Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 46: Babak Pertama Telah Berakhir


__ADS_3

"Huh, tentu saja.Dua keluarga itu memang bersahabat dari dulu.Bahkan putri dari kepala keluarga He, akan dijodohkan oleh Bing Hong ini.Mereka akan segera di tunangkan dalam waktu dekat, setidaknya itu yang ku tau," jelas Wu Huan.


Zhishu mengangguk saat mendengar penjelasan Wu Huan, "aku belum pernah melihat putri dari Keluarga He itu, mendengarnya saja tidak.Ku pikir keluarga He sama sekali tidak memiliki putri."


"Ekhem! Hei, mengapa kau diam saja?" tanya Wu Huan yang berhasil memecah lamunan Zhishu.


"Apa kau patah hati karena Bing Hong sudah memiliki calon?"


Plak!


"Mampus," tutur Zhishu kesal sesaat setelah ia memukul bagian pundak Wu Huan dengan keras.


"Aduh...! I-ini pasti berbekas, apakah akan muncul lebam? Huhuhu, sakit sekali.Mengapa kau memukulku dengan sangat keras? Aku hanya bercanda!"


"Ya, aku tidak menyukai candaanmu.Dan terkait dengan pukulanku yang keras itu, anggap saja sebagai balasan dari pukulanmu yang mendarat di tubuhku selama ini."


"Huhuhu.. gadis muda yang kejam..!"


"AAHHH! KAK BING HONG LUAR BIASA! AKU MENCINTAIMU KAK BING HONG!!!" teriak salah seorang perempuan ditengah kerumunan penggemar Bing Hong, suaranya sangat kuat dan tinggi, rasanya menusuk telinga hingga membuatnya berdenging.


"Dia menghentikan jurus pamungkas Wang Lee?" ujar Wu Huan bertanya-tanya dengan matanya yang melebar.


"Bukankah kau sudah melihatnya sendiri? Bing Hong mengeluarkan jurus semacam perisai yang melindungi sekujur tubuhnya."


Sekumpulan energi qi yang membentuk sebuah perlindungan layaknya perisai berbentuk bola itu muncul disekitar tubuh Bing Hong.Akar berduri milik Wang Lee tak dapat masuk ke sana meski sudah mencoba beberapa kali.


Wang Lee mengerutkan dahinya, rahangnya tampak mengeras, "aku akan mengeluarkan lebih banyak energi spiritual pada jurus Lilitan Akar milikku agar bisa membuat perisai Bing Hong retak."


Secara berkala, Wang Lee mengalirkan energi spiritual dalam tubuhnya untuk memperkuat jurus yang saat ini ia gunakan.Namun meski sudah mengeluarkan sebagian besar energinya, ia masih tetap tidak sanggup membobol pertahanan Bing Hong.


"Mengapa masih tidak bisa?! Kalau begitu aku akan menutup semua permukaan perisai itu agar muncul retakan!" gumam Wang Lee mulai terbakar amarah.

__ADS_1


Akar-akar berduri yang dikeluarkan Wang Lee perlahan merambat ke seluruh bagian perisai milik Bing Hong.Semua orang tampak panik melihat tindakan yang diambil oleh Wang Lee yang menurut mereka terlalu gegabah.Beberapa orang merasa simpati, terutama para penggemar Bing Hong.


Mereka tampak panik dan beberapa dari mereka menutup matanya agar tidak melihat kejadian yang menakutkan baginya.


Namun ditengah keramaian dan kepanikan itu, Bing Hong tetap terlihat tenang bahkan setelah akar-akar Wang Lee hampir berhasil melakukan tujuannya.Di dalam perisainya, Bing Hong tampak mengeluarkan sesuatu yang membuat lapisan perisainya berubah warna, dari yang awal berwarna hijau, menjadi ungu.


Retakan yang muncul juga hilang seketika, perisai itu memiliki fungsi yang sama seperti sebelumnya.Namun kali ini, perisai berwarna ungu itu membuat pengaruh yang berbeda.Akar-akar cokelat yang menempel atau merambat di permukaan perisai itu terlihat mengering hingga menjadi hitam.Mirip seperti kayu yang sudah terbakar.


"Uhuk!!" Wang Lee jatuh terduduk dengan darah segar yang mengalir dari mulutnya.Jurus yang merupakan perwujudan dari energi spiritualnya itu telah dihancurkan hingga menjadi abu.Dao-nya terasa sangat kosong sekarang, ia telah menghabiskan seluruh energi spiritual nya.


"Aku.. mengaku kalah!" teriak Wang Lee sebelum Bing Hong sempat menyerangnya kembali.


"Pilihan yang bagus, kawan!" ujar Bing Hong sembari mengulurkan tangannya pada Wang Lee untuk membantunya berdiri.


Wang Lee meraih uluran tangan Bing Hong dengan terpaksa, "energi dalam Dao-ku sudah habis.Andai aku memiliki energi spiritual sedikit lebih banyak dari sebelumnya.Aku yakin bisa mengalahkanmu!"


"KAU SUDAH KALAH JANGAN BANYAK OMONG KOSONG! KAU KALAH KARENA KEMAMPUANMU YANG RENDAH, KAU TIDAK SANGGUP UNTUK MENGALAHKAN KAK BING HONG!"


