekerja sama dengannya, mereka sejalan.Lagipula sekte tengkorak ini juga membenci permaisuri, percobaan pembunuhan Putri Zuo Ling juga disebabkan oleh mereka."
"Lalu apa.." Dengan kedua alisnya yang hampir bertaut itu, Zhishu berkata dengan ragu-ragu.Namun, seakan bisa membaca pikirannya, Wu Huan mengangguk pelan dan menghancurkan keraguan Zhishu, "anda cerdik nona, orang yang meracuni permaisuri juga adalah Xu Qian, ia bergerak atas perintah dari Sekte Tengkorak."
Ding!
[Anda telah menyelesaikan misi rahasia: mencari tahu penyebab penyakit dingin permaisuri]
[Selamat! Anda mendapatkan 50 poin kontribusi]
"Wu Huan ini benar-benar adalah sumber poin ku.." Zhishu menatap Wu Huan intens, "dia sungguh penuh dengan rahasia, padahal dia hanyalah seorang selir terbuang yang kesehariannya hanya tinggal di kediam--"
"Tunggu, tunggu! Ini pasti ada yang tidak benar, dia setiap harinya hanya tinggal dalam kediaman.Lalu mengapa dia tau semua hal itu? Aku yakin bahkan Lian Chi ataupun Lei Zi tidak mengetahui ini, lalu mengapa Wu Huan bisa tau? Dia mendapat informasi dari mana?!" batin Zhishu tercekat.
"Yang Mulia, jika saya boleh tau, dari mana anda mengetahui hal itu? Bukannya anda.."
Zhishu tersenyum, "anda benar-benar orang yang misterius."
Wu Huan tertawa mendengar itu.Bahkan saat tertawa, Wu Huan terlihat sangat cantik, mata berwarna cokelat hazel miliknya tampak sangat manis di wajah tirusnya yang putih.
"Tapi bukankah anda lebih misterius.Seorang gadis muda yang bahkan belum genap 15 tahun tapi sudah memiliki kemampuan yang diluar akal sehat.Saya penasaran darimana Anda mendapatkannya," ucap Wu Huan, nadanya seperti seseorang yang sedang menginterogasi.
Zhishu yang menyadari itu hanya bisa berprilaku seolah tak terjadi apapun.Selama beberapa saat, mereka lanjut mengobrol dan sesekali mereka tertawa bersama, benar-benar mirip seperti kakak beradik.
Waktu pun berlalu, sinar matahari yang tadinya hangat kian terasa semakin panas.Matahari sudah berada diatas kepala.
"Bukankah seharusnya master Li Shao sudah datang saat ini?" tanya Wu Huan pada Zhishu yang juga sedang melihat ke luar jendela.
"Benar, maka dari itu aku melihat ke luar."
Dari jendela, Zhishu hanya melihat tanah gersang yang semakin kering, tanahnya bahkan terlihat retak, benar-benar seperti kemarau disini.Dari kejauhan, Zhishu melihat siluet anak kecil yang sedang berlari ke arah paviliun Utara ini.
Benar, gadis kecil itu adalah Zuo Ling, melihat anak perempuan yang bertubuh gendut itu sedang berlari ke arahnya, Zhishu dengan cepat keluar dari kediaman Utara dan merentangkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Kak Zhishu!" teriak Zuo Ling sembari melompat ke pelukan Zhishu.
"Kau sudah selesai belajar?" tanya Zhishu sembari menggendong anak kecil berusia 6 tahun itu, "kau berat juga ya?!" ledek Zhishu yang diakhiri dengan tawa.
"Kakak bahkan lebih berat dariku, hihihi!" balas Zuo Ling tak mau kalah.Zhishu hanya merespon ledekan dari Zuo Ling dengan mencubit pipi gembul milik anak perempuan kecil itu.
Heng Guo yang melihat prilaku Zhishu hanya bisa memasang wajah panik dan khawatir, tapi ia tidak berani untuk menghentikan atau bahkan sekedar menegur gadis dengan mata biru itu.
"Emm.. nona Zhishu, master Li Shao akan datang sebentar lagi, mari kita segera ke paviliun phoenix," ucapnya masih dengan wajah khawatir yang ditujukannya pada Zuo Ling, "pipi Yang Mulia jadi merah.." gumam Heng Guo nyaris tak bersuara.
"Yang Mulia, aku pergi dulu.Terima kasih untuk tehnya!"
"Tentu nona Zhishu, anda bisa datang kapan saja, kita sekarang adalah saudara!" teriak Wu Huan, ia melambaikan tangannya pada Zhishu yang sudah mulai melangkah pergi meninggalkan kediamannya bersama dengan Zuo Ling dan Heng Guo.
Tapi karena mendengar perkataan dari Wu Huan, Zhishu menoleh ke arah Wu Huan dengan tatapan kesal, "padahal kami sudah sepakat bahwa aku bukan termasuk dalam anggota keluarga Wu."
"Nona, bagaimana bisa kalian bersaudara?" tanya Heng Guo yang juga diangguki oleh Zuo Ling, mereka sama-sama memasang wajah penasaran yang membuat Zhishu semakin kesal.
"Itu hanya sebuah ungkapan yang tidak nyata.Ayolah, mengapa kalian sangat mudah mempercayai perkataan orang?" balas Zhishu dengan wajah datar.
"Kak Zhishu benar-benar orang yang sensitif, benar kan Heng Guo? Haha!" pungkas Zuo Ling, Heng Guo hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.Ia takut akan dibentak lagi oleh Zhishu.
"Benar, kalau begitu Zuo Ling sebaiknya tidak mencari masalah dengan kakak," ucap Zhishu dengan wajah ramah dan senyum manis.Ia kemudian menatap ke arah Heng Guo, ekspresinya seketika berubah seperti serigala yang siap menerkam mangsa, "apa kau juga berpikir seperti itu Heng Guo?"
.
.
.
.
.
.
...Haiii~...
...Kalo suka dengan bab ini, silakan like, komen, dan vote....
__ADS_1
...Terima kasih, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!...