
Karena merasa geli, Zhishu mendorong tubuh Wu Huan menjauh darinya, "uhh.. minggir kau..!"
"Iya, iya.Begitu saja marah!"
"Kau ini kenapa sih? Saat pertama kali bertemu kau ini adalah orang yang pemalu.Semua orang di Kekaisaran juga berpikir begitu tentangmu.Tapi sekarang, kau.. ya begitulah..." ujar Zhishu tak ingin lagi menyambung perkataannya karena takut menyinggung perasaan Wu Huan.
"Dia memang begitu, Zhishu.Saat bertemu dengan orang baru dia menjadi pemalu.Tapi, dia akan menjadi berbeda saat dia sudah menganggap lawan bicaranya ini tidak akan menusuknya dari belakang.Dengan kata lain, dia sudah mempercayaimu," jelas Wu Jungwo dengan senyum.
"Ayah! Huh, sejak kapan aku jadi pemalu?" tutur Wu Huan dengan wajah kesal.
"Oh.. jadi begitu.. Ku rasa memang ada tipe orang yang seperti itu.. Dia awal dia sangat pemalu, tapi jika sudah akrab akan jadi seperti ini," batin Zhishu sembari mengangguk-angguk.
"Ngomong-ngomong, mengapa kau bilang pertandingan ini akan menarik?"
"Oh, kau tidak tau ya? Zhishu, coba bukalah matamu lebar-lebar," ucap Wu Huan sembari merentangkan kedua tangannya.
Zhishu spontan mengedarkan pandangannya ke berbagai sudut tempat itu.
"Semua orang tampak antusias melihat pertandingan antara Shuang Zhu dan Rong Da.Mereka berdua itu adalah rival, dan kau tau apa yang lebih menarik, hehehe..."
"Apa? Jangan berprilaku seperti orang yang misterius. Karena itu tidak akan berhasil denganku."
"Ck, kau ini!"
"Sudahlah, cepat katakan!"
"Mereka adalah mantan kekasih!" teriak Wu Huan yang berhasil membuat Zhishu refleks terbelalak.
"Apa?! Ja-jadi me-mereka.. mereka..."
"Suka dengan sesama jenis?" sambung Zhishu masih dengan wajahnya yang memerah Karena kaget.
Kali ini gantian Wu Huan yang tercekat, ia spontan menyemburkan teh yang ada di mulutnya, "apa maksudmu? Shuang Zhu itu perempuan! Kau tidak bisa melihatnya?!"
__ADS_1
Rambut pendek berwarna cokelat tua, mata tajam bak elang, belum lagi baju zirah besi tebal yang dipakai olehnya.Unsur mana lagi yang menonjolkan bahwa dia perempuan?
Zhishu menatap malas ke arah Wu Huan, "bagian mana yang harus ku lihat darinya? Bukan salahku mengatakan dia laki-laki."
"Ya.. kau memang tidak salah.." ujar Wu Huan, ia lantas mendekatkan mulutnya ke telinga Zhishu kemudian berbisik, "bahkan dada nya juga rata, dia memang mirip seperti laki-laki."
"Sesuai perkataanku," balas Zhishu acuh tak acuh.
Setelah Zhishu memberi respon dari bisikan Wu Huan, mereka kembali fokus dengan pertandingan yang menyita perhatian dari para penonton. Terdengar banyak dari mereka yang berbicara buruk mengenai Shuang Zhu karena penampilannya.
Tapi sepertinya Shuang Zhu sama sekali tidak mempedulikan perkataan dari orang-orang itu.Ia fokus melawan Rong Da yang juga tak kalah tangguh darinya.Mereka beradu pukulan dan jurus mereka.
Dari arena pertandingan, terdengar dua orang yang dulunya saling mencintai itu sedang berbincang.
"Kau masih kuat seperti dulu!" ucap lelaki bertubuh tegap itu yang ditujukannya pada Shuang Zhu.Tangan lelaki itu tak henti-hentinya menyerang Shuang Zhu dengan kekuatan spiritual nya.
"Maka sebaiknya kau menghemat kekuatanmu saja.Tetap fokus dan jangan sekali-kali meremehkan lawanmu," balas Shuang Zhu sembari menghindari setiap serangan dari Rong Da dengan mudah.
"Hosh.. hosh.. hoshh.." Rong Da memberhentikan serangannya pada Shuang Zhu karena kelelahan.Ia juga kehilangan banyak energi spiritual karena serangannya yang sia-sia itu.
