
Tak lama setelah suara ledakan itu, Zhishu membuka matanya dengan kesal, "huh, hanya naik satu tingkat."
Tiba-tiba tanpa disadarinya, Wu Huan tengah melesat ke arahnya dengan kepalan tangan yang tepat mengarah ke arah perutnya.Manik mata Zhishu seketika mengecil, ia tak lagi sempat menghindar, "apa-apaan?!"
Brakk!
Zhishu seketika terpental dan menabrak dinding dengan keras, "apa yang terjadi padamu, hah?! Aduh, ini sakit tau."
Zhishu mengelus pelan kepalanya dan melihat ke arah belakang tempat dimana tubuhnya menabrak dinding, "lihat, bahkan dinding kayu yang kokoh ini sampai retak.Kau benar-benar ingin membunuhku?!"
"Kau sendiri yang memintanya!" teriak Wu Huan dengan mata yang berapi-api.
"Apa? Kapan aku meminta untuk mati?!" balas Zhishu dengan suara yang tak kalah kuat.
"Em.. sebelumnya ibu selir mengatakan akan memukul Kak Zhishu jika naik level.Saat ini karena kak Zhishu naik level, maka ibu selir memukul Kak Zhishu.Bukan begitu, ibu selir?" jelas Zuo Ling dengan polos.
"Apa? Mengapa begitu?"
Wu Huan menatap Zhishu sembari memijat pelipisnya pelan, "Orang dengan bakat sepertimu hanya akan merusak keseimbangan di dunia Kultivasi.Aih.. benar-benar tidak masuk akal.Anak-anak seumuran mu yang ada di Kekaisaran Shenzen tidak akan ada lagi yang bisa dibilang berbakat selagi masih ada dirimu di sini."
"Oh, jadi kau iri denganku?" tanya Zhishu dengan nada mengejek.
Wu Huan mengepalkan tangannya, sekarang emosinya bertambah marak, "jika semua orang tau tentang kau yang naik 5 level hanya dalam satu hari, maka mereka pasti juga akan merasa IRI! KAU MENGERTI?!"
"Hahaha, iya-iya aku mengerti.." ucap Zhishu sembari menggaruk tengkuknya.
Melihat tingkah Zhishu yang merasa tidak nyaman, Wu Huan berusaha meredam emosinya dengan menarik napas dalam.Ia kali ini menunjukkan ekspresi sendu, "sedari kecil aku selalu dianggap sebagai jenius dan kebanggaan keluarga Wu, tapi begitu melihatmu, aku seperti tidak ada apa-apanya.Jika kau sudah seumuran ku, aku yakin aku bukanlah tandinganmu."
Wu Huan tersenyum tulus ke arah Zhishu, "kau ditakdirkan untuk tumbuh diantara bintang-bintang."
Zhishu membalas senyuman Wu Huan, "tentu saja."
"Bisakah kau jangan terlalu percaya diri?!"
__ADS_1
"Percaya diri adalah bagian dari hidupku."
Wu Huan kembali menarik napas dalam, "hah.. sepertinya memang aku yang harus mengalah.Sudalah, kau lebih baik tidur sekarang, sudah larut.Lihat, Zuo Ling bahkan sudah tertidur."
"Baiklah aku juga sudah mengantuk, tadi malam aku tidak bisa tidur," ujar Zhishu sembari menggosok matanya yang sudah terasa perih karena mengantuk, "bukan tidak bisa tidur, lebih tepatnya tidak tidur sama sekali."
"Kalau begitu tidurlah hingga puas malam ini," tutur Wu Huan sembari berjalan keluar kamar yang ditempati Zhishu, tak lupa ia juga kembali menutup pintunya.
Setelah Wu Huan pergi, Zhishu langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kasur yang cukup luas itu.Tepat disampingnya, Zuo Ling tidur pulas hingga air liur nya menetes.
"Dia tidur sangat nyenyak.." ucap Zhishu sembari sedikit menjauh dari Zuo Ling agar tubuhnya tidak menyentuh atau pun menyenggol air liur milik Zuo Ling.
Tak butuh waktu lama, Zhishu sudah tertidur dengan pulas.Ia tidur di ujung kasur agar jauh dari air liur Zuo Ling, selagi bisa dihindari mengapa tidak? begitu pikir Zhishu.
