Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 12: Jenius di Kekaisaran Shenzen


__ADS_3

Zhishu mengalihkan mukanya dari wajah Heng Guo yang sekarang lebih terlihat seperti banci.


"Berapa lama lagi kita sampai?"


Heng Guo tersenyum mendengar ucapan Zhishu, ia menunjuk ke arah depan, "tembok istana sudah terlihat dari sini.Tidak perlu waktu lama, kita akan segera sampai Istana Kekaisaran."


Zhishu mengangguk senang.


"Padahal, saya ingin memberikan kesan yang baik bagi nona tentang Ibu kota, tapi malah jadi seperti ini, saya minta maaf ya nona," ucap Heng Guo sembari menggaruk kepala yang sebenarnya tidak gatal.


Zhishu menatap datar ke arah luar, "bukan salahmu. Tapi mengapa kota ini sangat sepi?"


Heng Guo menarik napas dalam.Ia tertunduk dengan tangan mengepal, namun tak lama ia menatap keluar jendela dengan wajah teduh.


"Saat ini, keamanan di ibu sangat buruk.Banyak terjadi perampokan seperti yang kita alami tadi.Kekaisaran sudah mengeluarkan perintah untuk melawan para perampok itu, bahwa siapapun yang berani menyerang warga sipil akan menjadi musuh kekaisaran."


"Tapi sepertinya mereka sama sekali tidak takut dengan ancaman dari kaisar," ucap Heng Guo, ia kembali menarik napas panjang dan mengeluarkan nya secara kasar, "entah siapa yang ada dibalik mereka."


"Tuan Heng Guo, kita sudah sampai," ucap Kusir itu.


Heng Guo kemudian mengambil plakat di dalam saku bajunya dan menunjukkannya kepada prajurit yang berjaga di gerbang.


Para prajurit itu kemudian membungkuk hormat dan mempersilakan masuk.


"Zuo Ling, kita sudah sampai," tutur Zhishu sembari menggoyang-goyangkan tubuh Zuo Ling pelan.


Dengan mata yang masih terlihat merah, Zuo Ling mengiyakan perkataan Zhishu.Ia bangun dan berjalan mengikuti Zhishu yang sedang diarahkan oleh Heng Guo menuju aula utama, tempat kaisar berada.


"Kaisar, apa yang kau lakukan selama ini? Mengapa kau tidak mengirim Kultivator atau pendekar yang bisa melindungi ibu kota.Sekarang, anak dan istriku sudah tewas karena perbuatan para perampok itu!!" teriak seorang pria dengan pakaian lusuh, ia berteriak di depan Kaisar tanpa mempedulikan prajurit yang sudah menodongkan pedang padanya.

__ADS_1


Zhishu yang saat itu baru saja sampai diambang pintu hanya bisa terdiam menyaksikan pria yang sudah cukup tua itu terbunuh ditangan para prajurit Kekaisaran karena sudah berani berbicara tidak sopan di depannya. Zhishu meneguk saliva, "apa aku harus mulai memanggil Zuo Ling dengan sebutan Yang Mulia Putri saat ini?"


"Emm... Yang Mulia Putri Zuo Ling.."


"Mengapa kakak memanggilku Yang Mulia Putri? Bukankah kakak biasa memanggilku Zuo Ling saja?" tanya Zuo Ling polos.


Mendengar perkataan Zuo Ling itu, semua prajurit bahkan kaisar menatap Zhishu dengan dingin seakan ingin menghabisinya sekarang juga.Zhishu hanya mematung tak berani berkutik, "pepatah pernah bilang jangan bermain di kandang harimau... Tunggu! tapi jika aku hanya berdiam diri seperti ini bukankah aku hanya seperti seorang manusia idiot yang menyerahkan nyawanya dengan percuma.Baiklah ya karena sudah terlanjur aku tidak akan segan lagi."


"Baiklah, Zuo Ling, kau tidak keberatan kan?"


Zuo Ling memanyunkan bibirnya kesal, "tentu saja tidak, kakak. kan adalah kakak Perempuanku!" kata Zuo Ling sembari memeluk Zhishu.


Heng Guo tersenyum dengan wajah terharu, "Kaisar termasuk semua prajurit disini pasti bingung dengan sikap Yang Mulia Putri, pasalnya Yang Mulia Putri biasanya adalah perempuan kecil yang sadar akan statusnya dan tidak ingin disamakan dengan orang biasa.Tapi saat ini ia bahkan protes saat dipanggil dengan sebutan Yang Mulia Putri oleh nona Zhishu. Nona Zhishu benar-benar memberi dampak besar bagi kehidupan Yang Mulia."