"BENAR, JIKA KAU KALAH JANGAN MENCOBA MEMBELA DIRIMU KARENA ITU AKAN MEMBUATMU SEMAKIN PERSIS SEPERTI ANAK KECIL!!! Hehehe, sudah pendek, bodoh lagi, siapa lagi kalau bukan anak kecil (menyindir Wang Lee)."


"Ya, mereka mengikutiku setiap saat.Aku berulang kali menyuruh mereka pergi tapi tidak ada satupun dari mereka yang mendengarkan.Akhirnya aku biarkan saja mereka seperti itu, memberitahu mereka berulang kali hanya akan membuat waktuku terbuang," jelas Bing Hong sembari berjalan turun dari Arena Pertarungan bersama dengan Wang Lee.


"PEMENANG DARI PERTANDINGAN KE-EMPAT ADALAH BING HONG, PERWAKILAN DARI KELUARGA HE!"


"BABAK PERTAMA TELAH SELESAI! BABAK KEDUA AKAN DILANJUTKAN BESOK DAN DIHARAPKAN PARA PESERTA UNTUK DATANG LEBIH AWAL KARENA AKAN DIADAKAN PENGAMBILAN UNDIAN UNTUK MENENTUKAN LAWAN TANDING!"


Mendengar pengumuman dari lelaki itu, semua orang terlihat mulai bangkit dari duduknya untuk meninggalkan lapangan pertandingan.


"Aish.. aku kalah taruhan kali ini!"


"Benar, ini semua karena pendekar baru dari keluarga Wu.Aku tidak menyangka dia kuat! Ku dengar lelaki tua yang bertaruh untuk gadis bernama Zhishu itu telah memenangkan sangat banyak uang!"

__ADS_1


"Aku iri padanya! Sungguh!"


"Lelaki tua yang beruntung, karena aku bahkan kehilangan seluruh uangku untuk seminggu karena taruhan ini!"


Mereka mengiringi setiap langkah menjauhi tempat pertandingan dengan percakapan ringan.


"Wow! Kau menyangka Bing Hong akan menang?" tanya Zhishu pada Wu Huan sembari bangkit dari kursi kayu mereka yang telah ia duduki sepanjang hari ini.


"Tentu saja, dia itu memang selalu menang dalam setiap kompetisi yang ia ikuti beberapa tahun terakhir," jawab Wu Huan sembari mengikuti langkah Zhishu menuju kereta kuda yang mereka naiki sebelumnya.


"Meski ranah kultivasinya tidak terlalu tinggi, tapi ia menguasai banyak jurus dari buku tingkat kuning. Keluarga Bing itu sangat kaya, kira-kira kekayaan mereka hampir mirip dengan keluarga Ziong," lanjut Wu Huan.


"Ziong?" ucap Zhishu mengulangi perkataan Wu Huan dengan wajah polos penuh tanda tanya layaknya anak lima tahun yang sedang belajar membaca.


"Iya, aku tau.Keluarga Ziong memang sangat kaya, mungkin keluarga Bing tidak sekaya mereka, tapi berada sedikit dibawahnya," balas Wu Huan dengan nada pasrah.


Wu Huan menghentikan langkahnya dan menatap ke arah Zhishu, "kau menginap dimana?" tanya Wu Huan pada Zhishu yang berhasil membuat ekspresi bingung muncul di wajah gadis 15 tahun dengan sebuah pedang yang tergantung di bagian kiri kakinya.


"Aku.. aku tidak tau.Mungkin lebih baik aku akan menginap di Penginapan Taiyang.Bisakah kau membelikan satu kamar untuk 7 malam, Kakak Wu?" ujar Zhishu dengan mata berbinar-binar.


"Baiklah, baiklah.Cepat kau naik, malam akan segera datang."


Sebelum naik, Zhishu mendapati seorang lelaki berpakaian khas pembunuh bayaran, yakni memakai pakaian serba hitam sedang tampak berbicara hal serius dengan lelaki yang memegang pedang ditangannya.


Zhishu memasang pendengarannya tajamnya, ia dengan hikmat mendengarkan perbincangan diantara mereka.


"Jalankan rencana utama besok.Pastikan mereka meledak tanpa sisa, hahaha.Tak apa jika banyak pendekar yang masih selamat, tapi yang penting para penduduk itu mati."


"Toh tugas kita untuk membunuh semua masyarakat kota Mian Lai juga akan segera kita laksanakan.Jadi, sebaiknya kita memulainya lebih awal agar bisa selesai lebih awal juga..Pastikan untuk tidak ketahuan."


Zhishu refleks membuang pandangannya dari dua lelaki itu dan melirik ke arah Wu Huan karena ia merasa pembunuh bayaran itu akan segera menoleh ke arahnya.

__ADS_1


Memiliki skill kelincahan dan kecepatan ternyata cukup berpengaruh juga dalam melihat dan menyadari gerak-gerik lawan.Karena Zhishu merasa setiap gerakan dari orang lain yang bukan merupakan Kultivator tingkat tinggi terlihat lebih lambat dari biasanya.


"Hehehe..Aku dapat petunjuk penting!"


__ADS_2