
"Mengapa kau masih terkejut? Bukankah kau sudah melihatku naik 5 level dalam sehari sebelum nya?" tanya Zhishu dengan senyum kecil yang membuat Wu Huan semakin terbakar emosi.
"Kau jadi sombong, ya?!" tutur Wu Huan dengan nada tinggi.
"Maaf Kakak Wu, bukan bermaksud sombong, tapi hanya berbicara kenyataan.." balas Zhishu yang diakhiri dengan tawa renyah.
Master Li Shao yang mendengar perbincangan diantara mereka menjadi terkecat, "Zhishu, apa yang dikatakan Yang Mulia Selir, benar?" tanyanya dengan wajah penasaran.
Zhishu kembali menggigit apelnya, "benar," jawabnya dengan wajah datar yang terlihat arogan.
Alkemis yang berada di sana seketika membelalakkan matanya, termasuk Master Li Shao.Ia juga terkejut dengan fakta itu, dia terus mempertanyakan bakat mengerikan semacam apa yang dimiliki gadis didepannya ini.
"Oh.. be-begitu, hahaha.. Sangat Luar biasa.La-lalu, apa kau juga berhasil melatih jiwamu untuk menjadi seorang Alkemis?"
Zhishu mengangguk lagi sembari membuang tunggul apel ditangannya, "bukankah itu sudah jelas? Aku adalah Alkemis level 1 sekarang," ujar Zhishu dengan rasa bangga yang teramat sangat bak seorang jenderal yang baru saja memenangkan perang.
Master Li Shao diam tak berkutik mendengar jawaban yang keluar dari mulut Zhishu.Entah sudah berapa kali ia dibuat terkejut oleh seorang gadis kecil.
"Eh?!!!" ucap Zhishu kaget kala Wu Huan secara tiba-tiba menarik tangannya dengan kasar.
"Cepat! Sebelum kita terlambat, Ayahku sudah menunggu di sana!"
"Ah, iya.Aku hampir lupa.." ujar Zhishu sembari masuk ke dalam kereta kuda Istana yang dibawa Wu Huan.
Tak lama setelah Zhishu dan Wu Huan naik ke dalam kereta kuda, mereka segerA berangkat tanpa mempedulikan Master Li Shao dan dua Alkemis disana yang masih terlarut dalam pikirannya.
Di dalam kereta kuda, seperti biasa, Zhishu menatap ke luar melalui jendela yang ada disampingnya, "kapan aku bisa menyelesaikan misiku saat ini, ya? Mengalahkan sekte atau kelompok yang menjadi dalang munculnya para perampok di Ibu Kota.Aku tak memiliki petunjuk apapun, untunglah misi kali ini tidak diberi batasan waktu..."
Zhishu mengalihkan pandangannya dari jendela dan menatap Wu Huan yang saat ini sedang tertawa cekikikan, entah apa yang merasukinya.
Zhishu menunjukkan tatapan geli, "kau.. kau kenapa?"
"Huahahahaha!"
Zhishu terdiam, ia melihat Wu Huan dari kepala hingga kaki dengan seksama, "kau masih sehat atau tidak?" tanyanya lagi.
__ADS_1
Brak!
Wu Huan melayangkan tumbukan ke arah Zhishu, namun untunglah Zhishu dengan cepat dapat menghindari itu.
Akibat dari pukulan Wu Huan, bagian belakang kereta kuda menjadi retak, untunglah tidak rusak seutuhnya, sepertinya Wu Huan memang sengaja menahan pukulannya.
Zhishu menunjuk ke bagian kereta kuda yang retak dengan wajah polos, "aku tidak bertanggung jawab atas itu, kau yang melakukannya."
"Kau kira aku sudah gila?!" ujar Wu Huan emosi.
"Gila! Dia sungguh seperti orang yang berbeda.Saat pertama kali aku menemuinya dia adalah orang yang pemalu, mengapa sekarang tidak?!" batin Zhishu.
"Kau sendiri yang membuatku berpikir seperti itu."
Setelah mengatakan itu, Zhishu menyadari tangan Wu Huan yang mengepal, selir ketiga kaisar itu tampak sedang mengumpulkan energi spiritual ke kepalan tangannya, "hei, mengapa kau sangat sensitif hari ini?" tanya Zhishu dengan wajah heran.
Wu Huan mematung, pupil matanya menyusut kala mendengar ujaran Zhishu.
Namun tak lama, ekspresi terkejut itu menghilang hanya dalam sekejap seperti tak terjadi apapun. Tapi perubahan yang sangat singkat itu berhasil terekam di pikiran Zhishu.
Zhishu mengangguk, "jadi begitu..."
Selama beberapa saat, suasana menjadi hening.Namun tiba-tiba Zhishu menyambung ucapannya, "apa Kaisar tidur denganmu tadi malam?" ucap Zhishu dengan senyum jahil.
