
"Zhishu.. apa yang kau katakan? Selama ini aku sudah cukup menerima perhatian dari Yang Mulia Kaisar," ucap Wu Huan sembari tersenyum kecil.
"Apa maksudmu Yang Mulia? Kediamanmu bahkan lebih buruk dari milik para pelayan," balas Zhishu tanpa ada sedikitpun rasa takut.
Mendengar itu Wu Huan seketika mematung, "habislah sudah, anak ini benar-benar tidak memiliki rasa takut. Jika dia menimbulkan masalah karena hal ini, aku benar-benar tidak ingin ikut campur," batin Wu Huan.
Sedang Kaisar masih dalam keadaan diam, terlihat ia sama sekali tidak berniat untuk menjawab perkataan Zhishu.
Zhishu yang melihat hal itu berdecak sebal, "Yang Mulia Kaisar, aku ingin menginap di kediaman Wu Huan.Tapi saya harap, Anda berkenan untuk menempatkan Wu Huan dikediaman yang cukup mewah agar saya pun merasa betah."
"Ekhem!"
Zhishu berdehem keras kala ia merasa Kaisar masih belum keluar dari lamunannya.
"Hm, yang kau katakan benar adanya.Kalau begitu aku akan menjadikan Paviliun Teratai menjadi milik selir Wu," ujar Kaisar dengan suara rendah.
Zhishu menoleh ke arah Wu Huan, ia berbisik, "apa itu bagus?"
Wu Huan mengangguk kencang sebagai jawaban.
Kini Zhishu kembali fokus pada Kaisar, "baik Yang Mulia, terima kasih atas kebaikan hati Anda."
Tanpa memberi respon terhadap ucapan Zhishu, Kaisar pergi meninggalkan tempat itu diikuti oleh para prajuritnya.
Setelah Kaisar berjalan agak jauh dari mereka, barulah Wu Huan berani untuk membuka suara, "kau luar biasa!"
Zhishu melipat kedua tangannya di dada, "heh, kau pikir aku ini gadis biasa apa?" balas Zhishu dengan sombong.
"Tentu saja aku tidak berpikir begitu.Tapi perlu ku peringatkan padamu, Kaisar itu licik dan mudah tersinggung, tidak biasanya dia langsung memenuhi permintaan seseorang dengan mudahnya.Aku takut saat ini dia sedang membutuhkan bantuanmu atau dia menerima perintah seseorang untuk tidak berbuat macam-macam padamu.Aku tidak tau pasti, tapi berhati-hati lah!" jelas Wu Huan dengan wajah serius.
"Ya, tentu.Dia tidak akan berani macam-macam padaku jika aku sudah bertambah kuat dan memiliki seseorang atau sekelompok orang-orang kuat yang berdiri dibelakang ku, perjalananku masih panjang.Suatu hari nanti aku pasti akan menunjukkan padanya bahwa tahta Kaisar di negeri kecil ini sama sekali tidak bisa dibanggakan di dunia yang sangat luas ini," tutur Zhishu sembari melihat ke arah matahari yang terbenam sore itu.
Wu Huan menarik napas dalam kemudian menghembuskan nya, "gadis kecil sepertimu berhak untuk bermimpi."
"Ini bukan mimpi, tapi suatu ramalan yang sudah pasti akan terjadi, aku yakin itu!" ucap Zhishu dengan semangat membara, tak ada rasa ragu dalam dirinya hanya terlihat keyakinan yang kuat.
Wu Huan tersenyum, "tekad yang bagus."
Wu Huan menarik tangan Zhishu dan berjalan pergi meninggalkan kediaman jingga yang sekarang hanya tersisa reruntuhannya.
Mereka berjalan beriringan menuju kediaman baru milik Wu Huan, yakni Paviliun Teratai.
__ADS_1
"Kau tidak perlu berbicara formal dengan ku, Zhishu.Kau sudah seperti adik bagi ku," ucap Wu Huan dengan senyum.
"Hahaha baiklah kakak Wu!"
"Entah mengapa aku merasa seluruh tubuhku merinding saat mendengar mu memanggilku kakak.."
"Lalu aku harus memanggilmu apa? Ya, perlu diingat umur kita berbeda jauh, kau sudah tua bila dibandingkan denganku!"
"Hei! Kau lah yang masih anak-anak!!"
Zhishu mengangkat bahunya, ia memasang wajah tak bersalah yang terasa menjengkelkan bagi Wu Huan.
Dari kejauhan terlihat Heng Guo yang sedang berjalan dibelakang Zuo Ling, seperti yang terjadi selama ini.
"Saya memberi hormat pada Yang Mulia selir ketiga," ucap Heng Guo memberi salam.
"Kak Zhishu!!!" teriak Zuo Ling sembari memeluk Zhishu dengan erat.
Zhishu menggendong Zuo Ling dengan wajah nya yang terlihat simpati, "ada apa?"
"Aku mendengar ayah berbicara dengan Heng Guo bahwa kakak akan pergi ke Sekte Alkemis besok," ucap Zuo Ling pelan.
"Benar, bukankah kau sudah tau?" tanya Zhishu dengan nada yang lembut.
Zhishu terdiam,"aku tinggal di Istana karena waktu itu aku membawa singa api untuk pengobatan permaisuri. Sekarang Permaisuri sudah sembuh, untuk apa lagi aku tinggal di Istana?"
