Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 40: Kompetisi Persahabatan antar Keluarga Besar di Ibu Kota


__ADS_3

Zhishu lantas menutup matanya, menghirup oksigen disekitarnya dengan perlahan.


"Emosi bisa membawamu ke jurang bencana yang dalam.Tetap tenang dalam segala keadaan adalah hal yang paling penting... Zhishu... Tetaplah tenang Zhishu..." batin Zhishu sembari menarik napas dalam berulang-ulang kali.


Zhishu menatap ke arah rombongan keluarga Ziong, ia melihat beberapa orang yang sudah tak asing baginya.


"Ayah.. ibu.. baiklah mereka datang hari ini.Entah mereka akan mengenaliku atau tidak.Tapi yang membuatku bingung adalah kehadiran Jia Yu.Mengapa dia juga datang ke sini? Dia kan hanya selir, apa karena Ziong Ying adalah si jenius makanya Ayah mengizinkannya untuk ikut?"


"Paman Fui dan putranya, Ziong Junqing juga ada disini. Begitupula dengan bibi An Bing.Mereka benar-benar menunjukkan eksistensi mereka hari ini..."


Salah satu sudut bibir Zhishu terangkat tinggi, membentuk senyum seringai yang sempurna, "Maka aku juga harus begitu, aku akan membuat mereka terkena serangan jantung hari ini.Hehehe, bahkan dengan bantuan pil pemakan tulang, Ziong Ying tidak lagi pantas menjadi tandinganku saat ini."


Plak!


"Aduh!" Zhishu memegang bagian lengannya yang baru saja dipukul Wu Huan dengan cukup keras, meski tidak menggunakan energi spiritual, tapi tetap saja bekas pukulan itu terasa pedas.


"Kau melamun lagi.. untuk yang kesekian kalinya hari ini! Kau mau seseorang membunuhmu diam-diam? Kau harus menghilangkan kebiasaan burukmu itu!"


"Kau juga harus begitu! Kau ringan tangan! Bagaimana jika aku terus bersamamu selama sisa hidupku? Aish.. kurasa tubuhku ini sudah penuh dengan bekas pukulan mu!" balas Zhishu tak mau kalah.


"Ya, seharusnya kau senang.Mendapat pukulan dari telapak tanganku yang indah dan bersih ini adalah anugrah untukmu," ucap Wu Huan yang membuat Zhishu hampir saja muntah.


"Kau sebaiknya menutup mulutmu itu sebelum kau benar-benar tenggelam dalam imajinasimu," sarkas Zhishu masih dengan tatapan geli.


Wu Huan mengernyitkan dahinya dalam, ia menatap Zhishu sinis.


"Apa? Mau memukul lagi?! Kalau begitu aku benar-benar tidak akan mau bertarung untuk keluarga Wu hari ini!" ancam Zhishu dengan wajah serius.


Melihat hal itu, Wu Huan seketika seperti menjadi orang yang berbeda, "apa yang kau katakan? Aku tadi hanya bercanda, ayo kita datang ke rombongan keluarga Wu disana."


Zhishu hanya mengikuti Wu Huan tanpa berkata sepatah katapun.Begitu sampai di tempat yang mereka tuju, Wu Huan dengan sigap mencarikan tempat duduk untuk Zhishu dan menyuruhnya duduk.

__ADS_1


Tamu memang harus diperlakukan seperti tamu, pikir Zhishu sembari menyeruput teh yang baru saja disajikan oleh pelayan keluarga Wu.


"Mana ayahmu?" tanya Zhishu pada Wu Huan yang baru saja duduk disampingnya.


Wu Huan kemudian menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan Ayahnya, "dia disana! Sepertinya sedang mendaftarkanmu."


"Mengapa harus ayahmu yang langsung pergi ke sana? Sepertinya keluarga lain hanya mengirimkan orang kepercayaan mereka untuk mendaftar kan salah satu anggota keluarga."


"Ya, kalau ayahku memiliknya pasti juga akan seperti itu.Tangan kanan ayahku baru saja dihukum mati tahun lalu karena ketahuan berkhianat," jelas Wu Huan dengan wajah penuh dendam.


"Jadi, kau adalah Zhishu itu? Gadis yang akan mewakili keluarga kami?" tanya seorang lelaki tua sepertinya berusia ratusan atau ribuan tahun.


Zhishu menoleh ke arah pria itu, "benar, tetua."


