
"Tetua, kau ini bicara apa?" tanya Zhishu disertai dengan wajah bingungnya.
"Sudahlah, kau masih terlalu kecil untuk membicarakan hal seperti itu."
Tetua di sekte Alkemis itu berjalan mendekati jendela yang berada di samping Zhishu, "orang-orang disekitar sini keluar dari kediaman mereka untuk melihat siapa yang memanggil petir Jinzi itu."
"Sudah lama aku tidak melihat keadaan kota jadi seramai ini," sambung tetua itu sembari menatap kerumunan penduduk kota Mian Lai yang sedang ricuh.
Tetua itu menoleh ke arah puluhan orang yang mengikutinya ke ruangan pembuatan pil yang saat ini sedang mereka pijak, "kalian kembalilah, kerjakan tugas kalian masing-masing."
Orang-orang yang berkumpul di luar ruangan itu menunjukkan raut kecewa, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan.Lagipula, tidak mungkin Alkemis tingkat satu seperti mereka bisa melanggar perintah tetua.
Pada akhirnya, mereka hanya bisa mengikuti ucapan tetua dan pergi dari tempat itu.
"Tetua pertama, kau benar.Aku juga sudah lama tidak melihat keadaan seperti ini di kota Mian Lai," balas Master Li Shao sembari melangkah mendekati tetua pertama yang bernama Ming Yu itu.
"Tetua, apa kau tau apa yang menjadi penyebab munculnya para perampok itu?" tanya Zhishu dengan raut wajah penuh tanda tanya, matanya terus menatap ke arah Tetua Ming Yu dengan antusias.
"Jika aku tau, mungkin aku sudah memberitahukan nya pada Kaisar agar kasus ini dapat segera diselesaikan."
"Mau bagaimanapun, karena kondisi kota Mian Lai yang sepi, banyak warga yang kehilangan pekerjaan nya dan akhirnya menyebabkan perekonomian Kekaisaran menjadi tidak stabil."
Zhishu mengangguk, "Tetua benar, Kota Mian Lai adalah Ibu Kota.Kondisinya saat ini memang sangat tidak menguntungkan bagi Kekaisaran."
"Ngomong-ngomong, pil ini untuk apa Master?" ujar Zhishu beranjak ke topik lain.
Master Li Shao menatap pil Salju biru sembari menunjukkan senyum puas, "tentu saja akan ku jual."
Dahi Zhishu mengernyit cukup dalam, menatap Master Li Shao intens.Selama beberapa saat, Zhishu tetap mempertahankan mulutnya yang tertutup, ia tidak mengatakan sepatah katapun.
__ADS_1
Menyadari hal itu, Master Li Shao pun memecah keheningan diantara mereka, senyum canggung jelas tercetak di wajahnya, "hahaha! Tenang saja, aku akan mengatakan kepada semua orang bahwa pil ini adalah buatan seorang gadis muda bernama Zhishu yang berhasil memanggil Petir Jinzi saat selesai membuatnya."
"Hehehe... harga pil ini pasti akan melonjak jika aku mengatakan hal itu pada pihak pelelangan," sambung Master Li Shao diakhiri dengan tawa licik.
"Jangan lupa, kau harus membagi hasilnya denganku."
Mendengar ucapan Zhishu, senyum bahagia yang tercetak di wajah Master Li Shao menghilang, "ah, baiklah, baiklah.Sesuai permintaan mu."
"Zhishu," panggil Tetua Ming Yu yang berhasil membuat Zhishu refleks menoleh ke arahnya.
Sebelum Zhishu dapat merespon panggilan itu, Tetua Ming Yu sudah lebih dulu melanjutkan perkataannya yang sempat tertunda, "sepertinya kau berbakat menjadi alkemis, apa kau tidak ada niatan untuk bergabung dengan sekte kami? Kami sangat menghargai generasi muda yang berbakat sepertimu," jelas Tetua Ming Yu.
"Ah, iya.Aku hampir lupa mengatakannya. Aku memang ingin menjadi Alkemis, bisakah Tetua Ming Yu mengajari caranya padaku?" ujar Zhishu sembari membungkukkan sedikit tubuhnya dihadapan Tetua Ming Yu.
"Hahahaha! Benar-benar anak yang sopan! Tentu aku akan mengajarimu.Tapi untuk menjadi Alkemis diperlukan jiwa yang kuat, kau perlu melatih jiwa mu terlebih dahulu," jelas Tetua Ming Yu masih dengan senyum lebar.
"Waktunya mengeluarkan teknik Penempaan Jiwa.Untuk mengaktifkan teknik Penempaan Jiwa diperlukan aura dari Jiwa seorang Alkemis yang berada setidaknya di level tiga.Semakin tinggi levelnya maka semakin efektif pula teknik ini bekerja," batin Zhishu sembari menarik cincin dimensinya dan mengeluarkan gulungan besar yang sebelumnya ia dapat dari sistem.
"Benar-benar gadis gila! Siapa yang memberikan harta tak ternilai itu pada seorang gadis kecil? Apakah mungkin dia berasal dari keluarga kaya raya yang tersembunyi?! Jika memang tebakanku benar, aku harus menjalin hubungan dengan nya.Siapa tau nanti aku mendapat beberapa benda berharga seperti teknik itu, hehe," batin Master Li Shao berandai-andai.