"Maaf Shuang Zhu, ini menyangkut nama baik keluarga Rong.Kau juga sebaiknya mengeluarkan kekuatan penuhmu! Aku akan segera menyelesaikan pertandingan ini."
Shuang Zhu tampak mengeluarkan pedangnya yang tampak lebih tipis dari milik Rong Da.Tapi pedang itu sudah memancarkan aura berwarna hijau bahkan sebelum wanita bertubuh kecil itu mengalirkan energi spiritual nya.
"Tidak perlu minta maaf, lagipula kita juga tidak memiliki hubungan seperti dulu.Kau tidak perlu sungkan, aku tidak akan bertingkah seperti pengecut jika aku kalah."
Dari atas balkon, Zhishu menampilkan raut wajah antusias, "sepertinya mereka mulai serius kali ini!"
"Tentu saja, keluarga Zhu dan Rong memang tidak memiliki hubungan baik dari dulu, mereka pasti akan mati-matian untuk memenangkan pertandingan ini."
"Karena hubungan buruk itu, tidak heran hubungan Rong Da dan Shuang Zhu tidak mendapat persetujuan dari kedua belah pihak."
"Oh? Jadi mereka memutuskan hubungan diantara mereka karena itu?" tanya Zhishu lagi.
__ADS_1
"Tentu saja! Huh.. aku kasihan dengan mereka.Kau tau tidak mengapa penampilan Shuang Zhu menjadi seperti itu? Padahal dulu dia perempuan lembut yang anggun lho!" pungkas Wu Huan dengan ekspresi khas ibu-ibu tukang gosip.
"Hah?! Apa karena hubungan mereka yang sudah berakhir?"
"Tepat, waktu itu aku dengar Shuang Zhu menjadi sangat sedih karena itu.Belum lagi dia juga dijodohkan oleh Ayahnya dengan pedagang tua.. ih...." ujar Wu Huan dengan wajah geli, ia memegangi kedua lengannya seperti orang yang sedang kedinginan.
Namun tatapan itu seketika berubah menjadi datar kala ia mengingat sesuatu yang penting, "ya.. nasibnya sama denganku, aku tau itu... Jangan mencoba untuk menyadarkan ku.Aku sudah sadar."
"Kasihan Shuang Zhu.." gumam Zhishu menampilkan tatapan sendu, "pasti wanita itu sudah melewati hari-hari buruk yang sangat berat.Bagaimanapun aku tidak tau mengenai perasaanya.. memang hal ini seperti masalah kecil.Tapi mengingat dia bahkan mengubah penampilannya sampai seperti itu.. Ya, pasti dia sangat terpukul."
"Kau tidak kasihan denganku?"
"Rasa kasihan nya sudah hilang," balas Zhishu yang hanya direspon Wu Huan dengan ekspresi heran.
Siing..!
"Gerakan Bunga Pedang pertama, Pedang Seribu Petir!"
Shuang Zhu mengayunkan pedangnya ke arah Rong Da dan dalam sekejap lelaki dengan rambut merah itu jatuh tersungkur cukup jauh ke belakang hingga lantai arena pertarungan itu sedikit retak dan hancur dibeberapa sudut.
"Dia sudah mempelajari jurus itu?!" teriak Wu Huan tanpa sadar.
"Dia adalah murid dari Akademi Jixuan, tidak heran dia sudah mempelajarinya," ujar Wu Jungwo merespon perkataan Wu Huan.
"Kau salah Wu Jungwo, meski dia adalah murid dari Akademi Jixuan, tapi dia masih hanya seorang murid luar.Jurus itu adalah jurus tingkat tinggi, tidak mungkin dia bisa mempelajarinya hanya dengan mengandalkan statusnya yang hanya murid luar itu," sangkal Wu Ge tanpa melepas pandangannya dari Shuang Zhu yang saat ini sudah dinyatakan sebagai pemenang pertandingan.
"Lalu.. dia mempelajari jurus itu dari mana?" tanya Wu Jungwo penasaran.
Wu Huan dan Zhishu juga menanti jawaban yang keluar dari mulut lelaki tua bertubuh gemuk itu.
"Dari Jing Yi," ucap Wu Ge singkat.
Pupil mata Zhishu dan Wu Huan seketika menyusut. Dengan alisnya yang masih terangkat tinggi ke atas, Zhishu mengeluarkan perkataan yang juga sekaligus mewakili isi hati Wu Huan.
__ADS_1
"Apa perempuan berpenampilan laki-laki itu adalah murid Tetua Jing Yi?!"