Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 50: Peristiwa yang Mengguncang Penginapan Taiyang


__ADS_3

Zhishu menyalurkan energi spiritual nya yang seharusnya ia jadikan cadangan agar tubuhnya tetap aman pada pedangnya.Ia juga menyalurkan energi Yin miliknya yang juga hanya tersisa sedikit itu pada pedangnya.


Sekarang, tubuhnya benar-benar kosong akan energi.


"Gadis ini gila," batin pembunuh bayaran itu sembari menelan ludah.


"Aku akan mengeluarkan jurus pedang milikku.Dia belum masuk ke akademi atau perguruan manapun, dia pasti belum mempelajari jurus pedang dan hanya mengandalkan energi spiritual miliknya.Aku akan menang kali ini," pikir pembunuh bayaran itu dengan rasa percaya diri yang tinggi.


Pembunuh bayaran itu juga mulai menyalurkan energi spiritualnya.Ia terlihat fokus agar bisa mengeluarkan jurus yang sempurna.


"Baji*ngan, kau akan ku kirim ke neraka!!! Pastikan kau tidak menyia-nyiakan energi mu!" teriak Zhishu sembari memasang kuda-kuda.


"Hehehe, gadis yang terlalu percaya diri.Jika kau mau mengirimku ke neraka, sebaiknya kau bisa bertahan di area panas yang dihasilkan oleh pedangku," ujar pembunuh bayaran itu dengan senyum seringai yang besar.


Zhishu mematung selama beberapa saat.Matanya terus menjelajah ke berbagai sudut ruangan di sekitarnya. Ada semacam kabut merah yang terasa sangat panas di sekelilingnya, tapi itu bukan api.


"Bagaimana menurutmu, Ziong Zhishu?" tanya pembunuh bayaran itu dengan penuh kemenangan.


Melihat ekspresi yang ditampilkan lelaki di hadapannya, Zhishu merasa geli, "hahahaha! Kau lucu sekali! Panas katamu?! Hahaha!"


"Apa maksudmu? Ini adalah jurus yang ku pelajari di sekte tengkorak.Aku sudah menggunakannya beberapa kali dan musuhku merasa seperti sedang dimasak.Kau tertawa? Kau kehilangan akalmu karena sudah berada dekat dengan ajal?"


"Ya, mungkin bagi orang biasa ini panas.Tapi bagiku, ini hangat.Sayangnya, aku orang dengan tubuh Yin, bodoh!"


Zhishu dalam sekejap melesat ke arah pembunuh bayaran itu.Karena tubuhnya yang sudah lemah, pedangnya terasa inilah yang membuatnya semangat, pedang yang terasa berat itu akan segera ia ayunkan ke tubuh pembunuh bayaran di hadapannya dengan sekuat tenaga, pasti hasilnya sangat memuaskan.


Pembunuh bayaran itu tak hanya menahan serangan Zhishu, tapi ia juga melawan pedang dingin milik Zhishu dengan pedangnya yang sangat panas melebihi api pada umumnya.


BOOM!!


Zhishu terpental hingga menabrak dinding ruangan itu dengan keras.Ia membuka matanya dengan secuil tenaganya yang tersisa.


Samar-samar, ia melihat pembunuh bayaran yang baru saja dilawannya tengah terbaring di lantai dengan seluruh tubuhnya yang membeku karena energi Yin milik Zhishu.


Beberapa barang-barang di ruangan itu juga tampak membeku, seperti lemari dan nakas yang berada di samping kasur.


Zhishu memejamkan matanya dengan lega.


Ding!


[Selamat, Master! Anda telah berhasil menyelesaikan misi rahasia: Mencapai batas kemampuan tubuh]

__ADS_1


[Hadiah misi: 350 poin kontribusi dan buku jurus tingkat kuning]


.


.


.


Tok... tok...


"Maaf menganggu anda, nona.Tapi saya mendapat keluhan dari orang-orang yang berada di dekat ruangan Anda.Bisakah anda membuka pintunya?"


"Nona?" ujar pelayan itu lagi karena tak kunjung mendapat jawaban dari dalam kamar penginapan Zhishu.


Tok... tok...


"Apa mungkin sudah tidur? Ah, tidak mungkin juga, tadi aku mendengar suara dari dalam."


"Nona, apa ada masalah?" tanya pelayan penginapan itu dengan sedikit panik.


"Maaf lancang nona, tapi karena anda tak kunjung menjawab.Saya akan membuka ruangan Anda," ujar pelayan itu sembari mengambil kunci cadangan yang ada di kantung bajunya.


"Ukh... kenapa dingin sekali disini?" batin pelayan itu kala merasakan hawa yang sangat dingin keluar dari dalam ruangan melalui celah pintu yang masih terbuka sebagian.


Karena penasaran, pelayan itu membuka pintu kamar lebar-lebar dengan cepat.


Napasnya tertahan melihat pemandangan yang ada dihadapan nya, matanya melebar seketika, tanpa disadarinya, ia berteriak dengan sangat kencang.


