
XIAO BAI
Seorang pendekar berbakat yang sudah mencapai ranah Alam Jenderal diumur 18 tahun.Banyak rumor yang mengatakan bahwa ia adalah seorang pria baik hati dan bertutur kata sopan.
Tapi bisa ku pastikan rumor itu sama sekali tidak benar. Aku sendiri sudah pernah bertemu dengannya beberapa bulan lalu.Saat itu, dia berkunjung ke kediaman keluarga Ziong.Karena yah, seperti biasa, Ziong Ying jelek berusaha mencari perhatian dari pendekar berbakat sepertinya.Maka nya si manusia tidak tahu diri itu mengundang Xiao Bai ke kediaman.
Aku masih ingat, saat pertama kali datang di gerbang kediaman dia mengatakan 'ternyata kediaman keluarga Ziong cukup mewah, ya.Saat datang ke sini aku dihadang oleh beberapa hewan spiritual di ranah Alam Jenderal sama sepertiku.Namun level mereka jauh lebih tinggi diatasku.Tapi untungnya aku bisa menangani mereka dengan mudah'
Ya ya ya, dia pasti ingin kami mengatakan "wah kau sangat hebat" atau "Xiao Bai, kau adalah jenius sejati!" Hih, membayangkannya saja membuatku ingin muntah.
Zhishu bergidik membayangkan wajah Xiao Bai saat ia dipuji oleh Ziong Ying.Wajahnya seperti seorang Kultivator yang mencapai puncak tertinggi daratan ini, sangat sombong.
"Dan entah mengapa setelah dia keluar kediaman, rumornya yang mengalahkan hewan Spiritual di hutan Utara menyebar dengan sangat cepat.Karena itu, kaisar memanggilnya dan memerintahkannya untuk membunuh beberapa singa Api.Kaisar menjanjikan hadiah yang sangat besar.Tapi dia baru berangkat ke hutan baru-baru ini, sepertinya dia melakukan persiapan yang matang," batin Zhishu memperkirakan.
Zhishu termenung memperhatikan ke dalam hutan.
"Kakak! Apa yang kakak pikirkan? Tidak perlu khawatir, dia pasti baik-baik saja!"
"Xiao Bai adalah pendekar yang ditugaskan kaisar.Berarti gadis kecil imut ini adalah Putri Bungsu Kaisar.Dan lelaki tua itu pasti adalah Heng Guo, penjaga pribadi Zuo Ling.Huh, aku sudah salah sikap.Tapi karena sudah terlanjur... ya sudah."
Zhishu refleks terbatuk mendengar perkataan Zuo Ling yang sangat polos, "Aku sama sekali tidak mengkhawatirkan nya."
"Apa kau merasakan nya juga nona?" ujar pria tua itu sembari menurunkan Zuo Ling yang sedari tadi sudah merengek ingin turun dari gendongannya.
Zhishu mengangguk pelan, "bagaimanapun Singa Api adalah hewan yang hidup berkelompok."
"Saat didalam hutan, aku sama sekali tidak melihatnya. Bahkan saat singa Api menyerang ku, dia tidak ikut membantu.Tidak ada tanda-tanda kehadiran manusia lain di dalam hutan...."
"Dia pasti sudah mati."
Pria tua itu tersenyum ramah, "siapakah namamu gadis muda?"
"Zhishu.Kau bisa memanggilku Zhishu."
__ADS_1
"Dia tidak mengatakan nama keluarganya? Apa ia sengaja merahasiakannya?" batin pria tua itu, "Baik, nona Zhishu, Anda bisa memanggil saya Heng Guo."
"Oho! Dia tidak menanyakan nama keluargaku? Biar ku tebak, setelah semua sikap yang ku tunjukkan pada dirinya dan Zuo Ling, dia pasti berpikir aku bukanlah orang biasa.Dia pasti sedang waspada padaku saat ini.Padahal alasan aku tidak hormat pada mereka adalah lupa.Aku lupa siapa mereka, tapi siapa sangka dia akan menganggap ku seperti ini," batin Zhishu geli.
Zhishu mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan nya.Ia menatap lekat mata pria tua berjanggut panjang itu.
"Mengapa kalian menginginkan mayat Singa Api?" ucap Zhishu dengan nada datar, "aku cukup penasaran mengapa kaisar sangat menginginkan mayat singa Api. Ia cukup serius dalam mengerahkan beberapa pendekar untuk memburu mereka.Tapi untuk apa? Dan mengapa dia tidak langsung mengirimkan pendekar terbaik dari Kerajaannya jika urusan itu benar-benar penting?"
"Itu.."
Heng Guo tampak ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan dari Zhishu.Ia melihat ke arah para prajurit yang menyertai mereka dibelakang.Namun prajurit-prajurit itu menunjukkan ekspresi yang sama seperti Heng Guo.
"Untuk obat Ibu, kak Zhishu!" teriak Zuo Ling yang mengagetkan seluruh orang disana termasuk Zhishu.
