Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 29: Menjadi Murid Tetua Kedua?


__ADS_3

Zhishu tersenyum kecil, "pak tua menjengkelkan, dia kira dirinya luar biasa karena terus bersikap dingin padaku. Heh, tetua kedua, hancur sudah pikiran baikku darimu."


"Entahlah," jawab Zhishu dengan nada datar.


Tetua itu lantas mengerutkan keningnya, "kau tidak pernah belajar sopan santun, nona muda?!"


"Mengapa tetua bicara seperti itu? Saya sudah menjawab pertanyaan yang Anda ajukan," balas Zhishu dengan kesal, namun masih dengan emosi yang terkontrol.


Sebelum masalah menjadi tambah besar, Kaisar membuka suara, "tetua, gadis muda bernama Zhishu ini tidak menggunakan teknik iblis.Dia berhasil naik 4 level sekaligus karena ia adalah seorang dengan tubuh Yin, bukankah tetua sudah tahu akan hal itu?"


"Aku sudah mengetahui fakta itu.Tapi yang membuatku merasa janggal, darimana dia mendapatkan energi Yin yang sangat melimpah hingga ia bisa naik 4 level hanya dalam beberapa jam?"


"Itu..." Kaisar menoleh ke arah Wu Huan dan menatap matanya selama beberapa saat.


"Yang Mulia Selir sudah tahu," ucap Zhishu seakan tau apa yang dipikirkan Kaisar.


"Apa?! Bagaimana bisa dia tau? Apa kau yang memberitahunya Zhishu?"


Zhishu menunjukkan tatapan malas, "apa yang Anda pikirkan, Yang Mulia? Dia tahu dengan sendirinya.Apa juga untungnya denganku bila aku memberitahu hal itu pada Yang Mulia selir ketiga?"


Tatapan Kaisar dengan cepat beralih kembali pada Wu Huan, wanita yang sedang ditatapnya itu menunjukkan raut wajah tak bersalah dan kebingungan.


"Apa kau sudah berani mengabaikan ucapan ku, Changyi? Ah, maksudku Kaisar.." pungkas tetua kedua memecah keheningan.


Dengan cepat Kaisar kembali menaruh fokusnya pada tetua yang memang sangat dihormati dikalangan anggota keluarga Ling, "bukan begitu tetua... energi Yin yang diperoleh Zhishu berasal dari tubuh Permaisuri ku, Shi Yue yang sedang menderita penyakit dingin.'


Tetua kedua kembali mengelus-elus janggutnya, "jadi begitu, kalau begitu Zhishu ini pasti adalah gadis yang sangat berbakat."


"Apa kau mau menjadi murid ku, Zhishu?" tanya tetua kedua sembari menatap Zhishu dengan tatapan yang bersinar.

__ADS_1


Zhishu menjadi merasa tertekan saat ia secara tak sengaja menatap mata tetua kedua yang mengarah kepadanya, "em..."


"Hahaha! Tetua pasti bercanda.." ujar Zhishu dengan senyum kuda, "benar.. kita hanya perlu mencairkan suasana dulu lalu menolak tawarannya secara lembut, lagipula siapa juga yang ingin jadi murid dari orang seperti dirinya? Aish, bisa-bisa aku terus terikat dengan kekaisaran ini."


Tatapan tetua kedua seketika berubah menjadi serius, lebih tepatnya berubah menjadi tajam, "aku tidak bercanda, apa kau pikir seseorang sepertiku akan bercanda dengan hal seperti ini?"


"Tentu saja tidak tetua," sangkal Zhishu disertai senyum kikuk.


"Zhishu, mengapa kau tampak ragu? Segeralah menerima permintaan dari tetua kedua, dia adalah orang yang hebat dan tidak pernah menerima murid sebelumnya.Dia orang yang sangat teliti dalam memilih murid, kau orang yang beruntung karena ia bahkan yang memintamu untuk menjadi muridnya," jelas Kaisar seakan sedang meyakinkan Zhishu.


Selama beberapa detik, Zhishu menatap Kaisar, ia bukan sedang mempertimbangkan untuk menerima tawaran tetua kedua atau tidak.Ia sudah tau jawabannya dari awal, hanya saja dirinya bingung bagaimana cara mengatakannya agar terlihat sopan dan tidak menyakiti tetua kedua.


Zhishu menarik napas dalam dan mengeluarkannya dengan kasar.


"Kau menolak untuk menjadi muridku, Zhishu?" ucap tetua kedua saat mendengar hembusan napas Zhishu yang terdengar cukup keras.


