Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 23: Membela Pelayan Rendahan


__ADS_3

"Apa maksudmu? Aku sama sekali tidak menutupi pandanganmu, lagipula, apa yang kau lihat disana?" balas Kaisar sembari berjalan pergi dari hadapan Zhishu.


Zhishu menatap bagian depan pintu dengan alis mengerut, ia melirik ke arah Kaisar yang juga sedang memperhatikan gerak-gerik nya, "aku yakin tadi itu adalah Xu Qian.Kaisar tua ini pasti sedang menyembunyikan fakta bahwa selingkuhannya ini berani melanggar titahnya.Padahal tadi sudah dikatakan bahwa akan ada pertemuan tertutup dengan Master Li Shao, tapi si jala*ng itu masih berani datang secara diam-diam."


"Penglihatan super, aktif!"


Seketika dinding kayu yang menjadi sekat antara kamar Permaisuri dan ruang tamu di paviliun Phoenix berubah transparan di penglihatan Zhishu.Ia melihat sebuah siluet yang terlihat berwarna biru dipenglihatannya sedang bersender di sebelah pintu kamar Permaisuri.


Di atas siluet itu tertulis nama Xu Qian dan tingkat kultivasinya yang berada di Ranah Alam Jenderal level 1. Zhishu tersenyum kecil melihat itu.


"Nona Zhishu," panggil Heng Guo bermaksud untuk memecah lamunan Zhishu.


Zhishu menoleh dengan wajahnya yang masih tersenyum, "ya, ada apa?"


"Eh? Mengapa Nona tersenyum?"


"Hahaha, hanya menertawakan orang yang sedang berdiri di dekat pintu."


Di sisi lain, Xu Qian yang mendengar perkataan Zhishu menjadi panik.Jantungnya berdegup kencang, ia tidak dapat bernapas dengan teratur lagi.


Heng Guo mengerutkan alisnya dalam.Sedang Kaisar tampak merenungi perkataan Zhishu dengan wajah bingung, ia terus mengulangi kalimat yang sama dalam pikirannya, "bagaimana dia bisa tahu? Bagaimana dia bisa tahu?"


"Apakah ada orang lain yang berani masuk ke kediaman Yang Mulia Permaisuri di saat seperti ini?!" ujar Master Li Shao dengan nada membentak.


"Master Li Shao, Nona Zhishu, sepertinya orang itu adalah pelayan pribadiku, Xu Qian.Saya tidak mempermasalahkan jika dia ingin masuk ke kamar," ucap Permaisuri yang sudah mulai kembali normal.


Zhishu menampilkan wajah kesal, "apa Permaisuri tidak tau perbuatan pelayan pribadi dan suaminya? Permaisuri, kau terlalu baik! Seharusnya biarkan Master Li Shao melayangkan beberapa pukulan pada pelayan itu!"


Xu Qian masuk, ia berlari ke dekat kasur Permaisuri secara tiba-tiba.Matanya terlihat berkaca-kaca, ia berlutut dihadapan Permaisuri, "maafkan saya Permaisuri.Saya tidak bermaksud untuk memperhatikan anda secara diam-diam tanpa izin anda."

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Xu Qian," balas Permaisuri, ia lantas memerintahkan Xu Qian untuk berdiri kembali.


"Lihatlah nona Zhishu, itu hanyalah Xu Qian," ucap Kaisar arogan, ia pasti merasa menang dari Zhishu.


"Memangnya mengapa jika dia Xu Qian? Dia tetaplah orang yang berani melanggar ucapan anda, Yang Mulia. Apa yang akan kau lakukan pada pemberontak seperti dirinya?"


"Apa maksudmu, Zhishu?! Dia jelas-jelas adalah pelayan pribadi Permaisuri, bukankah memang sudah seharusnya dia berada di kediaman permaisuri?!" ujar Kaisar dengan nada yang meninggi.


Zhishu mengerutkan alisnya sebagai tanda bahwa ia merasa tersinggung dan tidak senang atas ucapan Kaisar barusan, "Yang Mulia, mengapa hanya karena seorang pelayan anda membentak saya? Lagipula, saya hanya bersikap waspada, bagaimana jika tadi yang datang adalah seorang pembunuh bayaran yang diam-diam melemparkan gas beracun?"


"Bukankah kau yang terlalu berpikir negatif? Pembunuh bayaran pasti bisa merasakan keberadaan seorang Master Alkemis disini, mereka tidak akan berani menyerang," balas Kaisar dengan nada yang lebih rendah.


"Bukan karena pemikiran saya yang negatif.Justru karena Yang Mulia sudah memberi titah pada pelayan dan juga para selir untuk tidak mengganggu pertemuan ini, saya jadi berpikir bahwa itu adalah pembunuh bayaran," balas Zhishu tak mau kalah, "kau ingin melindungi jala*ng ini, Kaisar?! Selama aku masih hidup, kau tak kan mampu melakukan itu.Dia adalah musuhku, dia termasuk anggota sekte Tengkorak Kembar yang sudah berani menyerang ku beberapa kali.Ku pastikan tak akan ada satu pun dari mereka yang bisa hidup tenang."


