
Dalam sekejap mata, muncul 12 Pilar es yang mengelilingi Xia Nian, menciptakan area yang sangat dingin hingga bagian kaki Xia Nian membeku.Lantai arena yang berada di tengah-tengah 12 Pilar itu juga tampak diselimuti oleh es.
"Apa yang terjadi?!" teriak Xia Nian dengan panik, ia berusaha menggerakkan tangannya tapi tetap tidak bisa, "padahal hanya kakiku yang membeku karena es, tapi mengapa seluruh tubuhku juga tidak bisa bergerak?" batin Xia Nian bingung.
"Ben-benda apa itu?!" teriak para penonton histeris.
Sedang Wu Huan Dan Wu Jungwo spontan berdiri dengan alis yang mengerut dalam, keterkejutan tampak jelas di wajah mereka.Kultivator lainnya yang ada di sana juga memasang tampang kaget.
"Pilar es," gumam Wu Huan pelan, ia menatap Zhishu dengan sorot mata seakan-akan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Gadis itu bahkan jauh lebih baik dari apa yang kupikirkan," ucap tetua Wu Ge sembari mengelus-elus janggutnya.
Jurus Pilar Es yang tak pernah terlihat lagi dalam puluhan tahun itu kini kembali dimunculkan oleh gadis muda yang bahkan belum genap 18 tahun.Bahkan seharusnya, energi spiritual nya masih sangat kurang untuk dapat memunculkan ke-12 Pilar es.Ini adalah suatu keajaiban.
Karena gerakan Xia Nian tertahan oleh jurus Pilar es milik Zhishu, energi spiritual yang seharusnya tetap di alirkan oleh Xia Nian agar Jiwa Pedang Naga Api keluar seutuhnya juga menjadi terhenti.Akibatnya, Naga Api yang sudah hampir terbentuk seluruhnya itu perlahan menghilang.
"Tidak!!" teriak Xia Nian kala melihat Naga Api yang ia buat dari Pemanggilan Elemen Pedang menghilang.
"Energi spiritual ku sudah terkuras habis untuk mengeluarkan jurus Naga Api Barat.Dan sekarang aku terjebak dengan jurus Pilar es milik gadis itu.Memalukan sekali! Aku, Xia Nian, Jenius dari keluarga Xia kalah dengan gadis yang tak diketahui asal usulnya ini?!" batin Xia Nian sembari berusaha melepaskan kekangan es yang berada ditubuhnya.
"Xia Nian, kau menyerah sekarang? Padahal sebelumnya kau mengatakan padaku untuk membuat diriku berlutut padamu~"
"Tapi... Lihatlah sekarang, kau bahkan tidak memiliki energi spiritual lagi untuk menyerangku.Kau terjebak hanya karena jurus kecil milikku," ucap Zhishu penuh penekanan, "mari bersikap arogan sedikit," batin Zhishu.
"Jurus kecil katanya? Lihatlah 12 Pilar es yang dia sebut kecil itu!" teriak seseorang sembari menunjuk ke arah pilar-pilar es yang memiliki tinggi setara dengan gedung Lima lantai dan diameter sebesar 1 meter.
"Benar, dia terlalu merendahkan diri," saut seorang lelaki yang juga ikut mendengar ucapan Zhishu.
"Aku tidak peduli dengan jurus yang dikeluarkannya atau apapun tentang pertandingan ini.Aku hanya memikirkan 50 koin perakku yang akan hangus karena kalah bertaruh!" teriak yang lainnya dan dibenarkan oleh sebagian besar penonton.
"Ini hari adalah hari terburukku dalam setahun!" sambungnya dengan frustasi.
__ADS_1
Di atas arena pertandingan, Xia Nian menampilkan raut wajah kesal penuh amarah.
"Kau.. kau pasti berbuat curang!!"
Zhishu menaikkan salah satu alisnya, "kau yang terlalu lemah, bodoh."
Mulut Xia Nian seakan dibungkam oleh satu kalimat dari Zhishu, ia terdiam seribu bahasa.
"Aku.. aku--" ucap Xia Nian terbata-bata, ia seakan ingin membantah ucapan Zhishu tapi ia tidak tahu apa yang harus ia katakan.
Zhishu tersenyum puas melihat keadaan Xia Nian, salah satu sudut bibirnya terangkat hingga membentuk sebuah senyum seringai yang sempurna, "Aih.. tidak perlu mengelak, kau terlihat memprihatinkan.Turunlah dari arena pertarungan ini sebelum aku membuatmu bertekuk lutut dihadapanku."