Zhishu membungkukkan tubuhnya, "suatu kehormatan bagi saya bila bisa menjadi murid Anda.Namun, saya mohon maaf pada tetua karena saya tidak bisa menerima tawaran tetua yang sangat berharga dan tak ternilai itu."


Masih dengan posisinya yang membungkuk, Zhishu menjawab pertanyaan dari pria tua dihadapannya itu dengan perlahan, "karena saya sudah memiliki guru, tetua."


Suasana menjadi hening beberapa saat.Tidak ada satu pun yang berbicara.Kaisar dan Wu Huan sama sekali tidak ada niat untuk berbicara, mereka sama-sama sedang menunggu reaksi dari tetua kedua dengan jawaban Zhishu.


Semua orang di tempat itu menjadi tegang, setelah tetua kedua sama sekali tidak merespon terkait jawaban dari Zhishu, "ini kenapa lagi sih?! Kenapa gak dijawab sama orang tua itu? Apa dia marah?! Ah, masa bodoh, mau marah atau tidak, aku tidak peduli lagi dengan hal itu! Tubuhku sudah pegal karena membungkuk."


Baru saja Zhishu ingin mengangkat tubuhnya, ia mendengar suara tetua yang berat dan serak, "baiklah kalau begitu.."


"Hahaha! Bodohnya, aku.Mana mungkin gadis berbakat sepertimu tidak memiliki guru? Sudahlah gadis muda, angkat kepalamu.Aku ingin lihat seberapa lama kau mempertahankan posisimu itu.Ternyata bahkan setelah aku diam cukup lama, kau tidak bergerak sama sekali, kau tetap setia menunggu jawaban dariku, sungguh anak yang gigih," jelas tetua kedua dengan tawa lepas.


Zhishu menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak terasa gatal, "hahaha.."

__ADS_1


"Padahal tadi aku baru saja akan mengangkat kepalaku.." batin Zhishu.


"Untuk mayat Xu Qian ini, buang saja, tapi jangan dengan kepalanya," ucap tetua kedua sembari mengarahkan pandangannya pada mayat Xu Qian.


"Baik, master.Apa anda ingin mengirimnya ke sekte tengkorak sebagai peringatan?" tanya Kaisar.


Tetua kedua mengangguk, "benar, sekaligus menyatakan pada mereka bahwa urusan antara Istana dengan sekte mereka sudah berakhir."


"Kalau begitu saya akan langsung memerintahkan bawahanku untuk mengirimnya ke sekte tengkorak."


Setelah mendengar ucapan Kaisar, tetua kedua langsung melesat pergi menjauhi kediaman jingga yang sudah rubuh sepenuhnya.


Kaisar menatap ke arah Zhishu, "kediaman ini sudah hancur, aku akan memerintahkan Heng Guo untuk mengantarkan mu ke kediaman yang baru."


"Tidak perlu Kaisar, nona Zhishu akan menginap denganku malam ini," pungkas Wu Huan dengan senyum manis yang kembali tercetak diwajahnya.


Kaisar menatap Wu Huan dengan seksama, "aku tidak menyangka kau bisa melawan Xu Qian yang sudah menggunakan teknik iblis, apa kau menyembunyikan tingkat kultivasi mu?"


Wu Huan bungkam seribu bahasa setelah mendengar satu pertanyaan dari Kaisar yang dilontarkannya padanya.


Zhishu yang sedari tadi memperhatikan ekspresi Wu Huan seketika menggeleng, "wanita ini benar-benar tidak tahu cara berpura-pura, setidaknya jika kau terkejut, kau tidak perlu langsung termenung seperti itu.Hanya dengan melihat reaksi mu, semua orang pasti sudah tahu jawaban dari pertanyaan Kaisar."


"Ekhem!"


Zhishu berdehem dengan cukup keras hingga fokus Kaisar buyar dan tertuju padanya, "Wu Huan tidak menyembunyikan kultivasi nya seperti apa Yang Mulia katakan, kami menyerang Xu Qian secara bersamaan, maka dari itu Xu Qian berhasil dikalahkan."


"Benar, Kaisar.Seperti itulah adanya," balas Wu Huan menanggapi.


Kaisar masih tidak mengubah raut wajah serius yang ia tunjukkan, sudah jelas pasti Kaisar tidak mempercayai alasan ini.

__ADS_1


"Yang Mulia selama ini sibuk dengan Xu Qian dan selir lain hingga tidak menyadari perkembangan dari Yang Mulia selir ketiga," pungkas Zhishu yang berhasil membuat pupil mata Kaisar dan Wu Huan mendadak menyusut.


__ADS_2