"Hiks.. apa kakak benar-benar tidak akan kembali ke Istana? Apa kakak akan meninggalkan Zuo Ling selamanya?! Huaaaa Zuo Ling tidak mau, Zuo Ling mau Kak Zhishu tetap bersama Zuo Ling disini.."
"Kakak jangan pergi, orang-orang disini mengerikan, nanti Zuo Ling tidak punya teman lagi bila kakak pergi..!"
Zhishu tersenyum, "Zuo Ling pasti akan bertemu teman yang lebih menyenangkan dari pada kakak!"
"Kakak berbohong, semua orang sangat jahat padaku, aku tidak suka," ujar Zuo Ling tanpa melepas pelukannya dari Zhishu.
"Zuo Ling, apa kau mau menginap di Paviliun Teratai? Kak Zhishu juga akan menginap disini," ajak Wu Huan dengan tawa ceria.
Mendengar ajakan itu, mata Zuo Ling langsung memancarkan sinar penuh kebahagiaan, "benarkah itu ibu selir? Wah, aku mau, terima kasih ibu selir!"
Zuo Ling beralih memeluk Wu Huan dengan semangat, sedang Wu Huan pun membalas pelukan itu dengan hangat dan penuh kasih sayang.
"Baiklah, kalau begitu saya akan menugaskan beberapa pelayan untuk menyiapkan paviliun teratai sesegera mungkin.Saya pamit undur diri."
__ADS_1
Hanya dalam sekejap, Heng Guo sudah kembali diikuti dengan delapan orang pelayan yang berbaris dibelakangnya.Setelah beberapa menit menunggu di halaman sembari mengobrol ringan dan bercanda ria, akhirnya Paviliun Teratai sudah siap untuk ditempati.
Wu Huan, Zhishu dan Zuo Ling pun masuk ke dalam paviliun besar dan mewah itu dengan suka ria.Dari wajah Wu Huan terlihat raut wajah puas dan bahagia, ia menoleh ke arah Zhishu sembari menunjukkan senyum kuda hingga terlihatlah deretan giginya yang putih bersih.
"Baik, kita akan melakukan apa?" tanya Zhishu pada Zuo Ling yang baru saja selesai mandi dibantu dengan pelayan yang telah ditugaskan Heng Guo untuk melayani penghuni Paviliun Teratai.
"Ayo berkultivasi!" teriak Zuo Ling dengan semangat penuh.
Alis Zhishu mengernyit, "memangnya kamu sudah melewati tahap pembentukan qi?"
"Hehehe, belum sih, tapi sedikit lagi akan selesai!"
"Benar juga, Zuo Ling kan sudah 5 tahun.Kalau begitu, ayo! Kita ke kamar kakak!" ucap Zhishu sembari berjalan menuju kamarnya diikuti oleh Zuo Ling.
"Kalian mau ke mana?" tanya Wu Huan, sembari menyeruput teh yang ada ditangannya.
"Berkultivasi!' ujar Zuo Ling bersemangat.
"Oh, baiklah! Beritahu aku jika Zhishu naik level lagi," ujar Wu Huan sembari berjalan ke luar kediaman menuju bagian teras.
Sedangkan di dalam kamar, Zhishu dan Zuo Ling sudah mengambil posisi untuk berkultivasi.Zhishu menarik napas dalam, yang diikuti oleh Zuo Ling.
"Fokus.." ucap Zhishu pelan, ia mulai menutup matanya untuk merasakan energi qi disekitarnya.
Zuo Ling juga mulai memfokuskan diri dan mulai melupakan hal-hal yang menganggu pikirannya. Beberapa menit berlalu, mereka berdua masih sibuk dalam kultivasi masing-masing hingga akhirnya setelah beberapa saat, terdengar suara ledakan yang terdengar disekitar sana.
Boom!
"Berhasil! Aku berhasil melewati tahap pembentukan qi!"
Drap.. drap.. drap..
Terdengar suara langkah kaki yang cukup keras sedang mengarah ke arah mereka dengan terburu-buru, "apa Zhishu naik level lagi?!"
Pemilik dari langkah kaki itu adalah Wu Huan, ia berlari secepat kilat ke kamar Zhishu karena mendengar ledakan kultivasi milik Zuo Ling, ia mengira itu adalah milik Zhishu.Karena jika benar-benar milik Zhishu, dia akan benar-benar memukul anak itu karena bakatnya yang membuat dirinya menjadi iri dan kesal.
"Ah! Ternyata Zuo Ling berhasil membentuk qi, selamat! Mulai sekarang kamu adalah Kultivator! Zuo Ling benar-benar anak hebat!" ujar Wu Huan sembari mengelus kepala Zuo Ling lembut.
"Hahaha! Terima kas--"
Boom!
__ADS_1
Wu Huan seketika menoleh dan melihat Zhishu yang berhasil menjadi petarung level puncak, di belakang tubuhnya terlihat sekumpulan energi qi yang memadat hingga membentuk sebuah bunga teratai berwarna merah muda dengan ukuran yang besar.
Wu Huan menatap tidak percaya, tubuhnya mematung tak bergerak, tatapannya seketika menjadi kosong dan mulutnya terbuka lebar, dia benar-benar seperti orang yang kehilangan jiwa.Jika dia adalah seseorang yang menggunakan bahasa inggris, mungkin dia akan berkata, "what the f*ck."