"Wu Huan bilang kau adalah gadis berbakat, sepertinya itu adalah kenyataan.Tiga bulan lalu kau hanyalah Kultivator di ranah petarung, tapi saat ini kau sudah naik tingkat ke ranah Alam Jenderal..." ucap tetua itu dengan wajah datar, Zhishu sama sekali tidak bisa memprediksi maksud dari lelaki dihadapannya itu.


"Dia adalah tetua kelima, Wu Ge," bisik Wu Huan pada Zhishu, hampir tak terdengar.


"Jadi, apa kau melakukan sesuatu yang... dilarang?"


Brak!


Wu Huan memukul meja yang ada di depannya dengan keras, "tetua, apa maksudmu? Zhishu adalah tamu kita!"


"Wu Huan, kau harus belajar untuk tidak membiarkan emosimu meledak-ledak seperti itu.Lihatlah gadis ini, dia bahkan lebih tenang darimu, padahal dia masih lebih muda darimu," ujar Wu Ge sembari menunjuk Zhishu dengan telapak tangannya.


Tatapan Wu Huan bak harimau yang siap menerkam mangsa, ia beberapa kali menarik napas dalam, tapi tatapannya itu tak kunjung mereda.Meski begitu, ia terpaksa meredam emosinya dan kembali duduk disamping Zhishu.


Wu Ge tersenyum tipis melihat keputusan yang diambil Wu Huan, kini ia kembali fokus ke arah Zhishu, "aku tidak bermaksud untuk menganggu urusan kultivasimu.Tapi saat ini kau bertarung atas nama keluarga Wu, jadi aku harus mempertimbangkan segala hal."


Wu Ge memberi jeda perkataannya selama beberapa saat sembari meminum tehnya.Setelah itu, ia menunjukkan tatapan tajam yang terasa mencekik, "bagaimanapun, naik 5 level dalam sehari adalah hal mustahil.Mungkin masih dapat dilakukan jika seseorang meminum pil berbahaya atau dia merupakan pengguna teknik iblis."

__ADS_1


"Ku harap kau tidak begitu."


Zhishu tersenyum dengan manis, "saya adalah salah satu Kultivator yang diberkahi Dewa, saya tidak menggunakan trik sampah seperti itu."


"Orang-orang yang menggunakan trik sampah itu pasti sekarang juga akan berkata seperti itu bila aku bertanya hal yang sama pada mereka," ujar Wu Ge tersenyum licik.


"Mungkin benar, tapi aku tau satu hal yang pasti."


"Oh, apa itu?"


"Kau hanya akan selalu jadi orang yang bertanya, bukan orang yang menjawab bukan?" tanya Zhishu penuh penekanan yang berhasil membuat tetua itu terdiam.


"Aku hanya akan selalu menjadi orang yang bertanya?! Apa maksudnya aku tidak memiliki bakat yang layak jika harus dilempar pertanyaan seperti itu?! Dia.. kata-katanya sangat tajam," batin Wu Ge tanpa melepas pandangannya dari Zhishu.


"KOMPETISI ANTARKELUARGA BESAR DI IBU KOTA AKAN DIMULAI!"


"Kapan aku akan bertarung?" tanya Zhishu pada Wu Huan yang hanya dijawab oleh gelengan darinya.


"Zhishu, kau akan bertarung dengan putra dari keluarga Ji, Ji Hongki.Maaf, aku tidak memiliki cukup keberuntungan agar di babak pertama ini kau bisa bertarung dengan lawan yang mudah," jelas Ayah Wu Huan yang baru saja datang ke tempat itu.


"Apa yang kau pikirkan Ayah? Kau harus tau, dalam tiga bulan ini dia berhasil menembus empat level lagi dan menjadi Kultivator Ranah Alam Jenderal level 4," jelas Wu Huan dengan semangat.


"Apa?!" teriak Ayah Wu Huan dengan nada tinggi.


"Ck! Jaga nada bicaramu, Wu Jungwo.Aku juga bingung dengan anak ini, aku tidak percaya jika dia hanya benar-benar mengandalkan bakatnya," ucap Wu Ge sembari menatap Zhishu penuh curiga.


"Kau berkata begitu karna kau tidak memiliki bakat sepertiku kan?" sarkas Zhishu sebal.


Mendengar penuturan Zhishu, Wu Huan menampilkan wajah panik, ia dengan cepat mencubit Zhishu di bagian lengan, "apa yang kau katakan, barusan?" bisik Wu Huan.


"Aduh.." Zhishu mengelus pelan lengannya yang dicubit oleh Wu Huan.Merasa tak senang, Zhishu balik mencubit Wu Huan di bagian paha, "kau mau aku mengulanginya dengan lebih keras?"

__ADS_1


__ADS_2