
"Dasar anak kurang ajar! Ke sini kau!!" teriak Zhishu penuh amarah, namun tentu saja bukan amarah yang sesungguhnya, Zhishu hanya merasa sedikit kesal.
Zuo Ling tampak panik dan berlari ke luar kediaman secepat yang ia bisa.Zhishu yang melihat itu hanya bisa berdiam diri sembari mencium pakaian yang dikenakannya.
Zhishu mengerutkan keningnya, "ini benar-benar tidak bau aku bersumpah.Dia berbohong, dasar! Aku malu sekali!" ujar Zhishu tidak terima.
Baru saja Zuo Ling dan Heng Guo pergi, seseorang kembali mengetuk pintu, sepertinya ia adalah pelayan.
"Permisi nona, saya adalah Lui An, saya ditugaskan oleh Tuan Heng Guo untuk membantu Anda bersiap," jelas pelayan itu dengan sopan dan hati-hati.
Zhishu yang memang sedang dalam suasana hati yang tidak baik hanya bisa menekan emosinya, "baiklah, cepat siapkan air untukku mandi.Campur dengan air mawar yang banyak," pinta Zhishu dengan mata penuh selidik ke arah pelayan dihadapannya.
Pelayan itu mengangguk dan segera melaksanakan perintah dari majikannya saat ini.
Tak lama setelah itu, Zhishu segera mandi dengan air yang dicampur dengan bunga mawar.Ia benar-benar tidak suka di sebut-sebut bau walau itu hanyalah candaan Zuo Ling, "aku ini adalah titisan Dewi! Hehehe, akan ku tunjukkan pesonaku pada Zuo Ling yang berani mengatakan aku bau itu.Aku tau anak itu hanya bercanda, tapi aku akan mematahkan candaannya itu dengan keharuman tubuhku, hahaha.."
Setelah mandi, Zhishu mengambil pakaian dari cincin dimensinya dan mengenakannya secepat yang ia bisa. Karena dari dalam kamar, Zhishu sudah mendengar para pelayan sudah selesai memasak dan mulai menyajikannya ke tempat makan di Aula Utama Istana.
Zhishu keluar kediaman dan menghirup udara dengan serakah.Ia melihat sekeliling dan berdecak kagum dengan keindahan di kediaman jingga ini.Dia melangkah pergi dari kediaman jingga diikuti oleh Lui An.
Ditengah perjalanan, mereka melihat banyak pelayan yang masing-masing dari mereka membawa berbagai jenis makanan yang berbeda.Mendapati pelayan yang sedang sibuk itu, Zhishu jadi teringat misi dari sistem.
"Aku penasaran mengapa mencari tahu hal yang ditakuti para pelayan itu dijadikan misi utama oleh sistem.Mana imbalannya 180 poin lagi!" batin Zhishu.
"Lui An, kemarin aku melihat banyak pelayan tampak sibuk padahal sudah tiba waktu bagi mereka untuk beristirahat," ucap Zhishu sembari melirik sekilas ke arah Lui An untuk melihat reaksi dari pelayan muda berumur sekitar 17 tahun itu.
Lui An tampak kaget mendengar perkataan Zhishu, ia menunduk, matanya terpaku pada alas kaki yang ia gunakan.Kedua tangannya tampak meremas bagian rok yang sudah tampak lusuh itu.
Lui An jelas takut, pikir Zhishu dalam hati.
"Apa kira-kira kau tau apa yang mereka kerjakan?"
"Tidak tau, nona!" jawab Lui An cepat.
Zhishu menaikkan satu alisnya sambil tersenyum, "kau bohong padaku ya?"
"Ti-tidak saya tidak berbohong.Saya berkata jujur, nona."
__ADS_1
Zhishu memanyunkan bibirnya sembari mengangguk, "oh begitu..."
"Lalu mengapa aku melihatmu di antara para pelayan itu semalam?" tanya Zhishu asal.Sebenarnya ia sama sekali tidak melihat Lui An kemarin, tapi masih ada kemungkinan bila Lui An juga ikut serta dikumpulan para pelayan waktu itu.
Lui An terdiam.Zhishu melihat pelayan bertubuh mungil dan sedikit gemuk itu menggigit bibirnya, "itu semua adalah permintaan dari Nyonya Xu Qian."
Zhishu terkejut, "apa dia adalah selir baru kaisar?"
Zhishu tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya, ia menjadi sangat bersemangat untuk mengorek informasi lebih dalam dari gadis polos yang penakut ini.
"Siapa itu Xu Qian?"
"No-nona, sa-saya takut menjawab nya."
Terdengar helaan napas kasar dari Zhishu, "baiklah, kalau begitu, setelah ini aku akan memberi tahu pada Heng Guo bahwa kau tidak melayaniku dengan baik."
