Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 25: Kemarahan Xu Qian


__ADS_3

"Baiklah, apa kita perlu menguji pedang ini dulu?" ucap Zhishu bermonolog.


Muncul senyum sumringah di wajahnya, kala ia menyalurkan energi spiritual pada pedangnya.Benar-benar perubahan besar, pedangnya dengan mudah menerima energi spiritual bahkan tanpa pengendalian Zhishu.


Zhishu memegang pedangnya erat, ia menarik napas dalam dan memasang kuda-kuda.


Brakk!!


Dinding kediaman jingga di hadapan Zhishu seketika rusak parah bahkan hampir runtuh sepenuhnya.Zhishu yang melihat itu hanya bisa meneguk saliva dengan wajah panik.


"Haduh, mampus aku! Apa aku harus membayar atas kekacauan ini?!!" ujar Zhishu masih dengan pedang ditangannya.


Tiba-tiba, tatapan Zhishu menjadi tajam, dahinya mengerut dalam, sekilas ia mengedarkan pandangannya ke arah belakang, "Penglihatan Super!"


"Ada tiga orang di belakang, dua orang dari mereka bukan orang yang ku kenal sebelumnya.Tapi satu orang lagi.. dia adalah Xu Qian."


"Mengapa aku tidak berpikir dengan pembalasan dendam yang akan dia lakukan? Dua orang yang mengikutinya pasti adalah anggota dari sekte tengkorak.Ah sudahlah, lagipula pedangku juga butuh latihan," batin Zhishu sembari mengayunkan pedang itu ke belakang.


Seketika dinding yang menghalangi penglihatan Zhishu dari orang jahat itu runtuh.Memperlihatkan dengan jelas dua lelaki berpakaian bak ninja dengan Xu Qian di belakang mereka.


Mereka menampakkan ekspresi yang kembar, mata terbelalak dengan mulut yang sedikit menganga.Tubuh mereka mematung, tak henti menatap Zhishu selama beberapa detik.


Zhishu mengambil sebuah potongan kayu yang berasal dari reruntuhan dinding kediaman jingga.Ia mengaliri kayu itu dengan energi spiritual dan melemparnya ke arah Xu Qian.


Wushh..


Tapi lemparan dari Zhishu berhasil di hindari oleh Xu Qian, "Dasar jala*ng! Apalagi yang kalian tunggu?! Bunuh gadis terkutuk itu!"


Mendengar ucapan dari Xu Qian, dua lelaki itu tanpa aba-aba langsung maju dan menyerang Zhishu.Salah satu dari mereka tidak menghunuskan pedang, tapi menggunakan telapak tangannya yang terkandung energi spiritual, di tingkatan Zhishu saat ini, itu sudah cukup untuk membuat Zhishu terluka dalam.


Serangan demi serangan berhasil ia hindari, lelaki di hadapannya ini juga sudah mulai tampak kelelahan.

__ADS_1


Satu orang dari mereka sudah kehabisan energi, tapi masih ada rekannya yang siap menyerang, "mundurlah, biar aku yang menghadapi Kultivator yang hanya tau menghindar ini."


Zhishu terlihat kesal mendengar perkataan merendahkan dari lelaki itu, ia spontan mengepalkan tangannya dan menyalurkan energi spiritual yang cukup banyak.Setelah itu dengan kekuatan maksimal, ia mengarahkannya tepat pada orang yang sudah kelelahan itu.


Bugh..


Orang itu kalah hanya dalam satu serangan.


"Kultivator yang hanya tau menghindar huh?!" ujar Zhishu tajam sembari berjalan mendekati lelaki dengan tinggi sekitar 180 cm itu.


Zhishu menarik pedang dari sarungnya, "biar ku tunjukkan bahwa kau saja tidak bisa menghindar seperti yang ku lakukan sebelumnya. Itu artinya kau lebih lemah dariku, bukan begitu?!"


"Untuk apa aku menghindar? Aku bahkan bisa menerima seranganmu tanpa terluka sedikitpun," balasnya arogan.


Di wajah cantik milik Zhishu, tercetak senyum penuh arti, "kalau begitu, terimalah dengan rendah hati seranganku ini."


Zhishu mengalirkan sebagian besar energi spiritual nya pada pedangnya.Dengan kuda-kuda yang kokoh, Zhishu mengayunkan pedangnya, dan seketika muncullah sebuah cahaya biru berbentuk sabit yang merupakan perwujudan dari tebasan super kuat dari Zhishu.