Ia baru tau kalau permaisuri menderita penyakit, sepertinya hal ini memang sengaja tidak dibiarkan untuk menyebar luas ditengah masyarakat karena akan membuat posisi permaisuri menjadi lemah.Belum lagi kaisar negeri Shenzhen ini memiliki banyak selir.
"Yang Mulia!" teriak Heng Guo tanpa sadar.
"Jangan khawatir.Aku tidak akan membocorkan informasi ini."
"Bagaimana kami bisa mempercayai orang yang baru saja kami temui?" ucap Heng Guo bertanya balik.
Zhishu tidak merespon perkataan Heng Guo, ia berjongkok dihadapan Zuo Ling dan menatapnya lembut, "Zuo Ling, aku tau kau akan kecewa.Tapi sepertinya Xiao Bai sudah mati di dalam sana."
Mendengar ucapan Zhishu mata Zuo Ling langsung berkaca-kaca.
"Apa yang kau lakukan?! Kau seharusnya merahasiakan itu pada Yang Mulia Putri!" ucapnya sembari menjulurkan tangannya ke arah Zuo Ling bermaksud untuk memeluknya.
Zhishu menepis tangan Heng Guo kasar, kemudian kembali memusatkan perhatiannya pada Zuo Ling.
"Siapa sebenarnya gadis ini?! Berani-beraninya dia..!! Huh, aku tidak boleh gegabah, keadaan kekaisaran masih gaduh saat ini.Aku tidak boleh menimbulkan masalah lain yang bisa menambah beban kaisar," batinnya dengan rahang yang mengeras.
Zhishu mengelus lembut kepala Zuo Ling, "kau benar-benar ingin Singa Api, ya?" tanya Zhishu yang dijawab dengan anggukan oleh gadis kecil berpita dua itu.
__ADS_1
"Kalau begitu kakak punya banyak, apa kau mau?"
Mata Zuo Ling langsung berbinar, senyum lebar tercetak di wajah bulatnya.Ia mengangguk kencang, "mau! Zuo Ling mau yang banyak!" ucapnya bersemangat.
"Apa yang kau katakan?! Hentikan omong kosong mu itu! Kau hanya membuat Yang Mulia berharap pada sesuatu yang tidak pasti!" teriak Heng Guo kesal.
Namun teriakan keras itu hanya terdengar seperti radio rusak ditelinga Zhishu.Zhishu sama sekali tidak mempedulikannya.Ia menarik cincin dimensinya dan mengeluarkan tiga ekor mayat Singa Api.
"Zuo Ling mau berapa banyak?" tanya Zhishu lembut.
Selain untuk menenangkan Zuo Ling, ia bermaksud menunjukkan hal ini pada Heng Guo yang sedari tadi meremehkan dirinya.
"A-apa? Ba-bagaimana bisa?" gumam Heng Guo spontan.
"Kakak! Kakak benar-benar memiliki nya! Sudah ku duga, saat tadi kakak muncul secara tiba-tiba kakak pasti habis melakukan perburuan di dalam hutan, kan?!" ujar Zuo Ling dengan wajah imut.Ia menebak dengan hampir tepat.Zhishu sedang tidak berburu, tapi bertahan hidup.
"Emm.. mungkin bisa dibilang begitu.."
Sepatah kata dari Zhishu itu membuat Heng Guo ternganga.Seluruh prajurit yang ikut mengiringi Zuo Ling terbelalak kaget, mereka saling memandang satu sama lain dan berpikir bahwa ini mimpi.
Sesaat setelah mereka sadar bahwa ini adalah kenyataan, mereka hanya bisa mengatakan bahwa Zhishu hanya membual. Tidak mungkin seseorang di Ranah Petarung level 5 dapat keluar dengan selamat dari hutan Utara.Dan apa tadi katanya? Muncul tiba-tiba? Apa mungkin seorang dengan tingkat kultivasi sepertinya memiliki kecepatan layaknya petir yang bisa membuat dirinya seolah-olah muncul tiba-tiba?
"Tidak mungkin! Itu tidak mungkin! Hentikan omong kosong mu itu!" teriak Heng Guo marah.
Zhishu menatapnya tajam, "ke mana sopan santun mu? Aku adalah penyelamat tuan mu."
Heng Guo mematung.Ia mengepalkan tangannya keras. Entah karena perlakuan Zhishu atau karena ia sadar sudah salah sikap di depan Zhishu.
"Saya minta maaf nona Zhishu.Saya harap, nona berkenan datang ke Istana kerajaan dan langsung menyerahkan mayat itu pada Kaisar," ujarnya dengan penuh hormat sembari membungkukkan sedikit badannya dihadapan Zhishu.
Zhishu mengangguk.Tak terlihat ekspresi diwajahnya kecuali seutas senyum yang muncul saat menatap Zuo Ling yang manis.
"Benar, seharusnya sedari awal kau bersikap seperti itu padaku."
__ADS_1