"Zhishu--?!!"


Kaisar mengeluarkan aura membunuh yang tepat ditujukannya pada Zhishu.Seorang Kultivator tingkat tinggi sedang berusaha menyerang Zhishu? Oh, tentu saja Zhishu sedang dalam bahaya sekarang!!


"Jala*ng," gumam Zhishu penuh amarah.


"Changyi! Apa yang kau lakukan?!" teriak Permaisuri dengan keras, namun perkataan permaisuri itu sama sekali tak digubris oleh Kaisar, ia tetap mengeluarkan aura membunuh yang malah semakin bertambah.


Master Li Shao dengan sigap melesat ke arah Kaisar dan memukul Kaisar tepat di bagian perutnya.


"Ugh! Guru!" teriak Kaisar sembari memegang perutnya yang terasa sakit.


"Ada apa denganmu, hah?!" bentak Master Li Shao.


"Dia sudah berani--"

__ADS_1


"Berani apa?! Berani menangkap basah pemberontak di Istanamu? Lagipula yang dikatakan oleh Zhishu benar, pelayan ini sudah berani melanggar perkataanmu.Apa kau ingin membiarkannya pergi begitu saja? Apa kau sudah kehilangan wibawa mu?!" lanjut Master Li Shao masih dengan amarah yang meluap.


Kaisar menunduk, tidak berani menatap wajah gurunya yang sedang marah besar itu.


Kaisar membalikkan badannya dari hadapan Kaisar, "ku beritahu kau, aku tidak akan menganggap mu sebagai murid lagi sebelum aku melihat kepala pelayan itu menggantung di tembok Istana."


Setelah mengatakan itu, Master Li Shao mengajak Zhishu beserta Zuo Ling dan Heng Guo keluar dari Paviliun Phoenix.


"Kak Zhishu, mengapa kakak berani menjawab perkataan Ayah? Apa kakak tidak takut?" tanya Zuo Ling.


"Tidak ada yang membuat kakak takut kecuali kesendirian dan kehampaan."


"Mengapa begitu? Bukankah bila kita sendirian kita akan merasa tenang?"


"Benar, tapi jika dalam waktu yang lama, kita mungkin akan menjadi gila.Hidup dalam kesendirian, kita akan merasa hampa dan tidak ada tujuan untuk hidup lagi. Terjebak dalam kesendirian lebih mengerikan daripada terjebak oleh kerumunan singa," jelas Zhishu dengan senyum.


Master Li Shao yang mendengar perkataan Zhishu lantas mengeluarkan suara, "mengapa kau berpikir begitu, Zhishu?"


"Karena aku sudah merasakannya.Meski sebentar, tapi rasanya sudah sangat menyiksa dan hampir membuatku kehilangan akal.Untung saja aku tidak bunuh diri saat itu," jawab Zhishu dengan wajah lega.


"Oh, mengenai tubuh spesial anda, saya memiliki beberapa permintaan," ujar Master Li Shao sembari menatap mata biru muda Zhishu yang tampak bersinar dibawah terik matahari.


"Apa itu, Master?"


"Begini, saya sedang membuat pil yang memerlukan energi dingin yang cukup banyak.Sudah beberapa tahun ini saya berusaha membuat pil ini dengan memanfaatkan energi Yin yang ada di batu spiritual kera salju, tapi tetap tidak cukup.Saya lihat anda memiliki pasokan energi Yin yang sangat melimpah seperti tidak ada habisnya.Saya harap anda mau membantu saya," jelas Master Li Shao sambil memasang wajah penuh harap.


"Dia membantuku dari serangan Kaisar tadi, ternyata karena memerlukan bantuanku.Apa perbuatan baik di zaman sekarang selalu ada harganya?! Dan karena dia sudah membantuku, aku harus secara terpaksa membantunya.Terpaksa? tidak tentu saja tidak terpaksa, apa yang baru saja ku katakan?! Apa aku gila?!"


Zhishu tersenyum lebar, "Ekhem! Tentu saja saya akan membantu Anda, Master Li Shao.

__ADS_1


"Master Li Shao sudah berusaha selama beberapa tahun untuk membuat pil itu namun tetap saja tidak berhasil. Bila aku membantunya dan berhasil, mungkin saja dia akan menganggap ku sebagai salah satu orang yang berpengaruh dalam keberhasilannya itu.Kompetisi Persahabatan antar keluarga besar di ibu kota baru akan diadakan sekitar 2 bulan lagi.Aku masih memiliki banyak waktu untuk membantu Master Li Shao," batin Zhishu.


__ADS_2