
"Baji*ngan sialan! Kau sudah berani mencubitku, ya?!" bisik Wu Huan dengan tatapan tajam.
Rasa tak ingin kalah membara di dalam diri Zhishu, ia pun membalas tatapan tajam yang ditujukan Wu Huan padanya, "heh, tentu saja.Apa yang membuatku tidak berani padamu, hah?!"
Kedua perempuan itu saling menatap tidak suka, rahang mereka sama-sama mengeras.Mereka tidak mengatakan apapun, tapi sepertinya mata penuh amarah dari masing-masing mereka sudah dapat menjelaskan apa yang terjadi.
"Wu Huan, bersikap santun lah pada nona Zhishu," tegas Wu Jungwo.
Wu Huan spontan beralih menatap ayahnya, "baiklah, ayah," tuturnya masih dengan nada kesal.
Sedang Zhishu hanya bisa tertawa puas melihat pemandangan itu.
Zhishu melirik sekilas ke arah Wu Ge untuk melihat reaksi yang ia tunjukkan setelah mendengar perkataan Zhishu.Namun tidak seperti yang di duga, Wu Ge tidak memberikan respon apapun, dia juga tidak marah dengan ucapan yang dikeluarkan oleh Zhishu.
Pada akhirnya, Zhishu hanya bersikap bodo amat, lagipula tetua itu yang mulai duluan menghina dan merendahkan dirinya.
"Hmmm.. Wu Jungwo ya.." gumam Zhishu sembari memegang dagunya, nama ini terdengar tidak asing ditelinganya.
"Kau pernah mendengar nama ayahku, ya?" tanya Wu Huan dengan senyum licik.
Zhishu menatap Wu Huan dengan heran, "mengapa wanita ini tersenyum licik?" batin Zhishu.
"Benar, tapi dimana aku pernah mendengarnya ya?"
"Hohoho! Nama ayahku tentunya sudah tersebar di seluruh kekaisaran Shenzen ini.Sebelum dia sakit hingga kehilangan sebagian kultivasinya, dia mendapat julukan Pendekar Suci! Bagaimana? Kau terkesan?"
"Pendekar suci?! I-i-itu kan salah satu kultivator berbakat yang ada di Kekaisaran ini, beberapa tahun lalu entah mengapa namanya kian memudar dan jarang dibicarakan lagi.Ternyata pendekar suci itu sakit dan kehilangan sebagian kultivasinya," batin Zhishu.
Zhishu mengangguk pelan walau di dalam pikirannya masih tercetak banyak pertanyaan, "jadi begitu, itu luar biasa."
__ADS_1
"Tentu saja!" ujar Wu Huan bangga.
"Sudahlah, kalian sebaiknya jangan fokus dengan hal itu sekarang.Pertandingan akan segera dimulai," ujar Wu Jungwo.
Wu Jungwo mengarahkan tatapannya pada Zhishu, "kami mengandalkanmu nona Zhishu."
"Kau tidak perlu berbicara formal denganku Tuan Wu Jungwo.Mengenai pertandingan ini, tanpa kau katakan pun aku akan melakukan yang terbaik!"
Wu Jungwo mengangguk tanda mengerti, "baiklah kalau begitu, Zhishu."
"PERTANDINGAN PERTAMA! CHU YUI DARI KELUARGA CHU AKAN BERTARUNG MELAWAN XIA NIAN DARI KELUARGA XIA! KEPADA PESERTA YANG TELAH DISEBUTKAN, DIPERSILAHKAN UNTUK NAIK KE ARENA PERTARUNGAN!" teriak seorang lelaki yang memang ditugaskan untuk mengumumkan jalannya pertandingan.
Tak lama setelah lelaki itu menyerukan peserta yang akan bertarung, terlihat seorang wanita dengan rambut hitam legam naik ke arena pertandingan, wajahnya datar, sama sekali tidak menunjukkan ekspresi.Hanya memperlihatkan tatapan tajamnya yang menusuk.
"Itu adalah Xia Nian, dia jenius dari keluarga Xia, potensinya cukup untuk diperhitungkan," jelas Wu Huan
Di hadapan Xia Nian, berdiri seorang gadis perempuan dengan tubuh yang agak pendek darinya.Aura licik dan mencekam yang sangat kental terasa mengiringi kehadirannya.Dia adalah Chu Yui.
Zhishu berusaha mencerna situasi, tak salah lagi, ada seseorang yang menatapnya intens dalam kurun waktu yang cukup lama.
Tanpa aba-aba, Zhishu langsung mengarahkan pandangannya ke seberang balkon yang berjarak cukup jauh dari balkon keluarga Wu.