"Padahal aku disini sebagai tamu kaisar.Tak habis pikir seorang pelayan berani-beraninya tidak menjawab pertanyaan dariku," celoteh Zhishu dengan nada kesal.
Lui An yang mendengar itu langsung berlutut, dan memegang kaki Zhishu, "ma-maafkan saya nona.Maafkan saya! Saya mohon ampun!"
"Hei apa yang kau lakukan? Aku tidak menyuruhmu berlutut.Bangunlah!" pinta Zhishu sembari menarik paksa kakinya dari pelukan Lui An, "aku tidak menyangka dia jadi seperti ini."
"Dipikirnya aku adalah tipe orang yang akan menggosipkan semua hal pada orang lain? Apa dia pikir aku orang seperti itu? Jika bukan karena misi, aku juga bakal masa bodoh sama urusanmu!" batin Zhishu kesal.
"Kau pikir kau siapa berani memerintah ku?" ucap Zhishu dingin.
"Apa kau berpikir aku terlalu lemah hingga tidak bisa melindungi mu dihadapan Xu Qian itu? Kau terlalu meremehkan ku," tambah Zhishu kesal.
"Ya lagipula aku sudah tau nama wanita penyebab kejadian kemarin, daripada bertanya dengan pelayan yang jual mahal ini, lebih baik aku bertanya pada pelayan lain atau pada kepala pelayan. Huh, apa dipikirnya aku mau mengemis padanya hanya untuk mendapat informasi itu? Sudah dari tadi aku memaksanya untuk membuka mulut, tapi kali ini dia ingin aku berjanji kepadanya? Apa dia pikir aku begitu tidak dapat dipercaya?" batin Zhishu kesal.
"Aku akan pergi sendiri."
Zhishu mempercepat langkahnya dan meninggalkan Lui An yang baru berani mengangkat kepalanya saat Zhishu mulai menjauh.Wajah Lui An terlihat panik, "tunggu nona! Xu Qian itu adalah pelayan pribadi permaisuri!"
"Pelayan pribadi permaisuri? Apa maksud nya adalah pelayan muda di paviliun Phoenix yang ku temui kemarin? Tidak heran wajahnya begitu menjengkelkan, ternyata dia ada kaitannya dengan hal ini."
"Walau kau sudah menjawab pertanyaan ku, tapi waktu mu sudah habis Lui An.Jika kau memberitahuku lebih awal, mungkin aku bisa melindungi dari Xu Qian itu, tapi karena kau berusaha jual mahal padaku, kau kehilangan itu."
__ADS_1
Zhishu terus melangkah maju tanpa mempedulikan Lui An yang sepertinya sedang menangis di sana.
Setelah berjalan beberapa saat, Zhishu akhirnya sampai ke Aula Utama.Ia melihat Heng Guo dan Zuo Ling sedang berdiri di depan sana.Saat mata mereka bertemu, Zuo Ling dengan senyum lebar melambaikan tangannya pada Zhishu.
"Wah! Kakak sudah wangi ya! Sangat wangi!" puji Zuo Ling sembari melakukan kebiasaanya, yakni memeluk Zhishu.
Zhishu menjawabnya dengan bangga, "tentu saja! Kakak memang selalu memiliki wangi seperti ini!"
Zuo Ling melepas pelukannya, ia mendongak ke atas dan menatap Zhishu dengan mata berkaca-kaca, "kakak, maafkan Zuo Ling! Zuo Ling tidak bermaksud meledek kakak.. Maafkan Zuo Ling, apa kakak marah pada Zuo Ling?" tanya Zuo Ling, air matanya mengalir dengan deras.
Zhishu menggeleng pelan, ia tersenyum lebar pada Zhishu, "bagaimana kakak bisa marah pada gadis lucu seperti Zuo Ling?"
Zhishu berjongkok dan memeluk Zuo Ling.
"Nona, kemana perginya pelayan yang ku tugaskan untuk melayani mu? Apa dia tidak datang ke kediaman jingga?'
"Dia datang dan membantuku bersiap.Aku memang datang ke sini seorang diri, aku menyuruhnya untuk kembali."
Heng Guo mengangguk, "mari nona, kita menuju ke ruang makan.Saya rasa Kaisar dan tiga selirnya sebentar lagi akan tiba disana."
.
.
.
.
.
.
.
.
...Hai para pembacaku yang cantik-cantik yang manis-manis pokoknya gula aja kalah sama kalian.Kalau kalian suka novel Kultivator Jenius Penentang Langit ini, jangan lupa like, komen dan kasih vote!...
__ADS_1
...Dukungan Kalian adalah penyemangat ku untuk melawan rasa mager dalam diriku yang sungguh membara ini, asek.Ditunggu notifikasinya!...