Tetua Ming Yu tercekat, "darimana kau mendapatkan benda semacam itu gadis muda?"
"Ah! Em.. Kakekku yang memberikannya.Ia ingin aku menjadi seorang Alkemis!" balas Zhishu dengan semangat, sekelebat muncul bayangan Ziong Cheng yang merupakan pahlawan sekaligus kakek kesayangannya.Ah, muncul rasa rindu di hati Zhishu.
"Kalau begitu pasti kakekmu adalah orang yang luar biasa," ujar Tetua Ming Yu singkat, sedangkan di dalam hatinya, ia terus berceloteh, "dan juga pasti merupakan orang yang sangat kaya.Bagaimana bisa dia memberikannya pada anak kecil sepertimu? Itu adalah harta yang sangat berharga bagi seorang Alkemis."
Zhishu memberikan gulungan yang cukup berat itu pada Tetua Ming Yu untuk dibuka.
Sebagai seorang gadis yang tahun ini baru menginjak usia 15 tahun, Zhishu hanyalah seorang Kultivator biasa yang tidak tahu menahu tentang dunia alkemis.Saat ini, ia hanya bisa mempercayai hal ini pada tetua Ming Yu yang saat ini berperan sebagai gurunya.
__ADS_1
Tetua Ming Yu meraih gulungan berisi teknik Penempaan Jiwa itu dari tangan Zhishu, "begitu teknik ini terbuka, kau harus langsung berkultivasi untuk memperkuat jiwamu."
"Apa caranya sama seperti kultivasi pada umumnya?"
"Tentu saja tidak, pada kultivasi untuk meningkatkan jiwa, kau perlu mengontrol emosi dan pikiranmu.Harus benar-benar jernih, jangan biarkan apapun menganggu pikiranmu.Jika kau tidak bisa melakukannya, kau gagal."
Zhishu mengangguk, "itu hal mudah selama tidak ada hal yang membuatku teringat tentang hal-hal buruk."
"Itu juga yang jadi masalah utamanya.Saat kau berkultivasi untuk meningkatkan kekuatan jiwa, kenangan-kenangan buruk ataupun hal-hal yang memunculkan emosi-emosi tertentu seperti dendam ataupun kesedihan, secara otomatis akan muncul di dalam alam sadarmu," jelas Tetua Ming Yu.
"Dua hal yang ku sebutkan tadi adalah alasan mengapa untuk menjadi Alkemis adalah sesuatu yang sulit.Maka dari itu sejak zaman dulu, tidak banyak orang yang menempuh jalan ini."
"Aku yakin bisa melewati hal itu, aku ingin menjadi Alkemis, tidak ada yang bisa menghalangiku," kata Zhishu tegas, matanya menyiratkan tekad yang sangat kuat hingga tak ada apapun yang bisa menggoyahkannya.
"Aku berharap yang terbaik untukmu."
Tetua Ming Yu mengalirkan kekuatan jiwanya pada gulungan itu.Tak berapa lama kemudian, gulungan besar itu terbuka, memperlihatkan tulisan-tulisan China yang menyala terang.
Tetua Ming Yu mengarahkan gulungan yang sudah terbuka itu ke hadapan Zhishu.
"Berjuanglah, sekte Alkemis akan menjagamu dalam beberapa bulan ke depan," ungkap tetua Ming Yu sembari berjalan pergi dari ruangan itu.
"Beberapa bulan?! Kira-kira kapan aku selesai?" tanya Zhishu kaget, "kira-kira 3 bulan lagi aku harus datang ke Kompetisi persahabatan antarkeluarga besar yang ada di ibu kota! Tidak mungkin aku mengingkari ucapanku dengan Wu Huan."
"Itu tergantung pada kemampuanmu sendiri, Zhishu.Sepertinya kau mempunyai urusan dalam beberapa bulan lagi.Ingat, jangan biarkan apapun menganggu pikiranmu, itu hanya akan mengantarkan mu pada kegagalan," ucap Master Li Shao sembari menepuk pundak Zhishu.
Master Li Shao kemudian melangkah mengikuti Tetua Ming Yu yang sudah berjalan agak jauh, tak lupa, ia juga mengunci pintu ruangan itu setelah ia mengambil pil Salju Biru untuk dijualnya di pelelangan.
Zhishu terpaku melihat kepergian dua lelaki tua itu, kini keadaan ruangan itu menjadi sepi.Orang-orang diluar yang semula ricuh juga sudah kembali ke rumah mereka masing-masing karena takut akan perampok bersenjata yang juga seorang Kultivator.
__ADS_1
"Benar, aku harus fokus kali ini.Jika aku fokus dan berkonsentrasi mungkin saja prosesnya akan jauh lebih cepat.Aku tidak boleh fokus pada dua hal yang menyulitkan situasiku saat ini, kalau tidak, aku akan kehilangan keduanya."
Zhishu duduk dalam posisi lotus seperti biasanya, ia kemudian memandangi gulungan teknik Penempaan Jiwa yang sudah terbuka lebar dihadapannya selama beberapa saat, "Dewa, aku bersumpah akan menjadi Alkemis hanya dalam dua bulan.Kau bisa memegang ucapanku jikalau kau mau."