Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Baby 52: Babak Kedua Dimulai


__ADS_3

Zhishu menatap lekat mata cokelat milk Wu Huan, ia tampak memasang wajah serius yang membuat Wu Huan merasa tegang.


"Beberapa orang terkadang mendapat berkah dari langit yang harus disembunyikan," ucap Zhishu yang berhasil membuat Wu Huan tertegun dengan mata yang terbelalak.


Di sisi lain, Wu Jungwo yang secara tak sadar telah mendengar perbincangan antara dua perempuan itu, kini tampak tengah memasang tatapan dengan banyak arti tersirat pada Zhishu.


Siluet tubuh Zhishu terlihat jelas di manik mata abu-abu milik pria paruh baya itu, tatapan dalam yang sulit diartikan.Tapi semua orang pasti sudah mengetahui, bahwa sorot mata itu mengandung maksud yang penting.


Zhishu mengalihkan pandangannya dan kembali terfokus pada toko yang ada di sistem.Mungkin saat ini, gadis berusia 15 tahun itu telah berhasil membuat dua orang yang lebih tua darinya terjebak dalam rasa penasaran yang dalam.


"Keluarga Wu telah tiba!!" teriak seorang lelaki bertubuh kerdil dengan suara menggema bak toa.


"Sepertinya kita terlambat," ucap Wu Jungwo kala melihat kerumunan orang-orang yang sudah ramai mengisi tempat penonton yang telah disediakan.


Di tengah-tengah para penonton itu, terdapat pula dua orang gadis dan seorang pemuda yang tengah fokus menatap kotak berwarna cokelat yang tak lain adalah kotak berisi nomor undian mereka.


Melihat hal itu, Zhishu tanpa basa-basi langsung keluar dari kereta kuda dan berlari sekencang angin menuju tempat undian.


Setibanya di sana, Zhishu langsung dikejutkan oleh tatapan sinis dari Xia Nian.Zhishu tanpa getar membalas tatapan itu dengan dingin, bak singa yang siap menerkam mangsa.


"Ekhem! Baik, silakan ambil nomor undian kalian!" tutur lelaki yang menjadi pemandu dalam prosesi menarik undian itu.


"Ku harap lawanku adalah Zhishu, karena jika aku melawan salah satu dari kalian aku pasti akan kalah!"


Penuturan dari Xia Nian itu membuat Zhishu merasa tidak senang.Ia langsung memasang wajah datar.


Bing Hong hanya tersenyum mendengar ucapan dari Xia Nian, sedang Shuang Zhu hanya menganggap itu sebagai angin lalu.Bagi mereka, perkataan Xia Nian hanya candaan belaka yang dimaksudkan untuk mengapresiasi kemampuan bertarung mereka.

__ADS_1


Namun bagi Zhishu, ucapan Xia Nian tidak hanya dianggap sebagai candaan tapi sebagai salah satu penyemangat untuk menghabisi perempuan itu di arena nanti.


"Aku berharap ucapanmu itu terkabul, Xia Nian," ujar Zhishu pelan dan dengan tempo yang perlahan.Hal itu membuat satu kalimat yang di ucapkannya terasa lebih mengingimidasi.Tak lupa dengan ekspresi wajahnya yang dingin, Zhishu berhasil menikam Xia Nian dan membuat wanita itu sulit bernapas hanya karna perkataan nya.


Keluarga Xia, merupakan keluarga yang bernaung atau bergantung pada sekte alkemis.Di masa lampau, keluarga Xia pernah berperan besar dalam berdirinya sekte Alkemis ini.


Maka dari itu, tetua Alkemis yang pernah merasakan langsung jasa dari keluarga Xia selalu memberi bantuan berupa pil ataupun materi.Tentu saja bantuan ini membuat keluarga Xia bisa berdiri kokoh hingga sekarang dan juga memiliki generasi muda yang kuat karena sokongan pil tingkat tinggi dari sekte Alkemis.


Tapi, sepertinya ketenangan yang mereka miliki itu baru saja terganggu baru-baru ini karena seorang gadis muda yang dikabarkan dekat dengan Master Li Shao, tetua yang parking aktif menyalurkan pil pada mereka.


Bukan jadi rahasia lagi jika Xia Nian sedari dulu sudah mengincar posisi sebagai murid dari Master Li Shao.Namun hal itu bisa saja tidak terjadi jika Zhishu terus menerus menarik perhatian Master Li Shao.Maka dari itu Xia Nian berniat untuk mempermalukan Zhishu di pertandingan kali ini.


