Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 59: Menangis itu Wajar


__ADS_3

Di dalam kereta kuda, hanya ada Zhishu dan Wu Huan. Wu Huan sengaja meminta kereta kuda lain untuk ia tumpangi bersama Zhishu.Ia ingin berbicara empat mata dengan gadis itu.Sebelum berbicara, Wu Huan sudah lebih dulu menggunakan kekuatannya agar ruangan dalam kereta kuda itu menjadi kedap suara.


"Zhishu..." tutur Wu Huan sedikit syok karena ia baru pertama kali melihat Zhishu menangis, tangisan yang menyesakkan dada.


Sura tangisan Zhishu tidak terdengar, tapi air matanya begitu deras mengalir.Wu Huan merasa simpati melihat keadaan Zhishu, ia memberanikan diri untuk memeluk tubuh Zhishu.


"Zhishu... tidak apa, tidak ada yang benar-benar abadi di dunia ini," tutur Wu Huan dengan mata sendu, ia jadi teringat saat-saat dimana ibunya meninggal sepuluh tahun lalu.


"Terima kasih..." gumam Zhishu disela-sela tangisnya.


Selang beberapa saat, terdengar tarikan napas berat dari Zhishu, ia menyeka air matanya kemudian kembali duduk tegak seperti biasanya.


"Kakak Wu, katakan saja bila ada seseorang yang terlibat dalam kematian ibuku.Kau pasti memiliki informasinya 'kan?"


"Baiklah, kau benar.Aku memiliki informasinya.Jadi begini, sebelum ibumu pergi, ia bertemu dengan seseorang, aku tidak tahu pasti siapa..."


"Bertemu seseorang? Menurutmu siapa dia?"


"Sepertinya selir Ayahmu."


"Oh, Jia Yu Jala*ng."


"Benar, sepertinya orang itu adalah Jia Yu.Saat itu, ibumu dan Jia Yu itu tampak sedang berdebat.Tidak tahu hal apa yang mereka debatkan.Tapi yang pasti, setelah beberapa saat, Jia Yu meninggalkan ibumu dengan wajah merah padam, entah karena malu atau marah."


"Jadi menurutmu, Jia Yu adalah dalang dari kematian ibuku?"


"Tidak cukup sampai di situ.Aku mengira hal yang menyebabkan ibumu tidak bisa menyelamatkan dirinya adalah karena terkena racun, atau mungkin ada yang menahannya di dalam kereta.Aku yakin ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa keluar dari kereta," ucap Wu Huan dengan wajah serius, alisnya terlihat hampir menyatu.

__ADS_1


"Aku mengerti, jadi selain Jia Yu, pasti ada orang lain yang terlibat, apa mungkin itu... Sekte Tengkorak?"


"Benar! Tebakan kita sama! Hal yang membuat ibumu tidak bisa keluar dari kereta pasti ada kaitannya dengan Sekte Tengkorak.Kau tahu sendiri kan, sekte Tengkorak itu adalah sekte yang penuh dengan Kultivator Gelap dan Pembunuh Bayaran.Aku yakin Jia Yu membayar beberapa pembunuh dari Sekte Tengkorak."


"Yang kau katakan itu masuk akal.Apalagi mengingat aku juga pernah hampir terbunuh oleh seorang pembunuh dari Sekte Tengkorak yang bergerak atas kemauan Jia Yu.Mereka pasti sudah pernah melakukan beberapa transaksi sebelumnya."


"Oh benarkah? Kau pernah hampir mati sebelumnya?" tanya Wu Huan kaget.


"Tentu saja, tapi untungnya kakekku menyelamatkan ku," ucap Zhishu, senyum kecil tercetak di wajah kecilnya itu.


"Kakek?!! Apa maksudmu adalah Ziong Cheng?! Monster kultivasi itu?!" kata Wu Huan dengan nada tinggi.


Zhishu mengangguk pelan, mengiyakan perkataan Wu Huan.Melihat respon Zhishu, Wu Huan semakin histeris, "ya ampun, apa aku bisa bertemu dengannya? Aku ingin meminta sedikit saran.Siapa tahu aku mendapat pencerahan dan berhasil naik tingkat."


"Hahhh... Sayangnya, kakekku sedang menjalani kultivasi tertutup."


"Ah sayang sekali..."


"Hah? Mengapa kau tiba-tiba bertanya tentang itu?"


"Aku mulai bosan dengan ini.Ibuku berkata bahwa semua yang menjadi kebahagiaanku akan menghilang karena kutukan yang ditujukan padaku."


Wu Huan bungkam mendengar ucapan Zhishu, ia tidak tahu harus merespon apa.