Peristiwa itu membuat Xu Qian meneguk saliva dengan kasar, ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya dari apa yang baru saja ia saksikan, "a-apa yang terjadi? Mengapa Bo Tan tiba-tiba mati dengan tubuh terbelah seperti itu? Apa yang baru saja dikeluarkan oleh anak itu? Bo Tan adalah salah satu Kultivator kuat, apa yang terjadi jika tebasan itu mengenai diriku? Apa aku akan langsung hancur menjadi abu?"


Xu Qian bergidik ngeri membayangkan hal itu, dan saat ini ia semakin dibuat takut karena tatapan tajam Zhishu yang mengarah padanya.


"Merasa takut? Apa kau pernah berpikir bahwa rasa takutmu sudah terlambat untuk muncul di saat seperti ini?" pungkas Zhishu dengan nada arogan.


Xu Qian menggertakkan giginya, "ka-kau kira aku takut?!" sangkalnya dengan suara gemetar.


"Aish, bukankah memang begitu?" balas Zhishu dengan senyum meremehkan.


Xu Qian mengambil sebuah pil dari cincinnya dan tanpa ragu-ragu langsung memakannya.


"Apa kau memang berniat untuk mati?!" tutur Zhishu dengan suara yang meninggi kala melihat Xu Qian menelan pil pemakan tulang tingkat tinggi dengan santainya, "pil pemakan tulang tingkat tinggi bahkan bisa menaikkan level seseorang menjadi 8 tingkat dari tingkat kultivasi aslinya."

__ADS_1


Dengan dahi yang masih berkerut dalam, Zhishu melesat ke arah Xu Qian dan berusaha menyerangnya dengan tebasan pedang miliknya.


Namun, meski Zhishu sudah mengalirkan cukup banyak energi Spiritual pada pedangnya, itu belum cukup untuk membunuh Xu Qian.Karena saat ini Xu Qian sedang naik tingkat secara terus menerus, berusaha menyerangnya adalah pekerjaan yang sia-sia.


Stamina dan energi spiritual dalam Dao seseorang akan pulih saat ia naik tingkat.Maka dari itu Xu Qian tidak terlalu terpengaruh dengan tebasan pedang Zhishu, itu hanya menimbulkan bekas sayatan di area kaki, namun sama sekali tidak merubah kekuatan yang dia miliki.


"Sial! Apa aku harus terus melihatnya naik tingkat tanpa melakukan apapun?! Sebelumnya dia berada di Ranah Alam Jenderal level 1 dengan meminum pil pemakan tulang, kekuatannya pasti meningkat menjadi Kultivator di Ranah Alam Jenderal level 9.Sial! Perbedaannya terlalu jauh, aku masih di Ranah Petarung level 9 saat ini, mengapa lawan ku sangat kuat?!" batin Zhishu dengan nada tidak terima.


"Untung ini bukanlah misi dari sistem, jadi jika ada kesempatan untuk lari, aku bisa memanfaatkan nya. Aku tidak terikat dengan apapun dan tidak akan menerima hukuman bila gagal dalam petarungan ini."


Ding!


"Sial*an! Kau pasti ingin menyampaikan misi kan?!"


[Misi sampingan: Membunuh Xu Qian]


[Imbalan misi: 185 poin kontribusi]


[Hukuman bila misi gagal: mati]


"Apa kau bisa membaca pikiranku, sistem?"


[Bukankah Anda sudah mengetahui hal itu sejak lama, Master?]


"Benar, aku yang bodoh," batin Zhishu menyalahkan dirinya sendiri.


"Kau yang akan mati hari ini, Zhishu!!" teriak Xu Qian sombong, setelah berhasil naik 9 level karena meminum pil pemakan tulang, wajahnya saat ini lebih mirip seperti hantu daripada manusia.


Di setiap bagian tubuh Xu Qian, terlihat urat-urat yang menonjol seperti akan keluar dan merobek kulitnya yang sudah berubah menjadi pucat itu.Matanya melotot dengan lebar seperti hampir keluar, dengan rambut yang acak-acakan serta senyum penuh ambisi untuk membunuh musuh di hadapannya, ia melangkah mendekati Zhishu dengan percaya diri.


"Hehehe... ini akibat karena berani ikut campur rencana ku yang sudah ku persiapkan selama bertahun-tahun.."

__ADS_1


Xu Qian menghentikan perkataannya beberapa saat, tak lama ia kembali berbicara, kali ini dengan aura membunuh yang lebih kental, "Ziong Zhishu, kau harus mati!"


__ADS_2