Setelah ketiga lawannya telah mengambil undian, kini giliran Zhishu mengambil nomor undiannya.


"Hahaha nomor 2! Kalau begitu kau harus melawanku nanti, jal*Ng!" bisik Xia Nian pada Zhishu.


"Ya, keberuntunganku memang bagus."


Shuang Zhu, Xia Nian dan juga Bing Hong secara serempak menatap kepergian Zhishu dan mengartikan ucapan darinya sesuai dengan sudut pandang mereka.


"Dia terlalu gegabah," gumam Shuang Zhu yang tak sengaja didengar Bing Hong.


"Kita tidak tau siapa yang gegabah.Apakah Zhishu, ataukah Xia Nian," tutur Bing Hong, membuat Shuang Zhu dan Xia Nian memasang ekspresi terkejut secara bersamaan.


"Apakah dia memandang Zhishu sebagai pendekar dengan kemampuan yang tinggi?" batin Shuang Zhu menerka-nerka.


Keheningan berlangsung selama beberapa saat ditempat itu, masing-masing dari mereka tengah fokus dalam pikirannya.

__ADS_1


Hingga akhirnya, pemandu jalannya pertandingan memecah lamunan itu.


"PERTANDINGAN PERTAMA AKAN SEGERA DIMULAI! DIHARAPKAN BAGI PESERTA YANG AKAN SEGERA BERTANDING UNTUK SEGERA BERSIAP-SIAP! SHUANG ZHU DARI KELUARGA SHUANG AKAN BERTARUNG DENGAN BING HONG, PERWAKILAN DARI KELUARGA LEE!!!"


Mendengar pengumuman dari pemandu pertandingan itu, Bing Hong seketika langsung mengarahkan pandangannya pada Shuang Zhu, "aku terlalu banyak melamun hingga aku lupa bahwa lawanku saat ini adalah Shuang Zhu, jenius dari keluarga Shuang yang bahkan sudah bisa menggunakan jurus bunga pedang milik tetua Jing Yi diumur 16 tahun."


"Tak perlu menyanjungku.Sebuah sanjungan hanya akan membuatku tidak mau berkembang," balas Shuang Zhu sembari berjalan melewati Bing Hong, ekspresinya yang datar sama sekali tak berubah.


Bing Hong dan Shuang Zhu turun dari tempat pengambilan undian yang berada di bagian sudut tempat pertandingan, mereka kemudian beralih menuju arena pertandingan yang terbuat dari bahan dasar batu itu.


Bing Hong dan Shuang Zhu kini sudah sealing berhadapan di atas arena.Tidak ada perbincangan di antara mereka, mereka secara kompak diam dan tengah menunggu pertarungan itu dimulai.


Berbanding terbalik dengan keadaan Bing Hong dan Shuang Zhu yang hening, para penonton disekitar mereka tengah sibuk memasang taruhan mereka yang akhirnya membuat suasana menjadi ricuh.


"Aku bertaruh pada Shuang Zhu! Jurus Bunga Pedang miliknya pasti bisa mengalahkan perwakilan dari keluarga Lee itu!"


"Huh! Tau apa kau? Shuang Zhu memang bisa menggunakan jurus bunga pedang, tapi jurus itu belum sempurna sehingga masih terasa lemah.Dengan jurus perlindungan milik Kak Bing Hong, Shuang Zhu itu bahkan tidak akan bisa menyentuh Kak Bing Hong!" teriak seorang perempuan muda dengan penuh perlawanan.


"Benar! Kak Bing Hong pasti menang!" saut seorang wanita dengan tubuh mungil.


"Kak Bing Hong!! Aku mendukungmu! Kau pasti bisa menang!"


"Tunjukkan kemampuan penuhmu pada wanita setengah lelaki itu Kak Bing Hong!!"


Kini suasana arena pertandingan telah di dominasi oleh penggemar dari Bing Hong.Mereka dengan brutalnya membentak orang-orang yang mendukung Shuang Zhu dan meremehkan idola mereka, Bing Hong.


Bing Hong menunjukkan senyum kecil, "mari kita mulai pertarungan ini, Nona."

__ADS_1


Bing Hong mengeluarkan energi spiritualnya pada telapak tangannya, dia mulai memasang kuda-kuda dan bersiap untuk menyerang.


Melihat hal itu, Shuang Zhu pun tampak bersiap-siap untuk menahan serangan dari Bing Hong, "aku akan menyambut seranganmu."


__ADS_2