Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 19: Wu Huan yang Malang


__ADS_3

Mulut Heng Guo langsung bungkam setelah mendengar ucapan Zhishu, ia terlihat seperti anak kecil yang baru saja dimarahi oleh ibunya.


"Hiks.. kakak, aku tidak punya waktu untuk bermain!" ujar Zuo Ling, air mata mulai keluar dari matanya yang jernih.


Zhishu mengelus kepala Zuo Ling, "tenang saja, kita bisa bermain lain kali."


"Tapi lain kali itu kapan kak?" tanya Zhishu dengan tangisan yang semakin keras


Zhishu menatap Heng Guo bermaksud untuk meminta bantuan.Heng Guo dengan cepat menyadari maksud Zhishu, "Yang Mulia nanti saya akan membantu anda untuk meminta izin pada Kaisar untuk tidak menghadiri kelas saat master Li Shao sudah tiba di Istana."


"Wah, terima kasih Heng Guo! Aku jadi bersemangat untuk belajar! Dah, kak Zhishu, Zuo Ling akan belajar dulu!" ucap Zuo Ling dengan senyum lebar.


"Nona Zhishu, saya permisi dulu.Anda bisa menikmati waktu Anda sebelum master Li Shao datang.Saat Master Li Shao sudah tiba, saya harap anda berkenan untuk datang ke Paviliun Phoenix," terang Heng Guo.


Zhishu tersenyum sembari mengangguk, "tentu, Heng Guo."


"Heng Guo! Ayo cepat kita pergi!" teriak Zuo Ling yang sudah berjalan duluan di depan.


"Saya pamit undur diri, nona," ujar Heng Guo sembari berjalan dengan agak terburu-buru ke arah Zuo Ling.


Dari belakang tubuh Zhishu, terlihat Wu Huan yang juga sedang termenung melihat kepergian Zuo Ling, namun ia tiba-tiba memecah keheningan diantar mereka, "Mari nona Zhishu, kita juga pergi dari sini," kata Wu Huan dengan suaranya yang lembut.Mendengar itu, Zhishu hanya mengangguk dan mengikuti Wu Huan dari belakang.


Dalam perjalanan, Zhishu merasa bingung.Bukan karena hal yang tidak jelas, tapi karena semua pelayan yang melihat Wu Huan, sama sekali tidak ada yang memberi hormat, "gila! Apa orang seperti Heng Guo lebih dihormati disini dibanding istri Kaisar?"


Namun yang membuat hal ini bertambah aneh lagi adalah Wu Huan.Dia sama sekali tidak terganggu dengan itu, padahal seharusnya para pelayan membungkuk hormat dihadapan selir Kaisar.


Sepertinya Wu Huan menyadari pikiran Zhishu, "saya sudah terbiasa dengan ini."


Tanpa sadar, Zhishu memiringkan kepalanya, "mengapa bisa seperti itu?"


Wu Huan diam tak menjawab pertanyaan dari Zhishu.Ia hanya terus melangkah ke depan tanpa sekalipun menoleh ke arah Zhishu.


"Mari kita masuk ke dalam paviliun ku dulu."


Dahi Zhishu spontan mengerut, mulutnya tanpa sengaja terbuka lebar, "apa ini paviliun Wu Huan? Demi Dewa, ku kira itu adalah bangunan terbengkalai atau bangunan yang ditempati pelayan."


Yang dilihat Zhishu saat ini adalah Paviliun Utara, Paviliun yang paling buruk diantara semua paviliun yang ada di Istana.Bahkan paviliun jingga jauh lebih baik dari paviliun Utara.


Dinding kayu dari Paviliun Utara sudah sangat buruk. Lembab dan sudah lapuk, halaman di depan paviliun Utara hanya berupa tanah gersang tanpa ada satu pun tanaman yang hidup.


"Maaf nona Zhishu, saya harap anda tidak menyesal menerima undangan dari saya," ucap Wu Huan dengan wajah teduh.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak menyesal," jawab Zhishu dengan senyum manis.