"Heng Guo, siapakah gadis yang kau bawa itu? Mengapa sepertinya dia sangat dekat dengan putri bungsuku?" tanya Kaisar dengan kepala tegak.


"Dia adalah orang yang selama ini kau cari Yang Mulia."


Heng Guo tersenyum melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Kaisar, "saya tau pasti saat ini Yang Mulia Kaisar tidak percaya dengan apa yang saya katakan, tapi semua itu adalah fakta yang tidak bisa dibantah."


Heng Guo menoleh ke arah Zhishu dan mengisyaratkan padanya untuk mengeluarkan mayat singa api yang dia bawa.


Zhishu mengangguk mengerti, ia menarik cincin dimensinya dan mengeluarkan 3 ekor mayat singa api yang masih segar.


Melihat itu, semua orang dalam aula utama tidak bisa menyembunyikan keterkejutan nya.Kaisar segera bangkit dari singgasananya dan berkata, "jenius di Kekaisaran Shenzen telah muncul."


Sesaat setelah Kaisar mengatakan itu, semua prajurit dalam ruangan mengulangi perkataan kaisar secara bersama-sama.


"JENIUS DI KEKAISARAN SHENZEN TELAH MUNCUL!"

__ADS_1


"JENIUS DI KEKAISARAN SHENZEN TELAH MUNCUL!"


"JENIUS DI KEKAISARAN SHENZEN TELAH MUNCUL!"


Dengan disertai sorak sorai dari para prajurit, Kaisar berjalan mendekati Zhishu, ia menepuk pundak Zhishu, "kau harta berharga bagi Kekaisaran kecil seperti kita, teruslah berkembang sampai seluruh dunia tunduk padamu."


"Terima Kasih, Kaisar!" ucap Zhishu sembari menundukkan sedikit badannya.


"No-nona Zhishu! Kau harus membungkuk sembilan puluh derajat!" teriak Heng Guo dengan wajah kaku, ia takut Kaisar akan meledak-ledak karena marah dan akan membunuh Zhishu seperti yang dilakukannya pada pria tua itu.


"Hahaha! Heng Guo kau terlalu panik, aku tidak mungkin membunuh orang yang diberkati langit dan sudah berjuang membunuh singa Api untuk pengobatan istriku.Aku bahkan bersyukur dia masih sudi untuk membungkuk di hadapanku," ucap Kaisar yang membuat Heng Guo tercengang.


Seorang Kaisar tegas dan gila hormat sepertinya tidak mempermasalahkan sikap Zhishu? Itu seharusnya tetap menjadi salah satu hal yang tidak mungkin terjadi, pikir Heng Guo masih dengan wajahnya yang tertegun.


"Heng Guo, cepat panggilkan Master Li Shao ke Istana," ucap Kaisar yang segera dilaksanakan oleh Heng Guo.


"Siapakah namamu gadis muda?" ujar Kaisar sembari melangkah meninggalkan aula utama.


"Nama saya Zhishu, Yang Mulia Kaisar," jawab Zhishu sembari memasukkan mayat Singa Api kembali ke cincin dimensinya, kemudian berlari kecil untuk mengikuti Kaisar yang sudah berjalan lumayan jauh dari tempatnya berdiri, begitupula Zuo Ling yang setia menjadi ekor Zhishu.


"Bagaimana dengan nama keluarga mu?" tanya Kaisar yang berhasil membuat jantung Zhishu berdetak tidak beraturan.


Zhishu tampak ragu untuk menjawab, namun akhirnya ia bersuara juga, "saya mohon maaf sudah lancang Kaisar, tapi saya tidak ingin membicarakannya."


"Aku tidak bermaksud menyinggung mu, aku hanya berpikir keluarga mana yang sangat beruntung karena memiliki penerus yang sangat kuat seperti mu," ucap Kaisar tanpa sedikitpun menoleh ke arah Zhishu.


Zuo Ling melihat ke arah Zhishu yang tak merespon perkataan Ayahnya, meski bibir Zhishu tampak tersenyum kecil, namun sorot mata yang ditunjukkannya tidak mampu menutup kesedihan yang dirasakannya.


"Kakak tidak perlu sedih, aku kan adikmu, kakak bisa bercerita padaku," kata Zuo Ling sembari memeluk Zhishu dengan tulus.

__ADS_1


Zhishu mengelus kepala Zuo Ling pelan, "hahaha! Terima kasih Zuo Ling, tapi tidak ada yang perlu kau khawatirkan."


"Sepertinya putriku sangat beruntung karena memiliki hubungan dekat dengan seorang jenius yang diberkati langit," batin Kaisar, ia tampak tersenyum puas.


__ADS_2