
"Kakak! Apa kakak benar-benar masih tidur? Kalau begitu aku akan masuk!" teriak Zuo Ling.
Zuo Ling masuk ke dalam Kediaman Jingga dan menuju kamar Zhishu, ia membuka kain merah yang berfungsi sebagai pintu kamar itu dengan perlahan.Dalam ruangan itu terlihat Zhishu yang sedang menatap ke luar jendela sembari merapikan rambutnya.Zhishu berhasil melakukan pemulihan diri sesaat sebelum Zuo Ling tiba di kamarnya.
"A-apa yang terjadi disini Kak Zhishu?" tanya Zuo Ling dengan wajah takut.
Dari belakang Zuo Ling, muncul Heng Guo, ia menampilkan wajah terkejut dengan mulut nya yang terbuka lebar, "apa ter-terjadi penyerangan tadi malam, nona Zhishu?"
Kamar Zhishu terlihat penuh dengan bekas seperti sayatan pedang.Namun sebenarnya itu bukan disebabkan karena pedang, melainkan jurus tendangan angin yang dipelajari Zhishu tadi malam.
Karena Zhishu juga mempelajari kuda-kuda dalam melakukan jurus itu, lantai kamar Zhishu bahkan retak parah seperti baru saja terjadi gempa bumi.Beberapa bagian di dinding kamar itu terlihat seperti tak layak pakai lagi karena terdapat sebuah lubang besar yang merupakan dampak dari jurus Tendangan Angin.
"Prajurit! Kemari kalian!" teriak Heng Guo dengan kesal.
"Heng Guo, tenanglah, tidak terjadi apapun tadi malam."
"Apa yang nona maksud? Ini jelas-jelas adalah serangan yang dilakukan oleh Kultivator tingkat tinggi.Bahkan dinding kamar ini penuh dengan bekas sayatan pedang! Ini tidak main-main nona, ku rasa orang yang menyerang Anda itu ingin membunuh Anda!" jelas Heng Guo dengan wajah serius.
Dua prajurit yang berjaga di depan kediaman jingga yang ditempati Zhishu berlari dengan panik ke arah Heng Guo, "ada apa tuan Heng Guo?"
Heng Guo tak menjawab pertanyaan itu dan hanya mengarahkan jari telunjuknya ke arah kamar Zhishu.
"A-apa?!!!" jerit prajurit itu sembari memegang kepalanya.
"No-nona Zhishu apa ada pembunuh bayaran yang menyerang Anda tadi malam?!"
"Nona Zhishu mengapa kau tidak mengatakannya pada kami? Bukankah aku sudah bilang, jika terjadi apapun kau bisa mengatakannya pada kami."
Heng Guo melipat kedua tangannya, "lihat! Apa kalian sama sekali tidak mendengar suara apapun tadi malam? Apa kalian benar-benar menjalankan tugas kalian dengan baik? Nona Zhishu adalah tamu kita!"
"Benar, aku akan memberitahu hal ini pada Ayah! Berani-beraninya orang itu menyelinap masuk ke dalam Istana Kekaisaran dan bahkan menyerang kak Zhishu yang merupakan seorang Kultivator di ranah petarung!" ucap Zuo Ling dengan amarah yang membara.
__ADS_1
"Tidak, kalian tenang dulu--"
"Kakak! Aku tidak bisa tenang jika kakak dalam bahaya begini!" tegas Zuo Ling dengan rahang yang mengeras.
Heng Guo mengangguk, "benar, dan dua prajurit ini harus diberi pelajaran yang pantas!"
Tidak ada yang mempedulikan perkataan Zhishu, mereka malah sibuk memperhatikan keadaan kamar Zhishu dan menerka-nerka siapa dalang dibalik ini.
Zhishu menarik napas dalam-dalam.
"SEMUANYA! TIDAK ADA PENYERANGAN! AKU HANYA BERLATIH TADI MALAM!" jerit Zhishu dengan sekuat tenaganya.
Semua orang dalam kediaman jingga terdiam, semuanya menatap Zhishu dengan mata terbelalak.Suasana yang tadinya ribut menjadi hening seketika.
"Jadi.. bekas sayatan itu adalah.."
"Benar, itu bekas latihan ku tadi malam.Jadi, sama sekali tidak ada penyerangan atau pembunuh bayaran tadi malam," celutuk Zhishu dengan wajah lelah dan tidak senang.