Brak!
Lagi-lagi, Wu Huan mengarahkan pukulannya pada Zhishu, tapi untuk yang kedua kalinya, Zhishu kembali berhasil menghindar.
"Ups.." tutur Zhishu sembari menutup mulutnya.
Zhishu kemudian berdehem dengan keras, "ekhem! Maaf atas ketidaksopananku.Jika memang bukan karena hal itu, mengapa kau terlihat sangat bahagia? Aku bahkan melihatmu tertawa walau tak ada hal yang lucu."
"Itu karena aku membayangkan wajah ayahku yang bahagia karena keluarga Wu dapat memenangkan pertandingan ini!"
"Kau jangan terlalu berharap padaku, aku jadi merasa tertekan.Huh, seperti membawa beban berat di punggungku."
__ADS_1
"Apa yang kau khawatirkan? Hanya dengan mengeluarkan jurus tendangan angin yang kau keluarkan saat melawan Xu Qian itu sudah cukup untuk memenangkan pertandingan ini," jelas Wu Huan dengan wajah licik penuh percaya diri.
Zhishu memiringkan kepalanya tanpa sadar, "hah? Memangnya akan semudah itu? Bukankah di ibu kota ini banyak Kultivator berbakat?"
"Ya, kau benar.Tapi mereka tidak bisa dibandingkan denganmu.Aku sudah menceritakan tentang dirimu pada ayahku, dan dia sama terkejutnya denganku.Padahal dia dulunya adalah pendekar yang sudah memiliki banyak pengalaman, tapi dia tidak pernah benar-benar bertemu orang dengan bakat sepertimu."
Zhishu termenung mendengarnya, entah dia harus senang atau tidak mengenai hal ini.Dia tidak pernah berkompetisi sebelumnya.Namun saat pertama kali mengikuti sebuah kompetisi, ia langsung dibebani dengan harapan besar seperti ini.
Setelah beberapa menit di perjalanan, mereka akhirnya sampai di sebuah lapangan besar yang terlihat meriah dengan berbagai macam hiasan berwarna-warni.Di sana juga banyak orang yang berlalu lalang dan duduk di tempat yang sudah disediakan.
Di tempat itu juga banyak para pedagang yang menjual berbagai macam makanan, suvenir bahkan ada beberapa dari mereka yang menjual tanaman obat ataupun senjata seperti pedang dan tombak.
Di setiap sudut area itu, terdapat banyak prajurit kultivator di ranah petarung yang berjaga disekitar sana.Ada juga beberapa dari mereka yang sudah mencapai ranah Alam Jenderal.
Mungkin karna penjagaan yang ketat banyak orang yang berani datang ke sini, padahal ibu kota masih berada di gawat darurat perampok.Belum lagi para pendekar dari keluarga-keluarga besar di ibu kota yang juga sedang berada disini.Para perampok itu pasti tidak ada keberanian untuk menyerang, begitu pikir Zhishu.
"Ayo Zhishu, Keluarga Wu ada disana!" kata Wu Huan sembari menunjuk sebuah balkon yang berada diatas sebuah bangunan yang menyatu dengan tempat duduk penonton.
"Baiklah, ayo," balas Zhishu sembari melangkah mengikuti Wu Huan.
"Keluarga Ziong telah tiba!" teriak seorang lelaki yang berada di bagian depan pintu gerbang atau gapura yang menjadi sambutan di lapangan kompetisi itu.
Mendengar penuturan dari sang penjaga gerbang, semua orang yang hadir disana mencurahkan perhatian mereka ke arah keluarga Ziong yang datang dengan penuh wibawa.
"Keluarga Ziong? Keluarga besar yang kediamannya di tengah hutan Utara itu?" ujar seorang perempuan pada teman disampingnya.
"Ku dengar, keluarga mereka memiliki pendekar yang hampir mencapai ranah Alam raja!"
"Wah, apa gadis yang mengenakan hanfu hijau itu adalah Ziong Ying? Jenius Kekaisaran Shenzen yang sudah mencapai ranah Alam Jenderal level 1?!"
"Benar, itu adalah Ziong Ying!" teriak seorang lelaki yang berhasil membuat perhatian orang-orang tertuju pada Ziong Ying, gadis dengan rambut cokelat panjang.
Zhishu menggertakkan giginya, ia menatap tajam Ziong Ying yang saat ini sedang sibuk menyapa orang-orang yang mengerumuninya, "kita bertemu lagi, kini dalam keadaan yang berbeda.Ayah dan ibu, aku akan menunjukkan pada kalian siapa sebenarnya Ziong Zhishu."
Wu Huan menatap heran ke arah Zhishu, karena Zhishu tak kunjung melepaskan tatapannya dari Ziong Ying, Wu Huan menyentuh pelan pundak Zhishu, "kau ini kenapa?"
__ADS_1