Melihat reaksi Zhishu, Wu Huan tampak bahagia.Ia membalas senyum Zhishu, "kalau begitu saya akan segera menyiapkan teh."


Zhishu sontak kembali memiringkan kepalanya, "mengapa tidak menyuruh pelayanmu saja?" ucapnya heran.


"Tidak mungkin dia tidak punya pelayan kan? Aku yang hanya seorang tamu saja memiliki pelayan," batin Zhishu seratus persen yakin.


Wu Huan menghela napas berat, "dia sepertinya sudah bersama Xu Qian."


"Xu Qian?! Sepertinya Wu Huan juga tahu mengenai Xu Qian ini, kalau begitu aku akan mencari informasi itu darinya.Sepertinya aku semakin dekat dengan tujuanku untuk menyelesaikan misi yang berhadiah 180 poin itu."


"Mengapa pelayanmu itu lebih memilih Xu Qian dibanding tuannya yang merupakan istri Kaisar?" tanya Zhishu sembari duduk disebuah bangku kayu sederhana.


"Meski saya adalah istri Kaisar, tapi saya hanyalah istri yang terbuang, berbeda dengan Xu Qian itu," jelas Wu Huan dengan senyum getir.


"Sebentar ya nona, saya akan membuat teh lebih dulu.Setelah itu kita bisa lanjut mengobrol."


Wu Huan pergi meninggalkan Zhishu seorang diri di ruang depan, ia menuju dapur untuk menyambut tamu yang sudah diundangnya itu dengan secangkir teh.


Zhishu memperhatikan sekeliling, bagian dalam kediaman Utara ini memang sudah tampak seperti gubuk.Tetapi kebersihannya masih terjaga, "tanpa seorang pun pelayan, kediamannya masih bersih seperti ini.Cukup mengejutkan, mengingat saat Wu Huan kecil dia adalah putri yang dimanja oleh Ayahnya."


Selang beberapa saat, akhirnya Wu Huan muncul dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat dua gelas teh, "maaf menunggu lama nona Zhishu."


"Tidak masalah, lagipula itu adalah waktu yang singkat," balas Zhishu.


Wu Huan meletakkan dua gelas teh itu dimeja, ia kemudian duduk di bangku kayu yang ada disebelah Zhishu, "ngomong-ngomong nona, Anda berumur berapa tahun ini?"


"15 tahun," jawab Zhishu sembari menyeruput secangkir teh yang baru saja disajikan oleh Wu Huan.


"Apa Anda tidak tertarik untuk ikut dalam kompetisi persahabatan antar keluarga besar di ibu kota nona? Kompetisi ini diikuti oleh anak seumuran anda, sekitar 15-17 tahun."


Wu Huan meminum seteguk teh yang dibuatnya, "kompetisi itu diadakan 5 tahun sekali dan hadiahnya sangat besar," lanjut Wu Huan dengan antusias.


"Jadi ini tujuannya mengundangku ke paviliun nya,"


"Tapi aku bukan termasuk dari anggota keluarga besar di Kekaisaran," jawab Zhishu dengan tujuan memancing Wu Huan agar menyampaikan tujuannya.


"Jangan khawatir, aku akan meminta ayahku untuk mengangkatmu sebagai anak.Kau akan menjadi adik perempuan ku!"


Zhishu hampir saja menyemburkan teh yang ada di mulutnya, tidak itu sudah keluar sedikit.Zhishu menatap ke arah Wu Huan yang sedang dalam ekspresi senang, "aku sangat terkejut hingga hampir mati."

__ADS_1


"Yang Mulia, maaf, tapi.."


"Maaf bila saya memaksa nona Zhishu, tapi keluarga kami benar-benar membutuhkan orang seperti anda saat ini. Kau pasti tau keluarga kami sedang dalam masa yang tidak baik.Jika saya berhasil membuat Anda berada di pihak kami, para tetua pasti bisa kembali percaya padaku dan ayahku," ucap Wu Huan memotong Zhishu, ia sama sekali tidak memberikan kesempatan berbicara untuk Zhishu.