Mata Xia Nian terbelalak kaget, itu adalah kata-kata yang ia ucapkan pada Zhishu diawal pertandingan. Memang benar-benar tidak ada yang tahu masa depan.
Xia Nian menggertakkan giginya kuat, ia merasakan seluruh tubuhnya panas seakan inging meledak.Melihat Xia Nian yang sedang terbakar emosi, Zhishu menjadi semakin bersemangat.
"Tidak ingin mengaku kalah? Baiklah kalau begitu."
"Apa yang kau lakukan?!! Lepaskan aku dari jurus sial*n mu ini!"
"Oh! Masih tidak ingin mengaku kalah? Baiklah kalau begitu, jangan menyalahkanku, kau yang memintanya."
Setelah mengatakan itu, Zhishu berjalan menuju area beku berbentuk lingkaran yang tercipta karena 12 Pilar es, dimana Xia Nian yang sedang berlutut saat ini berada.
"Apa! Apa yang mau kau lakukan jala*ng!" teriak Xia Nian panik.
"Mengapa kau berkata seperti itu? Apa kau terlalu malu untuk mengakui kekalahanmu?" Zhishu tersenyum lebar saat mengatakannya.
Tak berapa lama setelah itu, Zhishu mengangkat kakinya tinggi, kemudian ia mengeluarkan jurus tendangan angin dan mengarahkannya ke dibagian paha Xia Nian hingga hanfu wanita itu terpotong menjadi pendek dan memperlihatkan kedua paha miliknya.
Seketika itu pula, wajah Xia Nian berubah menjadi merah, Zhishu membuat dirinya memakai hanfu yang sangat pendek layaknya wanita bordil.
__ADS_1
"Gadis tidak tahu diri! Apa yang kau lakukan?!!" teriak kepala keluarga Xia spontan saat melihat keadaan anaknya.
"Dasar jala*ng!!! Turun kau dari arena pertandingan, kau telah mempermalukan putriku! Aku akan mencabik-cabikmu bajing*an sialan!!" sambung lelaki paruh baya itu dengan amarah yang memuncak.
Semua orang menjadi hening karena mendengar bentakan dari kepala keluarga Xia.Belum lagi umpatan-umpatan yang ia lontarkan terasa sangat kasar bagi sebagian besar orang.
Namun, karena posisi kepala keluarga Xia yang bernama Xia Dou itu tinggi, orang-orang disana tanpa sadar berpihak padanya.Karena hal itu, semua orang berbisik dan menatap penuh penghinaan pada Zhishu, dan merasa simpati pada Xia Nian.
Sedang Wu Huan Dan Wu Jungwo sudah beberapa kali ingin melakukan pembelaan terhadap Zhishu, tapi mereka ditahan oleh tetua Wu Ge karena saat ini keluarga Wu masih terlalu lemah jika harus berhadapan dengan keluarga Xia.Alhasil, mereka tidak dapat melakukan apapun.
Zhishu mengepalkan tangannya keras, ia menatap tajam Xia Nian yang sedang terlihat sangat puas akan kejadian saat ini yang sangat menguntungkannya.
Para penonton yang bertaruh untuk Xia Nian juga pasti mendukung Xia Dou agar menurunkan Zhishu dari arena pertandingan.Dengan kata lain, Xia akan menang di pertandingan ini.
"Hei! Gadis bodoh! Apa kau tidak dengar perkataanku? Cepat turun dari arena dan minta maaf-lah pada putriku sambil berlutut.Jika tidak, aku akan membunuhmu!!!"
"Bajin*ngan mana yang berani membunuh putriku?" ucap seseorang dengan penuh penekanan, nada suaranya terasa dingin sekaligus tajam.Membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan bergidik ketakutan.
Semua orang yang berada di sana tanpa aba-aba langsung mengarahkan pandangan mereka ke asal suara.
Hingga terlihatlah seorang wanita paruh baya dengan wajah datarnya tengah menatap tajam ke arah Xia Dou.Suasana seketika menjadi hening, semua orang saat ini berusaha mencerna situasi.
"Di-dia.."
"Nyonya Han Wei?!!!" teriak para penonton spontan.
"Bukankah dia adalah Istri Utama dari kepala keluarga Ziong?" tanya seseorang dengan nada gemetar.
"Nyonya Han Wei menyebut dia adalah putrinya..." tutur salah seorang dari mereka sembari menunjuk Zhishu.
"Apa itu berarti.."
__ADS_1
"GADIS ITU ADALAH ZIONG ZHISHU, PUTRI PERTAMA DARI KELUARGA ZIONG?!!"