"Kak Zhishu, apa kakak serius?!" tanya Zhishu dengan mata berbinar-binar.
Zhishu mengangguk, "tentu saja."
Dua prajurit penjaga kediaman jingga hanya mematung, mereka tidak mengatakan apapun sedari tadi.Mereka saling menatap satu sama lain kemudian beralih ke Zhishu yang merupakan gadis dengan usia muda.Mereka merasa seperti seorang Kultivator yang sangat dibawah standar bila dibandingkan dengan Zhishu.
"Emm..la-lalu jurus apa yang.. kau pelajari itu nona Zhishu?" tanya Heng Guo terbata-bata.
"Jurus tendangan angin."
"Apa?!" teriak Heng Guo bersamaan dengan dua prajurit itu.
"Nona darimana kau mendapatkannya?!"
__ADS_1
Sedangkan Zuo Ling tampak bingung, "Heng Guo mengapa kau kaget? Apa itu jurus tendangan angin? Apa itu hebat?"
"Yang Mulia, jurus tendangan angin ini adalah jurus yang terdapat dalam buku jurus tingkat kuning.Buku jurus tingkat kuning ini sendiri memiliki harga yang fantastis. Ditambah, jurus tendangan angin adalah hal yang sangat langka di masa sekarang."
"Jurus ini adalah jurus yang sederhana namun sangat kompleks.Dia tidak memakai terlalu banyak energi qi namun dampak yang ditimbulkannya sudah lebih besar dari serangan seorang Kultivator Alam Jenderal di level 3.Ini adalah jurus yang sangat tepat dalam segala situasi, dia bisa digunakan sebagai serangan jarak jauh ataupun dekat.Dengan kata lain, ini adalah salah satu jurus yang paling sempurna diantara jurus sejenisnya," terang Heng Guo masih dengan keterkejutannya.
"Wow, benarkah itu, kak Zhishu?"
"Benar, tapi kekuatan jurus ini tidak hanya berhenti di kekuatan Kultivator Alam Jenderal level 3.Jurus ini jurus yang bisa dikembangkan tergantung dari kekuatan sang Kultivator itu sendiri dan dari seberapa banyak energi spiritual yang digunakan dalam jurus ini," tambah Zhishu layaknya orang yang berpengetahuan luas.
Heng Guo terpaku mendengar penjelasan Zhishu, ia berpikir dalam hati bagaiman bisa seorang gadis kecil seperti Zhishu memiliki pengetahuan yang lebih luas darinya?
"Jika yang Anda katakan itu benar, berarti Jurus Tendangan Angin adalah salah satu jurus yang unggul dan bisa digunakan oleh Kultivator rendah maupun tinggi, ini menakjubkan," kata Heng Guo terpana.
Zhishu mengangguk, "ngomong-ngomong, mengapa kau datang ke sini? Apa Master Li Shao sudah datang untuk mengobati yang Mulia Permaisuri?"
Heng Guo menggeleng, "jika Master Li Shao tidak berubah pikiran, dia akan datang pada siang hari.Saya datang karena Kaisar mengundang Anda untuk sarapan bersama di Aula Utama."
"Baiklah, mari kita pergi."
"Apa kakak tidak ingin mandi lebih dulu? Lagipula masih ada waktu sebelum sarapan.."
Zhishu terdiam mendengar ucapan Zuo Ling, ia memperhatikan bajunya yang sudah lusuh dan lembab karena keringat yang dikeluarkan saat berlatih tadi malam.
"Uhh.. baunya tercium hingga jarak setengah mil," tambah Zuo Ling sembari menutup hidungnya.
Wajah Zhishu memerah.Heng Guo dan dua prajurit itu cepat-cepat keluar dari kediaman jingga karena mereka merasa tidak sopan mendengarkan perbincangan antarperempuan itu.
Zhishu menoleh ke arah Zuo Ling yang masih mengibas-ngibaskan tangannya bermaksud untuk menghilangkan bau disekitarnya, "oh, anak manis ini sekarang sudah berani bicara begitu ya..???"
Zhishu tersenyum manis namun senyuman itu lebih terlihat seperti senyum yang ditunjukkan oleh seorang pembunuh.
__ADS_1
"Uaaaaahhhh!! Maafkan Zuo Ling kak Zhishu, jauhkan baju bau mu itu dariku!!!!" jerit Zuo Ling sembari berlari kencang ke luar kediaman jingga.