"Bukankah Anda adalah putri kesayangan di keluarga Anda? Seharusnya semua orang dalam keluarga Wu menyayangi anda, bukan begitu?" tanya Zhishu dengan wajah serius.


Wu Huan menghela napas berat, "Benar, tapi itu dulu.Semenjak keluarga Wu jatuh dalam kebangkrutan, semua orang sibuk mengurus dirinya sendiri.Namun karena keadaan yang semakin memburuk, akhirnya Tetua kedua memutuskan untuk menikahkan ku dengan Kaisar agar mendapat bantuan finansial dari Istana. Waktu itu Ayahku menentangnya, tapi akhirnya ia setuju dengan keputusan itu karena tidak ada cara lain yang bisa dilakukan.Tapi semenjak itu juga ayahku dan para tetua berselisih."


"Sebelumnya, Ayahku adalah kepala keluarga yang dihormati, tapi semenjak ia menentang keputusan tetua, seluruh anggota keluarga jadi meremehkannya.Apalagi setelah mereka mengetahui aku hanya menjadi selir yang di buang Kaisar.Karena hal itu, ayahku jadi merasa tidak berguna dan gagal dalam mengurus keluarga.Dia tidak menyalahkan ku, tapi kenyataan yang membuatku merasa bersalah."


"Tapi aku yakin, jika nona Zhishu bersedia berdiri di pihak kami, ayahku bisa kembali mendapat harapan dan tidak putus asa.Kebahagiaan ayahku adalah kebahagiaan ku juga, ibuku sudah tiada, jadi tidak ada yang bisa ku bahagiakan selain ayahku.Aku juga ingin membuktikan pada para tetua itu bahwa Ayahku adalah kepala keluarga yang baik," jelas Wu Huan panjang lebar.Dalam ceritanya, ia menunjukkan ekspresi yang berbeda-beda, Zhishu menyadari hal itu, Wu Huan pasti memang sangat ingin membuat Zhishu berada di pihaknya.


Zhishu tersenyum menatap Wu Huan yang terlihat gelisah karena tidak kunjung mendapat jawaban Zhishu, "aku sungguh tidak menyangka ia berani menceritakan semuanya padaku.Aku menjadi sangat simpati, Ayahnya sangat menyayangi nya hingga tidak rela membiarkan dia menikah dengan pria tua yang tidak dia cintai, dia bahkan berani mengambil resiko hingga para tetua dan seluruh anggota keluarga membencinya."


"Jika aku menjadi Wu Huan, aku pasti juga sangat merasa bersalah dan rela melakukan apapun demi memulihkan kembali nama baik kepala keluarga Wu. Jika aku bisa memenangkan kompetisi persahabatan ini, bukan tidak mungkin bagi keluarga Wu untuk bangkit kembali.Pasti banyak asosiasi atau sekte lain yang ingin melakukan kerja sama dengan keluarga Wu.Tapi apa keuntungan nya untukku? Meski sudah bangkrut, tapi tetap saja Keluarga Wu memiliki aset yang banyak. Bahkan sebelum jatuhnya Keluarga Wu, mereka dikabarkan menjadi Keluarga terkaya di Ibu Kota jika mereka menjual aset mereka yang berupa gulungan jurus, tanaman obat langka, senjata spiritual tingkat tinggi dan juga pil.Jika aku benar-benar menang, aku yakin Wu Huan ini tidak segan memberiku bayaran yang pantas.Biar bagaimanapun dia orang yang tahu diri," batin Zhishu, ia termenung dan memikirkan tawaran dari Wu Huan cukup lama.


"Aku akan berdiri dipihak mu Yang Mulia."


.


.


.


.


.


.


.


.


......Hai hai semua! ......


...Kalo kalian suka, klik tombol like dong....


...Kalo mau tambah komplit lagi, beri komentar dan jangan lupa vote....


...Dukungan kalian adalah penyemangatku! Aku tunggu notifikasinya! ...

__ADS_1


__ADS_2