****
Sinar mentari mulai menyelinap masuk ke dalam ruang kamar Zhishu melalui celah-celah jendela, mengganggu tidur nyenyak seorang gadis cantik dengan rambut perak.Di pagi yang cerah itu, terdengar pula suara kicauan burung yang indah bagai sebuah pagelaran bernyanyi.
Zhishu mengerjapkan matanya beberapa kali, matanya masih tampak sayu dan lemas.Ia bangkit dari tidurnya dan duduk diatas kasur, termenung sejenak selama beberapa saat tanpa melakukan apapun, hanya menatap kosong ke arah depan.
Zhishu menatap Zuo Ling yang masih tertidur.Dari luar juga masih sunyi, hanya ada beberapa pelayan yang sedang membawa air.
Ini pasti masih sangat pagi, pikirnya.
"Hoaahh..." Zhishu menguap sembari meregangkan tubuhnya.
"Aku akan meninggalkan Istana sekarang, selagi Zuo Ling belum bangun," gumam Zhishu sembari berjalan dengan langkah yang pelan menuju pintu.
Di luar kamar, sesuai dugaannya, Wu Huan tidak ada disana, sepertinya masih tidur.
"Kau mau pergi sekarang?" tanya seseorang dari belakang yang berhasil memecah keheningan di tempat itu.
Itu adalah Wu Huan tentu saja.Ternyata dia sudah terbangun beberapa waktu lalu, ia berada di dapur untuk membuat teh kesukaannya seperti biasa.
__ADS_1
"Iya," jawab Zhishu singkat, mulutnya masih kaku dan malas untuk berbicara.
"Ya sudah, tapi jangan lupa perjanjian kita."
Zhishu mengangguk mengerti, "3 bulan lagi, kan?"
"Sekarang sudah jadi 2 bulan 3 minggu."
"Baiklah baiklah terserah mu.Aku pergi, jangan merindukanku ya!" ujar Zhishu dengan senyum kuda.
"Aih.. siapa yang akan merindukan monster? Toh, kita juga akan bertemu dalam beberapa bulan lagi."
Zhishu membalikkan badannya membelakangi Wu Huan, ia berjalan keluar menuju pintu utama Paviliun Teratai, gak lupa ia juga melambaikan tangannya, "ya, kau sendiri yang mengatakannya.Sampai bertemu lagi, aku titip salam pada Zuo Ling ya!"
Wu Huan menghembuskan napas kasar, "ya."
Krieet...
Zhishu menutup pintu utama Paviliun Teratai dengan perlahan, setelah Zhishu pergi, kini hanya tersisa Wu Huan dalam ruangan itu.
"Entah mengapa jadi terasa sepi, aku seperti kehilangan sesuatu yang.. penting," gumam Wu Huan, tatapannya terpaku pada pintu utama yang berada beberapa meter di depannya.
***
Di sisi lain, Zhishu sudah berada di luar Istana, ia melihat-lihat keadaan ibu kota yang.. sepi? Bahkan kota Qin jauh lebih ramai bila dibandingkan dengan kota Mian Lai ini.
"Sepi.. apa penduduk begitu takut dengan perampok yang berkeliaran? Tapi mereka hanyalah Kultivator tingkat rendah, mengapa Kaisar tidak memerintahkan beberapa prajurit kultivator untuk mengatasi masalah ini?" gumam Zhishu sembari melihat keadaan sekitar.
Zhishu saat ini sedang berada di alun-alun kota, tempat dimana seharusnya penuh dengan penjual yang menjajakan dagangannya dan pembeli yang menghabiskan uangnya.
Tapi saat ini, sepi... hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang, itu pun sepertinya karena ada suatu hal yang mendesak, makanya mereka berani keluar rumah.
Tapi juga ada beberapa orang, sepertinya bangsawan atau pedagang kaya yang melewati alun-alun dengan santai karena mereka dikelilingi dan dijaga oleh kultivator yang rata-rata masih berada di ranah petarung dan yang tertinggi berada di ranah Alam Jenderal level 5.
__ADS_1
Zhishu mengangkat bahunya, "ya, apa peduli ku, sekarang aku hanya perlu ke sekte Alkemis dan membantu Master Li Shao membuat pil.Hmm.. dan setelah itu aku akan memintanya mengajari ku cara menempa jiwa dengan cepat dan efektif," ucap Zhishu ceria sembari berandai-andai menjadi alkemis tingkat tinggi yang disegani dan dipuji-puji.