"KYAAAAAAAAAAAAA!!!"


.


.


.


.


.


"Wu Huan, darimana kau dapat gadis ini? Dia benar-benar..."

__ADS_1


"Monster kan? Sudah ku bilang ayah, dia ini pasti bukan orang sembarangan.Lihatlah yang telah dilakukannya tadi!" ucap Wu Huan sembari memijat pelipisnya.


"Bagaimana dia akan bertanding besok jika kondisinya saja seperti ini.Aih.. sungguh memprihatinkan, dia pasti menderita luka dalam yang sangat parah," sambung Wu Huan kala melihat wajah Zhishu yang teramat pucat.


Setelah pelayan yang membuka kamar Zhishu berteriak, semua penghuni penginapan Taiyang menjadi panik, mereka beramai-ramai pergi ke asal suara dan melihat pemandangan mengerikan seperti yang dilihat pelayan itu.


Mengetahui adanya masalah, sang pemilik penginapan turun tangan dan memerintahkan resepsionis untuk memanggil orang-orang yang bersangkutan.Karena Zhishu datang bersama dengan Wu Huan dan Wu Jungwo, jadilah mereka yang bertanggung jawab untuk menemani Zhishu.


Pihak penginapan juga berjanji agar mengusut kasus ini secepatnya, walau semua orang yakin itu tidak akan terjadi, sepertinya hanya sebatas formalitas.


Sebagai kompensasi, pemilik penginapan memberi Zhishu kamar yang baru dan mengembalikan biaya penginapan.Tak lupa ia juga mendatangkan tabib, ya, walau tabibnya tak banyak mengubah keadaan Zhishu.


Saat ini, Wu Jungwo dan Wu Huan, sedang berada di kamar penginapan Zhishu yang baru.Ayah dan anak itu sedang berbincang mengenai gadis dihadapannya yang masih terbaring dengan lemah.Wajahnya pucat.


"Aku tak tau bagaimana bisa dia melawan pembunuh bayaran di ranah Alam Jenderal level 6 sedangkan dia masih berada di ranah Alam Jenderal level 4, berbeda dua level, Ayah!"


"Dan... dan lagi.. pembunuh bayaran itu tidak hanya ada satu, tapi ada tiga! Tiga orang, menyerang dia bersamaan! Dan dia masih hidup! Dia masih bernapas, Ayah! Aku.. tak tau lagi, anak ini aneh, dia terlalu luar biasa.Jujur saja, aku iri padamu, ZHISHU!" tutur Wu Huan dengan wajah yang berapi-api.


"Sudahlah, Wu Huan.Aku tau, dia menciptakan keajaiban karena dia tidak takut akan resiko yang dihadapinya. Mungkin kau juga harus begitu dengan kultivasimu agar bisa naik level."


"Bagaimana jika gagal?" tanya Wu Huan dengan wajah sendu yang berusaha ia tahan.Sorot matanya menampakkan rasa kekhawatiran yang mendalam.


"Lihat, belum memulainya saja kau sudah takut gagal. Kau harus mencobanya.Yang terpenting adalah tetap tenang, agar kau bisa fokus."


Wu Huan menatap kedua tangan yang berada di atas pahanya dengan intens.Pikirannya dipenuhi dengan hal-hal negatif yang kemungkinan akan terjadi.Di saat-saat seperti itu, ia menoleh dan menatap manik mata Ayahnya dalam.


"Ayah percaya kau bisa.Wu Huan tetaplah gadis kecil ayah yang jenius." Wu Jungwo membentangkan tangannya, tak lupa ia juga memasang senyum hangat dihadapan Wu Huan.


"Ayah..." gumam Wu Huan sembari menyambut bentangan tangan itu dengan bahagia.


"Terima kasih," lirih Wu Huan hampir tak terdengar.


Tiba-tiba terdengar suara yang serak datang menghancurkan momen mengharukan itu, "sangat mengharukan..."


"Tunggu, apa! Kau Zhishu?! Yang tadi masih terbaring disini dengan tubuh lemah dan wajah pucat pasi tadi? Kau.. kau.. bagaimana kau sudah bangun, siala*n!!!" teriak Wu Huan spontan karena terkejut seakan tidak percaya akan penglihatannya.


Zhishu tersenyum puas, "keajaiban Sistem benar-benar membuat semua orang terkejut.Mau bagaimanapun pil penyembuh itu memang sangat manjur! Belum lagi sistem bisa langsung memasukkannya dalam tubuhku, benar-benar ajaib.Hehehe.. Kau pasti terkejut kan kak Wu Huan?"


Wu Huan mencengkram bahu Zhishu dan menggoyang-goyangkan nya dengan kencang, "kau seharusnya masih pingsan sial*an! Pejamkan matamu lagi, aku tidak menerima kemampuan penyembuhanmu yang sangat cepat itu!!!"


"Ayah, cepat katakan bahwa sekarang aku sedang bermimpi."

__ADS_1


__ADS_2