Zhishu lagi-lagi menarik napas dalam, ia menoleh ke arah jendela dan melihat sekitar, "sekarang, setelah ku pikir-pikir lagi, mungkin energi milik Kakekku melemah juga disebabkan oleh kutukan itu.Sia*lan, aku benar- benar ingin memaki-maki langit saat ini."


"Hmmm... Zhishu, apa yang kau maksud adalah kutukan dari musuh lama leluhur keluarga Han itu?"

__ADS_1


Zhishu tercekat mendengar ucapan Wu Huan, salah satu alisnya naik tanpa ia sadari, "huh? Bagaimana kau mengetahuinya? Sebenarnya seberapa banyak informasi yang ada di kepalamu itu?"


"Jadi kau adalah orang yang menerima kutukan itu.Apa itu berarti kau adalah keturunan keluarga Han yang paling kuat? Sulit dipercaya."


"Kau tahu cara mematahkannya?" tanya Zhishu dengan nada serius, wajah datar miliknya itu sama sekali tidak selaras dengan usianya yang masih remaja.


"Sayangnya tidak, tapi aku yakin pasti ada caranya.Aku juga tidak ingin kau terus menerus terlihat seperti orang tanpa jiwa."


"Terima kasih," ucap Zhishu singkat tanpa menatap ke arah Wu Huan, Zhishu sekarang tak ada bedanya dengan orang yang menderita depresi.


"Zhishu, ku mohon kendalikan dirimu.Jangan kehilangan kendali atas dirimu sendiri," kata Wu Huan setengah berteriak, ia berkali-kali menggoyang-goyangkan tubuh Zhishu tapi Zhishu tak merespon seperti biasanya.Hal itu membuat Wu Huan semakin khawatir.


"Tak perlu khawatir, Kakak Wu.Aku hanya memikirkan bagaimana caranya aku menghadapi masalah yang mungkin muncul ke depannya.Aku tidak boleh terlihat lemah dihadapan musuhku, aku akan membalas Jia Yu Jala*ng itu ratusan kali lipat."


"Zhishu, jangan langsung membunuhnya! Jangan beri kematian yang mudah padanya, itu sangat tidak istimewa."


"Aku mengerti apa maksudmu, aku benar-benar akan membuat sebuah neraka khusus untuknya di dunia ini.Dia akan kehilangan semua kehidupannya, hingga dia merasa lebih baik mati dan masuk neraka yang sesungguhnya."


Wu Huan tercengang mendengar penuturan Zhishu, mulutnya ternganga selama beberapa saat, tapi kemudian senyum kecil mengembang di wajahnya yang masih tampak bingung, "tenang, dia hanyalah anak kecil biasa.Benar, dia hanya gadis 15 tahun.Tak ada yang perlu ditakutkan.Neraka yang dibayangkan anak kecil dan orang dewasa berbeda, bukan? Ku harap neraka yang dimaksud Zhishu hanyalah sebuah tragedi kecil."


"Apa tidak ada cara untuk sampai ke kediamanku lebih cepat? Kita hanya punya waktu satu malam, besok aku masih harus mengikuti kompetisi," ucap Zhishu kepada Wu Huan.


"Kau masih ingin berkompetisi? Ku pikir kau sudah kehilangan keinginan mu untuk itu."


"Kau gila? Aku sudah mengerahkan waktu dan tenagaku untuk sampai di babak akhir, aku tidak mungkin melewatkannya begitu saja.Lagipula, aku tidak ingin larut dalam kesedihan yang lama kelamaan akan membuatku depresi.Aku butuh suatu kegiatan atau hal lain untuk mengalihkan pikiranku," jelas Zhishu panjang lebar tanpa menunjukkan emosi apapun.


"Sungguh malang nasibmu Zhishu, padahal kau baru 15 tahun..." gumam Wu Huan lirih, "ekhem! Baiklah, karena kau masih ingin mengikuti kompetisi, kita harus secepatnya sampai ke kediaman Ziong.Seperti yang kau tahu, satu-satunya cara agar perjalanan lebih cepat adalah portal."

__ADS_1


"Kita sudah melewati portal beberapa waktu lalu.Jadi kita sudah melewati setengah jalan.Kau tidak perlu khawatir, kita pasti bisa sampai tepat waktu."


Zhishu hanya mengangguk sebagai respon, ia menatap kosong keluar jendela yang memperlihatkan suasana di luar kereta yang sudah hampir gelap, "aku kembali ke kediaman yang sama, tapi tidak dalam keadaan yang sama.Oh sial*an, aku ingin menangis lagi!"


__ADS_2