Dan benar saja, seorang wanita paruh baya tengah memperhatikannya dengan tatapan penuh arti.Zhishu menatap balik mata wanita itu dengan dingin.Entah mengapa hatinya terasa tercabik-cabik melihat tatapan dingin tanpa rasa kasihan itu tertuju padanya.
"Ibu... Mengapa dia memperhatikanku?"
Plak! Plak! Plak!
Wu Huan memukul pundak Zhishu berulang-ulang kali hingga tubuh gadis muda berusia 15 tahun itu terasa terguncang, "ihh..!! ada apa?!"
__ADS_1
"Lihat! Kau ketinggalan bagian yang paling seru, kau ini masih saja sering melakukan hal yang tidak penting! Kau jadi tidak melihat jurus telapak tangan besi yang dikeluarkan Xia Nian," jelas Wu Huan dengan antusias.
"PERTANDINGAN INI DIMENANGKAN OLEH XIA NIAN DARI KELUARGA XIA!" teriak lelaki dengan otot besar itu kala ia melihat Chu Yui terduduk dengan tidak berdaya.
"Ah, betapa menakjubkannya.Andai.. aku bisa mempelajari jurus itu! Aku pasti bisa menjadi lebih kuat.Tapi sayangnya itu adalah jurus rahasia keluarga Xia.Tidak mungkin aku bisa mempelajarinya..."
Zhishu menatap malas ke arah Wu Huan, "kau selalu saja menggangguku hanya untuk memberitahu hal-hal tidak penting seperti ini.Lagipula, keluarga Wu kan juga memiliki jurus rahasia semacam itu, mengapa kau tidak bersyukur?!"
"Ah, kau ini tidak mengerti.Jika aku bisa mempelajari yang satu itu juga, aku pasti bisa jauh lebih kuat dari saat ini..." ujar Wu Huan dengan wajah pasrah.
Wu Huan kemudian menatap Zhishu penuh tanda tanya selama beberapa detik sebelum ia kembali mengeluarkan suara, "siapa wanita itu?" tanya Wu Huan sembari menunjuk Han Wei, ibu Zhishu.
"Kau tidak tau dia?" tanya Zhishu dengan wajah terkejut, Han Wei adalah bunga Kekaisaran sebelum menikah.Selain karena kecantikannya yang bak Dewi, ia juga terkenal dengan keahlian bela diri dan sastra.
"Maksudku, kau punya hubungan apa dengan Istri Utama kepala keluarga Ziong itu? Lihatlah wajahnya yang dingin itu, kau tidak takut melihatnya? Hmm.. tapi aku juga heran, sedari tadi dia tak henti-hentinya menatapmu, seperti kalian sudah saling mengenal sebelumnya," ujar Wu Huan sembari memicingkan matanya penuh curiga.
Zhishu mengibas-ngibaskan tangannya ke arah Wu Huan dengan acuh tak acuh, "bukan urusanmu.Mengapa kau sangat ingin tahu?"
"Karena selama kau berada di pertandingan ini, semua yang kau lakukan menyangkut nama keluarga Wu."
"Akh! Apa kau tidak punya alasan lain? Alasan itu sudah dipakai oleh Tetua Wu Ge, kau sungguh tidak kreatif."
Tetua Wu Ge yang merasa namanya disebut spontan memusatkan fokusnya pada perbincangan Zhishu dan Wu Huan, "kalian ini berisik sekali.Memangnya kenapa jika wanita cantik itu menatap Zhishu? Lagipula dia juga punya hak atas matanya."
Wu Huan dan Zhishu seketika terdiam.Mereka saling memandang satu sama lain.Tetua Wu Ge ini sepertinya sedang tidak dalam suasana hati yang baik, disetiap kata yang dikeluarkan olehnya mengandung tekanan berat yang membuat napas terasa sesak.
"Tetua sinting! Dipikirnya aku adalah Kultivator tinggi seperti dia sehingga bisa menahan tekanan berat seperti ini? Huh, lebih baik aku fokus dengan pertandingan ini."
"SELANJUTNYA, PERTANDINGAN KEDUA! SHUANG ZHU DARI KELUARGA ZHU AKAN MELAWAN RONG DA DARI KELUARGA RONG! KEPADA PESERTA YANG TELAH DISEBUTKAN, DIPERSILAKAN UNTUK NAIK KE ARENA PERTARUNGAN!" teriaknya dengan suara yang menggelegar.
__ADS_1
"Wah! Ini akan menarik Zhishu, jaga matamu agar tetap tertuju pada mereka!" kata Wu Huan dengan suara keras sembari memeluk Zhishu erat hingga pipi mereka saling bersentuhan.
Zhishu menunjukkan tatapan geli, "Mengapa dia jadi mirip seperti Zuo Ling? Ah, aku sangat tertekan disini."